Kehidupan, perjodohan dan kesabaran

Kehidupan, perjodohan dan kesabaran
First Kiss


__ADS_3

Keesokan Paginya


"Siapa Bu yang masak ini semua??" tanyaku heran banget ngeliat begitu banyaknya makanan yang sudah tersaji di meja makan.


"Mau tau apa mau tau banget??" jawab ibu menggodaku. Kupeluk ibu dari belakang bergelayut manja sesekali.


"Udah besar kamu Rey, dasar. Ntar ada yang marah loh?" goda ibu.


"Siapa yang marah??? Orangnya aja gak pernah mau dipeluk tuh, Rey puasa trus kalau didekat Mong. Katanya kalau berdua dua setan yang ketiga, tapi kalau berdua ama si Mong malahan setannya dia ha ha" keluhku.


"Husss.... kalau gak ada Sherin gak asyik Rey. Ibu suka sama dia dari pertama ketemu dirumah. Udah cantik, baik, pintar masak, yang jelas bisa buat kita ketawa bawaannya Happy mulu, tapi kalau urusan semalem hisssshhh ibu beneran shock. Pokoknya kamu harus bisa ngemong si Sherin. Kamu tau kan dia dari kecil gak pernah dapet kasih sayang dari keluarganya yang dulu. Kalau dipikir-pikir tu anak hebat banget. Bisa ngelalui hidupnya yang berat dan masih ceria" jelas ibu panjang lebar.


"Iya Bu. Rey tahu. Di hati Rey juga cuma ada Sherin bahkan sampai maut memisahkan kami. Udah ahh... ibu pagi pagi buat anaknya sedih sih. Rey cari Mong dulu, tadi dia malah gak sholat subuh" kataku sambil mengusap setetes air mata yang jatuh.


"Jangan gangguin Sherin. Dia lagi dapet" jelas ibu.


"Ohhhh... pantes" pikirku.


Segera aku naik ke lantai dua mengetuk kamarnya.


Tok... tok...


"Sher, bangun!!! Udah pagi!!! Jalan jalan yuk!!!" teriakku membangunkannya dari balik pintu.


"Mong Mong bangun udah pagi nih..." teriakku sekali lagi.


Kreikkkkk...


"Dia tidur pintunya gak dikunci. Hufffttt... dasar Mong ceroboh. Kalau ada laki-laki lain masuk gimana coba" kataku kesal sendiri.


Segera aku masuk kedalam. Ditempat tidur sama sekali tak ada orang.


"Dasar Mong Mong he he..." tawaku mengingat kejadian semalam sambil duduk di sudut tempat tidur.


"Kemana dia??? kata ibu dia tidur lagi"

__ADS_1


"Arghhhhh...." suara wanita mengaduh kesal dari kolong tempat tidur mengagetkanku.


"Jangan jangan???" pikirku yang tidak-tidak.


Kutengok kolong tempat tidur berharap apa yang kubayangkan keliru.


"Astaga, Sherin???" jeritku kaget melihatnya tertidur dengan rambut terurai berantakan udah kayak mbak kunti dibawah tempat tidur.


"Ni anak emang unik dah. Dikasih tempat tidur empuk malah milih tidur di kolong. Ckckkkk..."


Segera kutarik keluar si Mong dari persembunyiannya. Terlintas pikiran usil untuk mengerjainya.


Ku ambil spidol hitam. Ku gambar wajahnya sebagai balas dendam saat diacuhkan dirumah sakit dulu.


"Ha ha... sekarang kau tambah cantik Mong. Makanya jadi anak baik" kataku senyam senyum sendiri melihatnya tertidur pulas dengan mulut menganga.


"Awas kau kak Rey, akan kubalas kau!!!" teriak Mong membuatku melompat kaget.


"Astaga ini anak masih aja dendam. Sampai tidurpun masih bisa ngancem segala" pekikku heran.


"Hehehe... Kak Rendy, kak Arka ha ha ha" darahku mulai panas mendengar dia tersenyum senang memanggil nama Rendy dan Arka.


"Kak Rey!!!! Kau!!!!" teriaknya dengan mata melotot tak percaya dengan apa yang kulakukan lalu mendorongku sampai terpental jauh. Aku merasa puas dan senang mendapatkan first kiss miliknya.


"Arghhhhhh...." teriaknya frustasi mengacak-acak rambutnya yang panjang.


"Sayang, sudah bangun??" tanyaku tanpa rasa bersalah dengan senyum merekah. Matanya menatap tajam seperti ingin membunuhku.


"Kauuu... Kauuu..." katanya marah tapi aku tersenyum puas.


"Bagaimana ini??? Aku ternoda... ahhhh.... kau harus menikahiku Mong..." kataku meniru suara perempuan dengan manjanya bermaksud menggoda.


"Kak Rey!!!!!" teriaknya menggelegar membuat penginapan ini bergetar hebat.


Semua orangpun lari ke kamar Sherin.

__ADS_1


"Ada apa Sher??" tanya Yuna khawatir.


"Astaga Sherin, Muka kamu???" kata Nia kaget melihat Sherin berantakan.


"Rey, kamu apakan Sherin???" tanya ayah menatapku tajam.


"Dasar si Rey, udah gak tahan tuh yah!!! Udah nikahin besok saja!!" kata Rian membuat masalah semakin runyam. Kami berdua berbarengan melotot tajam ke arah Rian.


"Matilah aku!!! Reynan, Reynan... Tamatlah riwayatmu!!!" keluhku melihat tatapan tajam dari semua orang.


Flashback


Sherin


Di Alam Mimpi


"Udah belum Sher??" Arka


"Belum, masih kurang dalem. Cepetan kak, orangnya keburu datang!!" Sherin


"Kak Rendy dapet enthungnya???" Sherin


"Rebes nona manis!!! Lihat nih!!!" Rendy menunjukkan kepompong pisang sekantong kresek.


"Beneran orangnya lewat sini??" Sherin


"100% yakin" Rendy


"Udah kak Arka cepetan naik. Kak masukin kedalem kepompongnya cepetan!!!" Sherin


"Rasakan kau kak Rey!!! Kau harus dihukum karena sudah menyetujui menikah sebulan lagi. Syukurin, lepas dah tuh semua baju he he... kan nikahnya bisa diundur Lima tahun lagi nunggu malumu hilang ha ha ha..." Sherin


"Cepetan sembunyi disana!!!" Arka


KRASSSSS.... BUGGGGG....

__ADS_1


"Arghhhhh.... Siapa yang buat lubang ini.... Tidak.... tidak.... aku geli.... Ahhhh.... aku geli...." Rey


"Huaaahhaaa kak Rendy kak arka hahahaa" Sherin Arka Rendy tertawa terpingkal-pingkal


__ADS_2