Kehidupan, perjodohan dan kesabaran

Kehidupan, perjodohan dan kesabaran
Pertempuran Tak Seimbang


__ADS_3

Sherin Wiryoatmadja


Dengan perasaan ragu Akupun mengikuti sosok yang didepanku. Entah apa maunya. Hanya bisa mengikuti alurnya. Kulihat ada sebuah jalan setapak didekat rumah kecil itu. Kukumpulkan keberanianku untuk melarikan diri sekali lagi.


"Sher,,," kuhela nafasku panjang mencoba mengumpulkan tenaga.


"Sekarang atau tidak sama sekali" kataku sambil berlari sekuat tenaga menjauh dari dia yang aku sendiri ragu dengan siapa aku berhadapan kali ini.


"Hyaaaaaa. Apa ini jalan buntu?? Berpikir Sherin, berpikir!!! Dengan lincah kakinya melompat ke arahku ingin menangkap secara paksa. Tapi masak iya aku kalah sama dia. Tak peduli jika identitasku terbongkar. Tak kusangka dia sudah mulai bergerak maju.


Dengan seluruh keberanian, kupasang kuda kuda siap berkelahi. Kurobek rok seragam ku supaya aku bisa leluasa menendang dan menyerangnya. Tentu saja aku masih memakai legging panjang.


"Siapa kamu?? Jangan macam-macam denganku!!!" teriakku yang sudah marah.


"Ha ha ha, Tenang kucing manis. Aku benar-benar suka gayamu yang seperti ini. Ternyata kau garang seperti kucing liar. Ayolah, Jangan berkelahi denganku. Kau pasti kalah. Aku tak sanggup menyakitimu" jawabnya mengejek.


"Silahkan serang sesukamu!!! Jangan sungkan sungkan!! Kita buktikan!!!" tantangku santai di mulut tapi agak takut juga sih sebenarnya.


"Kau benar-benar membuatku bersemangat. Baiklah jangan menyesal" jawabnya membuatku waspada.


Perkelahian kami memang tak seimbang. Aku yang berbadan kecil melawan dia yang berbadan kekar. Dan lagi tubuhnya terlatih dengan ilmu bela diri. Tak kusangka dia memiliki teknik beladiri setingkat master.


Dia berusaha menyentuh tanganku tapi segera kutangkis. Aku berusaha memukul wajahnya malah dengan beraninya dia memegang kepalan tanganku dan menciumnya.

__ADS_1


"Cup. Manis sekali" katanya menjijikkan.


"Beraninya kau!!!" teriakku mencoba melepaskan genggaman tangannya dan menendang perutnya tapi berhasil dia patahkan. Kemarahanku semakin di ubun-ubun. Beraninya dia memegang kakiku dan mengelusnya.


"Kau!!!" teriakku marah.


Dalam pertempuran ini dia sama sekali tak berniat menyerangku. Dia hanya berusaha mengimbangiku saja. Setiap pukulan dan tendanganku selalu dipatahkan.


"Aku tak bisa begini terus. Cari akal Sherin!!!" gumamku sambil berpikir.


"Kau mau kemana sayangku??? Menyerah saja padaku!!" godanya membuatku ingin muntah.


"Hentikan kegilaanmu. Kau ... beraninya kau memanggilku sayang" teriakku marah berusaha melayangkan pukulanku ke wajahnya tapi yang ada malah aku dikunci dalam pelukannya.


"Masih ingin bermain-main lagi denganku!!! Atau kau mau menyerah dengan suka rela kepadaku??" katanya berbisik ditelingaku.


Secepat kilat dia berhasil berada di tempatku bersembunyi.


"Ya Allah. Siapa sebenarnya dia??? Mengapa dia membawaku kemari?? Apa dia memakai topeng menyerupai wajah kak Rey?? Mungkinkah dia benar-benar kak Rian???" tanyaku dalam hati seraya mengatur nafas agar tak ketahuan olehnya.


"Sherinnn... Sayang... keluarlah!!! Ayo kita bicara baik-baik. Aku tau kau bersembunyi disini. Kalau aku menemukanmu kau takkan selamat dari hukumanku!!!" teriaknya membuatku semakin waspada.


Kututup mulutku rapat-rapat agar tak ketahuan. Rasanya ingin sekali berteriak karena aku paling geli dengan yang namanya ulat bulu.

__ADS_1


"Huss husss jangan mendekat!!! Jauh jauh sana husss" bisikku mengusir ulat bulu yang akan mendekat. Sekilas perhatianku teralihkan karena ulat bulu itu.


"Dimana dia?? Apakah dia sudah pergi???" kataku sambil melihat waspada kesekitarku.


Akupun keluar dari persembunyian. Mencoba mencari jalan lain menuju perkampungan. Happpppp...


Badan yang kekar itu memeluk dan mengunci tubuhku dari belakang.


"Hyaaa lepaskan!!! lepaskan!!!" teriakku berusaha berontak dan melepaskan tangan kekarnya.


"Mong Mong aku merindukanmu" kata yang keluar dari mulutnya sungguh tak dapat ku percaya.


"Siapa sebenarnya dia. Kenapa Dia berani kasar kepadaku??? Tak mungkin kalau dia kak Rey atau kak Rian??? Ada apa dengannya???" tanyaku penasaran dalam hati.


"Hyaaa. Kau... lepaskan!!!" teriakku sekali lagi berusaha melepaskan pelukannya.


"Biarkan aku seperti ini. Aku terlalu lelah merindukanmu" katanya berbisik sambil mengeratkan pelukannya.


"Tolong lepaskan aku!!" pintaku memelas.


"Aku takkan melepaskanmu. Kau akan tetap bersamaku. Aku janji takkan menyakitimu. Aku benar-benar mencintaimu Mong Mong" pengakuannya membuatku benar-benar penasaran.


"Sekali ini saja!!! Biarkan aku memelukmu erat. Aku benar-benar tak bisa mengendalikan rasaku padamu. Aku merindukanmu Mong Mong" sekali lagi dia mengatakannya.

__ADS_1


"Sherin.... bertahan...." kataku menyemangati diri sendiri.


"Siapapun dia aku takkan mengampuni kalian semua" ancamku kali ini benar-benar geram.


__ADS_2