Kehidupan, perjodohan dan kesabaran

Kehidupan, perjodohan dan kesabaran
Ternyata???


__ADS_3

Reynan Gunanto


Tawa gadis dan temanku membuat darah didalam tubuhku mendidih. Bagaimana bisa Aldo menikamku dari belakang??? Kurapatkan kursiku dengan kursi Aldo menjadi sangat dekat tapi kami saling membelakangi.


"Ha ha ha kak Aldo bisa aja. Sherin mah udah biasa kalau disuruh masak-masak. Kak Aldo mau Sherin Masakin??? Ngomong aja, ntar Sher, janji Buatin dah" katanya membuatku memanas.


"Sherin, kamu hanya boleh Masakin aku. Gak boleh Masakin cowok lain!!!" gumamku kesal dalam hati.


"Boleh juga tuh, kak Aldo suka masakan Jawa, ada manis-manisnya gitu, seperti kamu" goda Aldo ingin sekali kubalikkan tu meja sekarang juga.


"Ahhh kak Aldo bisa aja, bisa bentol bentol kali digigitin semut ha ha. Beneran ni, kapan mau dimasakinnya?? Mau makanan yang kayak gimana??? Jadi kita impas, Sher ogah harus berhutang sama orang apalagi sama kak Aldo" tanyanya membuatku ingin segera menarik tangannya menjauh dari si Aldo.


"Ntar aja kalau Rey dah sembuh. Ajak dia juga sekalian!!" pinta Aldo membuat marahku sedikit mereda.


"Gak asik ngajak Om Tejo. Ntar malah tu makanan habis sama dia sebelum sampai meja makan" sekali lagi ni mulut Mong mau di sumpel dah tu pake pisang goreng biar gak nyinyir lagi.


"Yah itu seninya, kamu yang masak dia yang ngabisin aku yang ngeliat ntar abis tu dia kekenyangan, kita bisa makan di luar berdua aja ha ha" bisa-bisanya teman makan teman.

__ADS_1


"Ahhh kak Aldo mah gitu. Kakak, emangnya udah lama ya jadi temennya Om Tejo?? Kok aku nggak tau ya??" tanyanya sedikit serius.


"Boleh juga kamu kasih nama dia Tejo, pasti singkatan tentara jomblo ya ha ha... Kamu kira cuma kamu yang heran. Kok kamu juga bisa kenal si berandal sialan itu???" tanya Aldo membuatku ingin segera meninjunya.


"Rahasia...." jawab Mong masih aja nempel sama si Aldo.


"Udah ah jangan ngomongin dia lagi. Takutnya ntar yang diomongin kupingnya panas. Tapi kalau penasaran, kakak bisa ceritain sedikit. Rey dan aku berteman sejak SD. Aku sama dia satu sekolahan sampai kami SMA. Abis itu kita tidak saling ketemu setelah dia lulus dan memutuskan masuk ke militer. Kamu tau sendiri kelanjutannya. Entah kenapa tu anak yang dulunya lemah mau masuk ke militer yang terkenal sadis dan kejam hanya untuk pelatihan dasar saja sudah mengerikan. Apa kamu nggak penasaran Sher???" jelas Aldo membuat Sherin berpikir.


"Mungkin dia mau melatih dirinya menjadi kuat atau memang itu sudah jadi passionnya... Ahhh apapun itu selama kak Rey menyukainya aku pasti dukung dia" jawab Mong membuat hatiku meleleh.


"Dia melakukan itu buat kamu. Dia mau melindungimu dari orang-orang yang sudah berbuat jahat padamu. Selama ini dia banyak cerita tentangmu. Ternyata dia memang tak salah pilih. Orang yang Yuna dan aku lindungi ternyata sama dengan yang ingin dia lindungi. Jadi Kami sebagai orang tuamu hanya akan melihatnya saja dari jauh mulai sekarang. Kau sudah menemukan pelindung yang sangat tepat. Tapi karena jadwalnya yang tidak tentu dan sangat susah kadang sampai harus dikirim ke pedalaman ataupun kedaerah konflik maka aku dan Yuna akan tetap mengawasimu. Mengerti!!!" kata Aldo kali ini sangat sulit kucerna.


"Ahhhh... kak Aldo tak perlu khawatirkan aku. Tenang saja. Kalau urusan menjaga diri, aku pasti bisa. Jangan remehkan aku karena aku punya banyak rahasia yang tidak kalian tahu ha ha ha....." jawab Mong terlalu terus terang dan sangat membingungkan.


"Yahhh... kalau gitu, kami tenang. Apa kamu nggak penasaran Sher, Padahal si Rey dah dikirim ke daerah konflik tapi kok tu anak masih hidup aja ya.... Ha ha ha....!!" ejek si Aldo senangnya bukan main.


"Dasar sial Aldo. Ntar terakhir gue ke rumah loe. Gue lempar dah tu C4 ke rumah loe... Blummmm ha ha ha" gumamku dalam hati.

__ADS_1


"Huss kak Aldo jahat. Masak iya doain temennya cepet mati trus Sherin sama siapa dong???" tanyanya membuatku berbunga-bunga.


"Gak usah khawatir Sher. Masih ada kak Aldo juga kan. Kamu mau kan sama kakak???" tanyanya membuatku mengepalkan tangan bersiap menonjoknya.


"Mau mau banget. Mau gampar kakak. Kakak beneran mau digampar Sherin??? Tu mulut emang ya, gak sekolah ha ha...." jawabnya membuatku senang.


"Ha ha. Kamu galak juga ya. Betah banget tu Rey sama kamu. Dia itu orang yang gak suka diatur. Apa aja pokoknya dia yang ngatur. Lebih parah lagi dia orang yang Perfect. Aku aja sampai kewalahan nurutin maunya apalagi kalau mereka abis berkelahi, udah deh ni rumah sakit jadi langganannya. Eh sama kamu, dia nurut banget, ama bocah kecil lagi. Emangnya kamu pelet dia pake apa??" katanya membuatku kesal.


"Lemes banget tu mulut kakak. Emang aku dukun main pelet. Syirik tau, ihhh ngeri dosanya. Amit amit dah astagfirullah" pekiknya membuatku terkekeh.


"Ha ha Sher Sher, pantes aja si Rey cinta mati sama kamu. Kamu itu unik dan bisa membuat orang tertawa dengan tingkat kenaikan akutmu. Kalau aku duluan yang ketemu kamu pasti aku dah jadi pacarmu ya kan??? Aku kan mirip oppa Jong suk mu??" kata si Aldo pede banget. Pengen banget dah nutup tu mulut Aldo pake cabe.


"Ngareppp??? Trus mau dikemanakan tu kak Yuna....Enak aja suruh aku jadi pelakor. Cinta Sherin itu cuma buat Om Tejo, 100℅. Kalau kak Aldo udah Sher anggap sebagai kakak ipar dan kembaran oppa Jong Sukku. Udah ah, Sherin mau balik dulu. Ntar dicariin sama Om tejo kasian ntar nangis nangis, disini gak ada yang jualan balon ha ha" kata Sherin membuatku bingung harus gimana.


DUGGGGG..... Tak sengaja kakiku terkantuk meja kantin.


"Kenapa juga ni kaki pake nabrak meja segala, besok aku kasih mata juga deh. Hehhhh....." gumamku kesal menahan sakit.

__ADS_1


"Kak???" suara yang kutakutkan memanggilku. Aku hanya diam mematung. Mau ditaruh dimana ni muka kalau sampai ketahuan nguping pembicaraan mereka.


"Jangan mendekat!!! Jangan mendekat!!!" pintaku dalam hati sambil menutupi mukaku. Malunya itu lohhhh arghhhhhh.....


__ADS_2