Kepincut Cinta Miss Ojol

Kepincut Cinta Miss Ojol
Kejutan


__ADS_3

Bu Mia mendengar suara gaduh di bawah. Ia pun memutuskan untuk turun dan melihatnya. Ternyata keluarga Rasya sudah berkumpul di bawah. Kedatangan mereka begitu tiba-tiba mungkinkan Rasya yang mengabari keluarganya agar datang menjenguk putrinya yang sedang hamil? pikirnya.


"Wah rupanya ada tamu yang datang?" ucapnya yang sedang berada di ambang pintu.


Semua orang menoleh ke arah Bu Mia.Emely kemudian mendekat ke arah besannya. Lalu memeluk sebentar untuk menyapa ibu Mutiara.


"Maafkan kami tidak memberi tahu sebelumnya," ucap Emely dengan sopan.


"Tidak apa ini rumah kalian juga," jawab Bu Mia sembari tersenyum.


"Ara kamu tidak apa-apa?" tanya Bu Mia pada putrinya yang terlihat pucat.


"Aku tidak apa-apa bu hanya muntah sedikit," ungkapnya.


Rasya kemudian membiarkan istrinya beristirahat. Anggota keluarga yang lain juga diminta untuk tinggal sementara. Rasya ingin mereka ikut andil dalam kejutan ulang tahun untuk istrinya yang ke 20.


Rasya menyulap halaman belakang rumahnya menjadi tempat pesta kebun. Ia memberikan nuansa balon dan bunga warna putih. Berhubung Ara tidak suka wangi bunga, jadi Rasya meminta dekor bunga palsu untuk menghiasinya. Tidak hanya itu ia juga meminta untuk dipasangkan lampu-lampu yang cantik. Ia yakin istrinya itu akan menyukainya mengingat selama ini Rasya tidak pernah bersikap romantis. Bahkan memberi bunga juga tidak pernah ia lakukan.


"Kalian siap?" tanyanya pada anggota keluarga yang berkumpul di halaman belakang.


Setelah itu Rasya kembali ke kamarnya untuk membangunkan sang istri tepat di tengah malam.Rasya duduk di tepi ranjang. Ia ingin mengguncang tubuh Ara agar dapat membangunkan istrinya. Namun ia memilih cara lain untuk membangunkannya.


Mutiara yang masih terpejam matanya mengernyit saat merasakan sesuatu yang menggigit bibirnya.Ketika wanita itu membuka mata, Ara melihat wajah suaminya begitu dekat. "Nagapain si?" tanyanya heran tapi terkekeh juga. Lalu ia mengusap bibirnya yang basah dengan punggung tangannya.


Rasya diam saja menahan senyum. Namun akhirnya terkekeh saat Ara melayangkan pukulan ke lengannya.


"Orang cuma mau bangunin kamu," ucapnya memberi alasan.


"Gak bisa pakai cara lain?" omelnya.


"Enakan juga gitu," Rasya kembali mencondongkan kepalanya sehingga membuat Ara salah tingkah.


Ara sedikit memundurkan kepalanya agar menjauh. Rasya jadi tertawa saat melihat sikap istrinya yang menggemaskan itu.


Lalu bumil itu melihat jam weker yang terletak di samping ranjangnya."Ya ampun masih tengah malam kirain udah pagi," Ara berniat menaikkan selimutnya namun Rasya melarangnya.

__ADS_1


"Sayang bangun yuk," ajaknya.


"Gak mau, ayam aja masih tidur," tolaknya.


"Sebentar aja," mohon Rasya. Lalu ia memasangkan penutup mata pada strinya.


"Eh mataku kok ditutup, mau apa sih kak?" tanyanya bingung.


"Udah ikut aja nanti kamu juga tahu," Rasya menuntun Ara berjalan sampai ke belakang rumah dengan perlahan.


Sesampainya di belakang rumah, Rasya memberikan kode pada keluarganya. Perlahan Rasya membuka penutup mata istrinya. Ara kaget saat ia membuka mata semua orang sudah berkumpul di halaman belakang.


"Surprise," Andrea dan suaminya membuka confetti sehingga membuat perayaan pesta kejutan ulang tahun untuk iparnya itu meriah.


Ara tidak menyangka suami dan keluarganya telah menyiapkan pseta ulang tahun yang belum pernah ia rayakan di tahun-tahun sebelumnya.


Matanya menjadi berkaca-kaca, ia merasa terharu akan perhatian suaminya yang begitu tulus. Ia pun memeluk suaminya dengan sayang."Terima kasih," ucap Ara seraya mendongak ke wajah sang suami.Rasya menjawabnya dengan anggukan kecil.


Ehem


Rasya dan keluarga anggota lainnya menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk Ara. Setelah itu Ara diminta memejamkan mata dan berdoa untuk dirinya. Tapi Ara menolak ia memilih untuk menyampaikan doanya.


"Aku berharap pernikahan kita selalu dikaruniai kebahagian," ucapnya seraya memandang wajah tampan sang suami.


Rasya tersenyum mendengar doa yang diucapkan oleh istrinya. Ia pun berharap demikian. Tentu saja pasangan manapun akan mengucapkan doa yang sama terlebih apabila mereka saling mencintai.


Setelah itu ia meniup lilin angka yang sesuai dengan usianya. Semua keluarga memberikan tepukan yang meriah seusai Ara meniup


Lalu Rasya menyerahkan kotak warna biru yang dibalut pita dengan warna yang senada."Apa ini?" tanyanya pada sang suami saat menerima kotak tersebut.


"Buka aja," Ara pun membuka kotak itu perlahan.


"Wah cantik sekali," wajah Ara sangat berbinar saat melihat isi di dalam kotak itu.


Rasya memberikan hadiah berupa kalung berlian dengan desain yang sederhana namun harganya sangat fantastis.

__ADS_1


"Aku pakaikan ya,"Ara hanya mengangguk pelan.


Rasya mengambil kalung dalam kotak itu lalu membuka pengaitnya.Ara menyibak rambutnya yang panjang terurai. Rasya memakaikan kalung itu dari belakang membuat wajah Ara bersemu merah. Ia menahan tawa karena begitu senang dengan hadiah istimewa di hari ulang tahunnya.Ara tidak menyangka suaminya sangat romantis.Tapi sayangnya baru kali ini ia tunjukkan.


Wanita itu melihat bandul kalung yang terpakai di lehernya begitu cantik. Ia tidak berhenti tersenyum bahagia. Lalu satu persatu anggota keluarga memberi ucapan selamat kepada Ara.


"Selamat ya sayang semoga kamu dan calon bayimu selamat sampai lahiran," ucap Bu Mia seraya memeluk putrinya.


"Selamat ya honey semoga kamu dan anak ibu selalu berjodoh sampai kakek nenek," seru Emely dengan mengecup kening menantunya.


"Sayang itu kan doa ku buat menantuku," sahut Antoni.


"Kau pikirkanlah doa yang lain," kata Emely.


"Sudah sudah biar aku duluan yang memberi doa pada kakak iparku," seru Andrea melerai pertengkaran orang tuanya.


"Ara, eh maksud ku kakak ipar semoga kau memiliki banyak keturunan," doa Andrea pada kakak iparnya.


Semua orang tertawa mendengar doa Andrea."Kenapa apa doaku salah?" tanyanya bingung.


"Tidak sayang kami setuju dengan doamu, ibu akan sangat senang kalau mendapatkan banyak cucu rumah pasti akan sangat ramai, ibu sudah bisa membayangkan kericuhan mengurus cucu-cucu ibu nanti," di dalam kepalanya Emely membayangkan betapa bahagia nanti bersama dengan para cucu yang lucu-lucu.


"Ya ayah setuju kalian memiki banyak anak, orang dulu bilang banyak anak banyak rejeki, lahirkanlah anak kembar sekalian," pinta Antoni.


Rasya dan Ara saling bertukar pandang. Mereka pun tersenyum mendengar ucapan sang ayah.


"Aku tidak mempermasalahkan jenis kelaminnya ayah, mau laki-laki atau perempuan yang penting kami akan menjaga dan menyayangi anak-anak kami dengan tulus," ucap laki-laki berwajah bule itu seraya mengelus perut Ara yang masih rata.


Ara jadi merasa bangga pada suaminya. Ia begitu perhatian dan sayang pada dirinya. Padahal dulu ia sempat meragukan cinta Rasya.


"Emm aku punya satu permintaan," sela Mutiara.


...***...


Maaf ya upnya lama, kalau ada yang punya ide buat ngembangin cerita ini bisa aku tampung lho asal dukung terus tulisan aku ini.

__ADS_1


__ADS_2