Kehidupan, perjodohan dan kesabaran

Kehidupan, perjodohan dan kesabaran
Mengakhiri


__ADS_3

"Hey benarkah kau ini si Rey gila??? apa tentara yang jomblo gak ganteng, gak baik, dan agak narsis itu???" tanyanya membuatku terkaget.


"Berani benar dia memanggilku gila. Apa karena salah makan tadi???" pikirku menerawang. Dalam sekian detik dia langsung berubah drastis. PYARRRRRRR....


"Apa gadisku beneran keracunan jadi hilang ingatan?? Oh Tuhan 20 hari lagi kami akan menikah" bagai tersambar petir masih terlempar ke langit terakhir jatuh ke bumi begitulah rasanya, sungguh tak bisa kubayangkan.


"Sherin kau tidak apa-apa??? Apa ada yang salah??" tanyaku agak cemas.


"Hey Tuan Rey, jangan sentuh aku!!! Kau bukan laki-laki yang baik untukku. Akhiri hubungan kita sekarang!!!" kata yang menusuk langsung tepat di jantungku. Tiba-tiba saja dia menuliskan sesuatu di telapak tanganku.


"Aku mengerti. Mari lakukan sesuai keinginanmu!!" batinku menyetujui perpisahan ini.


"Baiklah. Jika memang kau tak mau lagi denganku. Baiklah kita putus. Aku benar-benar membencimu. Aku akan mencari gadis yang lebih cantik darimu" dengan nada kasar aku meninggalkan dia duduk di kursi belakang sendirian. Semua mata menatapku. Seakan mereka membenciku telah mencampakkan seorang gadis segampang itu.


"Nia, pindah kursi belakang!!!" pintaku memaksa dengan nada kasar.


"Hey, kau sudah gila Rey??? Nia tunanganku, apa hakmu menyuruhnya duduk dibelakang" elak Rian semakin membuatku kesal.


"Sudah yank, kamu gak dengar apa mereka putus disiarkan satu bis lagi. Aku mau menenangkan Sherin dulu. Rey kau boleh duduk. Dasar cowok brengsek" umpat Nia marah.


"Sial gadis itu bisanya cuma mengumpat" gerutuku semakin kesal.


Tring Tring...

__ADS_1


***"Kau memang sudah gila kak Rey??? actingmu terlalu berlebihan. Apa kau beneran mau putus denganku???" Sherin


"Maaf sayang, kau yang mengagetkanku. Gak ada angin gak ada hujan memakiku seenakmu. Coba kalau kau tidak menulis pesan bantuan. Kukira beneran kau minta putus 😭😭😭" Rey


"Ingat. Jangan dekati aku selama studytour ini. Kita hanya bisa berhubungan lewat HP. Semakin aku membencimu berarti aku semakin merindukanmu. Itulah isyarat yang bisa kuberi tahu kepadamu Kak. Jaga hpmu baik-baik jangan sampai disadap orang. Kupastikan orang itu tertangkap. Kau mengerti kakak 😡😡😡. Dan ingat tutup mulutmu rapat-rapat 🤐🤐🤐 meskipun itu Rian ataupun Nia. Kalau tidak pernikahan kita batal" Sherin


"Bagaimana kalau langsung kubunuh saja orangnya. Kenapa kau harus takut padanya bukankah dia juga teman sekelasmu??" Reynan


"Hyaaaa kau minta dihajar 😤😤😤 jika aku bisa membunuhnya sudah dari dulu kulakukan. Kak, kau memandang remeh dia. IQnya lebih dari 200 bahkan IQmu saja tak sampai 150. Kau seharusnya tau itu. Jangan macam-macam!!! 🙅🙅🙅" Sherin


"Heh... Wanitaku mulai memandang bodoh aku. Hyaaaa... jika IQku 150 itu sudah termasuk genius sayang. Jika IQku dibawah itu akankah aku bisa jadi kapten sebentar lagi naik pangkat diumurku yang masih muda ini. Sayang... Aku merindukanmu.... Aku ingin memelukmu kukira aku ikut denganmu bisa bermesraan tapi ternyata diluar dugaan 😭😭😭" Reynan


"Dasar otak mesum. Aku sudah menunggu lama kesempatan ini. Jangan sampai kau kacaukan pak ten...ta...ra...!!!" Sherin.***


"Kak, Kak Rian" panggilku pelan.


"Apa??" jawabnya ketus.


"Apakah disekolahmu ada anak yang IQnya lebih dari 200? Tolong jawabnya pelan saja, aku malu" tanyaku menyelidik.


"Kau gila. Mana ada super genius yang sekolah di sekolahan kita. Ada juga tuh Raka sama Sherin setiap test IQ selalu mangkir. Sehati banget tu anak" kata Rian membuka sedikit petunjuk bagiku.


"Oke oke kak. Tenang jangan emosi. Sabar sabar. Aku tutup mulut. Istirahatlah" kataku mencoba menenangkan Rian yang masih marah.

__ADS_1


"Jadi kalau begitu hanya Raka yang dimaksud Sherin. Masak calon istriku yang super labil, aneh bin ajaib punya IQ diatas 200 sih??? ha ha gak mungkin... Gak mungkin. Raka aku akan terus mengawasimu" batinku berpikir keras.


Sesekali kutengok kebelakang berharap mata kami saling bertemu pandang. Tapi tanpa terduga Raka tersenyum kearah ku dan menatap dalam sungguh sulit diartikan.


"Aku takkan membiarkanmu menyakiti Sherin" ancamku geram.


**Flashback


Dari Balik Jeruji Penjara**


"Kau sudah mendengar rencana pernikahan mereka??" Mr. M


"Hnnn... Meskipun aku dipenjara tapi bisa kupastikan gadis bodoh itu takkan pernah hidup bahagia" Nona X


"Aku akan membocorkan semua rahasia keluarga Wiryoatmadja, keluarga Gunanto dan keluarga Angga Prayuda. Bukankah itu tawaran yang menggiurkan??" Nona X


"Apa yang kau inginkan??? Kurasa itu bukan sesuatu yang murah" Mr. M


"Hancurkan mereka semua dan..." Nona X


"Dan apa??" Mr. M


"Buat mereka semua menderita, jatuh miskin, gila dan buat mereka tak bisa menikah selamanya ha ha ha" Nona X

__ADS_1


__ADS_2