Kepincut Cinta Miss Ojol

Kepincut Cinta Miss Ojol
Konten


__ADS_3

"Sayang pagi ini kamu cantik sekali," puji Rasya saat melihat dandanan Ara yang feminin dibanding biasanya.


Sehari-hari Ara tidak pernah berdandan segirly itu. Dandanan wanita yang sedang hamil anak Rasya itu lebih ke tomboy. Dia lebih suka memakai pakaian casual seperti kaos oversize yang dipadukan dengan celana jins. Bahkan Rasya tidak pernah melihat Ara memakai rok atau pun asesoris seperti yang ia pakai sekarang. Rasya jadi heran melihat istrinya itu.


"Kenapa gak cocok ya kak?" tanya Ara ragu.


Rasya menggeleng."You are so beautiful," ucapnya seraya mengecup pipi istri kecilnya itu.


Wajah Ara bersemu merah mendengar kata-kata manis dari suaminya itu.


"Ke bawah yuk, anak kita sudah lapar," Ara mengajak suaminya turun.


"Oh ya?" tanyanya pada Ara. Rasya tersenyum lalu sedetik kemudian ia menunduk, mengajak anak dalam perut Ara untuk berbicara.


"Good morning dear, nice kid ya kamu pagi ini, gak bikin mama morning sickness," Rasya mendongak pada Ara lalu mensejajarkan tingginya.


"Yuk turun." Rasya merangkul bahu Ara dan mengajaknya turun.


"Pagi, Nak," sapa ibunya Ara.


"Pagi bu," jawab Ara dan Rasya bersamaan.


"Tumben pagi ini kamu cantik banget Ra, ibu baru lihat kamu pakai baju bunga-bunga kaya gitu." Ucapan sang ibu membuat Ara malu.


"Lagi pengen bu," jawabnya singkat.


"Jangan-jangan kamu hamil anak cewek," tebak sang ibu.


"Ah ibu tahu dari mana kita kan belum tahu jenis kelaminnya apa," balas Ara.


"Nanti kita tanya saja pada dokter sayang," usul Rasya. Ara mengangguk.


Usai menghabiskan sarapan, mereka berpamitan pada ibu Ara.


Hari ini Rasya tidak ke kantor Antoni Grup karena selain mengantarkan Ara ke kampus,ia juga harus menemani Ara memeriksakan kandungannya setelah pulang kuliah.


"Sementara kamu kuliah aku akan visit ke kantor ojek online dulu ya sayang, kabari kalau sudah selasai," kata Rasya usai membukakan pintu mobil untuk istrinya.


"Iya kak, hati-hati di jalan ya," Rasya mengangguk. Lalu mencium kening Ara singkat sebelum masuk kembali ke mobilnya.


Rasya melajukan mobilnya kencang setelah berpamitan dengan Mutiara. Sesampainya di kantor ojek online Rasya meminta sang sekretaris untuk menyiapkan meeting.


"Hana tolong kumpulkan orang-orang untuk ikut meeting," kata Rasya melalui sambungan telepon intern kantor.


...***...

__ADS_1


Rasya melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Ia ingat harus menjemput Ara kemudian menemani istrinya ke dokter kandungan hari ini.


"Saya rasa cukup meeting hari ini." Rasya melangkahkan kakinya keluar ruangan.


"Hana saya tinggal dulu, besok kalau ada istri saya tolong sampaikan hasil meeting hari ini padanya." Hana mengangguk.


Rasya berjalan ke halaman parkir tak lupa ia membawa atribut driver ojek online untuk media konten yang akan mereka buat sesuai permintaan Ara. Lalu ia memasuki mobil laju melajukannya menuju ke kampus Ara.


"Sayang lama nunggunya?" tanya Rasya yang baru turun dari mobil.


Ara menggeleng dan tersenyum pada suaminya."


Lalu Rasya membukakan pintu mobil untuk istri tercintanya. "Hati-hati kepalanya," ucap Rasya seraya menutupi kepala Ara agar tidak terbentur.


Hati Ara merasa meleleh mendapatkan perlakuan manis dari suami yang dinikahinya hampir setahun itu.


"Aku tutup ya," katanya setelah memastikan Ara benar-benar masuk ke dalam mobil.


Kemudian laki-laki indo tersebut memutari mobil lalu duduk di belakang kursi kendalinya. Ia melajukan kuda besinya menuju rumah sakit ibu dan anak untuk memeriksakan kandungan sang istri.


Sesampainya di sana Ara dan Rasya masih harus menunggu antrian. Mereka duduk bersama pasangan lain. Kebanyakan dari mereka sudah hamil besar.


"Kapan ya perut aku sebesar itu?" tunjuk Ara pada wanita yang duduk di sebelah suaminya.


"Beberapa minggu lagi sayang," jawab Rasya.


Rasya ikut menemani istrinya ke dalam ruang praktek dokter kandungan tersebut.


"Selamat siang, mari tiduran di sini saya akan memeriksa kandungan ibu," pinta sang dokter dengan ramah.


Setelah itu dokter mengoleskan jel ke perut Ara dan mengusap-usap perutnya dengan alat USG.


"Bayinya sehat ya, usia kandungan ibu menginjak 13 minggu, tapi sepertinya ukurannya masih kecil," terang sang dokter yang membaca hasil USG.


"Jenis kelaminnya apa dok?" tanya Rasya yang penasaran.


"Belum terlihat ya, kita baru bisa melihat jika usia kandungan di atas 16 minggu," terang dokter.


"Silahkan berdiri," Ara kemudian berpindah ke kursi yang ada di depan meja dokter tesebut.


"Ada keluhan?" tanya dokter itu.


"Saya masih sering mual, Dok," jawab Ara.


"Masih dalam trimester pertama jadi itu wajar, saya sarankan ibu makan makanan yang bergizi dan minum susu karena yang saya lihat berat badan janin masih kurang ya,"

__ADS_1


"Saya akan menuliskan resep vitamin yang harus diminum," imbuh dokter kandungan itu.


Setelah memeriksakan kandungannya, Ara dan Rasya menuju ke sebuah taman yang akan dijadikan shooting video tok-tok untuk acara promosi di media sosial.


"Akhirnya kalian nyampe juga gue sampe berakar nih nungguin kalian di sini,kalian ko gak bawa motor sih kan kita mau shooting about ojek online," geram Lulu.


"Nanti ada orang gue yang mau nganterin motor," terang Rasya. Jawaban Rasya membuat Lulu merasa lega. Pasalnya mereka akan membuat konten tentang driver ojek online.


"Woy lo kenapa?" tanya Rasya yang meraup muka temannya itu.


"Sumpah gue baru lihat ada bidadari turun dari kayangan," jawab Didu dengan mulut mengapa melihat penampilan Ara yang feminin.


"Istri gue tuh." Rasya mencebik kesal.


"Tumben-tumbenan elo dandan cantik gini Ra, gak biasanya elo pake dress sama ini." Lulu menyentuh bando yang dipakai oleh sahabatnya itu.


"Lagi pengen aja," jawab Ara santai.


"Jangan-jangan anak lo cewek lagi," tanya Lulu.


"Belum kelihatan, tadi barusan di USG," kata Ara.


"Owh pantesan elo lama, kirain dari kampus langsung ke sini taunya mampir ke dokter dulu."


"Yuk ah bikin konten, jadi konsepnya gimana nih?" tanya Ara pada dua sahabatnya.


" Jadi gini Ra." Lulu menjelaskan konsep yang akan dipakai untuk konten video tok-tok.


"Kok aku ikutan segala sih," protes Rasya.


"Yagh kakak nih ceritanya jadi bintang, gue lihat followers kakak di medsos udah ngalahin influencer," kata Lulu.


"Masa sih Lu, ko gue baru tahu ya," kata Ara yang kaget.


"Elo sih kudet, gak main medsos, kalau lo gak percaya tanya aja sama Didu. "Lulu menunjuk Didu yang sedang asyik memainkan ponselnya.


"Elo lagi ngapain sih Du?" Lulu menepuk pundak Didu yang tidak mendengar suara Lulu memanggilnya.


"Eh apaan Yang?" tanya Didu yang baru ngeh.


"Udah ah kita mulai shootingnya gue yang jadi sutradaranya, elo yang rekam Du," perintah Lulu.


"Gue ngapain Lu?" tanya Ara.


"Elo juga nanti jadi modelnya, gue tahu elo dandan cantik gini biar diikutin shooting," ejek Lulu.

__ADS_1


"Sialan lo, gak dandan juga gue udah cantik dari sononya," elak Ara.


__ADS_2