Kehidupan, perjodohan dan kesabaran

Kehidupan, perjodohan dan kesabaran
Deritamu Bahagiaku Part 2


__ADS_3

Perhatianku tertuju pada sebuah kotak kecil kuno. Sungguh sangat penasaran dengan isinya. Perlahan merangkak, sangat hati-hati didalam lemari tempatku bersembunyi. Belum sempat tangan ini meraihnya tiba-tiba saja ada tangan besar menarik jilbabku.


"Aww... sakit. Ampun Om, gak lagi-lagi deh?" Rengekku melihatnya kesal.


"Sekarang baru minta ampun. Tadi kemana aja? Kesempatanmu dah habis, udah nggak usah ngasih muka melas kaya gitu, gak ngefek!!" katanya sambil menyeretku turun ke ruang keluarga.


"Om, Sherin mau diapain? Om... Allah aja Maha Pengampun masak Om nggak sih?" rayuku. Aku yakin kali ini tidak bisa lari lagi dari hukumannya. Bayangan dia menindasku terlintas di otak, membuat bergidik ngeri....


Kugeleng-gelengkan kepalaku, "Ah nggak, nggak mungkin". Terlihat Om Tejo senyam senyum penuh kemenangan.


"Berlutut!!!" suruhnya yang membuatku segera berlutut. Kulihat dia mencoba merencanakan sesuatu terhadapku.


"Siapa yang suruh lihat-lihat. Tundukkan kepalamu!!! bentaknya membuat nyaliku ciut karena selama aku mengenalnya baru kali ini dia seperti monster.


"Tau apa kesalahanmu, Mijah?" tanyanya agak melunak.


"Mana Sherin tau? Situ gak ngomong. Apa iya dia tau aku bagi-bagiin nomer hpnya?? Gawat kalau beneran Om tejo tau" gerutuku pelan dengan kepala tertunduk.


"Jawab yang keras!!! Ngomong kok komat kamit. Emang kamu dukun??" ejeknya.


"Om tau ya?? Sherin khilaf... Maaf..." jawabku menyesal.


"Enak banget habis nyebarin no hp cuma bilang maaf khilaf??!!!" katanya marah.


"Push up 50x, sekarang!!" perintah gilanya.


"Apa? Om jangan sadis-sadis napa? Aku jarang olahraga Om 5x aja ya om, please, Sherin mohon!!!" rengekku sambil memasang muka melas.


Dia tersenyum penuh arti, "Oke" jawabnya membuat senyumku merekah.


"Terima kasih Tuhan, cukup 5x cukup..., abis tu aku bisa lolos dari Om Tejo gila ini" batinku.


"Push up 100x cepat!!! Kau pikir aku mudah ditipu. Hanya orang bodoh saja yang percaya kau tak pernah olahraga. Lalu bagaimana kau jelaskan padaku tenaga dalam yang kau gunakan menendangku dirumah sakit waktu itu. Hanya orang terlatih saja yang bisa mengaturnya dengan baik. Katakan padaku siapa kau sebenarnya!!!" jawabnya membuat tubuhku lunglai tak percaya.


"Apa dia curiga identitas ku. Ahhhh Sherinnn... Kau sudah membuat kesalahan besar. Sherin.... Jangan membuatnya curiga. Kau harus bertahan apapun yang terjadi... Kau pasti bisa"

__ADS_1


"Ngapain bengong?? Tak bisa jawab. Kalau gitu pushup 300x" ancamnya penuh kemenangan. Kulirik tajam si Om gila, mulailah aku push up tanpa mengeluh lagi.


"1... 2... 3... 4... ahhh capek Om beneran pingsan dah kalau sampe 300" gerutuku kesal.


"Tambah 50x lagi. Udah cepetan lanjutin" katanya sambil melotot.


"Kugampar juga Ni Om Om gila" kataku kesal dalam hati.


"5... 6... 7... 8... 9... 10... bentar Om, sudah mentok Om. Gak kuat lagi" udah nggalangsar aja ni badan.


"Bangun. Gak usah acting" katanya tak percaya.


"19... 20..."


"Itung yang bener!!! Main lompat aja, emang telingaku tuli. Ulangi dari pertama!!!" Katanya memelototiku.


"Aishhhh... yang bener aja Om?? Ini namanya penindasan bisa aku laporin ke komnasham sekaligus KPAI" teriakku kesal.


"Hitung dari awal. Cepetan!!! Yang kerja tu tangan bukan mulut" katanya sambil jitak kepalaku.


"1...2...3...4...5...6...7...8...9...10...................20.....30.......55....... terusin!!!"


"Ini hukuman tambahan karena kamu kebanyakan ngomong" katanya santai dengan kaki masih di punggungku.


"Arghhhhhh sutralah..." Kulempar kakinya membuat dia terjengkang.


"Sherinnn astaga.... atur tenaga dalammu. Kau membuatnya semakin curiga"


"Ahhhh Om kau tak apa. Maaf.... Lagian juga Kak Dira kalau nyiksa nggak gini-gini amat dah. Maaf tadi itu nggak sengaja. Gerakan reflek saja" kataku kesal.


"Kamu!!! Berani melawan ya!!! Mijah cepet kembali ke posisi push up!!" teriaknya keras sekali membuat telingaku sakit.


"Ahhh Mama Sherin mau pulang hu hu hu Mama.... Mama...." kataku menangis dilantai sambil nendang-nendang kayak anak kecil. Semoga cara ini berhasil kalau tidak aku tak yakin jika tidak menghajarnya habis-habisan.


Kulihat Om Tejo kebingungan karena aku menangis keras. Sengaja kutambah volume suara tangisanku biar dia semakin bingung.

__ADS_1


"Hu hu hu hu hu hu..... Mama ..... hu hu .... Mama .... Mama........"


"Sherinnn udah ya jangan nangis lagi!!" katanya mencoba menenangkannya.


"Mama.... Mama..." tangisanku semakin keras membuatnya semakin tak tau harus ngapain.


"Oke oke. Kalau kamu diem dan gak nangis lagi kak Rey maafin semua kesalahanmu dan kak Rey cabut hukumanmu" rayunya.


Seketika itu aku langsung menghentikan tangisan pura-puraku lalu berdiri dengan cepat. Aku duduk di sofa sambil mengusap air mataku.


"Sekarang giliranku...." kataku penuh semangat mengerjainya gantian.


"Om bisa ambilkan minum!! Kepala Sherin pusing" kataku boong.


"Bentar tunggu sini" katanya segera berlari mengambil air putih.


Sambil mengulurkan gelas berisi air putih, "Ini minum dulu".


"Sherin gak mau air putih Om tapi jus jeruk" kataku memelas.


"Iya bentar diambilin dulu" katanya berubah lembut.


Sesekali dia melihat ke arahku. Kamipun saling memandang. Dia masih belum menyadari kalau aku mengerjainya. he he he tawaku geli.


"Ini cepetan diminum!! Maaf ya soal tadi. Salah kamu juga ngapain bagi-bagiin nomerku sama orang asing" katanya menyesal.


"Maafin Sherin juga. Itu biar Om gak jomblo lagi. Kan mereka cantik-cantik" jawabku polos.


Wajahnya langsung berubah. "Apa ada yang salah dari kata-kataku" pikirku dalam hati.


"Om Sherin laper. Bisa Masakin mie goreng?" kataku mengerjainya.


"Bentar, kak Rey buatin" jawabnya meninggalkanku di sofa.


Sesekali kulihat wajah tampannya, hidungnya yang mancung, kulitnya yang putih, alisnya yang tebal dan juga kak Rey baik dan pengertian "uhhh kenapa aku gak menyadarinya ya... Sadar Sherin sadar.... ingat misimu.... Jangan pernah jatuh cinta selain dia oke...." pekikku dalam hati.

__ADS_1


Kugeleng-gelengkan kepalaku agar tak memikirkan aneh-aneh tentang dia. Dari jauh dia tersenyum manis sekali. Deg... deg... deg...


"Apa ini, kenapa jantungku berdegup kencang seperti ini?? Jangan-jangan aku jatuh cinta sama kak Rey? ahhh gak mungkin, gak mungkin??? Gak boleh pokoknya gak boleh. Yang aku sayang dan cintai hanya kakak Panda. Aku sudah janji akan menunggunya. Aku akan tetap menunggunya. Pasti Allah mempertemukan kami lagi. Dia sudah janji akan mencari dan menemukanku tepat saat ulang tahunku" kataku pelan.


__ADS_2