Kepincut Cinta Miss Ojol

Kepincut Cinta Miss Ojol
Hari Pertama Jadi CS


__ADS_3

Pagi ini Mutiara berdandan cantik memakai setelan blazer yang dibelikan oleh Radith kemaren. Rambutnya dicatok curly semakin menambah sempurna penampilannya. Sayang dia harus pakai motor panas-panasan di jalan. Ara pun memakai jaket saat berkendara agar bajunya tidak kotor selama perjalanan.


"Eh neng Ara pagi ini beda banget," puji Pak satpam yang melihat Ara baru melepas jaketnya.


"Ah bisa aja pak," Ara jadi sedikit canggung.


"Gak ngojek neng?" tanya Pak Satpam.


"Gak pak hari ini saya disuruh sama Pak Rio buat nemenin mbak Diana jadi asistennya," terang Ara.


"Oh iya ya,"


Ara kemudian masuk ke ruangan customer servis.


"Pagi mbak," sapa Ara pada penghuni ruangan yang sudah sampai duluan.


"Pagi, eh Ara udah dateng," balas Diana dengan ramah.


"Besok datengnya lebih pagi," kata Sarah dengan ketus.


"Ya mbak, minta maaf," Ara jadi merasa tidak enak.


"Jangan diambil hati ya Ra, Sarah emang orangnya kaya gitu," bisik Diana.


"Sini mbak ajari," tambahnya lagi.


Berbeda dengan Sarah, Diana sangat ramah kepada Ara. Ia jadi nyaman bekerja dengan Diana.


"Eh gue ke kanton dulu ya," pamit Sarah saat jam makan siang.


"Kantin yuk Ra," ajak Diana.


"Pelan-pelan mbak," Ara membantu Diana berdiri.


"Mau pesan apa mbak nanti aku pesenin," tanya Ara.


"Samain aja kaya kamu," jawab Diana yang lebih dulu duduk di kursi.


"Eh Ara bisa ke sini sebentar," undang Rio.


Ara menoleh pada Diana sebelum menghampiri atasannya. Diana hanya mengangkat bahunya.


"Ini buat kamu," Rio menyerahkan sebuah kunci pada Ara.


"Apa ini pak?" tanya Ara sambil melihat kunci yang ia terima.


"Kunci mobil Ra, mulai besok kamu bisa bawa mobil kantor,"


"Tapi saya gak bisa bawa mobil pak," tolak Ara secara halus.

__ADS_1


"Oh mau saya ajari sepulang kantor Ra?"


"Eh gak usah pak nanti saya minta ajarin sama...em temen iya temen saya," tolaknya lagi.


"Ya udah kalo gitu kalau kamu udah bisa bawa mobil nanti kamu bisa ambil mobilnya,"


"Makasih banyak Pak," Ara menundukkan sedikit kepalanya.


"Gila belum ada sehari kerja jadi CS udah dikasih fasilitas mobil aja, ada affair apa lo sama Pak Rio?" sindir Sarah.


"Jangan ngomong gitu Sar gak baik," tegur Diana secara halus.


"Gak papa mbak," Ara memegang tangan Diana sambil tersenyum.


Meski hatinya sakit mendengar tuduhan Sarah tapi ia mencoba menahan diri. Mungkin ini biasa terjadi pada anak baru yang dibully sama seniornya.


"Ya udah balik yuk Ra," ajak Diana sambil membawa jus kesukaannya.


Hari ini Ara melewati pelajaran pertamanya menjadi customer servis dengan baik . Diana pun memuji kepandaian Ara yang bisa menyesuaikan diri.


"Mbak aku balik dulu ya, mbak Sarah duluan ya," pamit Ara pada teman-teman nya," Ara pun menenteng tas selempang miliknya.


Sebelum ia pulang Mutiara mampir ke ruangan Rio.


"Iya ada apa Ra?" tanya Rio.


"Emm besok saya ada kuliah pagi pak, jadi gimana dengan kerjaan saya pak?" tanya Ara yang bingung tentang penyesuaian jadwal kerja dan kuliahnya.


Ara jadi merasa lega. Kemudian ia permisi untuk pulang. Setelah ia keluar dari ruangan Rio ia tidak sengaja berpapasan dengan Sarah. Namun saat Ara tersenyum padanya Sarah tetap saja dingin tanpa membalas senyumnya.


"Dasar kulkas jalan," umpat Ara dalam hati.


Ara mengelus dadanya. Ia tidak menghiraukan lalu menuju ke parkiran motor.


"Eh dah pulang neng," sapa Pak Satpam.


"Iya pak," Ara menjawab dengan tersenyum.


"Denger-denger Pak Rio ngasih kunci mobil kantor ya neng?" tanya Pak satpam yang kepo.


"Iya pak tapi saya gak bisa bawanya," kata Ara.


"Wah kalo bawa mobil saya juga gak kuat neng habis berat," canda Pak Satpam sore itu


"Ya pak kalo mau ngangkat mah emang gak kuat maksud saya buat nyetir saya gak bisa, udah sore balik dulu ya pak," pamit Ara lelu menyalakan mesin motornya.


Setelah itu di tengah perjalanan pulang ia berhenti untuk menepi. Ia merogoh ponsel yang ada dalam tasnya.


"Ada waktu gak?" tanya Ara pada seseorang di ujung telepon.

__ADS_1


Setelah menutup telepon nya Ara menunggu seseorang di sebuah taman yang tak jauh dari tempat ia berhenti saat ini.


"Hai sayang," Radith melambaikan tangan dari kejauhan.


Ara menyambut kedatangan Radith dengan pelukan hangat. Ia membenamkan wajahnya pada tubuh Radith. Ara bisa mencium aroma parfum Radith yang wangi di bajunya.


"Kamu cantik banget pakai pakaian kaya gini," puji Radith pada kekasihnya.


"Gombal," Ara mengerucutkan bibirnya.


Cup


Radith mendaratkan kecupan singkat di bibir merah Ara. Seketika wajah Ara merah merona.


"Eh ajarin aku nyetir dong," pinta Ara dengan manja. Radith jadi mengernyit heran.


"Kamu mau beli mobil? wah gaji CS berapa sih kok langsung bisa DP mobil?" candanya pada Ara namun mendapat pukulan di bahunya.


"Pak Rio ngasih pinjem aku mobil kantor, tapi kamu kan tahu sendiri aku gak bisa nyetir mobil," keluh Mutiara.


"Kasian ciwi-ciwiku, tenang aja belajar sama abang mah dijamin langsung bisa kalau perlu abang ajari balap sekalian," kata Radith sambil terkekeh.


"Eh gila gue gak mau mati muda,yang penting bisa bawa mobil aja udah cukup," kata Ara.


"Tapi kita ambil mobil yang lain ya, kalau pake mobil sport aku gak enak nanti susah gasnya gede," kata Radith beralasan.


"Alah bilang aja gak mau lecet," sindir Ara.


"Ya jelas dong sayang biaya perawatannya mahal, uang lima belas juta aja kurang Yang," Radith tersenyum meringis sambil mengangkat tangannya membentuk huruf V.


"Nyindir?" kata Ara.


"Gak ini aku lagi nyender,"


"Ih nyebelin," Ara mencubit perut Radith tapi tidak kena. Mereka malah jadi kejar-kejaran.


"Udah sayang cukup aku capek nih," kata Radith dengan nafas yang terengah-engah.


"Makanya jangan usil mulutnya," cibir Ara.


Setelah itu Radith mengajak Ara untuk mampir ke rumah Radith. Ia akan menukar mobilnya. Sementara itu motor Ara dititip di rumah Sang kekasih.


"Kamu cantik banget kalau lagi dandan," puji Radith sambil mengacak rambut Ara.


"Nyatoknya berjam-jam nih," keluh Ara saat rambutnya terlihat acak-acakan.


"Yaelah besok aku antar ke salon habis pulang kuliah, tapi mulai besok aku yang antar jemput kamu ya sayang, biar aku bisa ngajarin kamu nyetir mobil lagi," pinta Radith.


"Okelah lumayan di ojekin sama abang ganteng," candanya yang membuat Radith tertawa.

__ADS_1


...***...


Pliss kalo kalian suka sama tulisan aku bantu like dan share ya ke medsos kalian


__ADS_2