
"Tapi kalo sama gue elo sayang gak?" tanya Radith seketika membuat jantung Ara serasa berhenti.
"Emm elo gak balik?" Ara mengalihkan pembicaraan.
"Gak gue mau nemenin elo," Ara memutar bola matanya jengah.
"Eh lo gak ada kuliah pagi?" tanya Ara lagi.
"Ada emangnya kenapa?" tanya Radith.
"Gue bareng lo ya hari ini, motor gue titip sini dulu deh, gue udah telat nih," Ara menarik tangan Radith.
"Andai saja lo mau bales cinta gue Ra," batin Radith.
Mereka berdua memasuki mobil.
"Wuih gini ya rasanya naik mobil mewah," Ara terlihat kagum menaiki mobil Radith.
"Kenapa lo mau gue jemput tiap hari?" tanya Radith.
"Mau mau, eh gak mau lah," Ara tiba-tiba berubah pikiran.
"Ahahaha ngarep lo," ejek Radith.
"Emang lo pacar gue,gak kan? Nanti turun dong pasaran gue kalau gue antar jemput lo tiap hari," canda Radith yang ditanggapi serius oleh Ara.
"Songong lo, lagian enakan naik motor bisa selap selip sana sini, naik mobil mah kalau udah macet ya udah dieeem aja di tempat," elak Ara.
"Ya udah turun lo dah nyampe," perintah Radith.
"Eh buset cepet banget ya, perasaan baru ngomong dikit doang," kaget Ara.
"Emangnya motor lo yang jalannya kaya bebek," ejek Radith.
"Namanya aja motor bebek, gue duluan ya," Ara melangkahkan kakinya cepat menuju gedung fakultasnya.
"Makasih kek, cium kek," gumam Radith.
"Eh bro lo ko bisa barengan sama Ara?" tanya Didu yang melihat Ara turun dari mobil Radith.
"Gue habis tidur bareng dia semalam," jujur Radith tapi jawabannya itu di artikan lain oleh Didu.
"Sumpe lo bro jadi semalam lo one night stand with ojol woman?" kata Didi dengan bahasa Inggris ala-ala dia sendiri.
"Gue tidur kali gak berdiri," kata Radith menanggapi perkataan Didu.
"Gue gak nyangka elo bisa sebucin itu sama Mutiara," Didu masih dengan pikirannya sendiri.
__ADS_1
"Serah lo mo ngomong apa," Radith tidak menjelaskan secara rinci apa yang terjadi semalam dengan Ara hingga Didu menjadi salah paham.
Tanpa disadari Putri mendengar percakapan antara Radith dan Didu yang membuat Putri terbakar. Kompor kali kebakar.
"Awas lo Ra udah ngrebut Radith dari tangan gue," lirih Putri sambil menggenggam tangannya.
Putri sengaja mencari Mutiara setelah kuliahnya selesai. Ia sengaja menghampiri Mutiara ke kelasnya.
Bruak
Putri menggebrak meja Ara sehingga mahasiswa yang lain menghadap ke arahnya.
"Lo ikut gue," Putri menarik paksa tangan Ara namun dicegah oleh Lulu.
"Mau bawa kemana lo temen gue?" teriak Lulu.
"Gue mau ngasih pelajaran sama dia," Ara tidak mengerti kenapa dirinya dipaksa oleh Putri untuk mengikutinya.
Mahasiswa yang diam saja mereka tidak mau terlibat dengan pertikaian antara Ara dan Putri. Lulu yang tidak bisa mencegah kepergian Ara segera mencari Radith agar dia bisa menolong temannya itu dari siksaan Putri.
"Sana lo," Putri membawa Ara ke toilet.
Ia dan dua orang rekan wanitanya yang selalu setia mengikuti membawa Ara ke toilet lalu menguncinya dari luar.
"Bukain kak," Ara mengedor pintu toilet yang terkunci.
"Maksud lo apa?" tanya Ara yang tidak mengerti.
"Gak usah muna lo Ra, gue udah denger kalo semalam lo tidur sama dia, dasar wanita ja lang lo," umpat Putri dengan emosi yang meledak-ledak.
"Hah lo salah paham, gue semalam..." belum selesai Ara mengatakannya ia sudah mendapat guyuran seember air dari luar.
"Rasain lo," kata Putri setelah itu ia membuang embernya.
Sementara itu Lulu berlari ke kelas Radith.
"Dit, Ara Ara," Lulu belum menyelesaikan kalimatnya namun Radith sudah memiliki firasat buruk kemudian ia berlari mencari Ara.
Ketika ia sudah mencari Ara dimana pun tapi tidak menemukannya, Radith melihat Putri dan teman-temannya keluar dari toilet wanita sambil tertawa. Radith menjadi curiga lalu mencoba memasuki toilet wanita tersebut.Kemudian ia mendengar seseorang menangis.
Tapi diluar dugaan Brian sudah lebih dulu menolong Ara. Ia bahkan memakaikan jaketnya untuk menyelimuti tubuh Ara yang basah kuyup karena habis diguyur seember air.
Radith menjadi panas. Kenapa harus Brian yang menolong gadis yang ia sukai,pikirnya.
"Ra lo gak papa?" tanya Radith khawatir.
"Minggir lo," usir Brian.
__ADS_1
"Ara ikut gue," saat tangan Radith ingin menarik tangan Ara, gadis itu menepisnya.
"Menjauh dari gue Dit, selama ini banyak yang udah gue lalui selama gue kenal sama lo, hari-hari gue tu sengsara karena lo," Ara lebih memilih berjalan bersama Brian.
Brian jadi tersenyum smirk saat Ara berpihak kepadanya. Ia merasa menang. Radith jadi kesal dan mengepalkan tangannya seolah menahan marah. Lalu ia meninju tembok yang tak bersalah sampai tangannya luka.
"Brian makasih banyak udah nolong gue, gue permisi ya," pamit Ara saat keluar dari toilet dan mengembalikan jaket yang Brian pinjamkan.
"Tapi Ra, gue anter pulang ya," kata Brian.
"Gak usah makasih," tolak Ara dengan halus.
Walau dengan baju yang basah ia menanti ojek yang ia pesan melalui aplikasi.
"Dah lama Ra nunggunya?" sapa kang ojek yang baru datang menjemputnya.
"Baju lo kenapa basah gitu Ra?" tambahnya lagi.
"Udah jalan aja gak usah kebanyakan nanya," Ara mulai naik di kursi penumpang.
"Kemana kita Ra?" tanya teman ojol Ara.
"Ke rumah gue bang mau ganti baju dulu tapi habis itu tungguin Ara bentar ya bang Ara mau ke rumah sakit," kata Ara.
"Siapa yang sakit Ra?" tanya kang ojol itu lagi.
"Nyokap gue Bang baru masuk kemaren, motor juga gue tinggal di sana, eh ya Bang kira-kira ada temen Abang yang lagi nyari motor gak, Ara mau jual motor Ara," katanya dengan muka sendu.
"Lah nanti kalau lo mau ngojek gimana Ra?" tanya kang ojol.
"Gue sementara berhenti ngojek bang sampai punya motor lagi, uang hasil jualan motor mau gue pake buat bayar operasi ibu gue," temen Ara menjadi kasian mendengar curhatan Ara.
"Nanti gue tanya yang lain deh barangkali ada yang mau beli motor lo,"
"Makasih Bang," kata Ara.
"Iye sama-sama," balas temannya.
Sementara itu Didu mencari-cari keberadaan Radith. Ia menemukan tekannya itu sedang duduk sambil membungkukkan badannya.
"Bro Ara dimana, ko gue gak liat doi sih?" Didu datang bersama Lulu.Radith hanya menggeleng tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.
"Tangan lo luka bro, habis baku hantam sama siapa bro, sini gue bales tu orang," kata Didu sok jagoan.
"Ra kenapa lo pengen ngejauh dari gue padahal selama ini gue berusaha bahagiain elo meski di mata lo gue bukan apa-apa," kata Radith dalam hatinya.
...***...
__ADS_1
Dukung terus ya kisah perjuangan Radith merebut hati Ara ya.