Kehidupan, perjodohan dan kesabaran

Kehidupan, perjodohan dan kesabaran
Penyamaran


__ADS_3

Keesokan Paginya


"Pakai ini!!!" pintaku kepada mereka bertiga tanpa basa basi.


"Nona, Anda yakin akan melakukan ini???" tanya Vanya sedikit cemas.


"Topeng kulit, perubah suara, senjata, baju mereka. Apa kita akan menyamar menjadi mereka?? Kau benar-benar gila Mong. Pikirkan baik-baik. Apa kau mau masuk ke markas mereka??? Sama saja kau memberi makanan kepada mereka" kata kak Rey lebih cemas lagi.


"Tentu saja jika aku tidak gila maka mereka yang akan menjadi gila. Hanya ada satu cara mencari kebenaran tanpa ada kesalahan. Menyusup. Kalau kalian takut, aku mengizinkan kalian tetap disini. Bagaimana???" kataku memberi pilihan.


Entah apa yang ada dipikiran mereka semua, tapi demi apa yang sedang dipertaruhkan saat ini bahkan kami tak bisa memilih semaunya.


"Bagaimana, kalian boleh memikirkannya baik-baik. Sebagai bahan pertimbangan aku beri kalian informasinya. Jika Chen berhasil melakukan transaksi ini maka bisa dipastikan dia mendapatkan data kekuatan militer setiap negara di dunia. Tapi jika aku bisa merebut chip ini dan merusaknya dengan virus monster maka kita tak perlu khawatir lagi. Tapi jika chip ini sudah ada ditangannya maka Persenjataan, bahan nuklir, dan obat-obatan akan lebih mudah dipasok dan diselundupkan olehnya dan dia menjadi satu-satunya gudang obat dan senjata terbesar.


Dengan kata lain setiap negara akan mengalami krisis obat, senjata bahkan akan ada perang nuklir dikemudian hari karena markas militer yang dia bangun akan dilegalkan dengan melakukan pertukaran yang adil. Dia akan menjadi pemasok utama senjata dan obat-obatan di setiap negara yang akan dia kuasai dengan dalih perusahaan fiktif yang dia dirikan padahal sebenarnya itu adalah markas militer rahasia yang dia bangun. Dengan perlahan dia akan menguasai sebuah negara satu persatu" jelasku.


"Memang itu yang kami khawatirkan selama ini. Tapi apakah tak ada cara lain merebut chip itu???" tanya kak Rey masih berusaha mencari solusi lain.


"Ada. Aku menggodanya ha ha" kataku membuat mereka kaget.


"Jangan bercanda. Aku tak mengizinkannya" teriak kak Rey marah.


"Tenang dulu. Ini hanya pura-pura sayang. Info yang aku miliki tentang Chen Shiao ini sangat sedikit sekali. Aku hanya tau kalau dia sangat tertarik dengan Morin. Apapun yang wanita ini mau pasti Chen berikan. Bukankah ini ide yang bagus he he" kataku tersenyum penuh tak tik.


"Tidak. Jangan macam-macam. Delapan hari dari sekarang kau akan jadi istriku" kata kak Rey tegas menatap tajam ke arahku.


"Hyaaa... maksudku kakak. Bisakah kau mengizinkannya??? Bukan demi aku tapi demi semuanya... ya ya... ayolah...." kataku berteriak kemudian lembut mencoba bersikap manja dan merayunya.


"Kalau saja kau tak tertangkap Morin pasti aku sudah melakukan rencanaku. Ini semua kan juga gara-gara kau mengacaukan semuanya" gumamku kesal sendiri.


"Kau bilang apa???" tanya kak Rey kesal.


"Tak ada. Disini banyak nyamuk Plok... plok... sampai kesal aku dibuatnya ha ha ha.... Kalau gitu pikirkan saja solusinya sendiri. Jam sepuluh transaksi pertama akan dilakukan 10 km dari markas ini" kataku segera meninggalkan mereka.


"Kau mau kemana???" tanya kak Rey berteriak.


"Mau bermain sebentar. Disini sudah tidak seru lagi" jawabku berjalan ke tempat Vanya menyembunyikan tubuh para bawahan Richard yang sudah tidak berdaya.


Sebuah lubang rahasia ditengah hutan yang terbengkalai.


"Baguslah aku bisa menemukan tempat ini, setidaknya ini sangat berguna" kataku segera terduduk berjongkok didepan tubuh-tubuh tak berdaya.


"Baiklah. Lihatlah apa yang akan aku lakukan kepada kalian. Mari kita bermain main sebentar!!!" kataku berbisik pelan.


Segera kumasukkan formula pemulih kedalam mulut mereka satu persatu dan meninggalkan empat lainnya biar tetap dalam keadaan seperti itu saja.


Dengan kelumpuhan total syaraf yang mereka derita maka dengan mudahnya aku bisa membuat mereka menurut hanya kepadaku. Sedikit sentuhan hipnoteraphy dan pil pengendali kemungkinan rencanaku kali ini akan berhasil.


"Dengarkan aku baik-baik. Aku adalah Tuanmu. Kalian harus patuh padaku. Dia Richard, ini Sanders mereka adalah musuhku. Maka siapapun musuhku berarti musuh kalian. Ada satu lagi Chen Shiao dialah musuh utamaku. Kalian mengerti!!!" jelasku mencuci otak mereka.


"Mengerti Tuan. Kami siap melayani anda dengan senang hati" jawab mereka bersama.


"Baiklah. Sekarang ikut denganku. Akan ku kenalkan kepada majikan kalian yang lain" perintahku langsung berjalan lagi ke dalam gubuk derita diikuti mereka.


"Diam disana!!! Jangan bergerak!!!" teriak Rendy menodongkan senjata secara tiba-tiba.


"Heyyy Tuan Rendy, turunkan senjatamu. Itu berbahaya sekali" kataku segera menyentuh moncong pistol dan menurunkannya.


"Apa ini??? Mong kau tidak sedang bercanda dengan kami kan??? Kau bersekongkol dengan mereka??? Mong lihatlah wajah tampanku yang babak belur itu semua karena mereka" jelas kak Rey mencoba cari perhatian.


"Beri salam kepada majikan kalian" perintahku.


"Hormat kami majikan sekalian. Kami siap melayani dengan sepenuh hati" sapa mereka bersama membungkukkan badan.


"Hahhhhh..... Bagaimana bisa??? Kau tak sedang bercanda kan???" kata kak Rey heran. Begitu juga Vanya dan Rendy saling tatap.


"Nona, Anda??? Apakah formula yang baru Anda ciptakan benar-benar berhasil???" tanya Vanya tak percaya.


"Formula???" tanya Rendy heran.


"Iya, sebelum berangkat kesini, nona melakukan eksperimen membuat pil pengendali tubuh selama dua jam. Tak kusangka bisa langsung berhasil. Kalian bisa menyebutnya pil zombie. Pil itu bisa mengendalikan tubuh seseorang dengan memberikan reaksi kimia kedalam susunan sel syaraf otak yang sudah dilumpuhkan. Otak manusia terdiri dari 100 Miliar sel otak (neuron) dan sekitar 1 Triliun sel pendukung (glia) yang membantu neuron. Secara alami setiap manusia akan kehilangan 1 gram massa otak per tahun dengan hitungan ilmiahnya 70 juta neuron pertahun atau 190 ribu perhari sel otak akan melambat, rusak atau mati. Formula zombie ini adalah kelanjutan formula bius pelumpuh syaraf. Nona membuatnya menggunakan campuran dari ketamin, oksida nitrat (gas tertawa), inhalansia Volatile zat yang biasanya terkandung dalam lem, bensin dan thinner juga kandungan kimia lainnya yang langsung bisa melumpuhkan neuron di otak manusia secara keseluruhan. Hanya melumpuhkan bukan mematikan neuron. Ha ha... jangan khawatir, Nona membuatnya hanya untuk orang jahat saja tidak diperjualbelikan bebas ha ha ha.... Rahasia lain dari pil ini hanya nona yang tahu" jelas Vanya membuatku kesal dan menatapnya tajam.


"Nona Maaf.... Saya akan tutup mulut" katanya tertunduk menyesal.


"Bagaimana sudah kalian putuskan??" tanyaku sekali lagi.


"Baiklah. Kami ikut. Jika aku tak ikut kau pasti juga keras kepala menempuh bahaya sendiri" gerutu kak Rey kesal.


"Kapten, apa ini yang dinamakan Einstein cantik. Kau luar biasa bisa menikah dengannya. Aku iri" kata Rendy dengan mata berbinar dan seperti terpesona.


Takkk...... Kupukul kepalanya pelan.


"Jika kau terpesona maka lakukan tugasmu dengan benar" kataku segera berganti kostum. Begitu juga dengan mereka.


Lima menit kemudian...


"Woaahhhhhh.... cantiknya??? Nona Morin maukah kau menikah denganku???" tanya Rendy sengaja memancing didalam air keruh.


PLAKKK.... Kak Rey memukul kepalanya keras.


"Sebaiknya kau tau diri. Didalam tubuh itu ada calon istriku. Jangan macam-macam!!!" kata kak Rey kesal.


"Nona... bagaimana, Apa aku sudah nampak seperti laki-laki penembak jitu itu???" tanya Vanya menyamar sebagai seorang laki-laki.


"Berdirilah lebih tegap dan jalanlah seperti seorang laki-laki!!!" pintaku tegas.


"Baiklah kita berangkat sekarang. Aku sudah memperbaiki ban mobilnya" jelasku segera berjalan kearah mobil Jeep yang mereka pakai semalam.


"Sayank, kau memperbaikinya sendiri??? Aku penasaran waktu bayi kau seperti apa??? Apa anak kita akan genius dan lucu sepertimu ya...." tanya kak Rey dengan senyum mengembang dan mata berbinar-binar.


"Kalau mau tau kita bisa mencobanya. Menangkan kasus ini dan segera pulang untuk menikah" godaku berbisik di telinganya.


"Hore.... Oopppsss... Ehem ehem... Baiklah kita berangkat sekarang!!!" katanya dari ekspresi kanak-kanak langsung berubah tegas.


15 menit kemudian,


"Ini adalah markas Richard. Kita tak tau apa yang akan terjadi disana. Gunakan kemampuan dan kecerdasan kalian masing-masing. Kak Rey, aku ingatkan jangan terpancing emosi dengan apapun. Aku tau kau begitu mencintaiku tapi kali ini gunakan akal sehatmu dengan baik. Jangan jadi bucin tingkat akut, kau mengerti" teriakku keras supaya dia mengingatnya.


"He he he kau menyakitiku Mong. Aku tau. Tapi jangan mau disentuhnya ya???" jawabnya masih belum menyerah juga.


"Hyaaa, kakak lihatlah ini semua kulit buatan bagaimana dia menyentuhku. Kalaupun menyentuh ya yang disentuhnya bukan aku. Kalau kau masih bucin kau tinggal disini!!!" teriakku marah. Vanya tak berani melihat kearahku kalau aku sedang marah tingkat tinggi.


"Kapten, jangan membuat masalah dengan Macan betina" kata kak Rendy berbisik.


"Hyaaa.... Siapa yang macan!!!! Kalian berdua jangan buat masalah, kalau tidak akan kusunat punyamu 10 kali mengerti!!!!" teriakku kesal karena sudah stress sebelum berperang.


"Ha ha ha tamatlah kita!!!" gemam mereka bersama.


"Lajukan mobilnya. Kita masuk sekarang!!!" kataku kepada anak buah Richard yang kukendalikan.


Di Tempat Lain

__ADS_1


"Aishhhh sial... kemana mereka lari?? teriak Richie kehilangan jejak anak buah Richard.


"Awas Richie di belakangmu!!!" teriak Kitty siaga.


Dagggsss.... Srekkkk... Richie berhasil menyayat perut laki-laki itu dan membunuhnya.


"Baiklah kita atasi ini dulu. Ternyata formula yang diberi Liliana sangat berguna. Meskipun aku terkena luka tembak tapi luka ini segera sembuh dan menutup sempurna. Apa dia berhasil masuk ke markas mereka???" kata Richie mencoba menerka.


"Hyaa kita harus bergegas membereskan anak buah Richard yang tersisa. Kalau dihitung masih ada 20 penjaga lagi yang ada di sekeliling markasnya. Kurasa dengan kemampuan dan otak Lili dia pasti berhasil masuk kesana. Kau tak perlu mencemaskannya lagi" kata Kitty segera berjalan ke pos penjagaan lainnya.


"Baiklah. Kita habisi mereka!!" ajak Richie.


Markas Besar Richard


"Buka pintunya, nona Morin telah tiba!!!" teriak salah satu penjaga.


"Turunlah dan ikuti skenarionya!!!" kataku pelan.


"Morin sayang... Cup... cup..." sapa Richard mencium pipiku lembut. Kulihat kak Rey menatap penuh amarah tapi segera terkontrol lagi.


"Beb... Baru sebentar aku pergi kau sudah merindukanku... ahhhh kau nakal" kataku berusaha bersikap menggoda seperti Morin asli.


"Hey darling, kau meninggalkanku semalaman, bagaimana aku bisa tidur tanpa menjamah dirimu yang sexy. Tapi sudahlah, kau sekarang disini, bagaimana kalau kita melakukannya sebelum transaksi. Aku merindukanmu sayang..." kata Richard tak tau malu.


"Mati aku. Orang ini gila dan hypersex. Sialan... akan kubuat dirinya pingsan" pikirku mengumpat terus.


"Aaahhhh kau nakal.... Kamu hanya menginginkan tubuhku. Aku membencinya huhhh..." kataku genit dan kesal.


(Astaga.... Authorsss peran apa ini. Penggoda, pemuas nafsu, wanita jalang, thorrsssss keluarlah,, akan kubunuh kau!!!!!" 😌😌😌😣😣😣).


"Permisi bos, Tuan Chen ada disini" kata penjaga.


"Sialan, aku baru saja mau bersenang-senang. Buaya itu malah datang. Persilahkan dia masuk!!!" kata Richard kesal.


"Sayang kita tunda dulu. Setelah transaksi ini aku menginginkanmu" kata Richard menggandengku ke arah Chen Shiao.


"Fuhhhh.... selamat selamat" batinku lega begitupun kak Rey, Rendy dan Vanya.


"Tuan Chen Shiao, bukankah kau datang terlalu awal??" kata Richard entah berbicara dengan siapa tak terlihat wujudnya.


"Aku kemari bukan untuk menemuimu. Aku kemari untuk bersenang-senang dengan morinku tersayang. Morinnnn.... sayangku.... Kau dimana???" kata yang terdengar jelas ditelingaku tapi tak terlihat wujud yang bersuara.


"Siapa itu??? Hantukah??? Sialan si Morin, sebenarnya berapa orang yang digodanya he he he..." batinku kesal.


"Morin sayang, ada apa denganmu??? apa kau tak mengenaliku sekarang???" kata seseorang yang dipanggil Tuan Chen terdengar sangat dekat tapi aku sama sekali tak melihatnya.


"Apakah dia manusia transparan???" pikirku. Mencoba melihat kearah mereka yang menunjuk ke bawahku.


"Astaga OCILLLL" teriakku kaget melompat mundur.


"Sayang kenapa kau berteriak ketakutan melihatku??" tanyanya lembut.


"Sayang OCILLLku yang imut. Astaga Om sangat kecil sekali. Imutnya... gemes aku..." kataku menoel pipinya berkali-kali. Tak disangka orang yang kejam, dan ingin menguasai seluruh negara Om Om kerdil ini. Astaga lelucon apa ini he he he...


"Aku suka caramu menggodaku. Morin gendong aku!!!" pinta Chen ocil mengagetkanku.


Semua mata menatap kearah kami. Aura dingin dan mencekam. Richard dengan muka merah padam, kak Rey dengan tangan mengepal, dan yang lebih aneh Sanders mencengkeram ujung meja dengan tangan gemetar. Cinta segi empat kah ini???


"Baiklah aku punya mainan baru. Kita lihat sekarang, siapa yang akan menang" batinku senang.


"Lumpuhkan semua penjaga diluar ganti dengan anak buahku" kataku ke Vanya melalui isyarat.


"Baiklah. Kita bertransaksi sekarang. Pengawal, bawa masuk!!!" teriak Chen setuju.


"Gadis nakal, ternyata kau cerdik juga. Jangan lupa aku menunggumu di kamar" bisik Richard masih berharap tubuhnya Morin.


"Sanders bawakan chip, senjata dan sample obat-obatan kemari!!!" teriak Richard tapi seolah mata Sanders menginginkanku ikut dengannya.


"Tuan silahkan anda duduk dulu, saya akan mengambilkan minuman untuk Anda... muachhh... ahhhh...!!!" kataku mencoba mencari tahu siasat masing-masing dari mereka.


"Kembalilah segera sayangku..." sahut Chen ocilll.


Aku bergegas mendekati Sanders.


BRAKKKKK.... Sanders mengurungkan dengan kedua tangannya membuatku terhimpit diantara dinding.


"Astaga... apa aku ketahuan???" pekikku tak percaya.


"Morin sudah kubilang, jangan menggoda mereka. Aku tak sanggup melihatmu dengan mereka. Lihatlah chip ini sekarang ada ditangan kita, dan lihatlah ini kunci brankas milik Richard dan semua persenjataan dan obat-obatan sudah kuatur atas nama kita. Jangan berharap kau bisa lari dariku. Kita akan selalu bersama. Setelah membunuh mereka mari kita menikah dan menikmati semuanya dan jadi penguasa di seluruh negara" jelasnya semua menjadi terang. Konspirasi orang dalam. Pengkhianatan.


"Sayang, kau tau aku melakukan ini semua untukmu. Apa kau tak salah ini chip yang dimaksud. Apa kau yakin. Bagaimana kalau Richard menggantinya???" kataku membuatnya goyah.


"Kalau gitu periksalah tapi kau harus cepat. Kalau tidak kita semua mati. Aku akan mengambil senjata dan sample obatnya" kata Sanders memberikan chip itu tanpa curiga.


"Baiklah sayang. Aku akan memeriksanya dengan cepat" kataku segera mengambil chip itu dan mengeceknya di komputer.


"Baiklah kita lihat sekarang. Syukurlah.. ini chip yang kucari segera kumasukkan virus monster dan menghancurkan seluruh datanya tapi sebelum itu aku menyalin datanya dan kukirim ke akun rahasiaku untuk penyelidikan lebih lanjut. Selesai" segera kuambil chip itu dan mengembalikannya kembali ke Sanders.


"Sayang... aku tak bisa membukanya. Aku percaya padamu" kataku memberi chip itu.


"Tak apa. Yang penting kau percaya padaku" katanya segera keluar membawa koper berisi chip palsu dan beberapa sample obat dan senjata.


Aku segera membawa minuman yang sudah kuberi pelumpuh syaraf dengan dosis sedang. Itu akan bereaksi setelah lima menit. Badan mereka akan menjadi mati suri.


"Tuan Chen, Tuan Richard ini minuman Anda. Ada kasih sayang dan cintaku didalamnya" kataku berbisik manja ditelinga mereka.


"Hahaha... tentu saja morinku sayang, aku segera meminumnya" jawab Chen ocilll dan Richard yang mudah ditipu. Bagaimana dengan Sanders, apa dia mau meminumnya???


"Sanders, minumlah dulu, kau pasti lelah" perintah Richard tanpa curiga.


"Nona penjaga diluar sudah berhasil dilumpuhkan semua" kata Vanya lewat isyarat mata yang hanya diketahui kami agen mata-mata.


"Tunggulah lima menit, kita mulai operasi" balasku dengan isyarat juga.


"Sanders, ini untukmu!!!" kataku memberinya minuman yang sama.


Perlahan dia meminumnya. Tak disangka pengaruh wanita terhadap pria begitu besar.


"Dasar kau wanita racun dunia ha ha ha... Hidup wanita... hidup wanita... Racun... racunn.... ha ha ha" tawaku senang penuh kemenangan.


"Baiklah, aku sudah mentransfer semua kerekeningmu. Kau bisa check di akun bank swissmu" kata Chen serius.


"Silahkan kau check obat dan senjata kami. Ini chip yang kau inginkan!!!" kata Richard gantian.


Chen mulai memasukkan chip itu kedalam komputer. Aku begitu tegang dan juga semua orang yang ada disana.


BRAKKKKK.... Dagggsss....


"Richard, sialan kau menipuku" teriak Chen ocilll marah melempar laptop tepat ke kepala Richard.


"Darah.... Sialan kau chen" teriak Richard melempar keras senapan tepat ke kepala Chen ocilll.

__ADS_1


BRAKKKKK.... Dugggg... Pranggggg... Klontangggg.... Mereka bertiga jatuh kelantai karena reaksi obat yang kuberikan mulai bekerja.


"Lepas topeng kalian, kalau tidak tentara aliansi akan memburu kita" kataku segera melepas penyamaran.


"Sialan kau.... beraninya kau menipu kami. Siapa kau???" teriak marah si Richard yang sudah tak berdaya.


"Ha ha ha... Dasar cowok bucin. Lihatlah dirimu. Aku tak menipumu hanya saja menggunakan sedikit kemampuan menggodaku untuk kalian. Siapa aku,,, Baiklah dengarkan baik baik dan ingatlah namaku Liliana, sebutanku cruel princess agent. Bagaimana apa kalian sudah ingat!!!" jelasku sedikit narsis.


"Ha ha ha ternyata gadis legenda musuh nomor satu Morin. Tak kusangka aku bisa menyaksikan kehebatanmu sendiri. Apa kau pikir kau bisa keluar dari tempat ini dengan selamat???" ancam Richard sementara Chen ocilll dan Sanders terkapar sekarat ditanah.


"Vanya, panda, monyet kau bisa membereskan mereka sekarang. Gunakan senapan bius pelumpuh syaraf karena kita harus menangkap mereka hidup-hidup. Waktu kalian tak lebih dari sepuluh menit. Cepatlah!!!" teriakku.


"Dan kau Richard, apa kau pikir aku kesini tanpa persiapan??? Aku sudah menyelidikinya. Kau menanam 101 bom di setiap titik di markasmu. Dan kau juga menyiapkan ranjau yang kau tanam di sepanjang jalan keluar dari markasmu. Bagaimana apa informasi ku salah???" jelasku.


"Ha ha ha ternyata kau sangat cerdik.... Aku terlalu meremehkanmu anak kecil" teriak Richard tertawa menggila.


"Baiklah, waktu bicaramu habis. Lupakanlah apa yang terjadi dan jadilah anak baik" kataku segera menembak peluru bius pelumpuh syaraf.


Plushhhhhh... plushhhhhh... plushhhhhh...


"Ketiga pemimpin penjahat berhasil dilumpuhkan" kataku melalui smartwatch modiffication.


"Bagus. Pintu gerbang selatan sudah siap" jawab kak Richie melalui smartwatch modiffication juga.


"Mong Mong semua sudah masuk ke mobil. Semua orang, senjata, obat-obatan dan barang bukti lain" kata kak Rey terlihat kecapean.


"Kak, bawa mereka bertiga sekarang. Dengarkan tempat ini akan meledak dalam waktu lima menit. Tak ada yang bisa menghentikannya. Kita lewat jalur selatan. Semua jalan yang kita lewati tadi sudah diaktifkan bom dan ranjaunya. Kita harus mengemudi sendiri. Ada lima Jeep dan tiga kontainer. Kalian pikirkan sendiri akan menyetir yang mana. Kau anak buahku kalian bawa jeep itu bersama Vanya. Kak Rey kak Rendy dan aku bisa menyetir container. Bergegas semuanya" teriakku sambil menyetel waktu.


"Nona kau memegang apa itu???" teriak Vanya segera naik ke mobil.


"Ini lucu, aneh... Aku sendiri tak tau apa ini???" kataku mencoba mencari tau barang aneh ini siapa tau berguna. Barang mungil berbentuk buah nanas dengan suara lucu.


"Mong Mong kau sudah gila???" teriak kak Rey kembali ke arahku.


"Apa??? Aku masih waras" teriakku tak terima.


"Lepaskan itu!!!" teriak kak Rey bergegas menuju container didepanku.


"Ini lucu sayank" kataku masih tak mau mengalah.


"Lucu apanya??? Buang jauh-jauh. Itu bom nanas...." teriak kak Rey segera menjalankan containernya. Begitupun aku dan Rendy. Sementara Vanya dan anak buahku sudah terlebih dahulu keluar dari markas ini.


"Bom nanas..... huaaaaaa.... Matilah aku...." teriakku tak percaya.


"Bagaimana sayank, aku tak bisa membuangnya sekarang???" teriakku sambil mengemudi container obat melakukan panggilan melalui smartwatch yang terhubung ke alat komunikasi kak Rey.


"Kenapa tak bisa???" teriaknya frustasi.


"Jika kulempar sekarang maka bom lainnya akan meledak secara beruntun. Kita harus keluar dulu melewati gerbang pos jaga sebelah selatan" jelasku terbagi fokus antara mengemudi, bom nanas dan timer yang tinggal satu menit.


"Lemparkan saat kubilang lempar!!! Didepan ada sungai lemparkan kesana" teriak kak Rey memberi perintah.


"Oh tidakkk.... Kasian ikan ikan imut disana harus terkena bom nanas hiks hiks hiks" kataku menolak.


"Kau gila Mong Mong.... Kau ingin kita yang meledak??? Aku masih ingin menikah denganmu.... Lemparkan sekarang!!!!" teriak kak Rey semakin frustasi.


"Baiklah. Selamat tinggal bom nanas imutku hiks hiks hiks..." kataku segera melempar bom nanas itu ke sungai tak jauh dari jalan yang kami lewati.


BLUMMMMMMM...... Daya ledakan yang lumayan keras kalau didarat. Kulihat timer tak kurang dari 20 detik.


"20 detik lagi kak.... Kenapa kau mengemudi kayak kura-kura. Cepatlah!!! Aku masih ingin menikahimu juga. Tancap gasmu!!!" teriakku sekarang yang begitu frustasi.


"Ini batas maksimum ku sayang!!!" jawab kak Rey tak tau jarak ke pintu Selatan masih 200 meteran sementara timer tidak kurang dari 15 detik. Aku harus membuatnya terpacu.


"Kalau kau tidak bisa lebih cepat dari ini, jangan harap ada malam pertama dan lainnya.... Kau dengar itu!!!!" teriakku marah dengan menggebu-gebu.


Akhirnya dia menambah kecepatannya. 10..9...8...7...6....


"Oh tidak, aku masih di daerah terkena dampak. Kak Rey kalau tidak cepat akan kusunat itumu sampai habis sekarang juga, kau dengarrrrr...." teriakku kencang.


BOOMMM DUARRRRR BOOOMMM DUARRR DUARRRRRR BOOMMM DUARRRRR....


Serentetan bom meledak tanpa pandang bulu.


"Hahhhhh.... syukurlah aku selamat" kataku menghela nafas melajukan container dengan kecepatan konstan.


"Kau tak apa sayang???" kata kak Rey lembut masih melalui alat komunikasi.


"Pikirmu???? Kau sengaja ingin balas dendam karena aku menggoda mereka?? Kau ingin membunuh tunanganmu sendiri. Tak bisa kupercaya. Bagaimana bisa kau menjadi suamiku??? Oh Tuhan.... Dia benar-benar membuatku gila...." teriakku kesal.


"Sayank jangan marah marah lagi.... Tak baik untuk calon anak kita he he he" godanya.


"Anak darimana. Praktek aja belum???" sanggahku.


"Habis menikah kita langsung praktek, bagaimana???" katanya masih menggoda.


"Lupakanlah!!! Satu tahun hukumanmu, puasalah!!!" ucapku tak mau kalah.


"Mong Mong...."


"Diamlah..."


"Sayank... Jangan begitu yah.... Ganti hukuman lain"


"Tak mau..."


"Mong mongku...."


"Hisshhhhhh... berisik...."


"Sayank ayolah...."


"Hyaaaaaa.... Kalian pikir bisa seenaknya bertengkar lewat alat komunikasi ini!!!" teriak kak Richie marah


"Selesaikan urusan rumah tangga dirumah... Dasar kalian tak peka...." sahut kak Kitty kesal


"Mong Mong... Ayolah seminggu saja puasanya ya...."


"Hissss.... Diamlah kalau tidak dua tahun hukumanmu, mau!!!" jawabku semakin kesal


"Sayank.... aku menangis loh...."


"Reynan.... Kalau kau masih bicara ku potong itumu tak bersisa, sialan...." teriak kak Richie semakin marah.


"Kapten aku bersorak untukmu.... ha ha ha..." ejek Rendy


"Diam kau... jangan ikut-ikutan!!!"


"Mong Mong......"


-------------krik krik webek webek--------------

__ADS_1


__ADS_2