
Dengan buru-buru Shelina melangkah memasuki kamar Alfa dengan membawa sebuah baskom berisi air hangat juga handuk kecil di tangannya. Dan sampainya di samping Alfa, dia segera meletakan apa yang dia bawa ke atas meja yang ada tepat di samping tempat tidur Alfa kemudian bertanya.
"Mas,, apa ada persediaan obat di sini? Soalnya aku cari di dapur ngga ada." Tanya Shelina sambil menatap Alfa yang sedang terbaring membelakanginya.
"Ada di laci meja. Cari saja di situ!" Jawab Alfa tanpa dengan posisi tetap membelakangi Shelina.
Melihat sikap Alfa, Shelina begitu kesal. Karena dia merasa di cuekin Alfa. Padahal dia sudah berbaik hati untuk menolongnya. Walau sebenarnya dia masih terluka dengan apa yang Alfa lakukan padanya. Sambil mencari kotak obat di dalam laci meja, Shelina pun bergumam di dalam hatinya.
"Ini laki-laki, selain ngga punya hati juga ngga punya etika. Di bantuin malah bertingkah. Dia sama sekali tidak mau melihatku. Dia pikir dia siapa?"
Shelina bertanya-tanya di dalam hatinya dengan tampang yang terlihat datar. Dia merasa Alfa sudah sangat keterlaluan karena tidak menghargai niat baiknya. Tapi Shelina tetap berusaha untuk bersabar menghadapi sikap dingin dan cueknya Alfa.
Setelah menemukan kotak obat yang dia cari, Shelina kembali mendekati Alfa dan segera mengukur suhu badannya. Melihat suhu badan Alfa yang begitu tinggi, mata Shelina langsung terbelalak saking kagetnya.
"Astaga... Mas.. Suhu badan kamu tinggi banget.." Shelina berkata-kata dengan tampang yang terlihat panik.
__ADS_1
"Ayo Mas minum obatnya! Berbalik ke sini dong Mas..!" Ujar Shelina sambil menarik pundak Alfa untuk berbalik menghadapnya.
"Ngga aah.. Sini obatnya! Biar saya minum sendiri." Jawab Alfa tanpa mau berbalik menghadap Shelina.
"Mas.. Kamu kenapa sih..? Kalau kamu seperti ini, buat apa juga aku harus ada di sini? Aku pergi saja kalau kamu bisa melakukannya sendiri." Ujar Shelina dengan tampang terlihat kesal dan langsung melangkah pergi meninggalkan Alfa.
Shelina begitu kecewa dengan sikap Alfa yang menurutnya benar-benar keterlaluan. Walaupun dia sudah berusaha menghilangkan rasa yang sudah mulai tumbuh di dalam hatinya, namun rasa sakit atas sikap Alfa terhadapnya tidak bisa untuk dia sembunyikan.
"Dasar laki-laki tidak punya hati.. Aku ngga akan perduli, walaupun kamu menjerit sampai pagi." Shelina berkata-kata sambil melangkah menuju kamarnya.
Sedangkan Alfa yang sedang menggigil di balik selimut, tidak ingin bangun dari tempat tidur. Tapi lama-kelamaan, dia merasa seperti ada yang menetes di bagian lukanya. Dengan perlahan-lahan, Alfa mulai memasuki tangannya di balik selimut, meraba ke bagian perutnya yang terluka. Dan setelah melihat darah yang menempel pada beberapa jarinya, Alfa seketika kaget dengan mata terbuka lebar.
"Astaga... Kenapa bisa berdarah seperti ini? Padahal aku ngga ngapa-ngapain." Ujar Alfa sambil berusaha bangun dari tempat tidurnya.
Sambil menahan sakit, Alfa berusaha meraih baskom juga handuk yang tadi di bawah oleh Shelina. Dan dia pun membersihkan darah yang sudah memenuhi bagian lukanya. Alfa melakukan semua itu sendiri di tengah malam yang begitu terasa dingin. Sebenarnya dia ingin sekali di bantu, tapi entah pada siapa dia mau meminta bantuan. Sedangkan di dalam rumah besar itu hanya ada dia dan Shelina.
__ADS_1
Di saat Alfa sedang membersihkan lukanya, tiba-tiba ponselnya berdering tanda ada panggilan masuk. Dengan tampang kebingungan, Alfa meraih ponselnya yang ada di samping bantal sambil bertanya.
"Siapa yang menelpon di jam seperti ini?" Alfa bertanya-tanya sendirian.
"Ngapain Fara menelponku? Apa terjadi sesuatu?" Alfa bertanya-tanya dengan tampang terlihat khawatir.
("Halo Ra,, apa yang terjadi?" Tanya Alfa setelah menjawab telpon dari adik perempuannya.)
("Ngga ada apa-apa Mas. Aku hanya mau bilang, kalau besok paket Mba Shelina sudah sampai." Jawab Fara yang membuat Alfa sedikit bingung.)
("Paket apa?" Tanya Alfa.)
("Mas ngga perlu tahu. Ini urusan wanita. Bilang saja sama Mba Shelina seperti apa yang aku bilang!" Ujar Fara yang membuat Alfa tidak dapat berkata apa-apa.)
("Ya sudah,, gitu dulu ya Mas." Ujar Fara dan langsung memutuskan sambungan teleponnya.)
__ADS_1
Mendengar apa yang baru saja di sampaikan oleh Fara, membuat Alfa seketika merasa penasaran. Dan dia berpikir untuk tidak memberitahukan Shelina apa yang di katakan oleh Fara. Dia berniat untuk menerima paket itu tanpa sepengetahuan Shelina.