
Rasya bangun terlebih dulu. Ia memandangi wajah cantik Ara yang masih terlelap di hadapannya. Saat wanita yang telah diambil kegadisannya itu mulai terjaga Rasya pura-pura memejamkan mata.
Ara membuka matanya. Wajah tampan suaminya itu terpampang jelas di hadapannya. Dengan jari lentiknya ia menyentuh kening, hidung mancungnya kemudian berakhir di bibir.Ara tersenyum saat mengingat percintaan semalam
Ara menarik ujung jarinya saat mata Rasya terbuka. "Kamu sudah bangun," tegurnya setaya mengembangkan senyum di wajahnya.Rasya pun membalas senyum Ara. Laki-laki itu merapikan anak rambut yang menutupi wajah istrinya itu ke belakang telinga."Masih sakit?" tanya sang suami.
Ara diam saja.Wajahnya bersemu merah mendengar pertanyaan sang suami. Rasanya masih pagi untuk membahas kegiatan yang mereka lakukan semalam.
Cup
Rasya mencium bibir istrinya itu singkat membuat Ara memukul dadanya yang telanjang."Nakal," ucap Ara dengan mengerucutkan bibirnya.
"Tapi kamu suka kan?" godanya.
"Aku mau mandi," Ara menarik selimut yang mereka pakai berdua hingga memperlihatkan tubuh polos Rasya.
"Aaa..." teriak Ara yang kaget melihat sang suami sambil menutup wajahnya dengan satu tangan sedangkan tangan lain memegang selimut.
Dengan santai Rasya memungut baju yang semalam ia lemparkan ke segala arah kemudian memakainya.
"Gak usah malu," Rasya membuka tangan istrinya yang menutupi wajah.
"Bahkan semalam kamu liat aku tanpa sehelai benang pun," bisik Rasya ke telinga Ara.Mata Ara langsung membulat mendengar ucapan suaminya.
Ara pun melayangkan pukulan pelan di dada sang suami. Namun, Rasya menangkap tangan Ara kemudian menciumnya.
"Pukulan kamu tidak ada apa-apanya bagiku sayang," goda Rasya sambil tersenyum kepada istrinya yang cantik. Ara malah menginjak kaki suaminya lalu dengan segera masuk ke dalam kamar mandi. Rasya sampai mengaduh kesakitan.
"Lain kali gak usah mesum," teriak Ara dari dalam kamar mandi.Rasya tersenyum mendengar ejekan Ara.
Tok tok tok
Terdengar suara ketukan pintu dari luar. Rasya pun mendekat ke arah pintu kemudian membukanya.
"Maaf nak Rasya ibu ganggu, ayo sarapan dulu sudah ibu siapkan," ucap Bu Mia dengan senyum di wajahnya.
"Baik bu, sebentar lagi kami turun," jawab Rasya dengan sopan.
Bu Mia turun, kemudian Rasya menutup kembali pintunya.
__ADS_1
"Jangan lama-lama sayang mandinya ibu sudah nyuruh kita sarapan," teriak Rasya dari luar pintu kamar mandi.
...***...
"Hari ini kamu ada acara apa Ra?" tanya Rasya pada sang istri seusai menyantap sarapan.
"Di rumah aja kak, kuliah aku kan sabtu minggu jadi aku gak ada kegiatan," jawab Ara sembari membereskan piring Rasya.
"Ya udah sepulang kuliah aku ajak jalan-jalan," Rasya mengacak rambut istrinya sayang.
"Hati-hati di jalan ya," Ara menyalami tangan suaminya.Rasya tersenyum dan mengangguk.
Sesampai di kampus Rasya terus mengembangkan senyum di wajahnya membuat Didu mengernyit heran. Tidak biasanya ia melihat temannya yang begitu datar berubah menjadi seriang itu.
"Kayanya happy banget bray hari ini,gue lihat senyum mulu daritadi," seru Didu yang baru saja menghampiri Rasya.
"Happy lah," jawab Rasya singkat membuat Didu penasaran apa sebenarnya yang membuat temannya itu begitu ceria pagi ini.
"Kenapa sih, kepo gue jadinya," Didu menyahut kunci mobil yang ditimang Rasya sejak tadi.
"Ck, rahasia," jawab Rasya dengan santainya.
"Jangan-jangan elo udah unboxing neng Ara ya bray," tebak Didu. Rasya hanya tersenyum atas pertanyaan yang diajukan.
"Oh My Dad, gue jadi pengen nikah juga, gimana-gimana cerita dong," tanya Didu penasaran.
"Ck, kalau gue cerita kasian elo gak ada lawannya, ntar lo pingin praktek malah repot," ledek Rasya diiringi tawa meledek.
"Ahaha bisa aja lo bray," tawa Didu langsung pecah seketika.
Seusai kuliah Rasya langsung pulang ke rumah karena dia janji pada istrinya untuk mengajak jalan-jalan. Ara yang mendengar suara mobil Rasya kemudian berlari menghampiri suaminya yang baru saja mematikan mesin mobil.
"Ayo jalan," ucap Ara yang sudah siap dengan tampilan casual dipadukan dengan tas selempang kecil dan sepatu kets warna putih.
Rasya keluar dari mobil setelah melihat istrinya yang cantik itu menghampiri dengan dandanan anak muda seusianya.
"Cantik sekali kamu mau jalan kemana emangnya?" tanya Rasya yang berdiri di depan pintu mobil. Ia memindai penampilan Ara daei ujung rambut sampai ujung kaki.
"Ngegemesin banget nih anak," batin Rasya melihat Ara ingin rasanya ia mencubit pipi putih itu.
__ADS_1
"Kuy lah jalan," Ara masuk ke dalam pintu mobil.
Ara begitu antusias sejak Rasya menjanjikan jalan-jalan tadi pagi. Ia tidak sabar menunggu suaminya pulang kuliah. Bahkan saat Rasya masih mengikuti mata kuliah di kampus, Ara terus menanyakan kapan suaminya itu akan pulang. Setelah mendapatkan balasan dari Rasya yang mengatakan ia akan segera pulang. Ara berdandan secantik mungkin agar setelah Rasya sampai di rumah mereka langsung bisa jalan.
"Kamu semangat sekali Ra hari ini," Rasya menoleh ke arah sang istri.
"Semangat dong kan jalan-jalan, hari ini aku udah buat list pacaran kita hari ini," ucap Ara bersemangat.
Rasya mengerutkan keningnya mendengar list pacaran yang dibuat Ara. Dia hanya menggeleng dan mengacak rambut Ara karena gemas. Tapi Ara malah memarahinya.
"Kak Rasya nanti rambutku berantakan nyatoknya sejam nih," ucap Ara sambil merapikan rambutnya yang berantakan.
"Ya udah mampir ke salon nanti," kata Rasya.
"Gak, ngapain seharian di salon gak seru, ayuk jalan," rengek Ara karena suaminya tidak juga menyalakan mesin mobilnya.
Rasya pun memutar kunci mobilnya. Ia keluar dari garasi dan membunyikan klakson agar Satpam membukakan pintu gerbang untuknya. Laki-laki itu melambaikan tangan agar Satpam menutup pintu gerbang rumahnya lagi.
Tak lama kemudian mereka sampai di parkiran mall terbesar di kotanya.Rasya turun duluan kemudian memutari mobil guna membukakan pintu mobil untuk istrinya.
"Mau kemana dulu nih Ra?" tanya Rasya yang mendekat ke arah istrinya.
"Nonton, aku tuh pengen kaya yang lain kak ngerasain pacaran setelah nikah, aku belum pernah diajak nonton sama pacar, jadi yuk kita nonton film," Ara merangkul tangan suaminya manja.
"Mau nonton film apa?"
"Komedi," Rasya mengerutkan keningnya.
"Kok gak film horor aja Ra nanti kalau ada adegan serem kamu peluk aku, apa film romantis kalau ada adegan ciuman kamu sekalian praktek, atau adegan film action nanti kalau kamu lagi tegang bisa remas tangan kakak," Rasya dengan pemikirannya sendiri membuat Ara memutar bola matanya jengah.
"Kak Rasya jangan lebay deh kita kan cuma nonton film," protes Ara.
"Sana beli tiket jangan lupa beli popcorn sekalian ya," perintah Ara dituruti oleh suaminya.
"Iya tunggu sini ya, jangan ngilang," pamit Rasya meninggalkan Ara untuk membeli tiket bioskop.
"Iya gak bakalan," jawab Ara dengan tersenyum.
...***...
__ADS_1
Maaf ya up nya lama soale masih sibuk. Maksih yang udah ngikutin cerita ini fukung terus ya aku biar semangat nulis.