Kehidupan, perjodohan dan kesabaran

Kehidupan, perjodohan dan kesabaran
Mengenalnya


__ADS_3

Di Sekolah


"Astaga, kenapa Om itu disini?? apa sekarang sekolahku jadi basis militer??" tanyaku dalam hati seakan tak percaya.


"Hey, kau!!! Turunlah!!! anak baik turun ya!!" pintanya menatapku tajam.


Mau tak mau kuturuti saja pintanya. Mau gimana lagi sudah kepalang basah, basah sekalian.


"Maaf ya om, bukan maksud hati mau manjat pager sekolah, tapi kalau saya bolos hari ini, saya tidak bisa ikut ulangan. Lagian tadi saya cuma terlambat 15 menit dan saya sudah jelaskan baik2 eh tapi pak satpam tetap tak mengizinkan saya masuk, he he he" kataku menjelaskan padanya sambil cengengesan.


"Cepat, ikuti saya!!", katanya sambil menarik tanganku dan kuhempaskan.


"Maaf Om, Bukan maksud apa apa nih tapi maaf kita bukan muhrim. Jadi tolong jangan pegang-pegang" kataku kesal.


"Kalau begitu, ikuti saja dari belakang, jaga jarak biar aman" katanya kesal juga.


Kuikuti Om itu dari belakang menuju pos satpam.


"Selamat pagi pak. Ada yang bisa saya bantu?" tanya pak satpam sambil melihatku.


"Selamat pagi pak. Maaf pak sebelumnya bisa kah izinkan adik saya masuk??" pintanya sontak mengagetkanku.


"Adik???? Om ini terlalu berkhayal. Sejak kapan gue punya kakak ganteng gini he he he" batinku senang juga heran.

__ADS_1


"Mohon maaf pak. Adik bapak ini sudah terlambat 15 menit. Menurut peraturan sekolah, siapa saja yang terlambat lebih dari 10 menit maka tidak diperbolehkan masuk", ucap pak satpam tegas.


"Bisa kita bicara sebentar?" tanyanya pada pak satpam yang dilanjutkan dengan anggukan.


"Kamu, tunggu disini!!", perintahnya tegas.


"Jangan kemana-mana!!" lanjutnya.


"ehm..." jawabku.


Merekapun meninggalkan aku sendiri, entah apa yang mereka bicarakan kira-kira yah sekitar 5 menitan, tapi itu sudah bisa membuatku frustasi karena sebentar lagi jam guru matematika yang terkenal killer dan benar-benar menakutkan. Membayangkannya saja sudah membuatku bergidik.


"Sherin, masuklah!!" pinta pak satpam yang mengizinkanku masuk.


"Terima kasih pak, inshaAllah saya usahakan tidak terlambat lagi. Sekali lagi terima kasih pak", kataku pada pak satpam.


"Terima kasih Om Kakak karena sudah banyak menolongku hari ini, Assalamu'alaikum", ucapku pamit.


"wa'alaikumsalam" jawabnya dengan mengangkat alis. Mungkin kaget dengan panggilanku padanya.


Di Depan Kelas


"Gila loe Sher, jam berapa ini??,, Untung aja tadi jam kosong, kalau tidak mmm.. tamat riwayat loe", kata Nia sahabatku seakan tak percaya aku bisa juga terlambat.

__ADS_1


"Ada masalah di jalan, Ni,, loe gak liat tangan gue??" kataku sambil melepas jaket yang ku gunakan untuk menutupi seragam yang berlumuran darah.


"Astaga ... Sherinnn... loe kenapa, tangan loe?? Oh My God,,,", pekiknya tak terkontrol.


"Udah ah, ayo masuk, habis ini ada ulangan matematika kan??" kataku sambil menarik tangannya masuk.


Sebenarnya aku anak yang rajin dan pintar. tak pernah sekalipun aku terlambat sampai di sekolah dari awal kelas 1 sampai mau lulus sekarang ini. Aku juga dikenal cerdas bahkan ada sisi lain diriku yang tak bisa kutampakkan karena sesuatu hal.


"Sher, loe beneran gak pa pa, sakit banget tuh, gue aja sampe ngilu liatnya" kata Nia bergidik ngeri.


"Udah gak pa pa, udah gue kasih obat dan gue perban" kataku sambil menahan sakit.


"Udah ah, jangan loe liatin terus, ntar gue bakal ke rumah sakit kok. O ya gue ntar izin ya gak ke cafe dulu" pintaku pada Nia dan dibalasnya dengan anggukan karena guru killer kami sudah datang.


Jam pulang sekolahpun akhirnya tiba.


"Sher, gue duluan ya,, cepetan ke rumah sakit!!" pinta Nia.


"Oke oke gue kesana sekarang, dah, Ni..", kataku sambil naik bus menuju rumah sakit kalau Nia seperti biasa dijemput sopirnya.


Di dalam bus aku hanya terdiam menahan betapa sakitnya luka di tanganku. Tapi setelah terlintas bayangan nenek dan Mama dalam benakku, hati ini lebih sakit dibandingkan dengan luka yang tergores ditanganku.


Kenapa Allah memanggil mereka dengan cepat, hanya merekalah yang menyayangiku tulus, tak pernah membentak ataupun mencaci. Ya Allah tabahkanlah hati hambaMu ini, kuatkanlah. Aku percaya bahwa Allah takkan pernah memberi cobaan diluar batas kemampuan.

__ADS_1


"Nekk.... Ma...... Sherin kangen... ??!!" tangisku pilu, memang sudah tak tertahankan lagi. Air mataku pun jatuh entah sudah berapa lamanya.


__ADS_2