
Akupun bergegas pulang kerumah.
BRUKKK...
"Apalagi yang kulakukan. Sherin.. kau benar-benar ceroboh" pekikku dalam hati.
"Maaf Tante, saya benar-benar tidak sengaja", kubungkukan badanku menyesal. "Tante tidak apa-apa?" tanyaku khawatir seraya membantunya berdiri.
"Sherinnn", panggilnya seperti mengenalku.
"Iya, Tante tak apa??"
"Sepertinya kamu buru-buru ya?" tanyanya padaku.
"Ndak juga Tante. Tapi maaf, Tante mengenalku?" tanyaku heran.
"Ya jelas Tante kenal. Meskipun dulu kamu masih kecil, nih segini nih (sambil menunjukkan tinggi badanku dulu) dan Tante belum ketemu kamu lagi Tante masih bisa mengenalimu. Kamu sekarang tambah cantik lebih cantik dari mamamu. Kalau saja Nayla masih ada pasti dia senang sekali punya anak cantik dan baik sepertimu. Untung tadi kamu gak sengaja nabrak Tante. Pokoknya hari ini Tante seneng banget ketemu kamu" kata Tante panjang lebar seperti kereta api.
"hehhhehh, Tante pasti dekat ya dengan Mama?" tanyaku menebak.
"Ya jelas, kami frens. Saking kentalnya sudah kayak truk gandeng kemana-mana pasti gandengan. Yah, napa kita ngomong diluar, Ayuk masukk!!! (sambil menggandeng tanganku memaksa). Nanti Tante kenalin anak Tante, pokoknya T O P pake banget. Sudah ganteng, tinggi, putih, baik, tentara lagi. Dia juga belum punya pacar. Gak Tante bolehin soalnya gak gampang cari cewek bener sekarang. Kalau sama kamu Tante pasti restuin dah", katanya membuatku illfill.
"He he he.. Manaa Tante tau kalau anaknya gak punya pacar diluar sana, wong Tante aja dirumah. Enak aja main restuin, kita aja baru bertemu sekali. Mana tau anak Tante baik buatku ha ha ha..." batinku merasa terjebak dengan keadaan.
__ADS_1
"Astaga ini rumah, Om... ten...ta...ra. Tante gak salah masuk apa?, Apa Tante mamanya Om tentara? haduhhh bagaimana ini, aku pamit pulang sama anaknya malah ini dibawa masuk lagi ama mamanya, Ya Allah, apa salah dan dosaku, mau ditaruh dimana mukaku ini???" jeritku dalam hati.
"Assalamu'alaikum, Rey. Ibu pulang" teriak Tante.
"Sudah pokoknya kamu nanti malam nginep disini. pokoknya temenin tante. Nanti tidur sama Tante soalnya Om masih di luar kota. Tante gak betah jadi balik dulu. Nanti Tante telepon papahmu" kata Tante gak mau berhenti.
"Haduh Tante, Sherin pulang sekarang aja ya!!" kataku memaksa.
"Ndak-ndak boleh pokoknya nginep disini!!! Tante gak suka ditolak. Biar besok dianter Rey ke sekolahmu. Kamu sekarang kelas 3 kan? Di SMA Islam Al Falah? Sudah tenang aja, itu sekolahan punya Papanya Rey" kata Tante panjang sekali.
"Tapi Tante?"
"Gak ada tapi-tapi. Rey kemana sih kok lama sekali?" gerutu Tante.
Aku pun hanya bisa menutupi wajahku sebisanya karena aku benar-benar malu.
"Sudah berapa kali coba, aku terlihat bodoh didepannya" batinku.
"Wa'alaikumsalam, Bu" jawabnya membukakan pintu kemudian mencium tangan ibunya.
Wajahnya tampak kaget melihatku. Sedetik kemudian dia pun tersenyum mengejek padaku.
"ahhh..., betapa malunya diriku" jeritku dalam hati.
__ADS_1
"Ayo masuk!!" kata Tante masih menarik tanganku.
"Rey, kenalin. Ini anak Tante nay, Sohib Ibu dulu. Cantik kan?? nanti Sherin nginap disini, biar nanti tidur sama Ibu. Ayahmu masih di Bandung, Ibu tinggal. Ibu sudah gak betah" kata Tante seperti jet gak ada berhentinya.
"Ya Bu. Gak pa pa asalkan Ibu senang Rey pun ikut senang" katanya menggoda.
"Sherin, mandi sana. Tante tau lho kamu belum mandi. Masak hari Minggu masih pakai seragam sekolah??? jangan-jangan Kamu tadi malam Ndak pulang ya, Nginep dimana?? gak baik anak perempuan gak pulang ke rumah!!" kata Tante menerka.
"Ha ha ha Tante tau aja. Kemarin ada masalah sedikit sama Papa jadi Sherin nginap dirumah teman" kataku malu memohon kak Rey tutup mulut dengan apa yang kemarin terjadi..
"Teman??? Rumahnya dimana, siapa namanya??? Biar nanti Tante mengunjungi mereka buat mengucapkan terima kasih" kata Tante tak tau yang terjadi.
"Ha ha ha Tante gak usah. Sherin Mandi dulu aja ya!!!" kataku mengalihkan pembicaraan.
"Oh ya sana Mandi di kamar tante, bajunya juga udah Tante siapin sama kerudungnya juga, pilih aja yang kamu suka!!" kata Tante senang.
"Makasih Tante" jawabku segera berlari ke kamar Tante. Malu rasanya menceritakan kejadian yang sebenarnya. Kalau Tante tau teman itu anaknya, bisa jadi gawat. Langsung disuruh nikah dah tuh ama Om Om tentara itu.
Akupun bergegas ke kamar tante di ujung kanan. Mata itu terus memandangiku dengan senyum mengejeknya. Oh ya Allah, ingin rasanya sehabis mandi kukurung diriku dengan 12 digit sandi rahasia agar aku tak bertemu dengannya lagi.
**Kutipan :
*"Antara pejaman dan keterjagaan mata Allah selalu merubah keadaan menjadi berbeda".
__ADS_1
"Tidakkah engkau perhatikan malam ketika gulita, akan segera menyingsing pagi dengan cahayanya".***