
Ketakutan Shelina semakin tidak terkendali mendengar suara petir yang tidak kunjung berhenti. Karena begitu ketakutan, Shelina pun segera keluar dari kamarnya dan berlari menuju pintu keluar, dengan tujuan ingin mencari keberadaan Alfa. Dengan buru-buru, Shelina membuka pintu dan hendak berlari. Namun tiba-tiba dia langsung menabrak Alfa yang baru saja mendekati pintu.
"Kamu brengseek... Mengapa kamu sejahat ini sama aku...?" Shelina berteriak kencang sambil memukul-mukul dada bidang Alfa.
"Saya tu lagi sibuk dengan urusan kerjaan. Kamu tahu itu kan..?" Jawab Alfa sambil meraih kedua tangan Shelina, dengan tatapan mata yang sangat tajam.
"Semua urusan dalam hidup kamu lebih penting dari pada aku. Jadi untuk apa kita masih tetap bersama..? Aku capek dengan semua ini. Aku ingin pisaaah.." Teriak Shelina lagi, yang membuat Alfa langsung menarik tangannya kasar masuk ke dalam villa.
"Ceraikan aku... Ceraikan aku secepatnya..! Aku tidak ingin di perlakukan seperti ini. Tidak ada gunanya aku menjadi seorang istri di dalam rumah tangga konyol ini.. Hiks,,,hiks,,,hiks. Dengan penuh emosi, Shelina terus meminta untuk di ceraikan sambil bercucuran air mata.
"Saya tidak akan menceraikan kamu sampai kapanpun." Jawab Alfa yang membuat Shelina langsung menatapnya tajam.
"Mengapa..? Mengapa kamu tidak mau mencerahkan aku..?" Tanya Shelina dengan nada yang masih saja tinggi.
"Dalam keluarga saya tidak ada kata cerai. Dan hal itu yang harus saya jaga." Jawab Alfa datar.
"Tapi aku sangat menginginkan perceraian. Apa gunanya aku menjadi istri yang tidak pernah di perlakukan sebagaimana mestinya?" Shelina kembali mengeluarkan keluhan yang selama ini dia pendam di dalam hatinya.
"Aku ingin bahagia. Aku ingin di hargai sebagai seorang istri. Apa kamu pernah menjalankan kewajiban kamu sebagai seorang suami? Aku tidak menginginkan ikatan tanpa adanya rasa." Tutur Shelina dengan suara yang sudah sangat rendah. Namun itu malah membangkitkan kemarahan Alfa dengan seketika.
"Apa semua ini ada kaitannya dengan laki-laki itu..? Apa semua ini hanya alasan kamu biar bisa bersama laki-laki itu..?" Tanya Alfa dengan tampang menakutkan.
"Itu bukan urusan kamu.. Apapun tujuanku, tidak ada hubungannya dengan kamu." Jawab Shelina sambil membuang muka dari Alfa.
__ADS_1
Tanpa berkata-kata, Alfa yang begitu emosi mendengar jawaban Shelina langsung menarik Shelina, dan menyerangnya dengan ciuman membabi buta di bagian pundaknya.
"Apa yang kamu lakukan Mas...? Lepaskan aku..! Lepaskaaan...!" Teriak Shelina sambil berusaha mendorong Alfa.
"Bukannya ini yang kamu tuntut..? Kewajiban saya sebagai seorang suami yang tidak pernah kamu terima." Tutur Alfa dengan nafas yang sudah tidak teratur.
Mendengar apa yang baru saja di katakan Alfa, Shelina pun langsung mematung dengan tampang yang terlihat gugup. Dan belum sempat dia bersuara, Alfa sudah mengangkat tubuhnya kemudian melangkah menuju kamar.
"Lepaskan aku...! Mas Alfa lepaskan aku...!" Shelina kembali berteriak mencoba untuk melepaskan diri. Tapi Alfa sama sekali tidak memberinya kesempatan.
Sampainya di dalam kamar, Alfa langsung melepaskan Shelina dan buru-buru mengunci pintu kamar. Shelina yang begitu panik melihat keadaan Alfa, segera berusaha meraih kunci dari tangannya. Tapi Alfa dengan cepat langsung melemparnya ke atas lemari, yang tidak mungkin bisa di jangkau oleh Shelina.
"Mas... Apa kamu sudah gila..?" Teriak Shelina yang begitu kesal sambil membelakangi Alfa menghadap ke arah lemari.
"Apa yang ingin kamu lakukan..? Jangan macam-macam kamu Mas..! Aku akan berteriak kalau sampai kamu melakukan sesuatu yang buruk terhadapku." Ancam Shelina sambil menatap Alfa dari cermin besar yang ada di hadapan mereka.
"Saya hanya ingin melakukan kewajiban saya sebagai seorang suami." Jawab Alfa sambil menyandarkan kepalanya di pundak Shelina.
Shelina yang sudah menegang karena begitu takut dengan sikap Alfa yang tidak biasa, tiba-tiba memejamkan mata saat Alfa menenggelamkan wajahnya di bagian lehernya. Sambil melancarkan ciumannya, tangan Alfa juga mulai bereaksi mencari sasaran.
"Mas,,, Mas Alfa,,," Suara Shelina yang mulai terdengar aneh.
Sentuhan Alfa seketika membawa Shelina dalam keadaan menegangkan. Pikirannya yang masih saja memikirkan sikap dingin juga keegoisan Alfa, membuatnya ingin menghindar dari dekapan Alfa. Namun cinta yang telah lama tertanam dalam hatinya, tidak bisa dia pungkiri, betapa dia begitu menginginkan belaian juga kasih sayang dari suaminya.
__ADS_1
Tangan Alfa yang tadinya hanya melingkar di bagian perut Shelina, kini mulai bergerak menuju bukit kembar, yang terlihat begitu menantang di balik baju tidur Shelina. Namun sebelum Alfa meraihnya, Shelina yang seketika kaget langsung meraih tangannya.
"Mas... Jangan lakukan ini!" Ujar Shelina sambil menahan kedua tangan Alfa.
"Memangnya kenapa? Bukannya ini yang kamu inginkan?" Jawab Alfa dengan suara yang terdengar parau tepat di samping telinga Shelina.
"Maksud kamu apa Mas..?" Tanya Shelina hendak berbalik menghadap Alfa yang masih mendekapnya erat.
Alfa yang sudah tidak bisa menahan gejolak di dalam batinnya, terlihat mulai kesal dengan sikap Shelina yang tidak bisa untuk diam. Dan di saat Shelina ingin kembali bersuara, Alfa langsung membalikkan tubuhnya, kemudian menyerangnya dengan ciuman yang tidak bisa untuk di hindari Shelina.
Suasana di dalam kamar itu benar-benar menegang, dengan sikap juga ekspresi Alfa yang sudah seperti seekor pemangsa. Jangankan untuk menghindar, untuk mengambil nafas saja sama sekali tidak bisa di lakukan oleh Shelina. Tapi dengan sekuat tenaga, Shelina segera mendorong tubuh Alfa. Namun apa yang dia lakukan itu, malah membuatnya sendiri yang terjatuh tepat di atas tempat tidur tepat di hadapan Alfa.
"Mas... Apa kamu sudah gila..? Sadar Mas..! Kamu tu lagi mabuk.." Teriak Shelina dengan posisi terlentang di atas tempat tidur, sambil berusaha mengatur nafasnya yang hampir putus karena kelakuan Alfa.
Alfa yang sudah tidak bisa mengendalikan diri, sama sekali tidak bersuara. Dia hanya menatap Shelina dari ujung rambut sampai ujung kaki dengan tampang yang terlihat begitu aneh. Ekspresi wajahnya itu semakin membuat Shelina panik dan berpikir untuk menghindar. Tapi belum sempat dia bergerak, Alfa sudah menindihnya dan menahan kedua tangannya kencang di atas kepalanya.
"Mas... Mas... Tolong jangan lakukan ini..! Sebentar lagi kita akan berpisah..." Teriak Shelina di saat Alfa sudah menarik paksa dress pendek yang melekat pada tubuhnya.
Mendengar kata pisah yang baru saja keluar dari mulut Shelina, Alfa semakin menggila melancarkan serangannya. Apalagi di saat dress pendek itu terlepas, tubuh indah Sheila langsung terpampang nyata tanpa ada sehelai benangpun yang menghalanginya.
Melihat tatapan Alfa yang tertuju pada area terlarang di bawah sana, Shelina pun segera memejamkan mata tanpa bisa bersuara saking malunya. Walaupun dia memiliki fisik yang sempurna, namun rasa malu tidak dapat dia sembunyikan berada dalam keadaan seperti itu. Apalagi itu pertama kali tubuh indahnya di lihat langsung, oleh seorang laki-laki dengan begitu nyata.
#Teman-teman. Saya ingin kasih tahu. Kalau novel Cinta Di Dalam Perjodohan 3, akan saya lanjutkan lagi beberapa hari ini. Tapi itu hanya beberapa bab saja. Biar endingnya lebih sempurna. Dan saya juga ingin kasih tahu, kalau saat ini keadaan saya lagi kurang sehat karena saya lagi mengandung dan dalam masa-masa ngidam. Makanya saya jarang update. Saya minta maaf ya..
__ADS_1