Kehidupan, perjodohan dan kesabaran

Kehidupan, perjodohan dan kesabaran
Manja dan Berpura-pura


__ADS_3

Sherin Wiryoatmadja


Sebenarnya sudah dari tadi aku bangun. Hanya saja tak ingin melewatkan tontonan yang sangat menarik antara kak Yuna dan Om Tejo. Ternyata mereka benar-benar tak bisa akur.


"Mijah cepetan bangun!!! Sayang... panggil aku dengan sebutan sayang. Ahhh kau membuatku frustasi Mong Mong" celoteh kak Rey membuat perutku kram karena menahan tawa.


"Segitunyakah??? wah pelanggaran kalau dibiarkan terus gak baik buat kejiwaanku hi hi hi" batinku berontak.


"Kukerjai kamu kak Rey, he he" kataku dalam hati gak sadar ni bibir tersenyum diliatin Om Tejo.


"Mimpi apa kamu sayang??? sampai tersenyum manis seperti itu. Andai aku punya jurus mugen tsukoyomi milik madara hahhh apa apaan sih kamu Rey??? Sadar sadar!!!" celotehan kak Rey membuatku tak bisa lagi berpura-pura tidur.


Sambil menahan gelak tawa dari tadi, aku menggeliatkan tubuhku dan mulai membuka mataku perlahan.


"Tenang Sher. Jangan kaget. Saat kamu buka matamu pasti ada wajahnya. Rileks sher... Jangan ketawa!!! bertahan Sherin, kalau gak kamu bisa ketahuan dari tadi pura-pura tidur... malu kan?? Tenang!!!" kataku menasehati diriku tapi susah banget buat gak ketawa.


Kubuka mataku dan benar kaget banget liat tu muka kak Rey pas tepat didepanku.


"Astaga!!" pekikku dalam hati dan berusaha beracting natural.


"Sayang udah bangun" tanyanya malah membuatku semakin ingin tertawa.


"MBAHHH REYYYY..." kataku sengaja mengerjainya karena ogah disuruh manggil sayang. Rasanya sumpah gak enak banget didenger.

__ADS_1


"EMBAHHHHH????" teriaknya tak percaya. Kulihat kak Rey terduduk lesu dan mencoba berpikir.


"Yess. berhasil" pekikku senang dalam hati.


"Mijah,, kepalamu sakit kah???" Kak Rey memegang kepalaku dan mengeceknya.


"MBAHHH, apa yang Mbah lakuin, sakit???" kataku manja berpura-pura sakit sambil memegang kedua pipinya.


"Mong, kamu ingat siapa saya??" tanyanya khawatir.


"Mbah Wiryo kan???" jawabku ngasal.


"Wah gak beres nih. Sial.. si Yuna ngasih obat apa coba sampai Sherin lupa ingatan" pekiknya kesal sama kak Yuna.


"Mbahhhh... laper??? Mau bakso" rengekku manja seperti seorang cucu meminta sesuatu sama mbahnya.


"He ehh, laper mbahh" kataku dengan suara manja. Tentu saja sangat berbeda dari Sherin yang asli.


"Bentar ya. Kakak eh... Mbah cariin baksonya dulu. Sherin manis jangan kemana-mana ya, anak pintar!!!" kata kak Rey membuatku ingin jungkir balik tertawa terpingkal-pingkal.


"Mbahhh..." panggilku lembut.


"Ada apa Sherin manis???"

__ADS_1


"Beliin boneka panda yang besar ya mbahhh!! Yang segedhe ini" kataku sambil menunjukkan ukuran bonekanya dengan gaya khas anak balita.


"Tapi ntar Sherin sendirian kan jauh beli bonekanya. Gimana kalau Sher udah sembuh aja, kita beli sama sama" ajak Kak Rey langsung kutolak.


"Gak mau. Gak mau Sherin mau sekarang kalau gak Sherin nangis huhuhuhuhuhhuuu Mbahhh jahat Mbah gak sayang sherin huhuhuhuhu" rengekku.


"Oke oke. Sherin jangan nangis lagi. Tunggu disini ya!!! janji" kata kak Rey lalu bergegas pergi. Untung aja dia udah sembuh. Sesekali dia menatapku sebelum pergi.


"Maaf kak. Sherin sudah tau semuanya. Kakak gak boleh ikut campur lagi urusan Sherin. Sherin gak mau kakak terluka. Maaf sudah bohongin kakak" kataku menyesal tapi hanya cara ini biar semua orang tak terluka.


Setelah sepuluh menit dan aku benar-benar yakin kak Rey sudah pergi. Segera ku lepas infus dan berjalan ke salah satu ruangan isolasi di rumah sakit ini.


"Kak Yuna, bagaimana dia??" tanyaku antara dendam, benci, cemas dan marah berkumpul jadi satu.


"Masuklah!!!" pinta kak Yuna sambil memegang tanganku.


Kulihat wanita itu terbujur kaku seperti mayat hidup. Apakah ini jawaban atas doaku selama ini atau ini hukuman buatnya dari Tuhan?? Entahlah aku tak ingin menerka nerka.


"Kak Yuna bisa tinggalkan kami!!" pintaku sopan.


"Kamu tidak apa-apa?? Kalau tak keberatan Biar kak Yuna temani!!" kata kak Yuna khawatir.


"Kak Yuna gak perlu khawatir. Sherin baik-baik saja" kataku meyakinkannya.

__ADS_1


"Baiklah. Kakak menunggumu didepan" kata kakak meninggalkanku agar leluasa berbicara dengan mereka.


Hi readers, jangan lupa berikan like, dukungan dan tinggalkan komentar kalian ya!!! Semoga hari kalian menyenangkan 😊😊😊


__ADS_2