
Alfa yang datang ke acara rekan bisnis Opanya, menjadi pusat perhatian para wanita muda yang ada di sana. Sikapnya yang tenang dengan penampilan yang begitu gagah membuatnya semakin menarik. Apalagi dia menghadiri acara besar itu tanpa di dampingi pasangan, seperti para tamu yang lainnya. Sedangkan Opa juga Papanya sudah hadir duluan bersama anggota keluarganya yang lain.
"Pak Faris,, bukannya itu putra anda?" Tanya salah satu rekan bisnis Faris.
"Iya,, itu Alfa putra saya." Jawab Faris sambil menatap ke arah Alfa, yang sedang melangkah mendekat ke arah mereka.
"Anda pasti sangat bangga memiliki putra sehebat itu. Masih muda sudah meraih kesuksesan yang begitu luar biasa." Sambung yang lainnya memuji Alfa.
Bukan hanya para wanita yang terkesima dengan sosok Alfa Permana. Para pengusaha sukses yang ada di situ juga sangat mengaguminya. Tapi Alfa yang sudah biasa menerima tatapan aneh juga pujian dari banyak orang, sama sekali tidak terpengaruh dengan semua itu. Dia terlihat begitu santai tanpa ada rasa canggung sedikitpun. Namun sikapnya itu malah semakin membuat para wanita muda, anak dari beberapa pengusaha sukses yang ada di tempat itu jadi semakin penasaran dengannya.
"Pa,, siapa itu?" Tanya Sonia salah seorang putri dari klien bisnis Faris, yang belum mengenali Alfa Permana.
"Dia putra dari Pak Faris. Nanti kamu bisa berkenalan dengannya." Jawab Pak Rudi klien bisnisnya Faris.
"Ini putri Bapak?" Tanya Faris kepada Pak Rudi, menanyakan tentang Sonia yang tiba-tiba menghampiri mereka.
"Iya Pak. Dia putri saya yang selama ini menetap di Amerika untuk menimba ilmu." Jawab Pak Rudi.
"Dia menanyakan siapa laki-laki itu? Karena dia sama sekali belum kenal dengan putra Pak Faris. Jadi dia ingin berkenalan dengannya." Ujar Pak Rudi yang membuat Sonia tersipu malu.
"Boleh saja. Lagian tidak ada salahnya kalau hanya sekedar ingin berkenalan." Tutur Faris sambil tersenyum ramah.
"Alfa,, kamu datang sama siapa?" Tanya Faris saat Alfa sudah berada di sampingnya.
"Sendirian Pa. Di mana Mama?" Tanya Alfa sambil menatap ke sana kemari mencari keberadaan Mamanya.
__ADS_1
"Mama kamu tadi ada di sana sama Oma juga Shelina." Jawab Faris.
"Nak Alfa,, ini putri Om mau kenalan sama kamu. Kebetulan dia belum kenal siapa nak Alfa. Karena selama ini dia tinggal di Amerika." Sambung Pak Rudi sambil menarik tangan putrinya yang mulai agresif.
"Perkenalkan nama saya Sonia. Dan ini taman-taman saya yang juga ingin berkenalan dengan anda" Ujar Sonia yang sedang berdiri di samping Pak Rudi bersama tiga orang anak pengusaha yang lainnya.
"Saya Alfa." Alfa memperkenalkan diri sambil menyalami tangan Sonia.
"Ini Ranti dan Citra." Tutur Sonia memperkenalkan dua wanita yang berada di sampingnya.
"Senang berkenalan dengan anda." Bahasa singkat yang keluar dari mulut Alfa, dengan ekspresi yang terlihat begitu santai.
Ketampanan Alfa semakin terlihat sempurna dengan jarak yang begitu dekat. Ke tiga wanita yang ada di depannya, sampai tidak bisa berkedip saking kagum melihatnya. Apalagi mereka sama sekali belum mengetahui kalau Alfa ternyata sudah menikah. Dan wanita beruntung itu juga ada di acara besar itu.
Tanpa Alfa sadari, ternyata Shelina sedang memperhatikannya sejak tadi. Melihat Alfa yang di hampiri beberapa wanita seksi, Shelina seketika memasang wajah datar sambil bergumam di dalam hatinya.
Melihat ekspresi Shelina, Oma Alira yang sedang mengobrol dengan beberapa istri dari rekan bisnis suaminya, jadi bingung dan segera menatap ke arah yang sama dengan Shelina. Melihat apa yang terjadi, Oma Alira langsung mendekati cucu menantunya itu kemudian berbisik.
"Santai saja! Kamu tidak perlu khawatir selama ada Oma di sini. Oma tidak akan membiarkan ada wanita lain yang bisa mendekati Alfa. Dan Oma yakin Alfa tidak akan bisa di pengaruhi sama wanita manapun. Karena istrinya lebih cantik dari semua wanita di acara ini." Bisik Oma Alira yang membuat Shelina seketika tersenyum.
"Al,, ayo kita ke sana!" Ajak Oma Alira sambil meraih tangan Aleta yang sedang mengobrol bersama para istri pengusaha.
"Kita mau kemana Ma?" Tanya Aleta yang belum mengetahui apa yang terjadi.
"Itu Alfa baru saja datang." Jawab Oma Alira sambil menunjuk ke arah Alfa yang sudah sudah menatap ke arah mereka.
__ADS_1
Melihat kedatangan Shelina bersama Oma Alira juga Aleta, tiga orang wanita yang tadinya semakin merapat mendekati Alfa sedikit memundurkan posisi berdiri sambil menatap satu sama lain tanpa bersuara.
"Halo cantik.. Apa kita bisa kenalan?" Tanya Oma Alira setelah berada di depan ketiga wanita muda itu.
"Boleh ko nyonya." Jawab Citra wanita yang sedang bersama Sonia.
"Nyonya,, anda semaki cantik saja. Makin ke sini makin awet." Sambung Pak Rudi memuji Oma Alira.
"Terima kasih atas pujiannya. Tapi saya sudah tidak merasa cantik lagi. Karena sekarang sudah ada istri Faris, juga istri Alfa cucu saya ini yang lebih muda dan lebih menarik." Ujar Oma Alira merendahkan diri demi memuji Aleta dan Shelina.
"Ini istri nak Alfa..? Saya baru lihat untuk pertama kalinya. Karena di saat pernikahan mereka, kebetulan saya di luar negeri. Jadi tidak bisa menghadiri acaranya." Ujar Pak Rudi sambil tersenyum menatap Shelina.
"Ini putri saya nyonya. Namanya Sonia. Dan ini putri dari Pak Hendro dan Pak Angga." Tabah Pak Rudi memperkenalkan Soni dan kedua temannya. Yang ternyata keponakannya sendiri.
Pak Rudi terlihat begitu senang berbincang dengan Oma Alira. Namun putrinya juga kedua keponakannya malah terlihat sangat tidak senang dengan kedatangan Oma Alira apalagi Shelina. Melihat ekspresi ketiga wanita di depannya, Oma Alira malah semakin bersemangat untuk memuji-muji Shelina di depan mereka.
"Ini Shelina. Dia istrinya Alfa. Dia cantik kan Pak?" Tanya Oma Alira sambil tersenyum menatap Shelina yang sedang menatap ketiga wanita itu tanpa bersuara.
"Luar biasa cantik. Cocok banget sama Alfa." Jawab Pak Rudi tanpa menyadari keadaan putrinya yang sudah seperti patung di sampingnya.
"Saya tu tidak pernah salah dalam memilih istri buat anak juga cucuku." Tutur Oma Alira yang mengundang rasa penasaran beberapa para klien bisnis suaminya yang ada di sekeliling mereka.
"Memangnya ada kriteria khusus untuk menjadi menantu dalam keluarga Permana?" Tanya salah seorang istri pengusaha yang kira-kira seumuran dengan Oma Alira.
__ADS_1
"Ngga ada yang gimana-gimana. Asalkan mereka memang orang baik, dan bukan berasal dari keluarga kaya raya. Karena kalau berasal dari keluarga kaya, pasti banyak maunya seperti saya." Jawab Oma Alira santai namun terkesan menyinggung.