Kehidupan, perjodohan dan kesabaran

Kehidupan, perjodohan dan kesabaran
Kekesalan dan Pelampiasan


__ADS_3

Reynan Gunanto


"Rend, ngapain sih loe ngajakin kesini???" tanyaku heran sama ni anak.


Sebenernya aku masih sebel banget ama tu orang. Gara gara dia ketampanan dan kharismaku ternodai. Hampir seharian ini aku jadi bahan ejekan Pufftttttt.


"Udah ikut aja. Daripada galau terus mending cuci mata. Banyak cewek cantik dan bening bening. Makanya tu mata jangan cuma buat liat Mong Mong doang mubazir tau!!! Men, loe liat tu cewek???" katanya menunjuk ke seorang gadis yang berlari ke arahku. Mataku terbelalak melihat dia ada disini.


"Bagaimana mungkin?? Mimpikah ini?? apa yang harus aku lakuin?? Aku belum siap ketemu dia" teriakku dalam hati.


"Men, loe liat. Ini baru namanya cewek bening. Udah manis, tinggi, putih, imut, solehah lagi. Ahhh dia tipe ideal gue banget. Walaupun cuma pake training doang aura kecantikannya wuihhhh terpancar sampai bikin silau. Beneran gue bilang kan, Mong Mong loe nggak ada apa-apanya. Loe cari cewek lain, ni cewek bakalan gue yang deketin. Pasti karena ketampanan gue menyilaukan dia, jadi dia berlari buat kenalan ama gue!!! Awas Minggir!!! " oceh Rendy gak berhenti henti mendorongku menjauh dari Mong Mong.


"Kak Rey!!! Syukurlah ketemu disini. Aku perlu bicara sebentar, kak Rey ada waktu? hhehhh hehhh" katanya dengan nafas terengah-engah.


"Apa yang harus aku lakuin? Bagaimana dia bisa kesini. Aku tau ini bukan gayanya pergi ke mall. Apa iya dia mengikuti ku?? Ahhh gak mungkin??" banyak sekali pertanyaan yang terbersit di otakku.


Rasa penasaran yang teramat sangat juga rasa rindu yang tak terbendung membuatku Ingin sekali berlari merengkuhnya. Tapi kuurungkan karena aku ingin dia menyadari perasaan yang sebenarnya kepadaku. Biarlah seminggu ini aku menderita karena merindukannya asalkan dia segera menemukan rasanya kepadaku.


"Maaf Sher. Aku lagi sibuk. Ayo Rend!!" kutinggalkan ia begitu saja di tempat parkir. Rasa bersalah dan tidak tega karena telah mengacuhkannya.


"Semoga kau segera menyadari perasaanmu Mong. Cepatlah berlari kepadaku!!! Aku akan selalu menunggumu" harapku dalam hati.

__ADS_1


"Men, loe kenal tu cewek??? Gila loe ya cewek cantik gitu loe acuhin. Kalau loe gak mau buat gue aja!!! Dengan senang hati akan kusembuhkan lukanya karena ditolak cowok cengeng kayak loe ha ha" kata Rendy membuat tanganku mengacak-acak tu muka yang sok kegantengan.


"Huh dasar tu mata. Mau gue colok tu!!!" gumamku kesal.


"Men beneran. Kasih gue nomor hpnya!!! Alamat rumah loe punya kan? Bakalan gue lamar tu cewek sekarang!!!" masih aja ni anak nyerocos gak liat sikon.


Kamipun makan disalah satu stan yang ada di mall ini.


"Udah berisik amat sih loe Rend?? Makan tu cepetan!!! Habis ini gue mau nginep dirumah loe lagi!!" pikiranku masih membayangkan apa yang terjadi setelah aku meninggalkannya sendiri tadi.


"Mong Mong gak pa pa kan?? Apa dia baik-baik saja?? Dasar b******k kau Rey. Gimana kalau dia menangis??? Rey kau tak bisa dimaafkan kalau sampai kau buat dia menangis" rutukku pada diriku yang jahat.


"Men mana nomer hpnya??" tanya Rendi langsung kututup mulutnya pake kentang goreng sampai dia tersengal-sengal saking banyaknya.


"Haaaaa" teriak si Rendy tak percaya.


"Beneran??? Dia si Mong Mong? Ahhh sial pantesan loe gak mau berpaling ke lain hati. Kecantikannya melebihi batas wajar. Ada juga loe yang nyesel kalau ninggalin dia. Banyak yang antre termasuk gue. Udah lupain aja si Mong Mong!!! dia bakalan buat gue selama lama lama lama lamanya..... hupppp" katanya sekali lagi dengan sigap kusumpal tu mulut pake ayam biar berhenti mikirin Sherin.


"Sadis amat loe Rey. Kan gue ngomong isi hati gue doang. Lagian gue udah jomblo lama. Gue setia loh. Sherin bakalan seneng Kalau nikah sama gue. Emmm... Kalau gue tau tu cewek si Mong Mong dari dulu bahkan kalau perlu dari bayinya bakalan gue tungguin dah sampe dewasa jadikan gue gak perlu rebutan sama loe. Loe beneran gak pantes sama dia. Secara ya gue yang paling tampan sedunia, loe ihhh jauh Bray gak level sama gue. Oh Sherin kenapa kau membuatku selalu terbayang bayang wajahmu. Inikah yang dinamakan jatuh cinta pada pandangan pertama??? Sherin oh sherinkuuu My sweety Honey, cintaku, oh My darling, love you iya love you kamu Mong mongku" gumamnya membuatku kesal.


"Ni makan!!! Gak usah jadi Pecekor dah loe!! Loe cari cewek lain aja. Dia cuma punya gue" sekali lagi kusumpal mulut Rendy pake kentang plus sambel level 15 biar tu mulut gak ngomong aneh-aneh lagi. Akupun meninggalkan Rendy yang masih kepedesan.

__ADS_1


"Gila loe bro!!! Cemburu sih cemburu tapi jangan mulut gue juga yang jadi sasaran!!" teriaknya kesal.


"Gimana kalau kita bersaing adil. Lagian juga kan loe udah ditolak. Jadi si Mong Mong masih jomblo. Gue akan berusaha keras buat meluluh lantakkan hatinya. Sherinnn sayang, tunggu mas Rendy!!!" teriak Rendy membuatku semakin kesal.


"Enak aja mau jadi saingan gue. Mimpi tu anak!!!" kataku berlari mendekatinya dan memukul kepalanya.


"Jangan main main ama gue loe Rend!!! Udah bosan hidup!!" ancamku tapi tak digubris. Tu mulut Rendy emang perlu di bom dah biar gak ngomongin Mong Mong terus.


Sherin Wiryoatmadja


Sampai dirumah


"Ma Sherin masuk ke kamar duluan jangan digangguin!!!" kataku meninggalkan Mama yang masih ribet dengan belanjaannya.


Ceklekk. Kukunci kamarku. Kurebahkan tubuhku. Lelah sekali rasanya hari ini. Bukan karena nemenin Mama belanja tapi hatiku yang lelah. Tak kukira kesalahan pahaman ini membuatku tersiksa. Kutarik selimut menutupi seluruh tubuhku dengan rasa yang sudah nano nano dan sakitnya minta ampun air mataku pun sudah tak bisa dibendung lagi.


"Huaaaaaaa hhaaaaa haaaaa. huaaaaa huaaaaa haaaaaa. Kak Rey jahat!!! Aku benci kak Rey!!!! huuuaaaaaa huaaaahuuuhuuu. Bisa bisanya kak Rey ngacuhin aku. Coba waktu itu aku dengerin omongan mereka... Coba aja aku gak lari ke kamar mandi... hiks hiks kak Rey... Kak Panpan... Kamu benar benar jahat huaaaa huaaaa. Kenapa kamu gak mau dengerin penjelasan ku hiks hiks hiks" tangisku sambil berguling-guling di kasur kutendang tendang selimutku dengan kaki sebagai pelampiasan kekesalanku. Kupukul bantalku, kulempar guling ke sudut kamarku dan tak lupa kupukul boneka panda pemberiannya dulu tanpa ampun. Kugigit boneka itu seakan aku juga ingin menyiksanya karena rasa kesalku.


"Rasakan ini. rasakan ini. Sakit kan. hu hu hu kak Rey kau jahat!!! Awas kau bag big bug. Awas kau kak Rey!!!! Huuuu huuu huuu. Aku gigit kamu rasakan!!!! Kak Panpan jahat.... rasakan!!! bag big buggg..." teriakku kesal.


Jangan lupa tetap dukung authorsss. Klik tombol like-nya dan tulis komentar kalian ya!!!

__ADS_1


👍👍👍


__ADS_2