
Di Dalam Mobil
"Kak, kita mau kemana sekarang??? Apa tak pa meninggalkan mereka seperti ini??" tanya Mong sedikit merasa bersalah.
"Tenang saja. Disana masih ada si Long. Mong kau tak perlu khawatir. Malam ini kita ke apartemenku saja" jawabku tersenyum mencoba menenangkannya.
"Tunggu,, disana hanya kita berdua sajakah???" tanyanya membuatku tertawa.
"Tentu tidak. Kau melupakan teman kecil kita. Benarkan molly??" jawabku lembut.
"Meong..."
"Astaga apa ini??? Aku masuk perangkap serigala lapar" gumam Mong Mong membuatku tersenyum.
"Hey,,, jangan memikirkan yang tidak-tidak. Kau ini. Apa kau berpikir aku akan menerkammu malam ini???" godaku membuat Mong salah tingkah.
"Ha ha ha.... Bukan seperti itu. Mana ada. Aku hanya waspada saja. Kak bukankah berlebihan mengganggu gadis imut tak berdosa sepertiku???" ucapnya tersipu malu dengan wajah cutenya.
"Tentu saja, mana berani aku menggoda tunanganku yang imut ini. Daripada menggoda bukankah lebih baik langsung prakteknya saja??" kataku masih jail menggodanya.
"Dasar buaya kelaperan" gerutunya pelan tapi masih terdengar ditelingaku.
Tak menyangka Mong Mong bisa mengabsen begitu banyak nama hewan karena candaanku. Kalau diteruskan aku yakin semua jenis hewan yang ada di muka bumi akan diserupakan untukku.
"Buaya???" kataku pura-pura kesal.
"Bukan. Kakak salah dengar ha ha ha. Aku bilang kura-kura. Iya benar. Mobilnya jalannya kayak kura-kura" jawabnya mengalihkan perhatian. Dikiranya aku tak mendengar.
"Baiklah, pegangan yang kuat" kataku menancap gas dengan kecepatan maximal.
15 menit kemudian, didepan Apartemen
"Mong kau tak apa???" kataku menggoyangkan pundaknya lembut.
"Aku pusing. Kau benar-benar gila kak. Jantungku hampir copot gara-gara cara mengemudimu seperti Cheetah" jawabnya membuatku tertawa. Entah sudah berapa nama hewan yang dia sebut.
"Baiklah sebagai permintaan maaf, bagaimana kalau aku menggendongmu sampai depan apartemenku" kataku mencoba mencari keuntungan juga.
BLAMMMM..... pintu mobil tertutup keras.
"Tak perlu. Aku bisa berjalan sendiri. Apartemenmu lantai berapa???" katanya berlari keluar menjaga jarak denganku.
"Sayank, bukankah kau sekarang tunanganku, kenapa harus malu-malu??" kataku sengaja menggodanya.
"Ha ha ha... Kak kepalamu bermasalah. Jangan dekat dekat denganku. Aku tak yakin bisa tidak memukulmu" katanya membuatku gemas.
"Ayolah... Mong... Mong...." ucapku dengan suara manja.
"Jangan mendekat!!! Kakak... Dasar Om Tejo" teriaknya kesal. Segera kugenggam tangannya menuju apartemen unit di lantai 18.
"Masuklah!!!" kataku sembari menghidupkan saklar lampu.
"Woahhhh... ternyata kak Rey punya selera yang bagus. Pemandangannya indah sekali dari sini kak" kata Mong berlari kearah jendela.
"Kau suka. Kalau kau mau boleh kok tinggal disini bersamaku, bagaimana???" kataku berbisik pelan.
"Lupakanlah. Katakan dimana kamarku??? Aku lelah mau istirahat kak" ucapnya sengaja mengalihkan pembicaraan.
"Kenapa terburu-buru sayank masih jam 1 dini hari. Bagaimana kalau kita begadang. Kita bisa..." ucapku sengaja menggodanya. Semakin dia kesal semakin aku menyukainya. Melihat pipinya yang merah dan rasa ketakutan seperti anak kecil membuatku gemas.
"Lupakanlah. Aku tidur duluan. Malam" teriaknya berlari ke salah satu kamar dan segera mengunci rapat.
__ADS_1
Tok tok...
"Mong Mong...."
"Jangan ganggu aku"
"Mong, kak Rey tidur dimana??"
"Terserah kakak"
"Mong... Sayank.... Bukain dong"
"Kakak... diamlah"
"Sayank.... Molly kedinginan nih"
"Meong..."
"Molly biasa tidur diluar"
"Mong Mong kakak butuh kehangatan..."
"Nyalakan kompor..."
"Mong Mong...."
"Sayank...."
Ternyata sudah tak ada sahutan lagi dari dalam. Mungkin dia sudah tertidur.
"Molly, apa kau merasa kalau gadisku sekarang sudah dewasa??" tanyaku pada molly kucing kesayangan si Mong. Kuelus lembut bulu halus si molly, kucing peranakan jenis Persia.
"Meong..."
Aku hanya pura-pura memejamkan mata saat Mong keluar dengan selimut ditangannya. Dia menyelimutiku dengan lembut dan penuh kasih sayang.
"Dasar kak Panpan... Kalau dilihat tampan juga kalau lagi tidur. Untung tidur kalau gak..." belum sempat melanjutkan bicara segera kutarik Mong kedalam pelukanku.
"Kakak...." teriaknya kesal.
"Kau sengaja mengerjaiku. Lepaskan kalau tidak kupukul kau!!!" teriaknya meronta-ronta minta dilepaskan.
"Ssutttt... Diamlah. Kau mengganggu orang di apartemen sebelah. Sebentar saja, biarkan aku seperti ini"
"Kakak... Kau semakin berani padaku ya!!!! Mauku hajar???" teriaknya semakin kesal.
"Mong besok sore aku harus pergi tugas. Kuharap kau bisa menjaga dirimu sampai aku kembali. Tugas kali ini mungkin akan lebih berbahaya karena aliansi dari berbagai negara demi menangkap orang ini. Apa kau baik-baik saja??" jelasku tak rela pergi sebenarnya.
"Tenang saja. Aku percaya kak Rey pasti bisa mengatasinya. Kau pasti kembali dengan selamat. Tapi kalau tidak mau bagaimana lagi aku akan mencari laki-laki yang lebih tampan darimu ha ha ha" katanya asal bicara seperti biasa.
"Kau mau kumakan sekarang??? Berani ya mau selingkuh dariku??" celotehku memeluknya semakin erat.
"Ampun Kapten... Bisa lepaskan... Aku akan jadi gadis baik selama kau pergi... janji!!!" katanya membuatku semakin tak ingin berpisah.
"Baiklah. Tidur disampingku malam ini. Kakak janji tak macam-macam" pintaku penuh harap.
"Lupakanlah. Dasar singa" umpatnya melempar selimut lalu berlari masuk ke kamar dan menguncinya rapat.
"Hahahhhh gadis itu...."
Keesokan Pagi
__ADS_1
"Kak, sarapannya dah siap" katanya dari balik meja makan.
"Sebentar" jawabku baru keluar dari kamar mandi tanpa mengenakan kaos.
"Ahhhhh.... Pakai bajumu!!! Pagi pagi sudah merusak pemandangan" teriaknya berbalik membelakangiku.
"Bukankah aku terlihat keren dan sexy, sayank. Bukankah ini termasuk vitamin mata???" godaku tak melewatkan kesempatan mengerjainya lagi.
"Dasar rubah jantan. Pakai kaosmu kalau tidak..."
"Kalau tidak apa sayank???" kataku semakin mendekat.
"Jangan mendekat!!! Kalau tidak kulempar pakai penggorengan mau??" teriaknya menakutkan.
"Ha ha ha baiklah. Tunggu sebentar aku ganti baju dulu" kataku segera masuk kamar.
5 menit kemudian.
"Kak duduklah!!" pintanya menyiapkan beberapa sandwich dan segelas susu sebagai sarapan pagi ini.
"Mong aku akan mengantarmu kerumah sakit. Bukankah kau belum menemui Papa Mamamu??" kataku berinisiatif duluan.
"Hemm. Rencananya juga begitu. Aku mau Papa berhenti beracting. Kalau dilihat lihat kasian Mama dikerjai anak dan suaminya he he he" katanya tanpa dosa.
"Maksudmu kecelakaan Papamu bagian dari rencanamu??" tanyaku heran.
"Betul. Kak Aldo dan kak Yuna juga ikut andil kok. Aku harus memberi mereka hadiah yang besar bukan??" katanya tak kusangka dia bisa melakukan sampai sejauh ini.
"Baiklah. Kalau sudah selesai kita pergi sekarang!!!" ajakku bergegas karena sore nanti aku harus sudah sampai di markas.
30 menit kemudian
"Sayank, aku belum bisa menjenguk Om dan Tante karena sore ini sudah harus sampai di Jakarta. Kau baik baik. Jangan buat masalah selama aku tak ada. Dan ingat jangan berani-berani dekat laki laki lain apalagi selingkuh di belakangku. Kau dengar itu??" kataku memperingatkan.
"Siap Kapten. Kakak fokuslah dengan tugasmu. Soal lainnya tenang saja. Aku Sherin pasti bisa mengatasinya. Jaga diri disana, jangan macam-macam apalagi dekat perempuan kalau tidak tau sendiri akibatnya!!!" katanya mengancam gantian.
"Ha ha ha gadisku sudah berani mengancam juga. Tentu akan selalu kuingat Nyonya Gunanto kecil" bisikku pelan.
"Dasar gorilla" katanya sekali lagi mengabsen nama nama binatang membuatku tertawa.
"Kak, kembalilah dengan selamat. Oke. Aku menunggumu!!!" bisiknya pelan kemudian memelukku.
"Tentu saja sayank. Jangan khawatir. Aku takkan mati semudah itu. Jangan berharap bisa mencari laki laki lain" bisikku gantian dan memeluknya erat.
"Sudah lepaskan. Kau bisa terlambat kak" pintanya tapi aku merasa masih belum puas memeluknya. Kenapa ini terasa begitu berat.
"Baiklah jaga dirimu Mong Mong. Aku mencintaimu" kataku melepaskan pelukanku.
"Aku juga mencintaimu kak Panpanku. Dahhhhh... Ingat jangan mencari hewan betina disana. Awas kalau ketahuan kau bermain dengan mereka. Jangan dekat-dekat yang namanya rubah, kelinci, lebah, beruang, monyet, kucing, gorilla pokoknya semua yang namanya betina. Kalau tidak aku akan datang dan mencincang mereka semua mengerti!!!" teriaknya membuatku tertawa gemas. Ternyata dia sudah bisa cemburu.
"Baiklah. Tenang saja sayank. Kau juga jangan dekat dengan yang namanya jantan mengerti!!!" jawabku balik.
"Baiklah. Sudah sana pergi. Dari tadi gak pergi pergi. Hus hus hus..." katanya mengusirku.
"Awas kalau aku pulang pasti kuhabisi kamu Mong. Kalau gitu kakak pergi dulu assalamu'alaikum.... Dahhhh" pamitku melajukan mobil dengan pelan.
"Wa'alaikumsalam... Dahh kakak... ku mencintaimu..."
Dari spion aku masih bisa melihat tatapan lembut Mong melepas kepergianku untuk bertugas. Kuharap ini bukan pertemuan terakhir kami. Aku akan berjuang agar tetap hidup demi dirinya yang selalu menungguku. Senyumannya, tawanya, candaannya, bahkan kemarahannya adalah penyemangat bagiku untuk terus dan terus berjuang. Aku akan kembali padamu Mong Mongku. Tunggulah aku sayank.....
__ADS_1
Perkenalkan namaku Molly. Nama mommyku Mong Mong dan nama Papiku Panpan. Senang berkenalan dengan kalian semua 😇😇😇