Kepincut Cinta Miss Ojol

Kepincut Cinta Miss Ojol
Kabar Gembira


__ADS_3

Lama menunggu di luar Rasya begitu cemas. Tapi ia berusaha tenang agar ibu mertuanya tidak begitu khawatir memikirkannya.Selang beberapa menit kemudian pintu IGD terbuka


"Dok bagaimana keadaan istri saya?" tanya Rasya pada dokter yang baru keluar dari ruang IGD.


"Istri anda harus di opname sementara, suhu badannya panas dan sepertinya merasa kelelahan, tapi anda tidak perlu khawatir beberapa wanita mengalaminya saat semester awal kehamilan," ucap dokter yang merawat Ara.


Rasya masih bingung, ia berusaha mencerna omongan dokter tersebut.


"Tunggu dok, istri saya hamil?" tanya Rasya meyakinkan dirinya.


"Iya, apa anda tidak tahu?" Rasya menggeleng.


"Istri anda hamil sekitar empat minggu, nanti akan ada dokter kandungan yang memeriksanya setelah istri anda dipindahkan ke ruang perawatan pasien," ucap Dokter itu sebelum pergi.


Rasya mengembangkan senyum di wajahnya. Ia kembali mengingat perkataan dokter itu kalau Ara sedang mengandung benihnya.


"Oh Tuhan, pantas saja waktu itu dia sensi sekali apa ini bawaan bayi?" Rasya sibuk bermonolog.


"Nak bagaimana keadaan putri ibu?" tanya Bu Mia yang baru kembali dari toilet.


"Bu, saya ingin menyampaikan kabar gembira, Ara hamil bu," ucap Rasya dengan senyum yang sedari tadi tidak surut.


"Benarkah? oh syukurlah, jamu ibu manjur juga ya, baru sehari kalian proses langsung jadi," mendengar ucapan sang ibu mertua membuat Rasya berhenti tersenyum.


Yang ia ingat gara-gara minum jamu pemberian mertuanya itu, Ara sampai masuk rumah sakit karena Rasya yang terlalu bergairah saat berhubungan intim dengan istrinya itu.


Ada rasa bersalah dalam diri Rasya. Andai saja ia tahu lebih awal mengenai kehamilan Ara, ia tidak akan menggempur istrinya sampai pingsan. Ia menjambak rambutnya sendiri karena frustasi.


Kemudian Rasya pun mengajak Bu Mia ke ruang perawatan pasien. Saat mereka masuk Ara masih belum sadarkan diri. Rasya mendekat ke arah istrinya. Rasya melihat Ara mengeluarkan air mata. Ia mengerutkan keningnya.


"Ara," panggil seseorang dalam mimpinya.


"Radith," Ara mengigau.


Rasya mengusap air mata yang menetes dari mata istrinya yang masih terpejam itu.Suami Ara tersebut melihat kerinduan di wajah istrinya Mereka memang sudah lama tidak mengunjungi makam saudara kembarnya itu.


"Nanti kita ke sana saat kamu sudah diperbolehkan pulang sayang," lirih Rasya seraya mengelus rambut panjang istrinya.


"Nak kamu pulanglah biar ibu yang menemani Mutiara," perintah sang mertua pada menantunya.


"Tidak bu, saya ingin menunggui istri saya di sini, ibu saja yang pulang dan beristirahatlah, besok baru kembali lagi ke sini, minta antar sama sopir ya bu," perintah Rasya dipatuhi oleh Bu Mia.


Setelah kepergian bu Mia Rasya menelpon keluarganya yang ada di Jerman. Ia merogoh ponsel yang ia simpan di saku celananya.Lalu menekan kontak yang ada di layar ponselnya.

__ADS_1


📞 "Hallo bu, aku ingin memberikan kabar gembira untuk ibu,"


"Apa itu nak?" tanya Emely penasaran.


"Istriku sedang hamil, kini usianya sudah empat minggu."


"Benarkah, Ya Tuhan ibu senang sekali nak mendengarnya, apa ini karena ibu meminta Serena memberikan vitamin yang lebih baik dari sebelumnya hingga Ara cepat hamil," Emely dengan pemikirannya sendiri.


"Ck, mertua dan ibuku sama saja mengira semua karena obat dan jamu yang mereka berikan," batin Rasya sambil menggelengkan kepalanya.


"Ya sudah bu aku tutup dulu teleponnya," Rasya menurunkan ponselnya.


...***...


"Andrea, Andrea kau tahu kakakmu memberikan kabar gembira," ucap Emely dengan girang.


"Kabar apa bu?" tanya Andrea yang sedang bermain bersama Bulan.


"Kakak iparmu sedang hamil," seru Emely.


"Oh ya, syukurlah, wah aku akan punya keponakan baru,Bulan kamu akan punya teman main," seru Andrea pada Bulan yang belum mengerti.


"Aku harus beritahu ayahmu, aku akan menyusulnya di kantor," kata Emely lalu menuju ke kamarnya untuk bersiap-siap.


...***...


"Bu kau kan memang sudah menjadi oma," jawab Antoni.


"Aku akan menjadi oma untuk anak Rasya dan Mutiara," ucap Emely pada suaminya.


"Benarkah menantuku sedang hamil?" tanya Antoni bersemangat. Emely mengangguk pelan.


"Oh aku sangat senang mendengar kabar gembira itu, setelah urusanku selesai ayo kita terbang ke Indonesia," ucap Antoni serius.


Sementara itu di tempat lain Lulu yang sedang berjalan sendiri sambil memainkan handphone nya tiba-tiba dihadang oleh Putri dan dua orang temannya.


"Heh curut," panggil Putri pada Lulu. Lulu yang tidak merasa namanya curut pun menoleh ke kanan dan ke kiri.


"Yang aku panggil itu kamu, belaga bego lagi," bentak Putri.


"Nama gue Lulu bukan curut," jawab Lulu ketus.


"Berani ya lo jawab omongan gue?" Putri mengangkat dagu Lulu dengan kasar.Darahnya sudah mendidih mengingat dia telah dikerjai kemaren.

__ADS_1


"Emangnya gue salah apa sampai elo nyiksa gue kaya gini?" tanya Lulu.


"Cih, lo lupa ya kemaren elo kan yang ngerjain gue di restoran waktu itu," tangan Putri melepas dagu Lulu.


"Emang kenapa kalau gue di sana, itu kafe punya bokap gue," elak Lulu.


"Gue gak nanya itu, elo budeg ya gue nanya elo kan yang masukin garam ke minuman gue dan nambahin cabe ke makanan gue kemaren," dua orang teman Putri jadi terkekeh ketika mendengar perkataannya.


"Nagapain kalian tertawa?" bentak Putri yang menoleh ke arah temannya.


Lulu hendak kabur saat Putri sedang lengah. Namun, Putri lebih dulu mengetahuinya. Tangan wanita berambut pendek itu pun menarik kerah Lulu. Langkah Lulu seketika berhenti.


"Mau kabur kemana lo? ngaku kan lo kalau elo emang ngerjain gue kemaren," tuduh Putri.


"Kalau iya emang kenapa?" tantang Lulu.


Putri yang merasa marah kemudian mengangkat tangannya hendak memukul wajah Lulu tapi Didu menangkap tangan Putri.Ia pun berdiri si antara keduanya.


"Jangan kasar sama sesama perempuan, elo bisa bicara baik-baik kan?" mulut Lulu menganga mendengar ucapan Didu.


"Sumpah demi apa kali ini dia keren banget," batin Lulu seraya menatap Didu tanpa berkedip.


"Sayang," Didu menoleh ke arah Lulu dan membuyarkan lamunan Lulu. Seketika wajah Lulu berubah masam.


"Atasi dia Du gue pergi dulu," pamit Lulu sambil berlari.


"Sial gue ditinggal lagi," gumam Didu yang hanya bisa melihat kepergian wanita yang berkali-kali menolaknya.


"Buahhahaa kasian banget lo ditinggal temen lo ya, elo kemaren bantuin dia kan?" tuduh Putri dengan tatapan membunuh ke arah Didu.


"Maksud lo apa Put?" tanya Didu pura-pura tidak tahu.


"Alah kebanyakan bac*t lo, girl hajar dia," Putri menyuruh teman-temannya menghajar Didu.


Dua orang teman Putri lalu memukul Didu dnegan tas dan buku mereka.Didu merasa kesakitan.


"Mak maafin anakmu ini kalau punya salah, akhirnya nyawaku akan berakhir di tangan perempuan-perempuan gila ini," pasrah Didu mendapat pukulan dari teman-teman Putri.


"Pak Anton selamat siang," Didu berpura-pura menyapa dosen yang sedang lewat.


Namun saat ketiga perempuan itu menoleh tidak ada seorang pun yang mereka lihat di sana.


...❤️❤️❤️...

__ADS_1


Yuk tambahin dukungan nya dengan jadiin novel favorit kalian. Makasih readersku tercinta


__ADS_2