Kepincut Cinta Miss Ojol

Kepincut Cinta Miss Ojol
Unboxing


__ADS_3

"Wih penganten baru udah masuk kuliah aja, gak ada acara honeymoon bray?" tanya Didu seraya mengalungkan tangannya ke leher Rasya.


"Ditunda dulu sampai liburan semester," jawab Rasya dengan ekspresi wajah datar.


"Tapi yang itu udah kan?" tanya Didu dengan menaik turunkan alisnya.


"Apaan?" tanya Rasya pura-pura tidak tahu maksud temannya itu.


"Ck, belah duren," bisik Didu ke telinga Rasya.


"Aku gak suka durian baunya gak enak."


"Aelah ni bule, maksud aku unboxing istri lo, malam pertama," terangnya.


Rasya menggeleng sedih. Didu seakan tak percaya. "Ah yang bener?" tanyanya untuk meyakinkan.


"Ara sedang datang bulan," jawab Rasya.


"Wkakak anda belum beruntung bray, coba lagi setelah dia selesai me*str*asi," ledek Didu.


"Tapi denger-denger itu masa suburnya cewek bray, wah bisa langsung dapat keturunan lo," imbuh Didu.


Rasya dan Didu terdiam saat Ara mendekat ke arah mereka. Ara tersenyum ke arah sang suami. Namun, Didu pun ikut tersenyum pada Ara.


"Kak aku tunggu di perpustakaan kampus ya, kalau sudah selesai kabari," ucap Ara yang baru datang setelah membeli minuman di kantin.


"Iya," seru Rasya sambil mengacak rambut istrinya.


"Iri gue sama kalian, jadi pengen nikah muda juga sayangnya neng Lulu nolak cinta abang terus," curhatnya pada sepasang suami istri tersebut.


"Banyakin sedekah, sama sholat sepertiga malam Du biar doa lo dikabulin sama Allah bukannya clubbing mulu," cibir Ara.


"Berat neng mending gue langsung ke dukun aja, cinta ditolak dukun bertindak," balas Didu.


"Siap-siap lo mati kebakar api neraka," ucap Ara sebelum ia melangkah pergi diiringi tawa mengejek.

__ADS_1


"Dih serem juga kata-katanya," gumam Didu membayangkan ngerinya mendapatkan siksaan di neraka.


"Ayo masuk," ajak Rasya dengan mengalungkan tangannya ke leher Didu.


Seusai mengikuti mata kuliah Rasya menjemput Ara di perpustakaan. Selama menunggu Rasya tadi Ara membaca beberapa buku referensi untuk tugas kuliahnya.


"Yuk pulang," ajakan Rasya diikui sang istri.


...***...


Hampir setiap hari selama Ara datang bulan Rasya melihat pertandingan sepak bola yang tayang tengah malam. Terkadang dia sampai ketiduran di ruang tengah. Namun dirinya juga sering terbangun saat subuh lalu kembali ke kamarnya.


Sudah empat hari Rasya dan Ara sah menjadi suami istri namun belum sekalipun Rasya menyentuh sang istri sepenuhnya. Mereka hanya berpelukan saat tidur. Rasya harus menahan hasratnya selama Ara belum selesai.


"Mau kemana?" tanya Ara yang melihat sang suami hendak membuka pintu kamarnya.


"Mau nonton bola," jawabnya.


"Nanti kakak ketiduran di depan tv lagi, gak tidur sini aja bareng aku, aku sudah selesai lho," ucapnya lirih.


Rasya menajamkan pendengarannya. "Agh yang bener Ra?" pertanyaan Rasya dijawab Ara dengan anggukan kepala.


Rasya menangkap jemari Ara dan meletakkannya di atas bahu. Lalu kedua tangan Rasya meraih pinggang wanita cantik di hadapannya itu. Rasya memiringkan kepalanya. Kedekatan ini membuat bibir mereka saling menyatu. Sesaat kemudian Rasya melepas pagutannya.


"Sudah siap?" tanyanya meminta izin


Ara melipat bibirnya ke dalam, dia tidak menggeleng sebagai tanda penolakan namun juga tidak mengangguk yang berarti setuju karena dirinya teramat malu. Ara hanya tersenyum sebagai jawaban atas pertanyaan yang diajukan suami tercintanya.


Ara merasa gugup karena ini untuk pertama kalinya. Jantungnya berdegup kencang. Ia memikirkan bagaimana jika rasanya menyakitkan seperti yang dibicarakannya banyak orang.


Rasya berbalik kemudian mengunci pintu kamar mereka. Setelah itu ia mendekati istrinya yang sedang duduk bersandar di atas kasur. Ara mengernyit ketika mendapatkan sentuhan di pipinya. Hal itu membuat Rasya tersenyum.


"Aku takut," ucap Ara dengan lirih.


"Pelan-pelan saja sayang," ucapnya untuk meyakinkan Ara.

__ADS_1


Mereka mulai dengan menyatukan bibir hingga membuat Ara terbuai dan secara tidak sadar telah berada dalam kungkungan tubuh suaminya.


Rasya melepas kaos yang ada di badannya saat mengapit paha sang istri.Lalu mencondongkan diri pada wanita yang berbaring di hadapannya.


Rasya tersenyum dan meraih tangan Mutiara agar menempel di dadanya yang telanjang. Seketika darah Rasya berdesir ketika merasakan sentuhan lembut istri cantiknya.


Mereka belum berpengalaman, sedikit sentuhan saja bisa memicu gairah yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.


Perlahan Rasya melepas kancing piyama yang dikenakan oleh Ara. Ara memejamkan mata saat pria yang ada di atasnya kini menenggelamkan wajahnya di leher. Hembusan nafas Rasya yang terasa panas dilehernya membuatnya terbuai.Ada sensasi geli tapi begitu menyenangkan bagi wanita yang usianya belum genap dua puluh tahun itu.


Rasya meninggalkan jejak di leher jenjang Ara hingga membuat Ara menggigit bibir bawahnya untuk menahan l*ng*han yang keluar dari mulutnya. Serangan-serangan yang dilancarkan oleh suaminya sungguh membuatnya mabuk kepayang.


Ara mencengkeram apa saja yang dapat dijangkau oleh tangannya ketika Rasya mulai bermain-main di atas perutnya yang rata. Kemudian berpindah ke punggung Ara yang mulus untuk membuka penutup pabrik su su yang seharusnya opening sudah lama. Ara sudah tidak bisa menahannya lagi hingga d*sah*n dan le*g*han lolos begitu saja dari bibirnya.


"Emmph kak Rasya, emmph," ucapnya gugup.


Tangan Rasya mulai menjangkau dari sensitif milik istrinya. Kemudian membasahi bibirnya yang kering dengan lidah. Rasya mendongak kemudian berkata "kamu basah," tak ayal Ara menjadi malu dibuatnya.


Rasya kemudian melucuti bagian yang masih tertutupi lalu membuka pakaian yang masih dikenakan oleh Ara. Rasa mendekatkan tubuhnya dan menautkan jari jemarinya menyalurkan rasa aman pada sang istri.


"Yang pertama mungkin sakit tapi tahan sebentar ya, rileks saja jangan tegang, nanti kamu sakit," izinnya saat akan melakukan penyatuan.


Rasya menggenggam tangan Ara kemudian menciumnya. Ia pun melakukannya dengan hati-hati. Ara merintih kesakitan saat penyatuan berlangsung. Wanita itu menggigit bibirnya dan mencengkeram sprei. Rasya yang tidak tega menciumi leher dan bibirnya bergantian untuk pengalihan.


Sesaat kemudian Rasya merasakan sensasi panas di sekujur tubuhnya. Ia benamkan wajahnya di ceruk leher sang istri dan memeluknya perlahan kemudian berkata "I love you beb."


Mendengar itu Ara mengangguk pelan. Wajahnya bersemu merah. Ia sempatkan mengusap peluh sang suami yang ada di keningnya. Ara pun tersenyum.


Rasya menjatuhkan diri di samping sang istri kemudian menutup bagian tubuhnya yang terbuka dengan selimut. Ia tidur sambil memeluk Ara. Ara menggenggam tangan suaminya lalu memejamkan matanya yang terasa berat. Semalaman ini ia hampir tidak tidur setelah melalui hal baru bersama orang yang mencintai dirinya.


Malam pertama yang dilalui begitu manis meski tidak di hari pertama setelah mereka menikah. Keduanya terlihat saling menyayangi satu sama lain.


...***...


Yang bilang kurang hot nanti tulis sendiri aja di kolom komentar, gini aja author takut kena sensor sama platformnya.

__ADS_1


Maafkan apabila ada bagian yang terlewatkan.


Jangan lupa bagi-bagi poinnya ya


__ADS_2