Kehidupan, perjodohan dan kesabaran

Kehidupan, perjodohan dan kesabaran
Satu Lagi???


__ADS_3

Reynan Gunanto


Segera kutarik paksa tangan lelaki menyebalkan itu menjauh.


"Mau apa loe kesini??" tanyaku kasar.


"Sudah jelas kan. Gue kesini mau jenguk My lovely. Ada masalah??" jawabnya membuat darahku mendidih.


"Heh.. ada lagi satu orang yang ngaku ngaku gak jelas. Denger ya Tuan Roy Joviantoro, bukannya gue mau buat nyali loe ciut tapi dalam waktu dekat ini gue ama Sherin mau tunangan. So... lebih baik loe cari gadis lain yang beneran cinta sama loe" Jelasku seraya meninggalkannya tanpa menunggu jawabannya.


"Hyaaa!!! Tuan Reynan Gunanto" teriaknya berlari ke arahku dan BUGGG...


"Sial. Loe mau nantangin gue??? Dasar pengecut" teriakku marah sambil mengusap sudut bibirku yang terluka akibat Serangan mendadaknya.


PLAKKKKK...


"Roy, bisa gak sih loe gak buat ribut disini??? Udah berkali-kali gue peringatan loe supaya jangan deket-deket sama adek gue. Mau loe apaan sih?" teriak Yuna kesal menampar si Roy.


"Sial loe Yun. Beraninya loe nampar gue. Cihhh... siapa loe, berani ngelarang gue Deket ama Sherin" kata Roy meninggi.


"Pak satpam seret orang ini keluar, sekarang!!!" teriak Yuna galak.


"Awas loe Yun. Lihat aja loe bakalan nyesel dan loe Rey gue akan rebut dia dari loe, ingat itu. Lepaskan!!! Saya bisa jalan sendiri" teriaknya mengancam.


"Gak pa pa loe Rey??" tanya Yuna sedikit khawatir.

__ADS_1


"Tumben loe khawatirin gue??? Apa jangan jangan loe suka ya ama gue??" kataku sengaja menggoda Yuna.


"Apaan sih loe. Mau gue tampar. Bukan terima kasih dibantuin ini malah sok kepedean. Sorry banget, gue gak level sama loe" katanya kesal berjalan cepat ke kamar inap Mong Mong.


"Ha ha ha yang ada gue yang gak mau sama loe dasar nenek sihir galak" ejekku berjalan mendahuluinya.


"Bisa diem gak loe... Gue jahit juga tu mulut" teriaknya semakin kesal.


Sampai di kamar, Sherin lagi lagi menghilang.


"Yun, Sherin gak ada??" teriakku bingung.


"Gimana sih loe, gue suruh jagain yang bener ini malah nambahin pikiran gue. Cepet cari!!!" pinta Yuna berteriak.


Kucari disetiap sudut kamar, kantin rumah sakit, ruangan Aldo, bahkan sampai di parkiran, semua kamar mandi cewek.


"Kemana lagi kau Sherin. Suka bener ni anak main petak umpet. Mong Mong awas aja kalau ketemu, bakal aku tali itu kaki" kataku kesal sekaligus khawatir.


Yunapun mencari Sherin kemana-mana.


"Ketemu Yun??" tanyaku penuh harap.


"Gak heh heh heh gak ketemu. Padahal sekarang waktunya gue ngasih obat tu anak. Coba cari disana!!"


"Gak ada Yun. Gue udah kesana lima kali. Apa jangan jangan dibawa kabur si Roy??? Sial tu orang" umpatku kesal.

__ADS_1


"Gak mungkin. Roy tadi keluar sama satpam gak mungkin kalau dia bawa Sherin"


"Isshhhh...."


"Coba loe pikirin kemana si Sherin biasa pergi. Udah cepetan ngapain bengong sih!!"


"Diem napa. Gue lagi mikir???"


Tanpa pikir panjang aku mengajak Yuna ke kamar yang sama sekali tak terlintas dalam pikiranku.


"Masak iya sih , Mong kesana?? trus dia mau ngapain disana. Apa jangan jangan???" kataku menerka nerka.


Segera ku percepat langkah kakiku ke ruangan itu.


"Tungguin napa!!!" kata Yuna kelelahan.


"Cepetan Yun!!!" kataku segera menarik tangannya berlari menuju kamar itu.


Dari luar kamar kudengar teriakan dan sorakan seseorang yang ku kenal.


"Sherinnn...." kataku geram.


"Kenapa dia selalu saja membuatku khawatir. Kenapa juga dia ada di kamar ini??? Awas kau Mong, kalau kau macam-macam gak ada ampun buatmu!!!" gerutuku kesal.


"Ha ha ha kak Rendy. Kau.... " tawanya senang bersama laki laki lain.

__ADS_1


BRAKKKKK....


__ADS_2