Kepincut Cinta Miss Ojol

Kepincut Cinta Miss Ojol
Kerja Part Time


__ADS_3

"Akhirnya ya Ra ujian selesai juga," ucap Lulu sembari meregangkan ototnya yang tegang seusai mengerjakan ujian.


"Liburan ini lo punya rencana ngapain?" tanya Lulu pada Ara.


"Gue kerja lah masuk pagi kan mbak Diana sudah mulai cuti besok," jawab Ara sambil memberesi bukunya.


"Tapi sorenya gue nganggur jadi pengen kerja part time, tapi kalau ngojek gak mungkin soalnya mana mungkin dua kerjaan dalam satu perusahaan," Ara mengetuk-ngetuk bibirnya dengan satu jari sembari berfikir.


"Gak ada capeknya ya lo, libur libur aja dinikmatin,lagian fisik lo kuat banget, gak usah diforsir ntar sakit tahu rasa," Lulu menasehati.


"Dugh perhatian amat, eh boleh gak gue kerja part time di kafe lo?" bujuk Ara seraya bergelayut manja pada Lulu.


"Ntar gue bilang bokap gue yagh, biasanya kalau lagi musim liburan emang banyak banget yang dateng," tutur Lulu membuat Ara jadi optimis.


"Gue tunggu ya kabar baiknya," Ara pun lebih dulu keluar dari kelas.


Siang ini ia terlihat buru-buru karena Rio memberi kabar siang ini ada pemilik saham yang akan berkunjung ke kantor.


Ara segera berganti pakaian di toilet kampus lalu ia menuju ke parkiran dimana mobilnya berada.


"Cantik banget neng," Ara tidak menghiraukan omongan Didu yang lewat di depannya.


"Gila jutek amat, biasanya kalau dia ketemu gue langsung senyum," Didu menggelengkan kepalanya.


"Kayanya dia buru-buru," seru Rasya yang sedang berjalan di samping Didu.


"Iya sih mungkin dia udah telat ke kantor," tambah laki-laki berkulit sawo mentah itu.


"Emang dia kerja?" selidik Rasya yang sebenarnya sudah tahu.


"Iya kerja di kantor ojek online, elo tahu gak bray, awalnya dulu Ara kerja itu buat bayar uang ganti rugi sama Radith, jadi mobilnya gak sengaja ditabrak sama Ara, karena Ara bukan berasal dari kalangan elite kaya kita dia terpaksa kerja sambil kuliah, dari situlah mereka deket," Didu memutar kembali ingatan yang sudah lama.


Rasya mengerutkan dahi. "Kisah yang unik," batinnya sambil tersenyum.


...***...


"Mbak aku telat gak?" tanya Ara yang baru tiba dengan nafas yang terengah-engah karena berlari agar tidak telat sampai di ruang meeting.


"Orangnya belum sampe," bisik Sarah. Ara menjadi lega.


Tak lama kemudian Rio masuk bersama dengan seseorang yang Ara kenal. Ara kaget saat Rasya memakai setelan jas rapi. Begitu pula dengan Sarah yang tidak habis pikir bagaimana bisa orang yang meninggal bisa hidup kembali.


Sarah pun pingsan tapi tak sampai jatuh karena Ara menangkap tubuhnya.

__ADS_1


"Pak tolongin," panik Ara.


"Pake acara pingsan segala sih," Rio mengankat tubuh Sarah kemudian ditidurkannya di atas sofa panjang yang ada di ruangan itu.


Ara mengeluarkan minyak angin roll on yang selalu ia simpan di dalam tasnya sesuai anjuran Diana dulu.


"Mbak Sarah baik-baik aja kan mbak?" Ara mengoleskan minyak angin ke kening Sarah dan di bawah hidung.


Sarah pun tersadar sesaat setelah mencium bau minyak angin yang dioleskan Ara di bawah hidungnya.


Rasya tidak tinggal diam dia mengambilkan air minum yang ada di pojok ruangan. Ia pun menyodorkan air minum tersebut kepada Sarah. Namun saat melihat wajah Rasya lagi, Sarah kembali pingsan.


"Ya ampun mbak Sarah aneh-aneh wae pingsan ko bisa berkali-kali," Ara menggelengkan kepalanya heran.


"Ya sudah biarkan saja dia tertidur sebentar, maaf Pak Rasya kami tidak bisa memberikan sambutan yang baik di kantor ini," Rio merendah.


"It's oke gak masalah, tapi kenapa dia pingsan setiap melihat saya?" tanya Rasya tidak mengerti.


"Wajah anda mirip sekali dengan pacar Ara yang sudah meninggal," terang Rio.


"Oh dia memang kembaran saya, apa dia sering main ke sini?" Rio pun ber-oh-oh ria tanpa bersuara.


Ara pun kembali pada posisinya sebagai customer servis setelah kepergian Rasya. Sarah yang sejak tadi pingsan akhirnya sadar. Rio tampak menungguinya.


"Pak tadi..." Rio menyela omongan Sarah.


"Pemuda itu namanya Arrasya Ramadhan kembarannya Radith pacarnya Ara yang udah meninggal," terang Rio.


"Lalu apa yang dia lakukan di sini?" tanya Sarah yang masih merasa sedikit pusing.


"Dia itu anak pemilik saham, ayahnya membeli 70% saham perusahaan kita," tambah laki-laki yang ada di depannya itu.


"Oh saya kira tadi saya melihat hantu jadi saya kelewat kaget," ucap Sarah dengan penuh penyesalan.


Sarah kembali ke ruang kerjanya untuk bergabung dengan Mutiara.


"Mbak Sarah gimana keadaannya?" tanya Ara yang melihat Sarah berjalan memasuki ruang CS.


"Gak papa Ra mbak tadi cuma sedikit kaget," tuturnya pada gadis berambut panjang itu.


"Mbak ada telpon masuk nih aku angkat duluan ya," izin Ara seraya mengangkat gagang telepon.


"Hallo dengan Mutiara ada yang ingin disampaikan?" tanya Ara pada pelanggannya yang menelpon.

__ADS_1


"Hufh tiap hari dapat curhatan dari pelanggan jadi kaya tampungan deh," Ara menopang dagu dia atas meja kerjanya.


"Kok tampungan sih Ra?" Sarah mengerutkan dahinya.


"Ya apa lagi kalau gak tampungan namanya kalau bisanya dengerin komplainan pelanggan tiap hari," keluh Ara.


"Kok tiba-tiba ngantuk ya" Ara menguap namun ponselnya berbunyi. Ia pun menghentikan aktivitas menguapnya.


Tertulis nama A**nak manja**


"Tumben ni anak telpon," batin Ara sebelum mengangkat telepon.


"Aelah lama bener dagh ah ngangkat telepon doang," keluh Lulu dari tempat lain.


"Ada paan Lu?" tanya Ara cuek.


"Yabg sopan lo sama bos baru lo, lo masih mau kerja part time gak?" tanya Lulu.


"Heh yang bener Lu gie diterima kerja?" Ara telihat senang.


"Yoi, besok lo dah bisa mulai kerja," kata Lulu sebelum menutup teleponnya.


"Alhamdulillah Ya Allah bisa kerja part time juga," Sarah yang mendengar Ara bergeming jadi penasaran.


"Kamu mau pindah kerja gara-gara banyak dapat komplain dari pelanggan Ra?" tebak Sarah.


"Bukan mbak aku kerja part time selama libur semester ini," kata Ara.


"Lho emang gaji di sini kurang?" Ara menggeleng.


"Bukan mbak aku cuma mau ngisi waktu luang aja dengan kerja di kafenya temenku,"


"Dimana Ra? Kapan2 aku mampir ya," izinnya


"Weh seneng banget kalau mbak ada waktu boleh,"


"Oke, tapi ntar aku bawa pasangan boleh ya?" tanya Sarah.


"Gak masalah mbak malah bikin rame kafenya,oh ya kalau sabtu minggu ada live konsernya mbak, aku tunggu kedatangannya ya," ucap Ara sambil tersenyum.


"Siap" jawaban Sarah membuat keduanya tertawa.


......***......

__ADS_1


Bantu kumpulin point ya sayang biar terus naik level


__ADS_2