
Rendy Atmadja
"Mong Mong kau jahat, apa salahku?? kenapa kau melarikan diri dariku?? hiks hiks Mong Mong hiks hiks kau tak boleh bersama Rian, dia tidak sepertiku, aku lebih tampan darinya. Mong Mong aku lebih mencintaimu. Mong Mong jangan pergi hiks hiks hiks"
"Lumayan gue video jadi trending topik nih di markas he he he" kataku usil mengerjai Si kapten sok cool tapi cengengnya minta ampun. Ngimpi aja masih bisa narsis.
"Lebih tampan??? ha ha ha haaaa, iya kalau dilihat dari atas Monas ngeliatnya pake sedotan" ejekku pelan.
"Mong Mong.... hiks hiks jangan sentuh dia!!! Dasar kau brengsek Rian, hentikan!!! jangan cium dia!!! Kau tak boleh menikahinya, Rian!!!" teriak si Rey memekakkan telinga.
"Gila temen gue beneran udah sakit akut. Tidur dari semalem ngigo terus gak bangun bangun lagi. Gue kirim gak ya ni video??? Sesekali gue kerjain biar kapok loe Rey he he" tawaku jahat. Tring....
"Yes berhasil berhasil hore!!! Tunggulah kejutan dariku big boss ha ha ha" tawaku senang menirukan gerakan Dora dan boots.
"Hey Bro, udah pagi nih. Bangun ntar telat!!! Rey" teriakku keras ditelinganya cukup buat setan lari terbirit-birit.
"Apaan sih lu Rend. Kira kira napa kalau bangunin orang. Gue belum tuli tau!!" teriaknya kesal.
"Udah sana cepetan mandi keburu telat ni!!!".
Dengan masih setengah sadar tu bocah berlari ke kamar mandi.
"Awas... Jangan pake celana dalam gue!!!" teriakku keras.
"Ah dasar bawel!!! Suka suka gue" timpalnya kesal.
Tak berapa lama kamipun sampai di markas.
"Mong Mong kamu dimana?? Mong Mong jangan pergi lagi dong Mong.... ngeong ngeong Mong..." goda si Andre pura pura mencari kucingnya.
"Sejak kapan Andre punya kucing mana namanya Mong Mong lagi, besok bakal gue suruh tuh Andre ganti nama tu kucing jadi brewok" gumamnya kesal.
"Hiks hiks hiks... Apa salahku?? Kau sungguh tega Mong. Kenapa kau pergi padahal kau belum makan, Mong Mong..." celoteh Pampam sambil kura-kura menangis penuh arti.
"Emangnya Pampam manggil siapa Rend?" tanyanya penasaran.
"Siapa lagi kalau bukan kura-kuranya" jawabku asal.
"Emang lagi trend apa nama Mong Mong, Sebel banget gue. Suruh mereka ganti, mulai sekarang gak boleh ada yang ngasih nama Mong Mong!!! ini perintah!!! Kalau melanggar tiap hari mereka suruh lari 100x lengkap bawa peralatan, ngerti gak loe Rend!!!" ancamnya membuat aku tertawa dalam hati.
"Siap Kapten. Laksanakan!!!" jawabku tegas tapi dalam hati wuihhh girangnya bukan main bisa ngerjain big boss.
"Sersan Rendy tolong jangan tinggalkan aku huks huks huks Aku sangat mencintaimu" kata Purnomo berlari memelukku membuat illfill sekaligus geli gimana gitu.
"Lepaskan!!! lepas!!! Aku ini pria tulen jangan sembarangan kau melecehkan dirikuku hu hu hu!!!" teriakku.
"Ah sebel sersan Rendy kamu jahat jahat jahat" teriak Purnomo menirukan suara perempuan sambil memukul mukul dadaku seperti cewek patah hati. Sontak membuat si Reynan semakin bingung.
"Ada apa sih Rend?? Loe ama Anak-anak pada bertingkah aneh?? Dasar stress!!!" tanya si Rey bingung.
"Mana gue tau?? April mop kali??" jawabku menahan tawa karena si Rey percaya padahal kan ni bulan oktober.
"Syukurin loe emang enak dikerjain!!" batinku.
Sepanjang kami berjalan semua pasang mata tertuju pada si Rey. Dengan sedikit gusar dia menatap orang yang memandangnya dengan perasaan tak enak.
"Pasti ada yang gak beres nih. Kaka kemari!!!" panggil Rey sedikit kesal.
"Siap kapten" jawab Kaka tegas.
"Kenapa semua orang bersikap aneh hari ini dan juga kenapa kamu tertawa melihat saya??? Kamu mau dihukum??" gertaknya sedikit emosi.
"Jawab kapten. Silahkan anda lihat ini kapten!!!" jawab Kaka memberikan video yang merekam keracauannya tadi malam.
__ADS_1
Dengan hati-hati sekali, aku berjalan mundur mengendap-endap melarikan diri dari atasan gila. Sudah puas aku mengerjainya. Kapten yang sok cool dan kejam dalam semalam berubah jadi laki-laki berhati hello kitty ha ha ha.
"Rendy!!!!" Teriakan si Rey terdengar samar-samar karena aku sudah sangat jauh.
"Huaaaaahaaaaa. huaaaaaaaa haaaaa" tawaku lepas setiap mendengar teriakan kesalnya.
Sherin Wiryoatmadja
Saat jam istirahat di sekolah
"Hyaaa. Ngelamun aja kesambet baru tau rasa loe!!" teriak Nia mengagetkanku tapi aku hanya menghela nafas lesu.
"Roman-romannya lagi stress berat ni anak. Bukannya Pak Rian absen ya?? Om galon gak datang, loe kan seharusnya seneng, traktir traktir gue gitu. Ini malah sendirian??"
"Hehhhhhhhhh" hela nafasku panjang.
"Sher loe buat gue penasaran. Cepetan cerita napa??" desak Nia kepo level akut. Kutarik tangan Nia ke ujung kursi paling pojok dan sepi di samping ruang perpus.
"Ni... Gue harus ngapain hyiaaaa haaahaaa" tangisku langsung memeluk Nia.
"Maksud loe apaan sih Sher? Otakku gue belum on" jelasnya sambil menepuk punggungku.
"Ni, kak Rey ngelamar gue tapi..." jelasku singkat sambil melepas pelukan.
"Hyaaaaaaa. Loe gak salah ngomong kan Sher? Loe masih sekolah Sher?? Jangan gila ah!!!" sahutnya dengan mengguncang-guncangkan badanku.
"Kemarin dia ngomong ke bokap ama nyokap minta restu" jelasku tertunduk lesu.
"Loe terima?? Loe mau??? Secara umur loe ama dia selisih hampir 10 tahun Sher. Kalau gue mah ogah" katanya membuatku semakin bimbang.
"Gue belum jawab apa-apa tapi dia sudah salah paham ama gue. hehhhhhh" kataku sedikit frustasi.
"Salah paham gimana? Loe beneran suka sama tu Om Om? Loe yakin??" tanya Nia disertai dengan anggukan kepalaku.
Flashback
"Ahhhh leganya. Sumpah udah gak tahan tadi bisa-bisa malu aku didepan kak Panpan" kataku lega dengan membetulkan rokku.
"Sherin Sherin buka pintunya nak!!! Kita ngomong baik-baik!!" teriak Mama yang membuatku bingung.
"Masa iya mau buang air kecil aja disuruh ngomong baik-baik" pikirku.
Ceklekk...
"Sherin kamu gak pa pa nak?" tanya Mama khawatir sambil memegang kedua pundak ku.
"Gak pa pa Ma. Emangnya ada apaan sih Ma???" tanyaku tak mengerti.
"Kamu tadi ngapain di kamar mandi??" tanya Mama panik.
"Ya buang air kecil lah Ma. Mama kenapa sih??" tanyaku heran sambil berjalan ke ruang tamu.
"Loh,,, kak Rey dah pulang Ma? Padahal cuma ditinggal sebentar doang orangnya sudah kabur" kataku santai.
"Kamu gak hilang ingatan kan nak?? Kamu baik-baik aja kan?? Mana yang sakit?" tanya Mama semakin membuatku bingung.
"Sherin baik-baik aja kok Ma. Pa, Mama aneh deh" kataku membuat mereka berdua bertukar pandang.
"Boo, kita ke rumah sakit sekarang!!!" pinta Mama memaksa.
"Mama aneh. Lihat ni aku baik-baik aja. Gak ada yang sakit" jelasku sambil menunjukkan kepalaku tangan juga kaki jika masih normal.
"Sher, Papa mau tanya? Jawab jujur!!" kata papa mulai serius. Akupun mengangguk.
__ADS_1
"Sebenernya kamu mau apa tidak menikah dengan nak Rey???" Duarrrrr... pertanyaan Papa membuatku kaget bukan main.
"Kok Papa tanya itu sih?? Bukannya Sherin harus kuliah dulu ya!! Lagian kak Rey mau nunggu Sherin kok, terserah Sherin mau nikahnya kapan. Emang Papa mau nyuruh Sherin nikah sekarang??? Sherin gak mau ahhhhh pokoknya Sher gak mau titik" jelasku membuat Papa Mama saling menatap heran.
"Bukan Papa yang minta kamu nikah. Tapi nak Rey tadi minta restu ke Papa Mama trus kamu ditanyain mau apa gak ehh malah lari ke kamar" jelas Papa membuatku berpikir keras.
"Astagfirullah Ma Pa. Sherin kan ke kamar mandi, Lagian Sher gak tau kalian ngomong apa wong dari tadi lagi dengerin murrotal pake IEM" Jelasku sedikit menyesal.
"IEM???" tanya mereka bersama-sama.
"Sejenis ear phone Ma Pa tapi lebih kedap suara. Jadi gak tau deh Mama Papa ama kak Rey ngomongin apa he he" Jelasku pelan sambil tertawa kecil. Raut wajah Mama Papa terlihat sedikit kesal.
"Sherin... Kamu tau kalau ada orang berbicara itu didengarkan bukan ditutup pake apalah itu. Sekarang kan Mama Papa jadi gak enak sama nak Rey. Kamu harus minta maaf sama dia pokoknya jelasin sendiri!!!" pinta Mama memaksa.
"He he Sherin gak ngerti Ma" kataku cengengesan.
"Pah kamu yang jelasin!!! Mama sudah stress" pinta Mama membuatku semakin bingung dan Mama pergi gitu aja.
"Tadi nak Rey melamar kamu. Intinya belum kamu jawab tapi malah kamu melarikan diri ke kamar tadi. Sekarang mungkin dia salah paham. Atau jangan-jangan bisa bunuh diri kali ya Ma saking malunya??? Cccckkkkk kasian sekali dia" jelas Papa menakutiku.
"Apa??? Papa jangan bercanda deh??? Papa... Papa.... Trus Sherin harus gimana coba hiks hiks hiks Pah..." teriakku frustasi melihat Papa pergi juga tapi tidak memberi solusinya.
Semalaman aku gak bisa tidur memikirkan keadaan kak Panpan.
"Sherin... Kau bodoh. Otakmu kamu taruh dimana?? Jelas kamu sudah janji mau menikah sama dia tapi kamu membuatnya salah paham seperti ini. Sherinnn oh Sherinnn... Aerghhbbbb" rutukku pada diriku sendiri.
"Gak mungkin kak Panpan gak bakalan ninggalin aku begitu aja Arghhhhhh" teriakku berguling guling di kasur udah kayak gempa aja berantakan tak berbentuk.
"Hiks hiks hiks kak Panpan,,,, aku harus gimana??? Papa Mama bantuin sherin" teriakku keras mungkin mereka menertawai kebodohanku.
"Ahhhhh kak Panpan.... Mana aku gak punya nomor telponnya. Hisshhhhhh dasar Sherin bodoh...." rutukku kembali.
Semalaman aku hanya berguling guling di kasur, duduk di pojok kamar, berjalan mondar mandir, mengacak-ngacak rambut panjang ku lebih parahnya kamarku udah kayak kapal pecah apalagi orangnya super berantakan.
Dok Dok Dok
Dok Dok Dok
Ceklekk...
"Ha haaa haannntuuu Pa" teriak Mama membuatku lari kedalam kamar Mama Papa malam itu.
"Mama Sherin takut hantu" kataku lemas mendekati Mama dalam gendongan Papa.
"Sherinnnn.... Astaga" teriak Mama keras sambil turun dari gendongan Papa.
"Kamu ini kenapa? Udah pake baju putih rambut ke depan semua berantakan lagi!!! Udah mirip mbak Kunti hishhhhsss" bentak Mama kesal.
"Sherin gak bisa tidur. Sherin mau tidur dipeluk Mama" kataku menarik tangan Mama dan kemudian tidur disamping Mama.
"Hon aku gimana???" tanya Papa pelan tapi masih terdengar ditelingaku.
"Sssttttt. Tidur di kamar Sherin sana" bisik Mama pelan tapi aku tau Papa pasti kesalnya bukan main. Malam itu benar benar kacau.
Flashback off
"Haaaa haaaa Sherin. Loe tu ya ha ha ha. Ngerjain bonyok loe. Trus loe maunya gimana??" tanya Nia.
"Gue mau kerumah kak Rey buat jelasin semua tapi gue takut ketemu kak Rian. Hahhhhhhh Gue harus gimana Ni????" teriakku semakin frustasi.
Tettttt tettttt tettttt...
"Udah pikirin ntar. Masuk yuk dah bel!!! Liat diri loe di cermin tuh!!! Super berantakan" ejek Nia tapi akunya sama sekali gak bersemangat.
__ADS_1
Jangan lupa like dan komentarnya ya 😄😄 terima kasih untuk setiap dukungannya buat author. Semoga menghibur 🤗🤗🤗