
Ara masuk ke dalam mobil. Ia terus mengomel setelah pertemuannya dengan Putri yang dirasa sangat menyebalkan itu.
"Berat emang nyembuhin penyakit gilanya Putri itu," kesal Ara.
"Jangan marah-marah terus sayang nanti bayi kamu stress lo," mendengar ucapan Rasya itu Ara jadi berfikir ada benarnya juga perkataan nya itu.
"Iya maaf, habis aku kesel banget, niat banget gangguin suami orang padahal kan ada istrinya, perlu dipakein kacamata kali ya biar pandangannya gak kabur," Ara mencebik kesal.
Rasya hanya menggeleng. Ia lalu memberikan kecupan singkat untuk menghentikan ocehan Ara.
Wajah Ara bersemu merah. Jantungnya berdetak kencang tidak beraturan. "Pliss jantung jangan lompat dari tempat lo," batin Ara.
"Sudah siap pulang?" tanya Rasya sembari tersenyum.Ara mengangguk pelan.
Rasya pun mulai melajukan mobilnya. Tak berapa lama ia melihat istrinya tertidur di kursi mobil. Ketika ia melihat kepala Ara yang semakin menurun Rasya menepikan mobilnya untuk membenarkan posisi tidur sambil duduk istrinya itu agar lebih nyaman. Lalu ia kembali menyalakan mesinnya dan menuju ke rumah.
Sesampainya di rumah Ara belum terbangun juga. Dengan terpaksa Rasya menggendong tubuh istrinya itu.
"Kamu sekarang tambah berat ya Ra," gumam Rasya sambil berjalan menuju ke kamarnya.
Saat memasuki ruang tengah Rasya bertemu dengan Bu Mia. Wanita itu bertanya dalam diam pada menantunya.
"Sepertinya Ara kelelahan bu, saya permisi dulu," pamitnya kemudian menaiki tangga.
Sesampainya di kamarnya yang super luas, Rasya menidurkan istrinya di atas ranjang king size miliknya.Tak lupa ia menyelimuti tubuh istrinya itu.Semenjak hamil Ara jadi mudah sekali lelah jadi ia mudah sekali tertidur. Kebiasaan itu dimaklumi oleh Rasya. Rasya mendaratkan kecupan singkat di kening wanita itu sebelum keluar dari kamar.
Sampai lewat makan malam Ara masih tertidur. Rasya kemudian berinisiatif untuk membawakan makanan pada istrinya.
"Sayang bangun," Rasya mengguncang lengan Ara agar terbangun.
Ara mengerjapkan mata lalu duduk bersandar di kepala ranjang. Ketika ia melihat makanan dalam nampan yang ditaruh Rasya di atas meja di samping tempat tidurnya Ara mengernyit heran.
"Kenapa kakak bawa makanan ke kamar?" tanya Ara bingung.
"Kamu tidur terlalu lelap hingga lupa waktu, ayo makan dulu Ra," pinta Rasya.
Ara mengedarkan pandangannya ke arah jam dinding."Ya ampun sudah jam delapan malam berapa lama kak aku tertidur?" tanya Ara yang kaget saat melihat jam dinding.
"Tidak apa sayang makanlah dulu agar bayi dalam perutmu itu tidak kelaparan," ucapnya dengan ramah.
Rasya meninggalkan Ara agar ia makan dengan tenang. Sekembalinya ke kamar ia membawa segelas susu untuk ibu hamil.
"Sayang minumlah," ujarnya seraya menyodorkan susu pada istrinya.
Ara menerima susu pembersian Rasya tapi ia tak lantas meminumnya. Ia mencium baunya terlebih dulu kemudian menjauhkan gelas itu dari hidungnya. Istri sah Rasya tersebut berlari ke kamar mandi karena merasa mual setelah mencium bau susu hamil pemberian suaminya.
"Hoek hoek"
Ara terduduk lemas di toilet setelah memuntahkan semua isi perutnya. Rasya segera menghampiri Ara.
"Kamu baik-baik saja sayang?" tanya laki-laki itu yang khawatir.Ara mengangguk pelan. Perlahan ia berdiri dan keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
"Aku tidak tahan bau susu itu, jauhkan dariku," pintanya.
"Baiklah, padahal sesuai anjuran dokter kamu harus banyak makan dan minum yang bergizi agar berat badan calon bayi kita naik," kata Rasya dengan perasaan kecewa.
"Maaf ya kak, aku bukannya tidak mau minum tapi aku benar-benar tidak tahan baunya," tolak Ara secara halus.
"Ya udah kamu istirahat," Rasya membelai rambut panjang Ara dengan sayang.
Keesokan harinya Ara sudah bangun terlebih dulu. Ia dengan semangat menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan suaminya. Mulai dari setelan, dasi dan sepatu yang akan dipakai Rasya.
Rasya terbangun saat mendengar kegaduhan yang dilakukan istrinya. "Sayang lagi ngapain?" tanya Rasya dengan suaranya yang masih terdengar parau.
Ara mendekat ke sisi ranjang lalu tersenyum pada suaminya."Kak bangun sholat dulu lalu mandi, aku sudah siapin semuanya buat ngantor," ucapnya dengan riang.
"Pagi ini kamu gak mual?" tanyanya pada Ara.Ara menggeleng,"pagi ini dia gak mau ngrepotin mamanya, soalnya dia tahu kalau mamanya sibuk buat nyiapin kebutuhan papanya," ucapnya sambil mengelus perutnya sesekali.
"Terima kasih sayang kamu jangan rewel ya, kasian mama," kata Rasya sambil menempel di perut istrinya.
"Kak lepasin," titah Ara saat Rasya tidak juga melepas pelukannya.
"Aku mau kaya gini sebentar," ujarnya dengan manja.
"Nanti kakak kesiangan, bangun dulu lanjut nanti setelah mandi," bujuk Ara pada suaminya.
Rasya menuruti perintah Ara lalu mengecup keningnya singkat. Setelah itu ia menyambar handuk yang sudah disiapkan Ara di atas ranjang.
"Kak ini tangannya ngapain?" tanya Ara yang melihat tangannya ditarik Rasya.
"No, aku sudah mandi," tolak Ara.
"Tidak ada penolakan," Rasya tiba-tiba menggendong tubuh Ara.
Ara memberontak tapi pukulan tangannya itu bagai sapuan kecil di dada bidang Rasya. Akhirnya ia hanya bisa pasrah dengan kemauan suaminya.
...***...
Setelah kegiatan mandinya selesai dan berganti pakaian, Ara membantu Rasya memasangkan dasi. Rasya terus menatap wajah cantik istrinya itu sehingga membuat Ara tidak nyaman.
"Eh gimana sih caranya make dasi, aku kok lupa," ucapnya dengan gugup.Rasya terkekeh, ia tau Ara jadi salah tingkah karenanya.
"Ya udah sini biar kakak sendiri yang pakai, kamu siap-siap, pake make upnya tipis-tipis aja," Rasya memberi peringatan.
"Siap pak bos, aku gak make up juga udah cantik dari sananya," Ara menyombongkan diri lalu tertawa pelan.
Rasya mengacak rambut Ara. "Kak Rasya hobi banget deh ngajak rambut aku, berantakan kan jadinya," ucap Ara sambil mengerucutkan bibirnya.
"Gak sah manyun gitu, kamu sengaja ya Ra menggoda kakak," ucapan Rasya membuat Ara menutup mulutnya dengan kedua tangan.
"Ya enggaklah kak, aku dah siap yuk berangkat," ajak wanita itu.
Pasangan suami istri itu masuk ke mobil lalu Rasya mengantar Ara ke kantor ojek online terlebih dulu kemudian barulah dirinya ke kantor Ayahnya.
__ADS_1
"Kakak yang semangat ya kerjanya," ucap Ara sebelum keluar dari mobil.
"Iya, nanti pulangnya kabari ya Ra," pinta Rasya pada istrinya.
"Ya kak," jawab Ara kemudian kembali menutup pintu mobil setelah ia keluar.
"Selamat pagi bu bos," sapa Pak Satpam pada Mutiara yang baru datang.
"Saya masuk dulu ya pak," pamit Ara.
Setelah itu ia memasuki ruang kerja Rasya. Sementara waktu ia akan menggantikan posisi suaminya di kantor ojek online tersebut.
Tok tok tok
"Silahkan masuk," kata Ara pada seseorang yang mengetuk pintu ruang kerjanya.
"Saya hanya mau mengantarkan ini untuk ditanda tangani bu," Hana meletakkan berkas pada meja kerja Ara.
"Iya mbak taruh di sana dulu, saya gak bisa ambil keputusan, nanti biar suami saya yang tanda tangani, nanti saya sampaikan,"
"Oh ya sementara waktu saya akan menggantikan Pak Rasya mohon bantuannya ya mbak..."
"Saya Hana," Hana memperkenalkan diri.
"Iya,saya Mutiara, kalau tidak ada lagi yang penting mbak Hana bisa kembali ke tempat kerjanya," perintah Ara dituruti oleh Hana.
Setelah Hana keluar Ara menelpon bagian customer servis.
📞 "Hallo mbak Diana sibuk gak?" tanya Ara pada temannya di bagian customer servis.
Setelah mendapatkan jawaban kalau Diana tidak terlalu sibuk, Ara melenggang ke bagian customer servis.
"Selamat datang bu bos," sambut Diana dengan candaannya.
"Ya ampun mbak Diana bisa aja," Ara berjalan cepat ke arah Diana dan Sarah lalu memeluk mereka.
"Aku kangen banget sama kalian," kata Ara setelah melonggarkan pelukannya.
"Kita juga Ra, eh maksud saya bu bos," kata Sarah membetulkan panggilannya.
"Panggil Ara aja mbak kaya biasanya, jangan sungkan,"
"Mana boleh kaya gitu bagaimana pun kamu tetap atasan kami sekarang," tolak Diana.
"Ya udah terserah kalian aja," kata Ara lalu mereka tertawa.
"Nanti makan siang bareng ya mbak, aku traktir, oh ya ajak pak Rio sekalian," pinta Ara namun membuat wajah Sarah menjadi sendu.
"Iya nanti kita sampein ke Pak Rio," jawab Diana.
...❤️❤️❤️❤️...
__ADS_1
Maafkan author ya readers ku tercintah karena jarang-jarang update karena kesibukan dunia nyata. Terima kasih buat kalian yang udah nyemangatin author aku jadi tambah cinta sama kalian 😘😘