Kepincut Cinta Miss Ojol

Kepincut Cinta Miss Ojol
Cibul


__ADS_3

"Bu kalau gitu Radith permisi dulu ya, oh iya nanti akan ada orang suruhan saya yang mau benerin pintunya," pamit Radith sambil mencium tangan Bu Mia.


"Gue balik Ra," Radith mengacak rambut Ara.


"Balik sono lo!" Usir Ara.


Selang beberapa saat Mutiara melihat sebuah hp yang tertinggal di meja makannya.


"Ya elah tu bocah pake ninggalin hpnya segala lagi, repot kan mesti kembaliin segala," Ara mengambil tas kemudian pamit pada ibunya untuk mengembalikan hp Radith.


"Pak, Radithnya ada?" tanya Ara yang sudah sampai di depan gerbang rumah Radith.


"Sebentar non saya panggilkan," Satpam rumah Radoth hendak melangkah tapi Ara mencegahnya.


"Gak usah pak saya cuma mau ngembaliin hpnya yang ketinggalan," Ara mengeluarkan hp Radith dari dalam tas.


"Kasih ke orangnya langsung aja non, itu dia ada di taman," Satpam membukakan pintu gerbang.


Ara pun masuk. Lalu ia melihat seorang laki-laki yang sedang menggendong bayi.Kelihatannya mereka asyik bercanda.


"Itu Radith bukan ya?" Ara jadi ragu.


"Permisi Radithnya ada?" Tanya Ara dengan sopan.


Saat Radith menoleh Ara tampak terkejut melihat Radith yang sedang menggendong bayi perempuan usia 1 tahunan.


"Anak siapa Dit?" Ara mencoba bertanya.


"Anak gue," bohong Radith.


"Mirip sih tapi beneran anak lo, berarti elo udah kawin dong, si alan lo Dit kalau gitu kenapa elo suka ngejar-ngejar gue," Ara melepas sepatunya ingin rasanya ia memukul Radith dengan sepatu itu.Namun anak kecil dalam gendongan Radith itu tiba-tiba bersuara.


"Mami," panggilnya pada Ara.


"Bukan sayang dia bukan mami kamu," kata Radith lalu membuat anak itu menangis.


"Lo apain sih anak lo sampai nangis gitu, sini kasih ke gue," Ara ingin menggendongnya akhirnya Radith memberikan anak itu pada Mutiara.


Benar saja anak itu langsung diam saat digendong oleh Mutiara.


"Sini sini sayang, namanya siapa Dit? Gemes banget aku sama dia," tanya Ara sambil menggendong bayi perempuan itu.


"Namanya Bulan," kata Radith.


"Emm pantes kamu bulet banget, Cibul Cibul," anak kecil itu tertawa saat Ara memanggilnya Cibul.


"Lo kasih nama anak gue jelek banget Ra,"protes Radith.


"Kenapa dia seneng ko ya kan Cibul?" Ara menggelitiki perut Cibul ia pun tertawa.


"Pinter momong juga nih cewek walau belum pernah punya anak," batin Radith sambil tersenyum.


"Cibul itu singkatan dari Si Bulan," terang Ara.


"Nih gue balikin anak lo," Cibul malah nangis saat Ara ingin mengembalikannya pada Radith.


"Cup cup sayang jangan nangis ya, Ra gimana nih," tanya Radith cemas.

__ADS_1


"Sini coba aku yang gendong," benar saja Cibul langsung diam.


"Wah maunya nempel sama maminya," ledek Radith.


"Sembarang lo, suruh istri lo balik anaknya nangis nih," cibir Ara.


"Iya nanti gue telpon," kata Radith.


"Beneran tu cowok udah nikah, salah gue ngarepin dia oh Tuhan nasib kenapa gue naksir laki orang," Ara merutuki dirinya sendiri dalam hati.


Setelah lama Cibul dalam gendongan Ara ia tertidur pulas sambil mengisap jempolnya. Ara pun meminta izin pulang.


"Dit gue taruh Cibul dimana?" tanya Ara.


"Tidurin di kamar gue Ra," katanya sambil menunjukkan kamarnya.


"Udah nih gue balik dulu ya, sorry gue ganggu," nampak raut wajah kecewa di muka Ara.


"Kecewa kan lo pas gue bilang nikah," sindir Radith.


"Maksud lo?" Ara menatap ke dalam mata Radith.


"Bodo amatlah," batin Ara langsung keluar dari rumah Radith tanpa berkata-kata lagi.


Saat dia baru saja keluar dari gerbang rumah, Ara berpapasan dengan mobil merah yang masuk. Sekilas ia melihat seorang wanita yang mengendarai mobil tersebut.


"Apa mungkin dia istri Radith?" dalam hatinya bertanya-tanya.


Ara memutuskan untuk pergi. Ia tak mau ambil pusing untung saja waktu itu ia tak langsung menjawab pernyataan cinta Radith padanya.


Sementara itu di rumah Radith turun seorang wanita berparas cantik dengan memakai kaca mata hitam. Radith pun menyambutnya di depan rumah.


"Bulan mana Bang?" tanyanya pada Radith.


"Udah tidur,"


"Jago banget lo nidurin Bulan biasanya anaknya rewel," puji Andrea adik kandung Radit yang usianya beda 2 tahun lebih muda dari kakaknya.


"Bukan gue tadi ada temen gue yang dateng ke sini, dia yang nidurin Bulan," terangnya.


"Siapa Bang cewek ya?" tanya Andrea antusias.


"Cewek dong," sombong Radith.


"Wuih pacar lo Bang? kenalin ke gue dong!" kata Andrea.


"Lain kali gue kenalin ke elo," balas Radith.


"Oke gue gak sabar bakal ketemu kakak ipar gue, cantikkan orangnya cantiklah mana mungkin gak cantik orang Abang gue aja gantengnya minta ampun gini," puji Andrea pada Abangnya.


"Oe oe..."


"Bulan kayanya bangun tuh gue samperin dia dulu ya," Andrea menuju ke kamar lalu menggendong anaknya yang terbangun mendengar keributan di luar.


Keesokan harinya Ara sedang duduk di taman bersama Lulu.Tak jauh dari sana terlihat Radith yang sedang cipika cipiki dengan seorang wanita.


"Eh Ra bukannya itu Radith ya?" tunjuk Lulu ke arah Radith berada.

__ADS_1


"Iya bener," Ara cuek.


"Cewek cantik yang bareng dia itu siapa?" tanya Lulu kepo.


"Istrinya," jawab Ara singkat.


"Hah yang bener lo? Sejak kapan status Radith jadi Sugar Daddy, bawa anak lho ceweknya," heran Lulu yang tak habis pikir dengan perkataan Ara.


"Dasar buaya darat bisa-bisanya dia ngejar-ngejar lo selama ini, jadi sekarang jangan mau Ra kalo dideketin sama dia entar lo dibilang pelakor lagi," Lulu demgan pemikiran nya sendiri.


"Gue kenalin ke Mutiara," kata Radith yang sedang berjalan dengan Andrea sambil menggendong Bulan.


"Ra gue mo ngenalin elo sama seseorang, ini..." belum selesai Radith berbicara Lulu sudah mengutuknya.


"Dasar buaya darat lo bisa-bisanya lo ngenalin istri lo ke temen gue, jadi maksud lo apa dulu ngejar-ngejar dia," Ara mencoba menenangkan Lulu yang sedang emosi.


"Kenapa jadi elo yang marah Lu?" lirih Ara.


"Gue kesel Ra sama nih cowok," Lulu masih dengan nafas yang memburu.


"Hei Andrea," sapa Didu yang baru datang.


"Elo juga kenal Du?" tanya Lulu yang masih emosi.


"Kenal, mereka kenapa bro?" tanya Didu tidak mengerti.


"Gak papa cuma salah paham," kata Radith dengan santainya.


"Dit gue bawa Lulu pergi dulu ya," pamit Ara sambil menarik tangan Lulu.


"Mami," panggil Bulan saat melihat Ara.


"Tunggu," Andrea akhirnya buka suara.


"Kenalin gue Andrea adik Bang Radith," mendengar itu Ara langung membelalakkan matanya kepada Radith.


"Jadi elo bohongin gue," Ara memukul Radith beberapa kali.


"Apaan sih Ra sakit tahu," Radith mencoba menangkis serangan Ara.


"Bodo amat mampus aja lo mampus," tangan Ara ditangkap oleh Radith.


"Sorry gue udah ngerjain lo, gue cuma pengen lihat seberapa cemburunya elo sama Andrea," katanya.


"Mami mami," panggil Bulan lagi sehingga Ara berbalik menghampiri Cibul.


"Cibul," Ara mencubit pipi cabi anak itu.


"Cibul?" tanya Andrea heran.


"Si Bulan," terang Ara.


"Sini gendong mami," tanpa sadar Ara menyebut dirinya mami hinga yang lain pun kaget.


...***...


Please bagi like nya ya dears jangan jadi pembaca horor.

__ADS_1


__ADS_2