
Sherin Wiryoatmadja
Sesampainya dirumah, aku langsung masuk ke kamar. Males mau ngapa-ngapain. Yang ada semua error gara-gara pikiranku sudah terkontaminasi kak Panpan.
"Sher, gak makan dulu?" tanya Mama seraya berjalan mendekatiku yang sedang berbaring ditempat tidur.
"Gak Ma lagi gak nafsu" jawabku malas.
"Eleh eleh... Gak nafsu gara gara hari ini kak Panpanmu gak dateng ke sekolah?" goda Mama sok tau.
"Emang Mama tau apa?" gumamku kesal. Tapi darimana Mama tau kalau kak Rey sering dateng ke sekolah buat jemput aku.
"Beginilah nasib korban kesalahpahaman. Mau teriakpun percuma" batinku.
"Udah makan dulu sana!!! Emang tu cacing di perut gak berontak apa?" ejek Mama terus aja menggoda. Udah tau anaknya lagi badmood masih aja diledekin.
"Ahhhh Mama udah deh gangguin Sherinnya. Gangguin Papa aja napa!!!" rengekku manja.
"Gimana mau gangguin Papamu. Dia aja lagi keluar kota. Heehhh... Mama nangis disini loh kalau kamu ngusir Mama lagi" kata mama
"Mama kayak anak kecil aja sih. Ahhhhh Mama Sherin juga nangis loh kalau Mama gak keluar sekarang juga!!" pintaku kesal.
"Bangun!!! Cepet bangun!!! Pokoknya ikut Mama sekarang juga. Mama bete dirumah" paksa Mama menarik tanganku.
Setengah jam kemudian kamipun sampai di pusat perbelanjaan.
"Ma, ngapain disini??" tanyaku heran.
"Shoping" jawab mamaku singkat.
Mataku membelalak tak percaya. Mamaku yang kukira suka berhemat ternyata seorang wanita yang gila belanja. Dengan menarik paksa, Akupun akhirnya masuk ke sebuah salon kecantikan yang cukup terkenal. Baru seumur umur aku mau masuk ke salon seperti ini. Ilmu matematikaku bermain.
"Ma, ke salon biasa aja yuk!!! Bagus juga kok gak kalah dari salon ini" kataku berbisik.
"Gak mau" jawab Mama berbisik.
__ADS_1
"My princess tambah cantik ajah. Mau perawatan apa nih jeng??" kata seorang laki-laki kekar berjalan mendekati mamaku tapi ketika bersuara ya ampun jiwa perempuannya yang muncul.
"Mama benar-benar deh. Ckckkkk" pekikku dalam hati.
"Perawatan paket komplit khusus buat anakku tercinta. Kalau aku seperti biasa ajah" jawab mamaku.
"Eitsssss ini Putri kecil you. Aw Aw Aw ternyata buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Cantik bening seperti berlian. Ini mah gak usah diapa-apain udah Perfect cin... Okelah kalau begindang Eike buat dia lebih Perfect lagi!!!" jawabnya mencoba menyentuhku tapi aku langsung melarikan diri.
"Hey cinnnnn jangan kabur. Jangan lari hehh hhehhh hehhh. Awas kau cin!!! Eike sebel sebel sebel deh" teriak si mamas lady berlari mengejarku dengan nafas terengah-engah.
"Untung aja aku bisa kabur. Kalau gak hiiii serem Amir, eh pak Amir aja gak serem serem amat" gumamku puas mengerjai lady boy tadi.
Mataku melihat kesetiap sudut mall.
"Kenapa dia disini??" kataku segera mengikuti seorang pemuda yang selama ini kuintai.
Mataku menelisik mencoba mencari sesuatu yang sempurna sambil menunggu mamaku dipermak juga ha ha. Emang baju pake dipermak segala. Sekali tepuk dua lalat mati.
"Mau paket 1, 2 sama 3" kataku menunjuk makanan yang tertera dalam menu.
"Adakah yang aneh dengan kartu ini? Apa gak boleh ya bayar pakai kartu ini?" kataku belum selesai eh tetiba si mbak malah minta maaf sambil membungkukkan badan berulang-ulang.
"Maaf maafkan saya mbak. Sekali lagi saya minta maaf" kata pelayan itu sambil membungkukkan badan dengan hormat.
"Mbak jangan begitu mbaknya gak ada salah sama saya kok. Saya yang harusnya minta maaf. Maaf karena masuk gak pakai sandal. Saya bayar pakai ini ya, soalnya gak bawa uang cash. Kata papa ini bisa buat bayar juga kalau gak bawa uang he he" kataku cengengesan dan sama sama membungkukkan badan berpura-pura bodoh.
"Sekali lagi maafkan saya. Saya akan segera ambilkan makanan yang mbak pesan" katanya minta maaf sekali lagi.
"Ada apa dengan ni kartu?? Masak iya pada takut cuma liat kartu ini??? Ahh bodo ah penting bisa makan kenyang ntar pulang tinggal pura pura gak nafsu makan lagi" ucapku agak mengeraskan suaraku agar pemuda itu bisa mendengarnya dan tak menaruh curiga.
"Ternyata asisten Kaviandra mudah dibodohi. Jadi begini cara yang kau mau" batinku tersenyum puas.
Sejam lebih nungguin Mama nyalon tapi nggak sia sia juga sih karena aku bisa dapat info berharga.
"Ahhhh... Emang ya jiwa perempuan suka berlama-lama di salon" gumamku berjalan masuk kedalam salon lagi.
__ADS_1
"Ma udahan belum??" tanyaku sambil melirik kesana kemari takut tu si mamas lady dateng lagi.
"Udah udah. Udah cantik kan?" tanya mamaku narsis.
"Biasa aja tuh" kataku belum selesai udah dijitak aja ni kepala.
"Aww... Mama sakit tau" teriakku kesakitan.
"Itu balasan buat anak nakal sepertimu" jawab Mama santai sambil berjalan keluar. Akupun mengejar mamaku sekalian ambil sandalku juga.
"Ma, jangan bilang Mama mau masuk ke toko pakaian itu??" kataku menerka.
"Emang. Cepetan!!! udah jangan bawel aja. Mama itu ngajarin kamu biar jadi cewek sejati. Lagian ni ya kalau cowok tu suka banget kalau kita belanjain uangnya buat merawat diri. Kamu itu terlalu lugu. Sekali kali boros kan gak pa pa" kata mama membuatku heran.
"Ini Mak mak gak inget umur apa?? ada juga cowok lebih suka dengan cewek yang pintar manajemen keuangan. Nggak berlebihan. Mamaku sebenernya mirip siapa sih???" pikirku sedikit heran.
"Aku mau ini, ini, ini, ini, itu juga" kata mama main tunjuk aja.
"Ya Allah 8 juta 1 baju doang???" pekikku tak percaya.
"8 juta bisa buat aku makan 6 bulan hiks hiks Mama bener bener dah???" kataku kesal.
"Sher, kamu gak ambil baju itu, cantik loh!!" pinta Mama.
"Gak ah. Baju Sherin masih banyak. Ntar malah gak kepake lagi" tolakku.
"Masih lama gak Ma? Sherin tunggu di mobil aja ya!!!" pintaku malas diajak Mama belanja buang buang duit. Kalau posisinya begini nih aku udah kayak pembokat mamaku.
Sesampainya di parkiran aku senang bisa ketemu kak Rey. Aku berlari menghampiri dia yang sedang bersama temannya.
"Kak Rey. Tunggu sebentar!!! Aku perlu bicara sama kak Rey, heh heh heh" kataku kehabisan nafas karena mengejarnya.
"Oh Sherin. Maaf sekarang aku lagi sibuk. Maaf ya duluan. Ayo Rend!!!" katanya datar sambil meninggalkanku tanpa menoleh sedikitpun.
"Apakah ini artinya sekarang kita sudah berakhir??? Sudah tak ada lagi kesempatan bagiku" kataku segera berlari masuk kedalam mobil dan menangis sekeras-kerasnya meluapkan kekesalanku.
__ADS_1
"Huaaahhaaaaa huaaaaahhaaaaaa. Kak Rey jahat!!!!!!!" tangisku menyesali apa yang sudah terjadi.