Kepincut Cinta Miss Ojol

Kepincut Cinta Miss Ojol
Sebak Level 10


__ADS_3

"Sudah selesai mari kita pulang," Rasya berdiri terlebih dulu dari tempatnya duduknya.


"Kau ini selalu saja begitu," protes Serena. Kemudianemgikuti Rasya di belakang.


Serena hampir tidak bisa mengimbangi langkah kaki Rasya yang begitu cepat."Tunggu aku,"


Jalannya yang sedikit berlari membuat hak sepatu Serena patah. Beruntung Rasya bisa menangkapnya. Tangan Rasya menarik tangan Serena. Tanpa sengaja mereka jadi saling berpelukan. Serena mendongak begitu pula Rasya yang balas menatapnya.


Di sisi lain Lulu dan Ara sedang berada di tempat yang sama seusai berbelanja. Lulu melihat Rasya bersama wanita yang tidak dia kenal sebelumnya.


Lulu menepuk pundak Ara beberapa kali lalu mengarahkan pandangannya ke arah Rasya dan seorang wanita yang berjalan di sampingnya."Ra," panggil Lulu agar Ara menoleh.


Ara kaget dengan apa yang dia lihat. Entah kenapa dadanya terasa begitu sesak.Tangannya sudah mengepal.


"Siapa wanita yang bersamanya? Dilihat dari postur tubuhnya dia bukan Andrea," batin Ara.


Rasya melihat Lulu dan Ara dari kejauhan. Sedetik mata Ara bertemu dengan mata Rasya namun Ara lansung mengalihkan pandangannya.


Ketika Serena akan melepaskan pelukannya Rasya dengan sengaja mengeratkan pelukan pada mantan kekasihnya itu.Tak tahu apa yang sedang dilakukan Rasya padanya membuat Serena hanya bisa membalas pelukannya.


"Lepaskan," ucap Serena setelah cukup lama mendapat pelukan dari Rasya.


"Diamlah untuk sementara waktu," bisik Rasya.


Ara pura-pura tidak melihat Rasya meski diantara dirinya dan Rasya sempat beradu pandang. Ara mencoba bersikap tenang dan berjalan begitu saja menuju ke mobil dengan mengabaikan seseorang yang dikenalnya. Lulu heran melihat sikap Ara yang biasa saja padahal dirinya melihat Rasya dengan wanita lain. Sepatutnya Ara cemburu karena Rasya sudah resmi menjadi tunangannya.


Mendapati sikap Ara yang cuek Rasya lalu melepaskan pelukannya.


"Ck, udahan peluknya?" rengek Serena yang malah merasa senang setelah sekian lama tidak mendapatkan pelukan hangat dari Rasya.


"Ayo pulang," ajak Rasya.


Rasya memasukkan kunci motor dan memakai helmnya. Diikuti Serena yang yang juga memakai helm lalu naik ke atas boncengan.


"Dasar orang aneh," gumam Serena.


"Lo gak papa Ra?" Ara diam saja. Kini dirinya fokus menyetir. Selama perjalanan tidak ada pembicaraan antara Lulu dan Ara. Sesekali Lulu melihat ke luar jendela untuk mengusir rasa bosannya.


Saat di perjalanan Ara membelokkan mobilnya di depan penjual seblak. Lulu mengerutkan dahinya.


"Makan dulu Lu, gue laper," ucap Ara dengan ekspresi wajah yang datar.


Ara membanting pintu saat menutup mobil sehingga membuat Lulu terkaget. "Tuh bocah kesambet kali ya," umpat Lulu kemudian mengikuti Ara duduk di depan warung penjual seblak.

__ADS_1


"Pesen seblak level sepuluh pak," ucap Ara pada kang seblak.


Ia mendudukkan pantatnya kasar lalu membanting tasnya di atas meja yang disediakan. Lulu geleng-geleng melihat temannya yang cemberut sejak keluar dari parkiran mall tadi.


"Buset dah lo mau perut lo sakit? Pak saya pesen seblak level congornya tetangga aja pak jangan kepedesan ya, minumnya es teh tawar aja," kang seblak jadi geleng-geleng mendengar ucapan Lulu.


Congornya tetangga emang suka pedes. Gak ada yang gak jadi bahan gibahan.Gak gibah hidupnya hampa. Udah kaya netizen yang koment di media sosial. Tapi gak semua tetangga kaya gitu ya.


Lulu menaruh tasnya di atas meja. Diperhatikan wajah Ara yang merah padam dengan nafas yang memburu.


"Jelek banget muka lo Ra, jangan ditekuk mulu elah," Ara tak menggubris omongan Lulu.


Sambil menunggu pesanan datang Lulu mengambil bedak di dalam tasnya. Touch up sana touch up sini setelah itu dia menoleh ke kanan lalu ke kiri untuk melihat dandanannya.


Ara memutar bola matanya jengah melihat temannya itu yang super kecentilan."Lo tepungan mulu kasian tu muka, kaya mau digoreng aja," cibir Ara.


"Belum makan seblak mulut lo udah pedes aja Ra, gue udah ganti skincare tapi ko gak glowing-glowing ya, elo pake skincare merk apa sih muka lo bisa mulus gitu," tanya Lulu penasaran dengan wajah Ara yang mulus tanpa jerawat.


"Udah bawaan lahir, gak usah dikasih apa-apa juga cantik, ini hasil banyakin kena air wudhu," terangnya.


Tak lama kemudian pesanan mereka datang. Kang seblak yang meengantarkan makanan tersenyum ramah pada keduanya.


"Makasih mang," Ara menerima mangkok pesananya. Setelah itu ia memakan seblak level sepuluh sesuai requestnya. Baru menyendok satu suapan Ara mulai kepedesan.


"Tu kan dibilangin gak percaya, ntar sakit pertu baru tahu rasa lo, kelewatan si kalau lagi cemburu," tuduh Lulu.


"Kok tawar sih," protes Ara setelah meminum es teh yang diberikan.


"Lo lihat muka gue aja jadi manis," jawab Lulu asal sambil menaik turunkan alisnya.


Di saat yang bersamaan kang seblak memutar lagu koplo yang lagi hits.


Ini salahku


Terlalu memikirkan egoku


Tak mampu buatmu bersanding nyaman denganku


Hingga kau pergi tinggalkan aku


Terlambat sudah


Kini kau t'lah menemukan dia

__ADS_1


Seseorang yang mampu membuatmu bahagia


Ku ikhlas kau bersanding dengannya


"Hua hua hua," Ara mengeraskan suara tangisannya mendengar bait pertama lagu yang dinyanyikan.


"Eh lo kenapa Ra? jangan malu-maluin gitu deh dilihat orang banyak tuh," tegur Lulu sambil memegang tangan Ara berharap temennya itu berhenti menangis.


"Gue kepedesan tapi lo kasih es teh tawar sumpah gak ada manis-manisnya," ucap Ara sambil terisak.


"Heleh lu sengaja kan makan yang pedes biar lo gak keliatan nangis, hidup itu memang pahit Ra, elo cemburu bilang aja ke kak Rasya bukannya menghindar kaya tadi," Lulu memberi saran pada sahabatnya.


"Gue gak cemburu," elak Ara.


"Pake boong lagi lo, cemburu juga sah-sah aja itu kan tunangan lo, wajar kali, justru gak wajar kalau lo biarin tunangan lo jalan sama cewek lain, mana ceweknya bule lagi," Ara mengerutkan dahi.


"Bule?" batin Ara sambil mengusap air matanya dengan tisu.


Sret


"Set dah jangan jorok deh lo, gue jadi gak selera makan nih," Lulu tidak jadi memakan seblaknya mendengar Ara yang sedang bersin.


"Nanti lo gue anterin kemana? gue mau pulang nih, capek," kata Ara yang sudah sedikit tenang.


"Ke rumah ajalah, males gue balik kafe," ungkap Lulu.


Sementara itu Rasya mengajak Serena kembali ke rumahnya untuk mengambil mobil setelah itu memintanya pulang.


"Kamu jangan sering main-main ke sini, ingat aku sudah punya tunangan," tegas Rasya.


"Iya, aku juga akan sibuk dengan seminarku," ucap Serena sebelum memasuki mobilnya


Rasya masuk ke dalam kamar kemudian merebahkan badannya di atas ranjang king size miliknya.


"Aku tahu kamu tadi lihat aku Ra, tapi kenapa kamu cuek aku bersama cewek lain," Rasya meraup mukanya kasar.


Rasya berfikir dapat membuat Ara cemburu melihat dirinya berpelukan dengan wanita lain. Tapi sayangnya Ara malah mengabaikannya. Rasya merasa sedikit kecewa.


"Baiklah masih ada waktu untuk mengambil hatimu, aku tidak akan semudah itu menyerah," Rasya menarik ujung bibirnya.


...***...


Biasakan tinggalin jejak ya, kasih poin sama vote biar ceritanya bisa masuk beranda terus.

__ADS_1


__ADS_2