Kepincut Cinta Miss Ojol

Kepincut Cinta Miss Ojol
Gara-gara Jamu


__ADS_3

Harap bijak membaca ya episode ini area 18+ bagi yang di bawah umur bisa diskip aja oke nanti dimarahin pak guru lho kalau diem-diem baca hahaha.


...❤️❤️❤️❤️...


Ara sengaja masuk ke kamar duluan setelah makan malam. Ia tidak tahu apa yang akan terjadi setelah suaminya meminum obat kuat dari sang ibu. Untuk itu ia berjaga-jaga kalau-kalau suaminya jadi bereaksi berlebihan, pikirnya.


Di dalam kamar wanita cantik yang sudah memakai piyama itu mengolesi wajahnya dengan masker. "Ini untuk jaga-jaga biar kamu gak bisa nyium aku," gumam Ara tangannya masih meratakan masker wajah. Ia tersenyum licik.


Tak lama kemudian Rasya memasuki kamarnya. Ia melihat sang istri sedang berada di depan cermin. Lalu menghampiri wanita cantik itu dan memeluknya dari belakang.


"Kamu pakai apa sayang?" tanya Rasya sambil mencium bahu Ara.


"Kakak ini bisa tidak sekali aja gak menggodaku," protes Ara yang menoleh ke arah suaminya.


"Gak bisa," jawab Rasya singkat.


"Kamu ko pakai begituan sih sayang, hapus dong!" pinta Rasya pada Ara untuk menghapus masker wajahnya.


"Enak aja baru aku olesin nih mana boleh langsung dihapus nanti maskernya sia-sia dong," elak Ara.


"Kamu gak pakai masker juga udah cantik sayang," Rasya mencubit pipi Ara gemas. Lalu ia mengibaskan tangannya yang lengket karena terkena masker.


"Kak Rasya, masker aku jadi rusak kan," geram Ara. Sementara Rasya malah tertawa.


"Udah hapus aja sekalian, sayang kan cantiknya malah ketutupan," ejeknya.


"Gak nanti bisa aku tambahin lagi," Ara hendak mengambil botol maskernya tapi dengan cepat Rasya menyembunyikan botol itu.


"Kembaliin kak," pintanya berusaha meraih botol masker di tangan Rasya.


"Ambil aja kalau bisa," Rasya semakin meninggikan tangannya ketika Ara berusaha merebut.


"Kak Rasya," Ara dan Rasya mulai kejar-kejaran di dalam kamar.


Nafas Ara mulai terengah-engah. "Aku capek," Rasya yang mendengar ucapan istrinya itu tersenyum menyeringai.


Tanpa aba-aba ia menggendong tubuh istrinya yang cantik kemudian merebahkan dengan perlahan di atas ranjang. Ara berusaha bangun tapi dengan sigap Rasya naik ke atas ranjang dan mengungkungnya.

__ADS_1


"Mau kemana?" tanya Rasya pada istrinya.


"Turunlah, kakak jangan seperti ini," ucap Ara dengan wajah yang sudah memerah.


Rasya diam saja tangannya mengambil tisu basah yang ada di atas meja kemudian mengelap wajah Ara dengan lembut. Perlahan tangannya mengusap bagian bibir Ara terlebih dulu.


"Yagh yagh ko dihapus si kak," rengek Ara.


"Aku tahu tujuan kamu pakai masker supaya aku tidak bisa menciummu kan?" tebak Rasya.


"Sok tahu, aku cuma mau wajahku ini..." Rasya membungkam mulut Ara dengan mulutnya. Ia me*u*at bibir Ara dengan lembut. Ia juga memasukkan lidahnya ke dalam mulut Ara. Wanita itu tidak menolak tapi memukul bahu Rasya saat ia mulai kehabisan nafas.


"Kakak curang," protes Ara setelah Rasya melepas pagutannya.


"Kamu yang mulai, sayang kenapa kamu tidak pernah memakai baju dinas yang kubelikan untukmu," protes Rasya.


"Baju yang kurang bahan itu?" ucap Ara sambil tertawa mengingat lingeri yang sangat tipis dan nerawang itu.


"Tapi aku suka," Rasya tersenyum jahil.


"Tapi aku tidak suka, kakak tahu aku akan kedinginan saat memakainya,"


Ia mulai mencium bagian leher Ara dan menyesapnya.Ara merasakan geli di sekujur tubuhnya."Arrgh kak Rasya," panggil Ara dengan lirih.


"Sebentar saja," goda Rasya sambil menatap manik mata Ara yang begitu indah. Pandangan mereka terkunci. Wajah Ara mulai memerah karena malu.


"Kenapa wajahmu merah sayang?" tanya Rasya.


"AC nya mati ya aku kepanasan," bohong Ara seraya mengipas-ngipaskan tangannya karena gugup.


Rasya dengan gemas melihat tingkat istrinya yang banyak beralasan. Kemudian ia merangkum pipi Ara dan mencium bibir Ara yang sangat manis baginya. Ciuman mereka semakin dalam. Bahkan, Rasya memasukkan lidahnya untuk mnggelitik lidah Ara.Mata keduanya sesekali terbuka dan terpejam.Kepala mereka bergerak mengikuti irama bibir yang saling bertaut.


Tangan Rasya mulai membuka satu persatu baju istrinya. Ara hanya bisa pasrah terhadap perlakuan sang suami. Tidak dipungkiri ia pun merasakan kenikmatan yang sama saat melakukan hubungan intim.


Rasya tersenyum nakal pada istrinya. Mungkin setelah ini ia harus berterima kasih pada ibu mertuanya. Berkat jamu kuat yang ia minum Rasya merasa tubuhnya sangat bersemangat saat melakukan hubungan suami istri dengan Mutiara.


"Gawat jamunya benar-benar bereaksi," batin Ara dalam hati.

__ADS_1


Ia masih dalam kungkungan suaminya. Wanita yang sudah sah menjadi istri Rasya tersebut tidak bisa menolak lagi. Ia sudah terbuai dengan sentuhan-sentuhan suaminya yang meraba setiap inchi tubuhnya. Tubuhnya merasakan panas saat Rasya mencium dan memberikan kiss mark di beberapa bagian.Suara lenguhan dan d*sahan lolos begitu saja dari mulut Ara sehingga membuat Rasya semakin bersemangat.


Rasya tidak bisa lagi menahan hasratnya untuk melakukan penyatuan."Aku masuk ya," izinnya pada sang istri yang mendapat anggukan sebagai jawaban atas pertanyaan suaminya. Mereka pun melakukannya. Bahkan tidak hanya sekali mereka melakukan penyatuan.


...***...


Keesokan harinya Rasya terbangun lebih dulu. Ia menatap wajah sang istri yang masih tertidur lelap.Jari Rasya menyentuh bagian hidung Ara yang mancung kemudian turun ke bibirnya yang merah. Ia tidak tahan untuk menciumnya.


Cup


Laki-laki yang masih berada di atas ranjang itu mengecup singkat bibir Ara. Namun,Ara tidak ada reaksi. Rasya tersenyum mengingat kegiatan bercintanya semalam.


"Kamu pasti lelah sampai tidak terasa saat aku menciummu," ucap Rasya dengan lirih seraya menatap wajah Ara yang cantik.


Kemudian Rasya bangun dan membiarkan istrinya sebentar. Ia akan mandi terlebih dulu. Setelah setengah jam Rasya selesai mandi Ara tidak bangun juga. Rasya berganti baju kemudian duduk di samping Ara yang tidak bergerak sama sekali.


Ada rasa khawatir pada dirinya melihat sang istri yang tidak juga terbangun. Lalu ia menggoyangkan tubuh Ara pelan."Ara sayang bangun," Rasya membangunkan istrinya tapi Ara masih diam saja.


Ia mulai panik. Rasya membangunkannya sekali lagi."Sayang bangun pliss," mohon Rasya tapi Ara tidak juga bergerak.


Rasya mengecek pernafasan Ara melalui hidung. Saat diketahui istrinya itu masih bernafas ia sedikit lega. Namun ketika dirinya tidak bisa membangunkan Ara, laki-laki itu mulai panik.


"Damn, mungkin Ara pingsan karena kelelahan," panik Rasya merutuki dirinya sendiri.


Ia pun keluar kamar dan berjalan ke kamar mertuanya. Waktu menunjukkan pukul 05.30 Rasya mengetuk pintu kamar Bu Mia tapi tidak ada jawaban. Lalu ia membuka kamarnya ternyata kosong. Rasya menuruni tangga dengan cepat dan mencari mertuanya. Ia berjalan ke arah dapur.


"Bu bisa tolong ke kamar saya sebentar," pinta Rasya pada Mia yang sedang memasak bersama asisten rumah tangga.


"Ada apa nak?" tanya Bu Mia heran.


"Ikutlah bersama saya," perintah Rasya dituruti oleh mertuanya.


Mereka pun naik ke atas menuju ke kamar Rasya. Setelah sampai di kamarnya Rasya menjelaskan bahwa saat dirinya membangunkan istrinya, Ara tidak menjawab. Bu Mia melihat kekhawatiran di wajah Rasya. Ia mencoba tenang dan duduk di samping Ara.


"Nak bangun nak," Bu Mia memanggil putrinya namun tidak ada respon.


"Bu mungkinkah Ara pingsan?" Rasya berpendapat.

__ADS_1


"Ya ampun kenapa kamu nak?" saat Bu Mia menyibak selimut yang dibuat untuk menutupi tubuh anaknya, Bu Mia kaget ia berfikir mungkinkah gara-gara jamu yang ia berikan pada menantunya sehingga membuat Rasya menggempur istrinya sampai pingsan.Ada rasa bersalah dalam dirinya.


Bu Mia menoleh ke arah menantunya. Rasya jadi salah tingkah ia tidak tahu apa yang harus ia terangkan pada mertuanya. "Kita bawa Ara ke rumah sakit saja bu," pintanya.


__ADS_2