Kehidupan, perjodohan dan kesabaran

Kehidupan, perjodohan dan kesabaran
Keracunan Berjamaah


__ADS_3

Waktu menunjukkan tepat jam 11.00 malam dan kami masih berbaring di hall bersama mengumpulkan tenaga setelah kejadian tak terduga yang begitu menguras energi.


"Aku lapar.... Lapar lapar lapar.... hehhhh..." kak Richie terduduk lalu berteriak kemudian berbaring lagi.


"Hyaa apa kalian akan terus berbaring disini??? Lili kita pulang kerumah sekarang!!!" teriak kak Richie sekali lagi tapi tak ada dari kami yang berusaha bangkit apalagi mendengarkannya.


"Heyyyy Richie kau bisa diam tidak??? Kau pikir cuma kau saja yang lapar??? Cacing di perutku juga mulai bernyanyi nyanyi. Kau tak dengar apa??? dia bilang entah apa yang merasukimu hingga sampai jam segini membuat mereka kelaparan ha ha ha" sahut kak Kitty membuat kami menoleh kearahnya.


"Baiklah, bagaimana kalau malam ini aku yang traktir???" ucap kak Long senang menatap kearahku tapi langsung dibalas tatapan membunuh kak Rey.


"Tak mau. Kami tak yakin dengan makanan yang ada diluar. Kami hanya memakan makanan yang dibuat orang kami sendiri" jawab kak Richie tegas.


"Baiklah kalau gitu. Kita pulang ke rumah Papaku dan kak Richie bisa masak buat kita semua" kataku segera bangkit tapi kak Rey memegang tanganku erat. Kurasa dia memang tak menginginkanku segera pulang.


"Whatttt??? Aku masak??? Kau sudah gila Lili" jawab kak Richie kesal.


"Lantas siapa yang akan masak kalau gitu???" tanyaku tak mengerti.


"Tentu saja kau adik bungsu" teriak mereka bersama.


"Aku???" tanyaku heran sepertinya mereka kompak mengerjaiku.


"Benar. Baiklah ayo pulang!!! Aku mau spaghetti saos bolognese dengan taburan daging yang banyak emmmm...." ucap kak Richie tanpa dosa.


"Aku mau yasai itame (tumis sayur Jepang) dengan banyak daging di dalamnya. emmmm sluppp wahhh lezat ayo nona kita pulang pulang" kata Vanya manja dan tak sabaran.


"Dasar kalian, bakat adik bungsu kalau dalam hal memasak tak perlu diragukan lagi. Baiklah. Adik bungsu aku mempercayakanmu kali ini. Kau bisa membuatkanku nasi goreng daging cincang. Bukankah itu suatu kehormatan bagimu???" kata kak Kitty dengan nada khasnya.


"Tak boleh. Masaklah sendiri-sendiri. Mong mongku sudah lelah" sahut kak Rey membelaku.


"Diamlah jangan ikut campur. Kau tak ada hak buat itu" ucap kak Richie marah menodongkan pistol tepat di kepala kak Rey. Kak Reypun hanya menelan ludah dan menatap kaget dengan apa yang dilakukan kak Richie tiba-tiba.


"Wanita wanita ini menakutkan kalau sedang kelaparan he he he" gumam kak Long langsung ditodong pistol oleh kak Kitty.


"Ha ha ha Kakak kalian benar-benar menakuti mereka. Baiklah ayo pulang!!!" kataku mengiyakan saja takut terjadi apa-apa jika mereka marah.


Akupun segera bangkit lalu diikuti mereka semua.


"Kak kau yang nyetir!!!" ucapku memberi kunci mobil ke kak Kitty.


"Tak mau. Richie kau saja" kata kak Kitty.


"Vanya kau yang menyetir. Aku hampir pingsan kelaparan" jawab kak Richie berjalan gontai.


"Nona aku tidak bisa fokus jika kelaparan" jawab Vanya tertunduk lesu.


"Aku lagi???" tanyaku heran kenapa hari ini aku terus yang mereka kerjai.


"Iya. Cepatlah atau aku akan memakan laki-laki disampingmu" teriak kak Richie menjadi gila.


"Mong pulanglah aku akan segera menyusulmu" kata kak Rey lembut mengusap kepalaku.


"Beruang sisakan satu piring istimewa untukku. Aku akan datang ke tempatmu setelah laporanku selesai!!" teriak kak Long berjalan keluar.


"Hyaaa... Long kau gila dia wanitaku. Kau tak boleh kerumahnya. Aku menolak" teriak kak Rey berlari kearahnya dan mulai bertengkar dengan kak Long kekanakan.


"Pufftttttt.... Mereka semua menjengkelkan" teriakku kesal.


20 menit kemudian.


Aku dari tadi sibuk didapur dan mereka bertiga sibuk mandi dan merias diri.


"Astaga kenapa aku seperti pembantu mereka hiks hiks hiks" gumamku kesal sendiri mencari daging di kulkas tapi kosong.


"Aishhh... kemana daging sapinya??? Baiklah pakai ini saja. Maaf molly aku pinjam punyamu" kataku meminta izin yang punya.


"Meong..." jawab molly kelihatannya marah.


Baru kali ini aku dimarahi kucing kesayanganku.


"Adik bungsu aku pinjam bajumu" kak Richie mulai berteriak.


"Aku pinjam kosmetikmu" kak Kitty mulai konser.

__ADS_1


"Hyaa... Lili koleksimu sungguh wowwww..." teriak kak Richie lagi.


"Tunggu... Aku sama sekali tak punya kosmetik ataupun koleksi. Jangan jangan???" pikirku segera berlari ke kamar Mama.


BRAKKKKK....


"Kakak!!!!" teriakku tak percaya melihat kelakuan mereka semua. Tas, kosmetik, baju tidur Mama semua berhamburan kemana mana.


"Matilah aku jika Mama melihat ini hiks hiks hiks" batinku meronta.


"Apa???" tanya kak Richie tanpa dosa mencoba lingerie milik mama. Entah siapa yang akan digodanya.


"Kenapa kau berteriak???" jawab kak Kitty memakai kosmetik Chanel milik Mama.


"Aku bisa gila dan tanpa sisa bahkan jika aku anak kandungnya sekalipun Mama yang menyayangi pasti menghukumku jika melihat kekacauan ini" batinku menangis.


"Kakak bisakah kalian ke kamarku saja???" kataku halus takut membuat mereka marah.


"Aku lebih suka kamar ini. Bagaimana denganmu Kitty??"


"Aku rasa kamar ini memang yang terbaik"


"He he he... Baiklah ayo makan!!! Bukankah kalian sudah lapar. Makanan sudah siap!!!" kataku mengalihkan perhatian mereka.


"Baiklah kita makan" jawab mereka berdua segera kukunci kamar Mama dengan sandi rahasia agar mereka tak bisa lagi mengacak-acaknya.


Kami semua sudah berada di meja makan. Sesuai pesanan mereka. Nasi goreng daging cincang untuk kak Kitty, spaghetti bolognese untuk kak Richie, yasai Itame untuk Vanya, salad buah untukku, nasi goreng ayam untuk kak Rey dan kak Long.


"Emmmmm.... lezatnya...."


"Kau masak semua ini sendiri Mong???" tanya kak Rey baru saja datang.


"Iya. Duduklah kak. Aku akan mengambilkan gelas untukmu" kataku segera mengambil peralatan makan yang kurang.


"Huks huks huks... apa yang dia lakukan???" tanya kak Rey melihat kak Richie memakai lingerie milik Mama.


"Tutup mulut dan matamu kak!!! Kalau kau masih mau hidup. Jangan banyak protes. Aku tak bisa mengendalikan mereka" bisikku pelan.


"Gak usah gombal. Bilang aja kalau betah lihat gituan" kataku kesal.


"Mong Mong cemburu... Sukanya liat Mong cemburu... Ahhhhhh... imutnya" ucap kak Rey manja mengedipkan mata berkali-kali menatapku.


"Wahhh keliatannya enak nih. Tak sabar mencicipi masakan beruangku" kata kak Long langsung duduk disampingku. Kak Rey menatap kesal dengan kedatangannya. Perang tatap dingin tak bisa dihindari lagi.


"Huks huks... Apa yang Richie kenakan??? Apa dia bermaksud menggodaku???" kata kak Long tersedak melihat lingerie yang dipakai kak Richie.


"Ssutttt... jangan buat dia marah. Tutup mulutmu kak!!!" kataku berbisik.


"Kak sudah siap. Cepatlah kesini!!!" panggilku.


Kamipun makan bersama. Malam yang hangat penuh kasih sayang dan kejutan.


"Adik bungsu spaghetti ini enak sekali" kata kak Richie memakannya dengan lahap.


"Nona kau yang terbaik" kata Vanya memberi dua jempol untukku.


"Nasi goreng terendezz yang pernah aku makan. Apa lagi ini dagingnya emmmmm.... lezatnya" kata kak Kitty senang.


"Nasi goreng ayam terlezat yang pernah ku makan sayang. Kau memang yang terbaik Mong" kata kak Rey begitu terharu.


"Wah wah... ternyata selera kita sama. Aku juga makan nasi goreng ayam. Beruang ternyata kau tak melupakan makanan favoritku. Ciuman jauh dariku muachhhh" kata kak Long membuat suasana semakin panas.


Kak Rey menangkap ciuman jauh itu dan melemparnya kembali.


"Kukembalikan padamu. Jangan ganggu Mong Mong ku" ucap kak Rey marah lalu memelukku.


"Ha ha ha lihatlah kelakuan kalian. Seperti anak kecil" kataku tersenyum kecut.


"Hyaaa... daging yang sangat lezat. Adik bungsu boleh tau daging yang kau pakai tadi. Kapan kapan aku akan mencoba memasak sendiri dirumah" kata kak Richie penasaran.


"Iya dagingnya benar-benar sangat lezat sekali. Baru kali ini aku memakan daging seenak ini" sahut kak Kitty sama penasaran.


"Nona apa kau memasukkan bahan-bahan khusus. Kenapa rasanya bisa selezat ini???" tanya Vanya heran.

__ADS_1


"Ahhhh... tak ada resep atau bahan khusus. Tapi karena daging di kulkas kosong aku hanya meminjam beberapa daging jatah makan seorang teman ha ha ha" jelasku santai.


"Teman???" tanya kak Richie.


"Iya teman kecil he he he... Tak usah dipikirkan kak" jawabku.


"Ahhh aku kenyang" celoteh kak Kitty yang sudah habis. Begitu juga dengan Vanya, kak Richie, kak Long dan kak Rey.


"Meong... meong..."


"Molly jangan naik keatas. Sini sayang" kataku segera menggendong molly yang menjilati piring kak Richie.


"Meong... meong..."


"Kucing pintar, kau mau makan???" tanya kak Rey mengelus bulu halus molly.


"Mong keliatannya molly lapar??? Biar kuambilkan makanannya. Kau taruh dimana??" tanya kak Rey begitu perhatian.


"Ha ha ha nanti saja kak, makanan molly habis. Tadi aku pinjam punyanya" kataku pelan.


"Tunggu... Jadi yang kau maksud teman itu dia???" tanya kak Kitty menunjuk molly.


"Jadi daging yang enak yang kita makan itu punya dia??" tanya kak Richie gantian.


"Nona jadi daging itu jatah makannya molly, benarkah??" tanya Vanya ketakutan. Wajah mereka bertiga mulai membiru dan berkeringat.


"Meong... meong..."


"Iya, molly tak marah kok kak. Tenang saja, Lagian dagingnya kan di kaleng belum dibuka jadi masih higienis. Tenang saja. Tak ada yang perlu dikhawatirkan. Makanannnya dijamin halal dan bersih kok. Ya kan molly??" jawabku tanpa dosa.


"Meong... meong..."


Semua mata menatapku dengan pandangan penuh arti.


"Kenapa kak Richie, kak Kitty, Vanya??? muka kalian pucat" tanyaku heran melihat mereka bertiga mual bersama.


"Sherinnnnnnnnnnnn......" teriak kak Kitty berlari ke kamar mandi dan menghuek huekkan diri. Disusul Vanya yang sama tingkahnya dengan kak Kitty.


"Memang molly tak marah, tapi aku yang marah...." teriak kak Richie menatap tajam diriku lalu berlari ke kamar mandi.


"Aku dulu"


"Tidak, aku dulu"


"Kutembak kau kalau tak Minggir"


"Kitty cepatlah, huek huek..."


"Richie gantian... huek huek..."


" Aku tak tahan huek huek..."


"Vanya..... huek huek...." teriak mereka bersama didalam kamar mandi.


"meong... meong...."


"Adakah yang salah kak??? Bukankah itu juga sama sama daging sapi ya???" tanyaku heran melihat tingkah mereka bertiga.


"Kau hebat sayang. Kau memang super genius. Aku kagum denganmu ha ha ha" jawab kak Rey tersenyum lalu tertawa mengelus kepalaku.


"Beruang kau memang yang terbaik. Ha ha ha" kata kak Long tertawa melihatku.


"Sayang malam ini, kau harus mengungsi kerumahku kalau tidak kau takkan selamat!!! Long jagalah mereka" kata kak Rey takku mengerti. Dia menarik tanganku keluar rumah.


"Mengungsi???" tanyaku heran.


"Iya, bawalah molly juga kalau tidak...."


"Sherinnnnnnnnnnnn....." teriak kak Kitty dari dalam kamar mandi.


"Lili aku akan membunuhmu dan molly....." teriak kak Richie menggemparkan rumah.


"Sherinnnnnnnnnnnn.... jangan kabur!!!! huek huek..." teriak kak Richie lebih keras.

__ADS_1


__ADS_2