Kepincut Cinta Miss Ojol

Kepincut Cinta Miss Ojol
Mabuk


__ADS_3

"Sayang tolong berhenti," pinta Rasya tapi tidak digubris oleh Ara. Wanita itu masih berjalan menuju ke depan mall.


Ara kemudian menghentikan taxi. Rasya tidak dapat mencegahnya pergi karena Ara lebih dulu masuk ke dalam taxi."Agh sial," umpat Rasya seraya meninju udara.


"Pak nanti berhenti di kafe XXX ya," ucap Ara pada sang sopir taxi.


Ara berhenti di depan kafe Lulu.Ia masuk dengan terburu-buru."Eh lo ngapain ke sini sendirian, suaminya lo mana Ra?" tanya Lulu tapi Ara diam saja.


Ia mengambil minuman yang ada di meja bartender kemudian meminumnya sampai tandas.


"Cuih minuman apaan nih pait banget," keluh Ara yang merasakan lidahnya tidak enak.


"Elo minum wine," jawab Lulu.


"Eh elo jual ginian juga?" Ara kaget dengan ucapan Lulu karena ia meminum sesuatu yang akan membuatnya mabuk.


"Yagh ini kan kafe umum Ra, yang beli bukan kalangan syariah doang si masalahnya," terang Lulu.


"Btw ngapain lo ke sini sendiri? suami lo mana?" Lulu kembali menanyakan Rasya yang tak terlihat datang bersama Ara.


"Gue kabur," jawab Ara singkat.


"What lo kabur dari rumah hah?" teriak Lulu.


"Ngomongnya gak usah ngegas gitu gue gak budeg," Ara sedikit merasakan pusing di kepalanya.


"Trus apa maksud nya elo kabur?" selidik anak pemilik kafe itu.


"Tadi gue habis jalan sama kak Rasya terus pas gue makan ketemu sama Putri, lo tahu dia lagi ngapain?" Lulu mengeleng.


"Dia diseret sama om-om," imbuh Ara.


"Hah ngapain dia diseret om-om?" tanya Lulu penasaran.


"Gak tahu gue yang jelas tadi nolongin dia eh malah dia cari muka depan suami gue, kesel kan tuh gue jadinya," Ara kembali meneguk wine yang kembali dituang oleh bartender.

__ADS_1


"Eh lo main minum aja punya orang tuh," protes Lulu.


"Aus banget gue, lagian dikit banget nuangnya," protes Ara yang sudah mulai ngelantur ngomongnya.


"Eh elo minum banyak-banyak bisa mabuk ogeb," umpat Lulu seraya menonyor kening Ara.


Drrt Drrt


"Hape lo bunyi tuh Ra," tunjuk Lulu pada hp milik Ara yang menandakan ada panggilan masuk.


"Udah biarin aja berisik," Ara membalik hpnya supaya nada deringnya berhenti.


Lulu yang penasaran mengambil hp milik Ara yang ia geletakkan di atas meja."Dari suami lo nih Ra, tuh kan bunyi lagi," ucap Lulu saat hp yang ia pegang berbunyi.


"Matiin aja," cuek Ara sambil merebahkan kepalanya di atas meja bartender.


"Hallo, kak Rasya buruan deh ke sini Ara mabok nih, ini Lulu kak Ara ada di kafe gue,jemput sekarang ya," Lulu menjawab panggilan dari suami Ara.


Lulu mengembalikan ponsel Ara setelah ia menjawab teleponnya.Ia menggeleng mendengar Ara mengoceh tidak jelas.


"Harusnya lo biarin aja tuh Si Putri ngapain elo tolongin kalau dia aja gak peduli sama lo," kesal Lulu mendengar curhatan Ara.


"Gue kasian Lu dia kesakitan gitu pas tangannya ditarik-tarik sama tu om-om, di depan umum pula, gue kan juga wanita jadi gue ngerasa waktu itu dia butuh pertolongan gue," Ara memegangi kepalanya yang pusing.


"Sok pahlawan sih lo," ledek Lulu.


"Lo ko tahu Lu, gue hajar tuh bodyguard-bodyguard om-om itu sampai mampus, habis mereka mukul kak Rasya," Ara mempraktekkan pukulannya sayang posisinya yang dalam keadaan mabuk membuat badannya terhuyung, hampir saja ia jatuh namun Rasya berhasil menangkap tubuh Ara.


Tak lama setelah Lulu menjawab panggilan teleponnya,Rasya datang ke kafe Lulu. Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Setelah keluar dari mall sore tadi Rasya tidak dapat mengejar taxi yang membawa istrinya. Lalu ia putuskan untuk menelpon asisten rumah tangganya namun ternyata Ara belum pulang.Setelah itu Rasya mencoba menghubungi ponsel istrinya tapi saat itu Ara terus mengabaikan panggilannya. Untungnya Lulu menjawab panggilan telepon dari Rasya sehingga laki-laki itu bisa mengetahui keberadaan istrinya.


"Kok bisa jadi gini sih Lu?" tanya Rasya pada Lulu.


"Bini lo tadi minum ini kak," tunjuk Lulu pada gelas yang kosong.Rasya kemudian mencium gelas bekas wine itu.


"Pantas dia mabuk," Rasya menggeleng.

__ADS_1


Tanpa aba-aba Rasya menggendong tubuh Ara ala bridal style. Ara memberontak,"lepasin lepasin," ia memukul dada Rasya dengan kedua tangannya. Rasya tidak menghiraukan. Ia keluar dari kafe Lulu tanpa berpamitan dengan pemiliknya.


"Eh bray Ara kenapa?" tanya Didu yang baru memasuki kafe Lulu. Rasya tidak menjawab pertanyaan dari Didu. Ia cenderung mengabaikannya. Rasya membawa istrinya itu ke parkiran mobil.


Di depan pintu mobil tangannya tidak bisa meraih gagang pintu lalu ia menoleh ke arah Satpam dan meminta bantuannya untuk membukakan pintu mobil.Setelah mengucapkan terima kasih Rasya memasukkan tubuh Ara di kursi penumpang bagian depan dengan hati-hati. Lalu ia memutari mobil menuju ke kursi kendali.


Tak lupa Rasya memasangkan sabuk pengaman pada istrinya yang sudah tidak sadarkan diri. "Kamu ada-ada saja Ra," gumam Rasya ketika melihat wajah istrinya yang sedang terpejam.


Ia kembali menghadap ke depan. Menyalakan mesin mobil lalu menginjak gas agar segera sampai di rumah.


Setengah jam kemudian mobil Rasya memasuki halaman rumahnya yang mewah. Ia turun lebih dulu kemudian membuka pintu mobil di sebelah Ara. Ia mulai membuka sabuk pengamannya dan menggendong tubuh istrinya kembali.


"Tolong tutup pintunya," perintah Rasya pada Satpam agar menutup pintu mobil yang tidak sempat ia tutup.


"Nak putri ibu kenapa?" tanya Bu Mia panik saat melihat Ara dalam gendongan Rasya.


"Tidak apa-apa bu Ara cuma ketiduran saya kasian jadi tidak saya bangunkan," ucap Rasya sebelum melewati ibu mertuanya.


Bu Mia mengikuti sampai ke kamar Rasya. Ia membantu membukakan pintu kamarnya. Kemudian menata bantal untuk Ara. Rasya merebahkan tubuh istrinya secara perlahan.


"Nak beneran Ara gak kenapa-kenapa?" tanya Bu Mia yang cemas.


"Tidak bu, terima kasih sudah membantu ibu bisa istirahat sekarang," ucap Rasya dengan lembut.Bu Mia pun keluar dari kamar Rasya.Ia akan membiarkan putrinya beristirahat.


Sementara itu Ara melenguh kemudian tanpa sadar menarik kerah baju sang suami yang sedang duduk di dekatnya. Ara membuka mata, saat melihat wajah Rasya yang sudah begitu dekat dengan wajahnya ia tersenyum. Ara masih di bawah pengaruh minuman keras. Ia tidak sadar apa yang ia lakukan pada suaminya.


Ara menekan tengkuk suaminya lalu menempelkan bibirnya. Ia ******* bibir sang suami dengan brutal. Rasya malah menyukai hal itu ia pun membalas ciuman Ara. Adegan panas itu pun berlanjut. Rasya mulai memasukkan tangannya ke dalam baju Ara memainkan gundukan yang ada di balik bajunya. Tubuh Ara menggeliat karena merasakan geli.


Masih dalam keadaan bibir yang menempel, Rasya naik ke atas ranjang. Ara mengarahkan satu tangan suaminya ke bagian vitalnya. Rasya mulai memainkan bagian intinya.


Ara semakin terbuai. Ia melingkarkan kedua tangannya di leher sang suami. Rasya semakin berhasrat untuk bercinta dengan istri cantiknya malam ini.


...***...


Cukup sekian adegan panasnya, yang mau lebih panas nyalain aja kompornya di rumah masing-masing, hehe.

__ADS_1


Pliss jadi orang yang dermawan ya, kasih poin gak perlu bayar kok, thank you my readers.


__ADS_2