Kepincut Cinta Miss Ojol

Kepincut Cinta Miss Ojol
Masuk Rumah Sakit


__ADS_3

Setelah Bu Mia memakaikan pakaian untuk Ara, mereka membawa Ara ke rumah sakit. Rasya dengan sigap menggendong tubuh istrinya yang masih dalam keadaan pingsan. Perlahan ia meletakkan tubuhnya di bagian belakang mobil.


Bu Mia menemani Ara dengan memangku kepala putrinya. Rasya melajukan supercarnya dengan kencang agar cepat sampai di rumah sakit.


Pagi ini jalan lumayan macet karena berbarengan dengan jam kerja. Suami Ara itu mulai gelisah. Sekali ia menoleh ke belakang. Bu Mia sama paniknya. Ia masih memberikan bau-bauan kepada putrinya. Namun, Ara tidak juga sadarkan diri.


Setelah empat puluh menit perjalanan dari rumah, mereka akhirnya sampai di rumah sakit terdekat. Rasya menghentikan mobilnya di depan ruangan IGD. Kemudian ia dengan cepat melepas sabuk pengamannya lalu turun untuk membuka pintu mobil bagian belakang.


"Hati-hati nak," ucap Bu Mia saat Rasya akan menggendong tubuh Ara.


Rasya segera masuk dengan membawa tubuh Ara. Beberapa perawat yang melihat Rasya kemudian menghampiri dan membawa brankar agar Rasya meletakkan istrinya itu di sana.


"Pasien kenapa?" tanya dokter jaga yang mulai memeriksa istrinya.


"Pingsan dok," jawab Rasya singkat. Ia masih dalam keadaan panik. Sementara Bu Mia menunggu di luar.


Para perawat dengan cekatan memasang infus untuk istrinya. Kemudian dokter yang memeriksa menanyakan beberapa hal pada Rasya.


"Ada penyakit yang sedang di derita?"


"Tidak ada,"


"Pasien sedang mengandung?"


Deg


Pertanyaan yang membuat Rasya berfikir keras. Ia tidak tahu apakah istrinya itu sedang hamil atau tidak. Kalau benar ia semakin merasa bersalah karena semalam ia bermain sampai membuat istrinya kelelahan dan pingsan.


"Saya tidak tahu," Dokter mengerutkan dahinya.


"Baiklah nanti akan diperiksa lebih lanjut, kita akan tahu setelah dilakukan beberapa tes," ucap dokter tersebut.


Rasya diminta keluar sementara dokter dan perawat sedang memeriksanya.Setelah laki-laki itu menyelesaikan urusan administrasi rumah sakit, Rasya menghampiri ibu mertuanya yang sedang menunggu di luar.


"Bagaimana nak?" tanya Ibu Ara yang masih cemas.


"Kita harus menunggu bu, dokter sedang memeriksanya, sebentar lagi kita akan tahu hasilnya," Rasya mencoba menenangkan mertuanya. Bu Mia mengangguk.


...***...


"Gue tiba-tiba kangen sama Ara," gumam Lulu yang sedang meminum jus sendirian di kafenya.

__ADS_1


"Gue telpon aja kali ya," Lulu mengeluarkan ponsel dari dalam sakunya kemudian menekan kontak Ara di layar ponselnya.


📞"Hallo" Lulu menyapa seseorang yang berada di ujung telepon.


"Ya sayang," Lulu menjauhkan telepon dari telinganya lalu melihat ke layar ponselnya.


"Sial, gue salah nelpon orang," umpat Lulu saat melihat nama di layar ponselnya bukan Ara melainkan Burung Hantu.


"Eh burung hantu gue salah pencet, tadinya gue mau nelpon Ara soale gue kangen banget sama dia eh malah nelpon elo," terangnya.


"Ya ampun yang gak usah bohong deh kalau kangen bilang aja, gue kesana sekarang ya,"


Didu tiba-tiba masuk ke kafe Lulu. Lulu kaget karena ia baru saja menutup telepon tapi orang yang ditelpon sudah ada di depannya. Laki-laki itu melambaikan tangan ke arah Lulu. Lulu tidak menanggapi. Ia meminum jus yang ada di depannya.


"Hai Yang,abang dateng nih," sapa Didu yang duduk tanpa disuruh.


"Kaya jin aja lo tiba-tiba udah ada di sini," cibir Lulu.


"Kebetulan tadi pas Ayang nelpon abang udah ada di luar, sehati ya kita, tau aja kalau lagi kangen," ucap Didu dengan sumringah.


"Elo kalau sehari gak gangguin gue bisa gak?" geram Lulu.


"Eh lo main minum aja punya orang," kesal Lulu.


"Gak papa ciuman secara tidak langsung, habis kalau diminta langsung yang punya bibir gak boleh," Didu menaik turunkan alisnya.


"Idih siapa juga yang rela ciuman pertamanya diambil sama makhluk nocturnal kaya elo yang suka clubbing tiap malam," cibir Lulu.


"Yaelah cemburu ya cinta abang diobral sana sini, habis jual murah juga gak laku ngapain sok jual mahal iya gak," sindir Didu.


"Rese elo ngejek gue," Lulu mengangkat gelasnya ingin sekali ia menyiram isinya ke tubuh Didu tapi ia urungkan.


Klunting


Suara pintu kafe yang terbuka membuat keduanya menoleh. Lulu mengamati wanita yang ia kenal datang bersama lelaki yang usianya lebih tua. "Putri," lirih Lulu melihat Putri menggandeng tangan lelaki tua itu dengan mesra.


"Gue gak salah liat kan Du," tanya Lulu pada Didu.


"Elo baru tau yang kalau dia tu ayam kampus, gue sering liat dia clubbing bareng cowok yang beda-beda," terang Didu.


"Cih dasar pela*ur, gemes gue jadinya, lo tau gak waktu Ara sempet cerita kalau dia nolongin tuh cewek, eh malah gak tahu terima kasih, pakai caper lagi sama suaminya, kesel gue jadinya," Lulu menceritakan apa yang pernah diceritakan oleh Ara pada Didu.

__ADS_1


"Wah keterlaluan emang tuh cewek, enaknya diapain Yang?" tanyanya pada wanita yang mau saja dipanggil Yang.


"Gue punya ide," Lulu membisikkan rencananya ke telinga Didu.


Putri tidak menyadari keberadaan Didu dan Lulu karena mereka duduk di pojokan. Putri terlihat sedang tertawa bersama laki-laki paruh baya yang dia bawa.


Ketika pelayan kafe selesai menulis pesanan Putri, Lulu mengikuti pelayan kafe tersebut dan menanyakan apa yang Putri pesan.Diam-diam Lulu menambahkan bubuk merica dan bubuk cabe ke dalam menu makanan yang dipesan Putri. Lalu memasukkan garam ke dalam minuman Putri.


Setelah selesai dengan ulahnya, Lulu kembali menghampiri Didu yang enak meminum jus milik Lulu. "Yee malah ngabisin jus gue, pesen sendiri dong," protes Lulu.


"Gue gak bawa uang cash," Didu beralasan.


"Alah lagak lo, bilang aja minta gratisan," cibir Lulu.


"Beneran Yang, ATM aku lagi diblokir sama nyokap," jujur Didu tapi Lulu masih tidak percaya dengan omongannya.


"Eh tuh liat makanannya udah diantar," tunjuk Lulu ke arah pelayannya.


Putri dan teman lelakinya menerima makanan yang mereka pesan. Lulu dan Didu menanti saat-saat Putri menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.


"GOL..." seru Didu dan Lulu ketika Putri memasukkan makanan itu ke dalam mulutnya.Tangan mereka bertemu saling bertos ria.


Putri dan pengunjung lain pun menoleh ke sumber suara yang berisik itu. Putri merasakan mulutnya seperti terbakar saat mengunyahnya. Dia pun curiga ini semua ulah Lulu dan Didu yang mengerjai dirinya.


Putri pun memuntahkan isi mulutnya kemudian meminum air yang dipesannya. Lagi-lagi ia dikerjai, saat meminum jus yang rasanya asin itu.


"Beh, sialan mereka sengaja mengerjaiku,"gumam Putri sambil mengarahkan tatapan tajamnya ke arah Lulu dan Didu. Tangannya mengepal dan nafasnya menggebu karena menahan marah.


Sementara itu Didu dan Lulu yang merasa Putri menyadari itu semua rencana mereka, memilih untuk mengalihkan pandangan dan pura-pura tidak tahu.


"Kamu tidak apa-apa sayang?" tanya laki-laki yang usianya jauh di atas Putri. Putri menggeleng, kali ini ia harus mengurungkan niatnya untuk berdebat dengan Lulu dan Didu.


"Awas kalian akan kubalas nanti," Putri kembali menatap tajam keduanya lalu sedetik kemudian beralih menoleh laki-laki yang ada di depannya dan mengajak pergi.


Putri lebih memilih pergi daripada dirinya harus bertengkar dengan dua cecunguk itu dan membuat malu di depan umum. Ia akan memberi pelajaran kepada Lulu dan Didu saat di kampus besok. Itu yang Putri pikirkan.


...***...


Hai readers terima kasih yang udah banyak kasih dukungan, maaf ya kalau banyak tulisan author yang typo, saya hanya manusia biasa bukan dewi yang selamanya sempurna.


Jadiin karya aku favorite kalian ya ❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2