
Reynan Gunanto
Dengan penuh kebahagiaan juga kemenangan atas diri Mong aku berjalan dengan senyum lebar selebar lapangan Monas.
"Mulai sekarang kamu harus panggil kakak *SAYANG... SAYANG... KAK REY SAYANG... OPPA REY... JAGIYA... MAMAS REY SAYANG*" kataku percaya diri.
"Huekk... katanya cuma sekali, kok jadi keterusan???" tanya Mong kesal.
"Siapa yang bilang sekali doang. Kalau gitu kakak Reymu tersayang akan menyiksa itu orang" ancamku penuh kemenangan.
"Sayang, jangan ya!!" pintanya menarik tanganku tapi sekilas Mong memalingkan muka menghuek huekkan diri mengejekku. Tapi tak apalah, untuk kali ini cukup membuatnya terbiasa dengan panggilan itu.
"Gadis pintar. Ya udah sekarang tidur biar oppa yang jagain kamu" kataku membantu membetulkan selimutnya.
"Hmm. Oppa, sayang hueks hueks rasanya Ahhh. Cobaan apalagi ini hiks hiks" gumamnya tapi aku masih bisa dengar.
"Ada apa sayang??? Keliatannya badan kamu agak meriang dari tadi huak huek mulu. Mau kakak ambilin tolak huek... maksudnya tolak angin, Antangin, bintangin, apa kerokin ha ha" godaku membuat pipinya merah Semerah tomat.
"Lihat saja pasti akan ku balas" ancam si Mong pelan.
__ADS_1
"Ehhh mata udah terpejam saja masih berani mengancam tu bibir mungil. Lama lama jadi gemes pengen nabok pake bibir" kataku mengkhayal gak jelas.
Hari ini akan kuingat sebagai hari kesayangan kami. Tidak pernah aku bisa merasa sesenang dan sebahagia ini.
"Sherin kamulah matahariku, Bulanku, cahayaku, kesejukanku, kamu pasti jadi istriku. Hahhhhhhh... leganya... Ayah ibu aku pengen rabi... (Aku ingin menikah...)" teriakku dalam hati membuat wajahku tersenyum dan tertawa puas.
"Kak Al, kukira ni orang udah gila?? ketawa ketiwi, senyam senyum gak jelas. Woiyyyyy... Bangun jangan ngimpi mulu!!!" teriakan si Yuna membuyarkan alam khayalku.
"Apaan sih. Suttttt... gak liat tu Sherin tidur" kataku kesal.
"Ni orang ya. Gimana bisa Sherin kenal orang nyebelin kayak gini hufffttt. Minggir!!!" kata Yuna ketus.
"Tante, kamu mau ngapain calon istri saya???" tanyaku galak.
"Sabar Rey, sabar, ni orang cewek stress jadi sabar sabar..." kataku menenangkan diri yang dari tadi udah pengen ngacak acak tu mulut si Yuna.
"Rey, udah ah ngalah aja" kata Aldo menarik tanganku ke luar. Yuna melirik dan menjulurkan lidahnya senang seakan mengejek.
"Awas loe ya!!!" ancamku kesal.
__ADS_1
"Udah ah Rey udah udah masak iya kamu mau berkelahi ama perempuan??" kata Aldo membela. Ya iyalah diakan pacarnya.
"Gitu kamu bilang perempuan??? Amit amit dah. Gemez gue ama cewek loe. Kenal dimana sih loe Do??" tanyaku hanya dijawab dengan senyuman.
"Kak Al. Udah. Keadaan Sherin stabil. Gak ada yang perlu di khawatirin. Aku nunggu disini ya?? sekalian jagain adikku dari pengganggu ini??" kata Yuna membuatku naik pitam.
"Hahhh. Gak bisa... gak bisa... enak aja. Sherin itu tanggung jawab gue. Sekali lagi gue bilangin, kalau gue ini calon suaminya dunia dan akhirat. Sampai disini paham Tante???Oh ya, kalau posisinya seperti ini jadi sudah jelas kan siapa yang jadi pengganggu?" Jelasku dengan menyala-nyala.
"Ohhhh... jadi loe tu calonnya Sherin. Oopppsss tapi masih calonkan??? berarti Sherin belum ada yang punya. Keliatan ngarep banget sih loe??? Gak laku pak???" lemes banget ni mulut Tante Tante.
"Arghhhhhh, Do. Mending loe bawa ni cewek keluar dari sini. Haduhhh kepala gue butuh Paramex, panadol, mixagrip, procold, Bodrex, konimex apalah yang penting kepala gue ilang, haduhhh maksud gue sakit kepala gue ilang. Do gue kan pasien loe. Loe kok malah nyiksa gue sih. Udah sana sana, aduhhh kepala kepala" kataku mengusir mereka keluar terutama si Yuna cewek gualakkk.
"Yun, ayo keluar. Ssttt... jangan buat Rey ngamuk bisa berabe nie rumah sakit" kata Aldo menarik tangan Yuna lembut.
"Awas loe ya, gue pastiin loe dikasih obat pencahar biar tu mulut mules semules mulesnya" ancam Yuna gantian aku yang mengejeknya.
"Ahhhh syukurlah. Gak habis pikir gimana bisa tu Tante galak jadi kakaknya Sherin??? Ckckkkk ckckkkk..." tanyaku heran tapi sekali lagi aku menang lawan tu Tante Tante.
Kudekati Sherin yang masih tertidur karena pengaruh obat. Sudah tak sabar rasanya melihatnya bangun dan yang dilihat pertama adalah aku. Mamas Rey tersayangnya.
__ADS_1
"Bangunin gak ya??? Jangan Rey kasian Mong Mong biar istirahat. Arghhhhhh kok lama banget sih bangunnya Mong??? Gak sabar denger kamu bilang sayang. Cepetan bangun dong Mijah sayang!!! Arghhhhhh kamu itu obat sakit kepalaku. Hisshhhhhh perasaan apa ini???" kataku komat kamit sendiri. Bolak balik memandangnya sambil tersenyum gemas gak sabar cuma buat denger kata SAYANG jadi keinget lagunya via Vallen 😁😁😁
Hi guys, jangan lupa like, comment dan dukungannya ya. Ditunggu!!! Love love buat all readers 💗💗💗