JODOH YANG TAK DISANGKA

JODOH YANG TAK DISANGKA
Bab 90. Sebotol Minuman.


__ADS_3

Kebahagiaan Shelina tidak bisa di gambarkan dengan kata-kata, menyaksikan sikap Alfa yang tanpa sadar jujur akan perasaannya selama ini. Dia sampai tidak bisa tertidur memikirkan apa yang baru saja terjadi di taman. Dengan gaun tidur putih yang melekat pada tubuhnya, Shelina duduk bersandar di kepala ranjang sambil menatap ke arah pintu, menanti kedatangan Alfa yang masih berada di ruang keluarga, bersama anggota keluarganya yang lain.


"Fa,, di mana Shelina?" Tanya Oma Alira karena tidak melihat keberadaan Shelina.


"Mungkin dia sudah tidur Oma." Jawab Alfa.


"Fa,, Oma harap kamu bisa membahagiakan Shelina. Dia tidak punya siapa-siapa lagi selain kita. Kamu harus melindunginya! Oma tidak mau Shelina mengalami apa yang sedang di alami Fara saat ini." Ujar Oma Alira yang di buat cemas dengan musibah yang sedang menimpa Fara.


"Iya Oma. Oma ngga usah terlalu banyak berpikir!." Jawab Alfa berusaha menenangkan Omanya.


"Ma,, Mama ngga usah khawatir! Mas Faris akan menemukan Fara. Tadi Reza bilang kalau Mas Faris sudah mulai menemukan jalan untuk menemukan Fara." Sambung Aleta yang takut akan kondisi Mama mertuanya, yang terlihat begitu tegang juga kepikiran atas masalah yang sedang mereka hadapi.


Melihat waktu sudah menunjukkan pukul 11:30 malam, Aleta langsung meminta Alfa untuk mengantar Oma dan Opanya pulang. Kebetulan rumah Opa Fahri hanya bersebelahan dengan rumah mereka. Sedangkan Aleta yang sudah mulai kelelahan dengan beban pikiran yang menguasainya, memilih untuk masuk ke dalam kamar walaupun dia sama sekali tidak ingin tidur.


Sampainya di rumah Opa Fahri, Alfa yang merasa kehausan segera melangkah menuju dapur, dan mengambil sebotol minuman yang ada di dalam kulkas. Tanpa memeriksa minuman yang ada di tangannya, Alfa langsung meminumnya sampai habis. Kemudian dia pun keluar dari dapur dan berpamitan untuk pulang.


Alfa yang sedang berjalan menuju rumahnya tiba-tiba merasakan sesuatu yang aneh. Kepalanya mulai terasa pusing dan gerah. Padahal udara di malam itu begitu dingin, karena angin bertiup lumayan kencang.


"Ada apa dengan saya? Mengapa tiba-tiba saya merasa gerah seperti ini? Padahal tadi saya kedinginan." Alfa yang mulai kebingungan bertanya-tanya sendirian, sambil memegang kepalanya.

__ADS_1


Karena sudah tidak bisa menahan rasa gerah yang semakin menjadi-jadi, Alfa pun langsung melangkah menaiki tangga menuju kamarnya. Dia berniat ingin mandi walaupun waktu sudah begitu larut. Dari kejauhan Alfa melihat pintu kamarnya terbuka lebar. Kamar yang dia tempati sebelum dia bertemu Shelina. Melihat kamar yang kosong, Alfa merasa sedikit cemas takut terjadi apa-apa dengan Shelina. Dan di saat dia sedang kebingungan menatap ke sana kemari, sambil melepaskan kancing bajunya satu persatu, tiba-tiba terdengar suara tepat di belakangnya.


"Mas,, kamu cari aku ya?" Tanya Shelina yang membuat Alfa langsung berbalik menatapnya.


"Kamu dari mana?" Tanya Alfa dengan tampang khasnya.


"Aku tadi di balkon. Tapi karena mencium aroma parfum kamu, aku langsung masuk." Jawab Shelina sambil melangkah mendekat ke arah Alfa, yang hanya bersikap datar seperti biasanya.


Melihat tingkah Shelina yang tidak biasa juga senyum yang menurutnya aneh, Alfa langsung mengerutkan keningnya tanda kebingungan dengan keanehan Shelina. Yang memasang senyum centil sambil mendekatinya.


"Apa yang terjadi denganmu?" Tanya Alfa sambil menatap Shelina yang sudah berada tepat di depannya.


"Aku lagi bahagia bangat melihat kedatangan suami tampanku, yang selalu terlihat menarik. Apalagi dengan penampilan seperti itu." Jawab Shelina sambil menyentuh dada bidang Alfa, yang sudah terlihat nyata dengan tatapan yang semakin menggoda.


"Hentikan Shelina! Kamu kenapa bersikap seperti ini?" Ujar Alfa sambil memalingkan wajahnya, mencoba untuk menghindari tatapan mata Shelina yang mulai melumpuhkan akal sehatnya.


"Memangnya salah, kalau aku ingin mendekati suamiku sendiri?" Tanya Shelina yang semakin bersemangat menggoda Alfa.


Shelina yang sudah sangat mengenali sikap pemalu suaminya, berpikir untuk mengerjai Alfa biar dia malu seperti di taman tadi. Namun dia sama sekali tidak sadar kalau apa yang dia lakukan itu, malah membangkitkan gairah Alfa sebagai seorang laki-laki dewasa.

__ADS_1


Gejolak yang mulai menuntut di dalam diri Alfa, semakin tidak bisa di kendalikan. Nafas Alfa yang mulai terdengar aneh juga raut wajah yang tiba-tiba memerah, membuat Shelina merasa menang karena berhasil membuat suaminya malu. Tapi apa yang terjadi pada Alfa ternyata bukan karena rasa malu, melainkan hasrat yang sudah sangat memuncak dan menguasai dirinya.


"Shelina.. Hentikan semua ini! Kalau kamu terus seperti ini, aku tidak akan melepaskan mu malam ini." Ujar Alfa dengan tatapan menuntut.


Melihat reaksi Alfa, Shelina langsung terdiam dengan tatapan kebingungan. Niatnya ingin mengerjai suaminya, malah jadi ketakutan dan berpikir untuk menghindar. Tapi Alfa yang sudah seperti predator kelaparan di depannya, tidak bisa untuk meredam getaran yang sudah melemahkan akal pikirannya sejak tadi.


Dengan cepat Alfa pun meraih pundak Shelina dan langsung menyerangnya, dengan ciuman membabi-buta. Dan hal itu membuat mata Shelina langsung terbelalak saking kagetnya. Sejenak Shelina berpikir ingin menjauh, dan menghindar dari serangan Alfa yang tiba-tiba. Tapi ciuman Alfa yang begitu berhasrat juga dekapan eratnya, membuat Shelina terjebak dan tidak berdaya.


Tanpa menghentikan serangannya, Alfa mulai melepaskan pakaiannya sendiri. Dan setelah itu, dia langsung menarik gaun tidur Shelina dengan kencang sampai terlepas dari tubuh Shelina, dan tertinggal hanya pakaian dalamnya. Dengan begitu menggila, Alfa mengangkat tubuh Shelina dan membaringkan dia di atas tempat tidur.


Shelina yang sudah terhanyut dalam permainan Alfa, hanya pasrah dan menatap Alfa yang juga sedang menatapnya dengan tatapan memangsa. Tatapan mata yang saling bertemu menimbulkan kebisuan, yang menunjukkan keinginan batin antara keduanya. Dengan suara yang terdengar berat, Alfa mulai berujar depan posisi sudah berada di atas Shelina.


"Saya sangat menginginkan dirimu malam ini. Jangan menolak ataupun menghindar, kalau kamu memang mencintai saya." Ujar Alfa yang membuat Shelina segera membuka mulutnya.


"Apa yang terjadi denganmu Mas? Apa kamu mabuk?" Tanya Shelina sambil menahan pundak Alfa.


"Saya mabuk akan dirimu. Dan saya tidak bisa mengendalikan semua ini." Jawab Alfa yang membuat Shelina bingung karena Alfa terlihat tidak seperti biasanya.


"Mas,, aku sangat mencintaimu. Tapi aku ingin tahu, semua yang kamu lakukan ini karena cinta, ataukah hanya karena keinginan sesaat?" Tanya Shelina yang belum terlalu yakin dengan perasaan laki-laki dingin itu.

__ADS_1


"Kamulah wanita satu-satunya yang bisa membuat saya jadi gila seperti ini. Saya sangat mencintaimu. Dan jangan tanyakan itu lagi. Karena saya tidak bisa mengatakannya berulang-ulang." Jawab Alfa dan segera melucuti semua yang masih tersisa di tubuh mereka berdua.


#Para pembaca novel saya, kalau ingin mengenali saya, ingin melihat bagaimana wujud saya yang tidak cantik ini, bisa mampir di channel YouTube saya. Nama channel YouTube saya, IRSAL IPA channel. Semalam saya barusan aplod Video baru. Do Vidio itu saya menceritakan pengalaman saya pertama menjadi seorang penulis di aplikasi Mangatoon. Dan karya pertama saya langsung masuk deretan terpopuler tahun 2020. Kalau kalian ingin tahu bagaimana sampai saya bisa berada di posisi itu, dan mendapatkan bayaran besar, bisa like, komen dan subscribe. Tanya sua yang mau kalian tanyakan. Saya janji akan jawab semuanya di video selanjutnya. Sebentar malam aku aplod lagi novel ini kalau kalian sudah mampir dan mendukung channel YouTube saya dengan cara like, komen dan subscribe 🙏🙏🙏🙏🙏.


__ADS_2