
BRAKKKKK...
Mereka semua terkejut dengan kedatanganku.
"Hallo men. Roman romannya ada yang marah nie" ejek si Rendy melirik ke arahku.
"Bukan marah kak, tapi lagi ada yang berbunga tuh. Jalan aja sampai pegangan tangan ha ha ha takut kak Yunanya ngilang. Ssutttt... kwikikii" sahut si Mong menatap tanganku dan tangan Yuna yang masih saling bergandengan. Merekapun tertawa dengan celotehannya si Mong.
"Astaga kau Rey..." Pekikku dalam hati tak percaya masih menggenggam tangan Yuna. Segera kulepas gandengan tanganku ke Yuna.
"Gak cemburu kamu Sher?" tanya Arka santai.
"Gak. Kan udah ada kalian berdua. Kakak kakakku yang ganteng" kata Mong tapi melirikku sinis.
"Udah Ahhh.. Kak Rendy sama kak Arka gak usah ngalihin perhatian. Hyaa... kak Rendy gak boleh curang. Kalian tadi kalah. Mana... Cepetan!!! Kesiniin wajah kalian!!!" Pinta Mong kepada Arka dan Rendy yang sudah mendekatkan wajah mereka bersamaan.
"Tunggu!!!! Mau apa kalian???" teriakku tak percaya dengan apa yang kulihat.
"Apaan sih kak Rey, datang datang ikut campur. Bukan urusanmu tau!!!" sahut si Mong kesal.
"Hishhh..." pekikku kesal melihat mereka terlalu akrab.
Akupun berjalan kesofa melihat sampai sejauh mana kelakuan mereka.
Aku terlalu cemburu dengan keakraban mereka tapi gara-gara Yuna si Mong pasti salah paham lagi. Dari tadi Mong Mong terus mengacuhkanku. Padahal yang buat aku seperti ini ya dia, ngilang gitu aja tau tau malah main sama sekumpulan bocah bocah tengik ini.
"Siniin!!! Cepet kalau gak kutarik nih rambut!!!" kata Mong mencoba meraih wajah Rendy.
Kuperhatikan dari tadi si Rendy sama Arka senengnya bukan main. Mereka saling main coret wajah dan tertawa geli.
"Ha haha wajahnya kak Rendy mirip kucing kelaperan huaa haaahaaa"
"Apaan sih loe Sher. Kejamnya... gini-gini gue orang tertampan sedunia mau loe coret ni muka kayak apapun tetep mamas Rendy di posisi pertama orang ganteng"
"Masih mending loe Rend, liat Ni muka gue udah kayak orang utan item semua ha aha... Kelakuannya Sherin emang huks hiks hiks"
"Salahnya kak Arka sendiri, sapa suruh dari tadi tu tangan cuma bisa main gunting gunting terus. Ahhh ha ha ha bentar bentar. Kak Rey tolong dong fotoin kita buat kenang-kenangan!!!"
"What??? Apa gak salah nih??? Sherin gak bercanda kan??? Darahku aja udah mendidih ngeliat mereka dekat masih disuruh fotoin???" kataku kesal tapi tak bisa kuluapkan.
"Gak mau" tolakku memberi isyarat kalau aku sedang marah.
"Gak mau ya udah. Biar Kak Yuna aja yang fotoin kita. Ni kak!!!" kata Mong dengan santainya tanpa rasa bersalah memberikan hpnya kepada Yuna. Si Rendy sama si Arka tanpa rasa malunya malah mendekat dan berpose dengan manjanya.
__ADS_1
Yuna menatapku lama dengan tak enak hati mengambil Hp itu.
"Cepetan kak, kak Arka, kak Rendy ayo katakan cheezeee. Cekrek" kata Mong senang dan tak menganggap aku ada.
"Ingin rasanya kucoret muka Arka sama Rendy biar item semua dan permainan selesai tapi apa dayaku tatapan Sherin begitu menakutkan saat melihatku. Hufffttt..." teriakku dalam hati kesal sekali tapi hanya bisa menghela nafas.
Kulirik tajam Arka dan Rendy memberi isyarat supaya mereka segera berhenti bermain. Tapi mereka malah mengacuhkanku.
"Lihat saja kalian, nikmatilah sepuasnya tapi tunggulah hukuman kalian satu persatu" gumamku kesal.
"Apaan sih ribut-ribut" teriak Rian menyelamatkan hariku. Tumben banget hatiku senang mendengar Rian bicara.
"Suttttt... Kakak Rendy sih berisik dari tadi"
"Iya loe Rend, dasar burung, cuat cuit terus"
"Dasar Sherin... Loe napa ikut ikutan ngomelin gue Ka" kata mereka saling menyalahkan dengan berbisik.
"Kak Yuna,, Astaga sampai gak ngeh ada kakak. Gara-gara mereka sih huuuu. Kakak nyariin Sherin??" kata Mong sok lupa gak liat Yuna padahal tadi yang fotoin mereka kan Yuna.
"Balik ke kamarmu!!!" pinta Yuna sedikit galak.
"Kak... Sherin tukeran kamar ya? Bosen disana sendirian. Disini kan enak bareng bareng ada temennya jadi gak ngebosenin" kata si Mong membuatku terkejut.
"Biar kak Rey yang dirawat di kamar itu, aku disini sama kakak kakakku yang baru" jawab Mong pelan tak berani menatapku.
Seketika itu darahku langsung panas bahkan telingaku sampai memerah karena menahan amarah yang begitu besar.
"Gak boleh" teriakku lantang dibalas dengan tatapan mereka semua.
"Maksudku gak bisa. Bukannya kata si Aldo, aku, Arka , Rendy, Thomi dan Rayhan sudah boleh keluar ya sore ini" jelasku dengan melembut. Mereka mengernyitkan dahi mereka bersamaan.
"Kompak bener kalau urusan ginian" ejekku dalam hati.
"Bahas nanti aja. Sherin balik ke kamar sekarang!!!" teriak Yuna mengeluarkan taringnya.
Dengan gontai Sherin menuruti kemauan Yuna.
"Dadah kakak Rendy, dadah kakak Arka" pamitnya lesu.
Akupun segera bangkit.
"Mau kemana kamu Rey???" tanya Yuna berteriak mengagetkanku.
__ADS_1
"Ya ke kamar Sherin lah, jagain dia" jawabku singkat.
"Kamu tetap disini. Sherin urusanku. Tuh kamu urus anak buahmu!!!" kata Yuna lalu meninggalkan kami.
"Sialll... Astaga... Rend, bos Rey urusanmu!!! Kaukan sohibnya. Gue gak ikut ikut" bisik Arka pelan tapi masih kedengaran.
"Arka, gak bisa gitu. Loe kan yang ngajakin maen tadi. Loe tanggung jawab!!" sahut balik si Rendy pelan.
"Udah puas, hmmmm. Enaknya diapain ya??? digoreng, direbus apa dikuliti hidup hidup nie??? he eehhh hehhhhh" tanyaku ambigu kepada mereka yang terlihat ketakutan.
FLASHBACK
Tok... tok...
"Masuk!!!" Rendy.
"Kak, ada yang tau kak Rey dimana???" Sherin.
"Gak tau dari kemarin siang kan sama kamu Mong" Arka.
"Ya udah deh. Sherin balik dulu" Sherin.
"Sher, napa cepet-cepet balik. Main sini aja dulu. Apa kamu gak bosen disana paling adanya si Rey doang" Arka.
"Gak ah takut kak Rey nyariin ntar" Sherin.
"Udah biarin sekali kali biar dia muter. Apa kamunya ya, yang gak mau lama lama jauh dari si Rey??" Arka.
"Apaan sih. Ya udah. Aku masuk ya. Mau main apa kak???" Sherin.
"Kertas gunting batu, Dua lawan satu. Yang kalah harus mau dicoret mukanya. Terserah sama yang menang" Rendy.
"Dua lawan satu???" Sherin.
"Kamu lawan kita berdua. Jadi kamu dua kali kita masing masing satu kali" Rendy.
"Gak adil itu namanya" Sherin.
"Sangat adil karena kamu pacarnya atasan kita. Biasanya kalau yang salah bawahan hukumannya satu tapi kalau atasan kan berkali-kali lipat he he" Rendy.
"Kamu takut Sher???" Arka.
"Gak. Siapa takut. Jangan menyesal nanti" Sherin.
__ADS_1