JODOH YANG TAK DISANGKA

JODOH YANG TAK DISANGKA
Bab 92. Kejujuran Oma Alir


__ADS_3

Malam panas yang sudah di lalui Alfa dan Shelina, begitu indah namun menyakitkan untuk Shelina. Karena keperkasaan Alfa juga tenaga yang luar biasa kuat, membuat Shelina harus menahan rasa perih di bagian bawahnya, tanpa di ketahui bahkan oleh Alfa. Perbuatan Alfa benar-benar membuat Shelina tersiksa, dengan berpura-pura tersenyum di depan Oma Alira tadi, untuk menyembunyikan keadaan sebenarnya yang sedang dia alami.


Ciuman Alfa yang begitu tiba-tiba, membuat Shelina benar-benar terkejut dengan mata terbuka lebar tanpa bisa bersuara. Dia hanya terdiam seperti patung dengan sekujur tubuh menegang, menerima penyerangan suaminya. Sikap Alfa yang berubah dalam waktu sekejap, sangat membingungkan untuk Shelina yang sudah sangat mengenalinya.


Dengan sekuat tenaga Shelina berusaha menghindar dari serangan Alfa, yang makin bertambah gila. Namun Alfa sama sekali tidak memberinya kesempatan, walaupun hanya untuk mengambil nafas. Rasa kecewa terhadap apa yang di lakukan Alfa, tiba-tiba membuat Shelina merasa terhina sebagai seorang wanita. Dia mulai berpikir semua yang terjadi bukan karena dasar cinta, melainkan nafsu seorang laki-laki yang tidak bisa di tahan.


Rasa kecewa yang seketika menyelimuti benak Shelina, benar-benar menyentuh hatinya. Air mata pun sekejap membendung di kelopak matanya, dan menetes membasahi wajahnya dalam keadaan pasrah.


"Mengapa kamu menangis? Apa yang terjadi denganmu?" Tanya Alfa yang tiba-tiba menghentikan aksinya karena melihat keadaan Shelina.


"Hiks...hiks...hiks.." Shelina yang sudah tertunduk hanya bisa menangis tanpa menjawab pertanyaan Alfa.


"Shelina,, apa yang membuatmu seperti ini..?" Tanya Alfa lagi dengan raut wajah yang terlihat kesal bercampur bingung.


"Mas,, aku ini istrimu... Bukan wanita penghibur tempat pelampiasan hasrat kapanpun kamu mau." Jawaban Shelina dengan nada tinggi, sehingga membuat Oma Alira yang tiba-tiba muncul di depan pintu kamar, seketika mematung dengan penuh tanda tanya di dalam hatinya.


"Astaga... Apa yang sudah di lakukan Alfa kepada Shelina..? Apa dia mau memperkosa Shelina?"


Oma Alira yang semakin mencemaskan keadaan Shelina, saat mendengar suara Shelina yang sangat bergetar, langsung mendorong pintu kamar dan masuk ke dalam kamar tanpa bersuara ataupun mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Oma... Apa yang terjadi..?" Tanya Alfa dengan tatapan kagetnya. Begitupun dengan Shelina yang buru-buru menghapus air matanya.

__ADS_1


"Apa yang sudah kamu lakukan sama istri kamu..? Alfa,, kamu jadi laki-laki itu harus sopan. Jangan main paksa." Ujar Oma Alira dengan tatapan tajamnya.


"Apa yang Oma bicarakan..?" Tanya Alfa sambil membalikkan tubuhnya, menghadap lemari pakaian yang ada tepat di sampingnya.


"Kamu jangan coba-coba membodohi Oma. Supaya kamu tahu ya Alfa,, sekarang ini sudah ada undang-undang perlindungan wanita. Dan seorang istri bisa melaporkan suaminya, kalau dia merasa di paksa oleh suaminya sendiri." Tambah Oma Alira yang membuat Alfa menarik nafas panjang kemudian berujar.


"Oma,, tidak ada wanita yang akan membuka rahasia rumah tangganya di depan umum. Terkecuali wanita yang sama sekali tidak mengetahui ajaran agama." Tutur Alfa yang membuat Oma Alira sejenak terdiam, sambil berkata-kata di dalam hatinya.


"Benar juga apa yang di katakan cucuku. Mana ada wanita yang mau melaporkan urusan kamarnya ke pihak yang berwajib?"


Apa yang di ucapkan Alfa barusan, dengan sekejap berhasil membuat Oma Alira terdiam. Tapi itu hanya sementara saja. Tidak berapa lama Oma Alira kembali bersuara, saat melihat Alfa melangkah menuju kamar mandi dengan membawa pakaian gantinya.


"Mau ke kamar mandi." Jawaban Alfa yang seketika menimbulkan rasa curiga di dalam benak Oma Alira, dengan pemikiran yang mulai menjelajah kemana-mana.


"Astaga Alfa... Kamu memang sangat kurang ajar. Di pagi hari seperti ini kamu sudah dua kali mandi." Ujar Oma Alira sambil menggeleng kepalanya.


Alfa yang tidak mau perduli dengan apa yang di katakan oleh Omanya, langsung memasuki kamar mandi. Sedangkan Shelina yang hanya terdiam di samping meja rias sejak tadi, mulai merapikan dasi juga jas yang akan di kenakan Alfa pagi itu. Shelina yang semakin merasakan perih di bawah sana karena gesekan celana, tiba-tiba terdiam sambil memejamkan mata tanpa bersuara. Dia berusaha menyembunyikan semua itu dari Oma Alira yang masih berada di dalam kamar mereka. Namun tanpa dia sadari, Oma Alira sudah memperhatikannya sejak tadi.


"Shelina,, kamu kenapa sayang? Apa ada yang sakit?" Tanya Oma Alira dengan tatapan mencari tahu ke arah cermin yang ada tepat di depan Shelina.


"Aku,,, aku,,, aku baik-baik saja Oma." Jawab Shelina gugup tanpa berbalik menatap Oma Alira, yang sudah melangkah menghampirinya dari arah belakang.

__ADS_1


"Kamu kesakitan kan..? Oma tahu biarpun kamu berusaha menyembunyikannya." Pertanyaan Oma Alira, yang membuat Shelina tidak dapat menjawab apapun.


"Maafkan Oma ya sayang. Ini semua kesalahan Oma. Alfa menyakitimu bukan tanpa sebab. Semalam tanpa sepengetahuan Oma, dia meminum sebotol minuman yang sudah di


racik khusus, untuk membangkitkan keinginan juga kekutan laki-laki dewasa."


Penjelasan Oma Alira seketika membuat Shelina maupun Alfa yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi, langsung mematung dengan mata terbuka lebar saking kagetnya. Alfa yang merasa bingung pada dirinya, akhirnya tahu apa yang sebenarnya terjadi. Sedangkan Shelina yang belum seutuhnya percaya dengan perasaan Alfa, malah merasa semakin kecewa, saat menyadari semua itu terjadi bukan murni keinginan Alfa semata.


"Astaga Oma... Apa yang sudah Oma lakukan..?" Tanya kaget sambil melangkah mendekat ke arah Oma Alira.


"Alfa... Kamu jangan teriak-teriak seperti ini..! Kalau di dengar sama yang lain bagaimana? Nanti Oma yang akan di salahkan. Padahal kan, Oma punya niat baik melakukan semua itu." Tutur Oma Alira yang sama sekali tidak merasa bersalah dengan perbuatannya.


"Memang ini kesalahan Oma. Apapun yang mau Oma katakan, Oma tetap salah. Asal Oma tahu, karena pengaruh minuman itu, seluruh badanku ini terasa gerah walaupun aku baru saja mandi." Ujar Alfa dengan raut wajah kesal.


"Terus mau gimana lagi? Semuanya sudah terlanjur. Yang penting semua ini tidak merugikan kamu sama sekali." Oma Alira tetap terlihat tenang, menghadapi Alfa yang mulai kesal atas pengakuan Omanya.


Shelina yang hanya terdiam mendengar percakapan Alfa dan Oma Alira, tiba-tiba memilih untuk masuk ke dalam kamar mandi, dengan alasan ingin buang air kecil. Sampainya di dalam kamar mandi, Shelina langsung berdiri menghadap cermin menatap bayangannya sambil bergumam di dalam hatinya.


"Semua yang aku pikirkan bukanlah sebuah dugaan. Melainkan kenyataan yang terjadi antara aku dan Mas Alfa. Tidak semudah itu Mas Alfa akan luluh dengan cinta wanita biasa seperti aku. Ini semua terjadi karena dorongan minuman buatan Bibi."


Dengan raut wajah penuh kecewa, Shelina mengeluarkan suara hati tanpa bisa di dengar, sambil menatap bayangannya pada cermin besar yang ada di dalam kamar mandi. Namun dia tetap berusaha menerima apa yang sudah dia sadari, sebelum mendengar pengakuan Oma Alira atas minuman yang di minum oleh Alfa semalam di rumahnya.

__ADS_1


__ADS_2