Kehidupan, perjodohan dan kesabaran

Kehidupan, perjodohan dan kesabaran
Oh Astaga???!!!


__ADS_3

Hotel Grand Royal


"Maaf permisi nona. Kami harus melakukan pemeriksaan keamanan. Mohon kerja samanya" kata penjaga pintu masuk ballroom hotel Royal.


"Tap..." ucap Vanya segera kutahan.


"Apakah tamu VVIP juga melalui pemeriksaan ini??? Bukankah secara gamblangnya kalian mencurigai kami. Hmmm... Apa kalian tau jika menyinggung kami maka..." gertakku pelan tapi tajam berbisik di telinga mereka.


"Maaf kami tak berani nona. Maafkan kami. Kami hanya menjalankan prosedur keamanan sesuai perintah Presdir" jawab penjaga itu ketakutan.


Tapi memang pada dasarnya pemeriksaan keamanan di hotel ini terkenal sangat ketat. Rasa curigaku semakin bertambah seketika melihat pintu usang dipojok kanan berjarak tak kurang dari 15 m dari tempatku berdiri. Itu benar-benar sangat mencolok di hotel sebonafit ini.


"Maaf nona, pintu itu hanya sedang diperbaiki saja jadi agak terlihat kumuh" seketika penjaga lainnya mengalihkan tatapanku.


"Merusak pemandangan. Baiklah. Silahkan periksa!!!" kataku pura-pura mengeluh tak lagi protes. Alat dan senjata yang kusembunyikan pasti bisa lolos dari detector ini.


PLAKKKKK PLAKKKKK...


"Apa yang kalian lakukan dengan tamu pentingku ini???" teriak seorang pria mengenakan tuxedo darkblue terlihat sangat tampan dan manly.


"Maafkan kami Presdir Jo. Kami hanya mengikuti prosedur saja" jawab mereka seraya berlutut.


"Pengawal, seret mereka dan hukum mereka!!!" perintah laki-laki itu yang ternyata Presdir hotel ini.


"Maafkan kami Presdir. Maafkan kami" mereka berulang kali membungkuk sambil berlutut memohon ampun.


"Tahan!!! Presdir Jo, Bisa kita bicara sebentar" cegahku tak mau jatuh korban padahal perang saja belum dimulai.


Laki-laki itupun berbalik kemudian menatapku tajam.


"Ohhhh Astaga Sherinnnnnnnnnnnn. Dia.... Selama ini ternyata dia dibalik semua ini. Oh ya Tuhan bagaimana bisa dia. Apa hubungannya dia dan Professor Dominique??? Bagaimana aku harus menghadapinya??" batinku bergejolak.


"Perkenalkan, saya Liliana Tan Sunjaya. Saya penanggung jawab dan Direktur pelaksana PT. Atmadjaya dan juga PT. Yudha Karya. Ini asisten saya Vanya Frederich" sapaku tersenyum penuh arti menjabat tangannya dengan berusaha semua terlihat normal normal saja.


-------+++++------+++++--------++++------


🍁 Sherin : Thor kau membuatku sakit jantung, apa kau sudah gila???


🍀 Authors : ha ha ha... Bagaimana kejutannya Mong Mong??


🍁 Sherin : Dasar authorsss jahat. Kau sudah tau aku phobia laba-laba masih dikasih scene dengan laba-laba. Aku alergi dengan Roy, si Totor ngasih lagi scene dengan Roy... Arghhhhhh kak Rey.... calon istrimu ditindas lagi dan lagi... apa kau akan diam saja hiks hiks hiks...


------------++++++-------------++++++-------------


"Roy Joviantoro, Presdir Royal Company" dia menggenggam tanganku erat seakan kami ditakdirkan dalam satu lingkaran antara Hitam dan putih.


"Bisakah Anda melepaskan mereka??? Ohhh jangan salah paham. Aku hanya tak ingin pertemuan kita ini ternoda dengan hal menjijikkan seperti ini" pintaku sekilas menatap para penjaga tak bersalah itu.


"Karena nona Liliana yang meminta maka dengan senang hati aku mengampuni mereka. Pengawal beri gaji mereka dan kompensasi 10x lipat dan lepaskan mereka" perintah Roy yang tak kusangka seorang Presdir yang sangat kejam."


"Nona, saya kesana dulu. Saya akan berbincang dengan teman lama saya Tuan Alonso. Permisi Presdir Jo" pamit Vanya sopan. Roy mempersilahkan dengan tangannya.


"Mari nona Liliana, kita masuk sekarang!!!" katanya sembari menggandeng tanganku seperti pasangannya.


🍁 Sherin : Ampun dah authorsss... aku benar-benar tak sanggup jika berhubungan dengan si Roy. Aku trauma hiks hiks hiks... Tanganku ternoda olehnya huaaaaa....


Sesampainya di ballroom


"Apa kau menyukainya nona Liliana???" tanyanya seperti gigolo yang sedang menggoda.


"Tentu saja. Ini sangat mewah dan berkelas" jawabku serasa ingin muntah.


"Apa anda sudah punya kekasih???" tanyanya membuatku tersedak. Waktunya sungguh tidak tepat.


"Huks... Tentu saja belum. Bagaimana wanita karier sepertiku harus terikat dengan namanya lelaki. Sungguh merepotkan" jawabku merasa tak nyaman. Tetap saja aku tak boleh hilang fokus dan konsentrasi. Aku harus lebih fokus pada tujuan awal.


"Dia memang benar-benar seorang player" olokku dalam hati.


"Bagaimana jika Anda menjadi kekasihku. Lihatlah semua ini dan seluruh hartaku akan menjadi milikmu sayang" kata yang menjijikkan mengalun ditelingaku terus saja berusaha menggoda.


"Pruttttsss... Maaf Presdir Jo, Maaf biar kubersihkan. Anda basah gara gara saya" Mau tak mau kubersihkan tuxedonya yang basah karena muncratan air minum dari mulutku secara sengaja.


"Arghhhhh... tau gini sudah kuhabisi dia dari dulu" umpatku kesal.

__ADS_1


"Tak masalah Honey. Kelihatannya kau sangat terkejut. Kau bisa memikirkannya pelan-pelan" katanya masih terus berusaha menggoda.


"Maaf... aku harus ke toilet sebentar" pamitku langsung berjalan ke arah toilet.


Didalam Toilet


"Bagaimana Vanya, kau sudah mendapatkannya???" tanyaku didalam bilik toilet berkomunikasi dengan Vanya menggunakan earpiece dibelakang daun telinga tertutup wig panjangku, sama sekali tak terlihat karena ukurannya begitu kecil dan warnanya menyerupai warna kulitku. Earpiece adalah Alat komunikasi rahasia yang biasa digunakan agen rahasia dan pengawal khusus presiden di dunia.


"Nona, Anda akan terkejut jika melihat ini. Professor Dominique sudah ada di tanganku. Keadaannya begitu menyedihkan. Saya akan menjalankannya sesuai rencana awal. Kita gunakan dua jalur. Udara dan darat. Saya dan Professor akan menggunakan jalur darat saja" jelas Vanya.


"Tidak. Karena tujuan kita mendapatkan kembali profesor Dominique maka kau dan Professor bisa naik heli. Aku akan mengendarai mobil yang sudah disiapkan. Lindungi dia karena aku sudah berjanji pada Sereti membawanya hidup hidup" Jelasku setelah kupikirkan masak-masak.


"Tapi nona... Jalur darat sangat berbahaya bagi Anda. Kemungkinan mereka menyiapkan pengawal dan pembunuh bayaran jika mengetahui Professor hilang" ucap Vanya begitu khawatir. Tapi semua ini sudah bisa diprediksi. Kemungkinan selamat sangat kecil. Tapi tidak ada yang tau sebelum dicoba.


"Tenang saja. Kita lakukan rencana B. Jangan membantah lagi sudah tak ada waktu. Jika dalam satu jam aku belum sampai disana, kau bisa membawa Professor ketempat yang sudah kita sepakati. Jangan lupa kita juga bekerjasama dengan interpol" Jelasku mengakhiri komunikasi kami.


"Sekarang terserah padamu Sherin. Kau tetap harus selamat!!!" kataku berusaha kuat.


Kubuka plafon toilet tempatku tadi. Aku berusaha mengendap-endap melalui ventilasi berjalan merangkak menuju ruangan tepat dibelakang pintu usang tadi. Berusaha mencari celah dan menyelinap masuk melalui lubang ventilasi. Penjagaannya sangat ketat. Untungnya, Denah keseluruhan hotel ini sudah kuretas dan benar-benar sangat menakjubkan.


Dengan kemewahan dan kenikmatan dunia yang disuguhkan hotel ini, ternyata terdapat ruang bawah tanah tempat penyiksaan manusia. Uji coba kecerdasan buatan.


Mereka melakukan uji coba kloning manusia dengan IQ diatas 140 untuk mendapatkan manusia genius yang kembar identik. Hasil kloning akan berbagi rantai DNA dan kode genetik hampir 90%. Ilegal karena dilakukan pada manusia yang masih hidup dan benar-benar sangat kejam. Biasanya kloning hanya dilakukan pada hewan dan buah-buahan. Tapi kali ini mereka menggunakan manusia tak berdosa untuk mencapai tujuan mereka yang astral.


Dari balik plafon tempatku bersembunyi, aku bisa melihat semua aktifitas yang mereka lakukan. Sungguh kejam dan sadis.


"Argghhhhhhhh.... tolong lepaskan kami!!! Kalian sungguh kejam. Kenapa harus kami. Saya benar-benar menyesal bekerja di perusahaan ini jika pada akhirnya hanya menjadi kelinci percobaan kalian. Arghhhh..." teriak seorang laki-laki kurus dengan keadaan memprihatinkan terus saja diinjak oleh pengawal secara kejam. Dan disampingnya ada lima orang lelaki lagi yang ketakutan tak berani bicara.


"Tutup mulutmu!!! Kalian itu hanya alat untuk mencapai tujuan bos kami. Jadi Nyawa kalian tak berharga sama sekali di mata bos kami. PLAKKKKK PLAKKKKK. Jika kau masih ingin hidup juga istri dan anakmu selamat maka diamlah dan lakukan yang bos kami suruh" pemandangan tak mengenakkan melihat mereka terus menyiksa orang lain.


"Siapa bos mereka??? Kenapa melakukan hal sekejam ini??? Apa tujuan mereka sebenarnya. Ohhh tunggu... Bibi adalah seorang ahli genetika begitu juga dengan Paman. Mungkinkah ini ada kaitannya??? Aku harus mencari tahu lebih lanjut" terus saja kuputar otakku bagaimana aku bisa pergi dengan selamat dan tanpa dicurigai tapi mereka juga bisa melarikan diri dari tempat terkutuk ini.


"Presdir mencari kita" ucap salah satu pengawal yang baru saja datang.


Setelah kurasa aman, Kulumpuhkan semua cctv yang terhubung ke pusat induk informasi hanya dengan menembakkan virus yang kubuat tepat dilayar sehingga dalam waktu tiga puluh menit mereka takkan menyadari apa yang terjadi karena hanya akan ada adegan sebelumnya yang terulang--ulang. Segera kubuka sel yang mengurung mereka.


"Ssutttt... Agen BND (Bundesnachrichtendienst, Badan intelijen Luar Negeri Republik Federal Jerman). Diam dan dengarkan aku baik-baik. Kalian bisa keluar tanpa mereka tahu. Kalian hanya perlu masuk ke dalam labirin diujung lorong ini. Kalian ingat hanya boleh mengambil arah kanan. Ingat hanya kanan biarpun banyak sekali jalan bercabang tetap ambil arah kanan. Kira-kira setengah jam kalian akan langsung berada di pegunungan. Tidak ada penjaga sama sekali. Gunakan uang ini , ganti penampilan kalian dan hubungi nomor ini bilang Nona L. Apa kalian tau laki-laki ini???" tanyaku menunjukkan foto seorang laki-laki yang tak lain adalah pamanku sendiri.


"Baiklah kalian bisa pergi sekarang!!!" Dengan memaksa aku menyuruh mereka bergegas. Karena sebentar lagi para penjaga akan datang. Dengan lewat lubang ventilasi dan langit-langit ruangan ini aku berhasil menuju ke toilet tempatku tadi. Kurapikan baju dan riasanku.


"Ohhhh... apa yang kalian lakukan di toilet wanita???" teriakku terkejut melihat dua pengawal berjaga di pintu depan toilet wanita. Kemudian kutampar mereka sengaja memancing keributan.


"Maaf nona Liliana, Presdir yang menyuruh kami karena Presdir begitu khawatir Anda belum kembali.


"Arghhhhh perutku sakit sekali. Ceppat keluarrrrr!!!" teriakku kembali kedalam toilet.


BROTTTTTTTT... BROTTTTTTTT... suara yang mau tak mau kubuat untuk mengecoh. mereka. Sepuluh menit kurasa cukup berada ditempat ini.


"Astaga lagi lagi dan lagi lagi aku harus berhubungan dengan toilet. Ihhhhhhhh menjijikkan" umpatku kesal.


"Kenapa kalian masih disini???" teriakku kesal.


"Tentu saja menjaga Anda nona. Mari kami antarkan ke tempat Presdir" kata pengawal itu mencoba mengantarku ke tempat si kejam Roy.


"Silahkan nona" pengawal itu membukakan pintu sebuah ruangan tapi lebih mirip kamar hotel.


"Astaga, aku masuk kedalam jebakan" sadar dengan yang Roy inginkan aku segera berbalik. BRUKKK...


"Ahhh sakitnya..." kupegang dahiku karena tak sengaja menabrak hidung si Roy.


"Sayang kau tak apa??" tanyanya begitu lembut.


"Ohhh cobaan apa lagi ini, kenapa dia mengejarku terus" keluhku dalam hati.


"Tak apa hanya sedikit pusing" tanpa izin dariku dia membopongku ke tempat tidur.


"Ahhhhh... Tak boleh... tak boleh... Dasar Roy sialan... beraninya dia membopongku. Kak rey saja belum pernah.... aduhhhh gawatt... berpikir Sherin Sherin berpikir" teriakku panik dalam hati tapi harus beracting normal dalam kenyataan.


"Duduklah!!!" Aku terdiam dan bingung. Dia sungguh tak melakukan apapun padaku seperti bayangan ketakutanku.


"Liliana. Aku takkan berbuat yang macam-macam. Dihatiku hanya ada satu orang yang kucintai yaitu Sherin adikmu. Kau begitu mirip dengannya hanya saja kau terlihat lebih dewasa" jelasnya duduk disampingku.


"Sherin??? bukankah dia bertunangan dengan Reynan, anak bungsu dari keluarga Gunanto" kataku mencoba mengorek info yang dia tahu.

__ADS_1


Tiba-tiba dia mendekatkan wajahnya dengan sorot mata tajam dan mencekikku.


"Jangan pernah menyebut nama laki-laki itu. Mengerti!!!" ancamnya melepaskan tangannya kasar dari leherku.


"Huks huks... kenapa kau harus menceritakannya padaku. Toh Sherin dan aku tak cukup akrab" kataku kesal.


"Hehh... entah kenapa aku ingin bercerita padamu. Gadis itu sangat sulit didekati bahkan setelah mereka putus. Tapi aku akan terus mencoba. Jika aku menghancurkan perusahaan ayah dan neneknya dia pasti akan melakukan apapun dan datang memohon padaku" jelasnya tanpa curiga.


"Astaga, ini orang bodohnya kebangetan. Sherin akan diam saja dan berlutut memohon kepadamu ha ha ha kau terlalu meremehkanku" batinku mengejeknya.


"Jadi kau mau bekerja sama denganku untuk menjatuhkan mereka???" tanyaku langsung to the poin.


"Tentu saja. Apalagi yang kumau. Jangan berharap kau benar-benar mau jadi kekasihku"


"Ha ha ha... mana mungkin. Jangan harap aku mau menerimu juga. Baiklah mana kontrak kerja samanya. Aku pelajari dulu!!!" jawabku ketus tersenyum kecut.


"Sial dia merendahkanku. Woyyyy... Gue Sherin kalau lu tau lu bakal pingsan 7x" teriakku mengumpat sendiri.


"Baiklah mari kita tanda tangani sekarang!!!" kataku langsung menyetujui semua isi kontrak kerjasama ini setelah mempelajarinya secara cepat" kataku langsung mengambil bolpoin ditangannya dan bertukar berkas kontrak satunya.


"Selesai. Kalau gitu, aku pergi dulu ya dadah sayang semoga impianmu terwujud bisa bersama Sherin. Bye!!!" teriakku berjalan keluar kamar hotel meninggalkannya sendiri.


Dalam Kamar Hotel


"Masuk!!!"


"Presdir apa yang perlu kami lakukan??"


"Awasi dia dan tangkap Professor Dominique hidup atau mati"


"Apa anda mencurigai nona Liliana yang telah membawa kabur professor??"


"Bukan dia tapi asistennya. Liliana tak tau jika asistennya itu sangat mencintai professor Dominique. Dia melakukannya sendiri. Bagaimana dengan kelinci percobaan kita??"


"Maaf Presdir. Mereka hilang tanpa jejak. Kemungkinan mereka melarikan diri kedalam labirin"


"Biarkan saja mereka akan mati cepat atau lambat. Labirin itu tak ada jalan keluarnya. Tugas kalian cari nona S dan tuan K. Mereka yang akan menjadi kelinci kita selanjutnya. IQ mereka diatas 200. Tuan Chris sudah mengirim info mereka tapi itu sangat minim sekali. Maka cari tau bagaimanapun caranya. Pergilah!!!"


"Baik Presdir. Kami takkan mengecewakan anda lagi"


Dalam Labirin


"Apakah nona tadi tak menipu kita??"


"Aku percaya padanya. Dia memberi harapan walau sedikit setidaknya ini yang harus kita lakukan, percaya pada kata-katanya"


"Hey lihatlah ada cahaya, meskipun tidak terang tapi cahaya itu cahaya kebebasan. Kita bebas.... syukurlah kita bebas...." teriak senang mereka bersama.


Flashback


"Maaf tuan Alonso. Saya harus ketoilet dulu"


"Silahkan nona Vanya"


"Melalui plafon toilet kita bisa terhubung ke seluruh ruangan bawah tanah. Jika kau merangkak lurus di lubang ventilasi lalu belok kiri maka akan ada ruangan dengan penjagaan super ketat. Dan jika kau bisa melumpuhkan para penjaga disana maka berjalanlah ke arah kiri lalu kanan. Penjara besi berlapis adalah tempat dimana professor Dominique dikurung"


"Baiklah nona. Aku mengerti"


Dengan senapan kedap suara kutembakkan peluru bius dari lubang ventilasi.


Suttttt... suttttt... suttttt...


ahh BRAKKKKK.. BRAKKKKK... kelima penjaga itu berhasil kulumpuhkan. Sesuai arahan nona Liliana seharusnya penjara besi disini.


Segera kupatahkan gembok besi ini dengan pistol lipstikku. Dashh... Dashh...


"Professor..."


"Vanya.... Dimana Liliana??? Tak mungkin kau menerobos kesini sendiri kan???"


"Nona ada di ballroom. Cepat prof, kita harus segera keluar sebelum penjaga lainnya tahu"


Sekali lagi kami mengikuti arahan dari nona. Lurus belok kanan masuklah kedalam lubang hitam itu tinggi kira-kira dua meter kau gunakan tali kendali. Kemungkinan prof terluka. Setelah itu berjalanlah lurus sampai anak tangga naiklah. Jangan pernah menghidupkan sesuatu yang menimbulkan percikan api karena tempat itu gudang senjata ilegal mereka. Gunakan radio panggilmu untuk menghubungi pilot heli. Dia akan datang tiga menit kemudian. Pergilah ke villa aliesterrr milik bibi Fang tepat disebelah hotel Ritz tempat kita menginap. Kau tak boleh kembali ke hotel rubah penampilanmu. Roy sudah memprediksi jika kau menculik Professor dan ingin kau menjadi kambing hitam dalam uji coba kecerdasan buatan mereka. Tunggulah tiga hari lagi aku akan menjemputnya setelah mereka tertangkap beserta bukti-buktinya. Semoga kau menikmati momen berdua dengan Professor. Aku selalu mendukungmu Vanya. Semoga berhasil. Sisanya serahkan padaku.

__ADS_1


__ADS_2