Kepincut Cinta Miss Ojol

Kepincut Cinta Miss Ojol
Pakaian Dinas


__ADS_3

"Kami permisi ya mbak," pamit Ara pada Diana.


"Iya makasih banyak ya kalian mau mengunjungi rumah mbak," ucap Diana yang mengantar Ara dan Rasya keluar.


Rasya dan Ara masuk ke dalam mobil. Rasya bersiap menjalankan mobilnya.Ara melambaikan tangan pada Diana. Mereka pergi meninggalkan kediaman Diana.


"Kita jadi belanja sayang?" tanya Rasya mengingatkan tujuan awal Ara.


Sejenak Ara berfikir sambil mengetuk-ngetuk bibirnya dengan satu jari. "Eh kita beli makanan mateng aja kak udah siang gini kasian ibu kalau nunggu kelamaan," ucapan Ara diikuti suaminya.


"Kak besok aku boleh masuk kerja?" pertanyaan Ara membuat Rasya menoleh.


"Kamu gak mau di rumah aja Ra nemenin aku,"pintanya sesekali Rasya menoleh ke arahnya.


"Kakak kan harus masuk kuliah juga," ucapnya.


"Kita mampir dimana sayang?" tanya Rasya.


"Itu tu kak rumah makan padang aja gimana?" tunjuk Ara keluar. Rasya menghentikan mobilnya di depan rumah makan padang tersebut.


"Tunggu sini aja ya kak aku cuma sebentar kok," pamit Ara sebelum keluar dari mobil.


Tak lama kemudian Ara membawa satu kantong kresek di tangannya yang berisi bungkusan menu makan siang hari ini.


"Yuk kak pulang," seru gadis berambut panjang yang baru masuk ke dalam mobil itu.Mereka melanjutkan perjalanan pulang.


"Kamu gak usah kerja, biar aku aja yang kerja, 30% dari saham perusahaan ojek online udah dibeli sama ayah, 100% dikasih ke aku sebagai hadiah pernikahan," Rasya melanjutkan obrolannya.


"Serius?" tanya Ara hingga memiringkan tubuhnya menghadap sang suami. Rasya mengangguk pelan.


"Kalau gitu aku mau pindah kuliah reguler lagi semester depan biar bisa bareng Lulu lagi" ucap Ara girang.


"Iya itu lebih baik, nanti kita bisa berangkat bareng dari rumah," tambahnya.


"Ayo turun," Rasya menghentikan mobilnya di halaman rumahnya yang luas.


"Tuan muda ada paket yang baru datang," kata security di rumah Rasya.


"Oh sudah datang ya, terima kasih," ucap Rasya seraya menerima kotak yang diberikan.


"Isinya apa kak?" tanya Ara.


"Rahasia," Rasya berjalan begitu saja meninggalkan Ara.Ara mengikuti dari belakang.


Istri Rasya itu mendengus kesal. "Nyebelin, cuman tanya doang, rahasia," gumam Ara menirukan ucapan suaminya.


Rasya menghentikan langkah sehingga membuat Ara menabrak punggungnya. Ara mengelus dahinya yang sakit.Kemudian Ara mendongakkan kepalanya membuat hidungnya menempel hidung Rasya dengan bibir yang sama-sama bersentuhan membuat keduanya terdiam.

__ADS_1


Jantung Ara serasa berdesir. Wajahnya bersemu merah. Saat Ara memilih mundur, Rasya malah menarik pinggang istrinya dan menyatukan lagi bibir mereka.


Bu Mia yang berniat ke dapur jadi berbalik saat melihat pasangan suami istri itu sedang berciuman. Ara yang menyadari kedatangan ibunya kemudian mendorong tubuh Rasya. Gadis itu memberikan kode pada Rasya akan keberadaan sang ibu.


"Lanjutin aja gak papa, ibu juga pernah muda," ucap Bu Mia yang sedang memegang gelas berisi air putih di tangannya.


Rasya menggaruk lehernya yang tidak gatal karena malu. Sedangkan Ara melangkahkan kakinya cepat menuju ke kamar setelah meletakkan makanan yang ia beli di atas meja begitu saja. Ia berjalan dengan wajah yang ditutupi dengan tas kecil di tangannya.


"Saya ke kamar dulu bu, oh iya kami sudah belikan makanan untuk ibu," ucapnya sebelum benar-benar melangkah pergi.


Rasya menyusul istrinya ke kamar. Laki-laki itu masuk ke kamarnya yang tidak dikunci. Ara membuang tasnya sembarangan karena dirinya ingin ke toilet. Rasya jadi memungut tas itu.


"Kamu kenapa Ra?" tanya Rasya dari luar pintu toilet.


"Gak papa kak," teriak Ara dari dalam kamar mandi.


Sedetik kemudian kepala Ara menyembul dari balik pintu kamar mandi."Kak Rasya, bisa minta tolong gak?" tanya Ara sedikit ragu.


"Minta tolong apa sayang?" tanya Rasya pada istrinya.


"Tolong ambilin CD aku yang ada di koper," bisik Ara ke telinga Rasya. Ara sebenarnya malu tapi ia tidak bisa keluar dengan keadaan seperti itu. Hari ini karena banyak gerak, darah m*nstr*asinya jadi berlebihan.


Seharian ini Ara belum sempat memindahkan barang ke dalam lemari sehingga barang-barangnya termasuk baju dan pakaian dalam masih berada di dalam koper.


"Kamu gak pake itu?" ejek Rasya kemudian menggodanya dengan pura-pura akan masuk ke dalam kamar mandi tapi dengan cepat Ara mendorongnya.


"Iya iya," Rasya mengambilkan barang yang diminta Ara dari dalam kopernya.


"Ukuran CD kamu kecil sekali Ra," Rasya iseng mententeng CD milik Ara sambil tertawa mengejek.


"Kak Rasya," Ara menyahut celananya dari tangan Rasya.


Setelah selesai Ara keluar dari toilet. Ara bersikap biasa walau dirinya sebenarnya ia masih malu karena meminta suaminya mengambilkan pakaian dalam miliknya.Ara masih diam saja.


"Ra duduk sini deh," Rasya menepuk kasur agar Ara duduk di sampingnya.


"Ada apa kak?" tanya Ara dengan ragu.


"Gak usah malu gitu, aku kan suamimu, btw kamu mau tahu gak kotak ini isinya apa?" Rasya mengangkat kotak yang ada di tangannya itu lebih tinggi.


"Hadiah pernikahan ya, dari siapa?" tanya Ara antusias.


"Dari aku," Rasya menyodorkan kotak itu agar Ara membukanya sendiri.


"Aku yang buka nih?" Ara menerima kotak itu.Rasya memberikan kode untuk membukanya.


"Aku buka ya," Ara mulai melepas pita yang membalut kotak berwarna hijau tosca itu.

__ADS_1


"Apaan nih kak, pakaian kurang bahan," cibir Ara saat mengetahui isi kotak tersebut.


"Ck, Victoria punya nih Ra," Rasya mendengus kesal.


"Siapa itu kak, gebetan baru kakak ya?" Rasya mencubit kedua pipi Ara karena gemas.


"Kamu jangan pura-pura deh itu nama merk pakaian dinas kamu, nih," Rasya menunjukkan tulisan merk lingerie tersebut.


"Ahahaha habisnya kak Rasya ada-ada aja ngasih pakaian tipis begini mending beli di tanah abang yang agak tebelan biar gak masuk angin," cibir Ara.


"Kalau kamu kedinginan tinggal aku peluk kaya gini," Rasya memeluk Ara tanpa aba-aba.


"Kak Rasya, lepasin," Ara memukul lengan Rasya.


"Kan biar hangat," Rasya melonggarkan pelukannya.


"Anget lagi kalau pakai selimut," jawab Ara nyolot.


"Wih nantangin, sini masuk selimut bareng aku," goda sang suami.


"Dih panas-panas gini selimutan, lagian ini masih siang aku belum ngantuk," elak Ara.


"Oke aku tunggu ntar malam ya, sekalian pakai pakaian dinas kamu," Rasya menyeringai.


"No no no aku masih libur, belum boleh sentuh ya, syuh syuh jauh-jauh," usir Ara dengan mengibas-ngibaskan tangannya.


"Kok lama bener sih Ra," protes Rasya.


"Iya paling gak seminggu lah," ucap Ara dengan entengnya membuat Rasya mengerucutkan bibirnya.


"Ya ampun selama seminggu aku harus puasa dong," keluh Rasya.


"Itu belum apa-apa kak, kalau habis melahirkan malah lebih lama lagi?" ungkapnya.


"Berapa lama?"


"Empat puluh hari," jawab Ara.


"Poligami boleh gak?" goda Rasya pada sang istri.Ara jadi mencubit perut suaminya setelah mendengar ucapannya.


"Baru juga nikah sehari udah ada niat poligami," keluh Mutiara.Ia duduk membelakangi Rasya.


Rasya terkekeh melihat godaannya yang sukses membuat Ara mencebik kesal. Lalu laki-laki yang sudah sah menjadi suami Ara itu memeluk tubuh istrinya dari belakang.


"Becanda sayang,aku gak kan tertarik pada wanita manapun selain kamu, suer," ucap Rasya dengan mengangkat tangan kanannya membentuk huruf V.


Ara berbalik dan membalas pelukan Rasya."I love you kak Rasya,"

__ADS_1


"Love you too sayang," balas Rasya seraya mengelus rambut panjang istrinya.


__ADS_2