
"Ara," Lulu berlari berhambur ke pelukan Ara ketika Ara baru sampai di kafenya.
"Ngapain lo nangis, muka lo jadi jelek kalau nangis," goda Ara sambil mengelus rambut Lulu.
"Gue kalah Ra, gue..." Lulu nangis sesenggukan karena kalah dalam pemilihan ketua BEM.
"Sstt, kalah bukan berarti lo harus nyerah, tujuan lo cuma pengen lo dikenal banyak orang kan biar lo bisa promoin kafe lo?" Ara memegang bahu Lulu.
"Lebih dari itu Ra gue pengen populer biar gue bisa dapetin cowok kaya kak Rasya," ungkap Lulu sambil tertunduk.
"Ck, lo suka sama calon suami gue?" Ara memicingkan matanya pada Lulu.
"Bukan bukan, maksud gue yang setipe gitu," ucap Lulu lirih.
"Kata pak ustadz di pengajian laki-laki baik untuk wanita yang baik begitupun sebaliknya,"
"Sialan lo Ra,jadi lo nganggap gue gak baik?" umpat Lulu.
"Dengerin dulu, elo itu cewek baik-baik pasti nanti juga dapat jodoh yang baik pula, tapi sebelum lo sibuk nyari jodoh lo mending lo spinsorin acara pernikahan gue seminggu lagi siapa tahu lo dapat jodoh di acara pernikahan gue,"
"Emang bisa gitu?" ejek Lulu.
"Bisalah, elo tahu kan bokapnya kak Rasya itu CEO pasti banyak kolega bisnisnya yang diundang kali aja ada yang cocok sama lo,atau lo mau sama temen-temen gue yang satu profesi dulu," Lulu membelalakkan matanya.
"Ara, masak gue lo jodohin sama tukang ojek sih bisa dihapus nama gue dari kartu keluarga," Lulu mencebik kesal sambil menyilangkan tangannya.
"Jadi gimana lo mau kan endorse gue?" Ara menaik turunkan alisnya.
Luku berfikir sejenak. Tidak mendapatkan jawaban dari Lulu, Ara kemudian berbalik badan.
"Kalau gak mau ya udah gue juga gak rugi,"
"Eh tunggu Ra, lo bayar setengah gimana?" Lulu menawarkan pilihan.
"Oke, deal ya," Ara mengulurkan tangannya.
Lulu masih berfikir.Tak mendapat respon dari Lulu, Ara menarik tangan sahabat nya itu lalu menyalaminya secara terpaksa.
"Ingat ya Lu seminggu lagi," teriak Ara sambil keluar dari kafe Lulu.
__ADS_1
Lulu merasa kesal tidak bisa menolak permintaan sahabatnya itu. Lulu pun mengacak rambutnya yang pendek seraya menghentakkan kaki.
...***...
"Mbak makanannya gimana sudah beres semua kan?" tanya Lulu pada pegawainya yang ditugaskan untuk mengurusi makanan di acara penting sahabatnya.
"Sudah mbak," jawab salah seorang pegawai.
Hari ini acara pernikahan antara Mutiara Ramadhani dan Arrasya Ramadhan dilangsungkan di kediaman mempelai wanita.Sebelumnya Rasya mengutarakan niatnya untuk melakukan acara pernikahan di gedung yang mewah tapi Ara menolaknya.Oa menginginkan konsep pernikahan yang sederhana.
Untuk itu Rasya menyulap rumah Ara penuh dengan hiasan bunga warna putih sesuai keinginan Ara. Bahkan rumah Ara yang awalnya lusuh kini tidak tampak lagi berkat dekor yang cantik.
"Oke, aku ke belakang dulu ya nemuin calon pengantinnya," ucap Lulu yang kemudian menaiki tangga teras rumah Ara.
"Dugh ribet banget pake kebaya," keluh Lulu yang merasa kesulitan saat mengenakan rok panjang yang melilit tubuhnya.
"Ra elo udah siap?" tanya Lulu yang menyembul dari balik pintu kamar Ara.
"Sudah mbak," jawab Sang penata rias.
"Elo cantik banget Ra," puji Lulu yang melihat Ara memakai kebaya warna putih dengan hiasan bunga melati yang menyamping.
"Gue deg-degan Lu," Ara menghampiri temannya itu dan meraih tangan Lulu.
"Tenang aja ada gue yang nemenin elo," jawab Lulu untuk menenangkan Ara.
"Rombongan pengantin prianya sudah datang," kata salah seorang kerabat Ara.
Rasya dan keluarganya yang jauh-jauh datang dari Jerman tiba di rumah calon istrinya. Rasya terlihat gagah mengenakan setelan jas warna putih.
Rasya menghadap penghulu dan di sampingnya ada beberapa saksi yang hadir dari pihak mempelai wanita. Dengan satu tarikan nafas Rasya mengikrarkan janji pernikahan di hadapan penghulu.
"Sudah sah," salah seorang melapor pada Ara yang masih berada di kamar.
Seusai ijab qobul Ara diperbolehkan menemui suaminya. Dibantu Lulu Ara berjalan lambat ke arah sang suami. Saat dirinya telah berada di hadapan Rasya. Ara segera meraih tangannya lalu mencium punggung tangan suaminya.
Rasya membalas dengan mencium kening Ara. Momen itu tidak lupa diabadikan oleh fotografer yang sudah dibayar oleh Rasya.
"Selamat ya nak kalian sudah resmi jadi suami istri," ucap Bu Mia yang merasa haru.
__ADS_1
Ara memeluk ibunya dan tak terasa air matanya lolos begitu saja."Bu terima kasih sudah menjaga Ara selama ini," ucap Ara.
Setelah itu Ara dan Rasya bergantian menyapa keluarga Ramadhan.
"Jadilah suami yang baik," pesan Antoni pada putranya.
"Selamat ya kak, sudah resmi jadi aunty nya Cibul, semoga kalian cepet dapet momongan," Andrea mendoakan Ara dan Rasya.
Kali ini Andrea juga mengajak suaminya. Suaminya itu menyapa keduanya seraya meggendong Cibul.
"Tentu saja aku akan membuat yang sejenis dengan Cibul," ucapan Rasya ditanggapi Ara dengan pukulan di lengannya. Rasya yang merasa kesakitan mengusap lengannya.
Lalu giliran Didu dan Lulu yang menghampiri mereka. Kali ini Didu mengenakan pakaian batik lengan panjang namun tidak terlihat tua.
"Selamat ya bray, udah resmi jadi suami neng Ara, hari ini fix jadi hari patah hati bagi gue," ucap Didu dengan wajah sendunya.
Tapi Rasya malah menanggapi lain. "Masih ada Lulu tenanglah," goda Rasya.
"Lah ko jadi gue," Lulu mengerutkan keningnya.
"Neng Lulu apa perlu abang panggil penghulunya supaya nikahin kita sekalian, lumayan ini dekornya udah ada," ucapan Didu tidak ditanggapi serius oleh Lulu.
"Idih, elo nikah aja sono sama orang lain," Lulu merasa geli. Sedangkan pasangan pengantin baru itu tertawa melihat hiburan di depannya.
"Ra elo gimana sih katanya kolega mertua lo mau pada dateng," protes Lulu yang membisikkan ucapannya ke telinga Ara.
"Maaf Lu mereka memang diundang tapi yang datang hanya hadiah dari mereka sebagai ucapan selamat, yang lainnya masih ada di luar negeri jadi mereka tidak bisa dateng," ucapan Ara membuat bahu Lulu meluruh.
"Sia-sia deh gue dandan cantik kaya gini, gue juga udah endorse lo," Lulu mengerucutkan bibirnya.
"Tenang aja Lu nanti kamu kirim totalnya ke nomor aku, akan aku lunasi semuanya," sahut Rasya.
"Okeh siap pak bos," Lulu merasa senang.
Seusai melaksanakan acara pernikahan keluarga Rasya langsung kembali ke Jerman. Sedangkan Rasya malam ini tinggal di rumah Ara. Rencananya mereka akan pindah besok. Bu Mia juga diajak pindah ke rumah Rasya sesuai permintaan Ara. Ara tentu tidak tega ibunya tingga sendirian tanpa ada seseorang yang menjaganya.
...***...
Segini dulu ya, jangan lupa dukung terus karya aku dengan menekan tombol like dan komen.
__ADS_1