Kepincut Cinta Miss Ojol

Kepincut Cinta Miss Ojol
Valentine Day


__ADS_3

Rasya baru pulang dari kampus namun saat ia menginjakkan kaki di rumah, laki-laki itu tidak melihat keberadaan istrinya.


"Ara dimana bu?" tanya Rasya pada mertuanya.


"Di kamar mungkin lagi tidur nak," ucapnya kemudian berlalu meninggalkan Rasya.


Rasya pun naik ke atas. Ia mulai membuka pintu kamarnya. Ara terlihat sedang tertidur pulas. Perlahan laki-laki itu melangkahkan kakinya mendekati ranjang.


Ia memandang wajah cantik istrinya yang sedang terpejam. Lalu mengelus rambut istrinya dengan sayang. Tak lupa sedikit kecupan singkat di kening Ara. Ara merasakan sesuatu kemudian ia pun mengerjapkan matanya.


"Sudah pulang?" tanyanya dengan suara parau.Rasya mengangguk pelan.


"Tidur lagi aja," pintanya seraya memeluk istrinya dari belakang. Kini mereka sama-sama terbaring.


"Aku sudah tidak ngantuk, kakak kalau mau tidur ganti baju dulu lah," omelnya.


"Kuliah doang sayang gak keringetan," Rasya memperlihatkan ketiaknya yang tidak basah karena keringat.


"Akhir-akhir ini hidung aku sensitif kalau nyium bau jadi kakak ganti baju dulu sana, kalau perlu mandi sekalian," Ara sedikit mendorong tubuh Rasya agar menjauh.


"Ya udah iya iya," Rasya berdiri dan mengacak rambut Ara gemas.


"Ra gue minta tolong dong ntar malam lho ngisi acara nyanyi ya di kafe gue, soalnya vocalis bandnya lagi ada acara," sekilas pesan dari Lulu.


Ara sedang mengetik....


"Ya oke, tapi gue minta izin kak Rasya dulu," balasnya dalam pesan singkat yang dikirimkan ke Lulu.


Setengah jam kemudian Rasya keluar dari kamar mandi. Dengan sigap Ara mengambilkan pakaian untuk suaminya.


"Kak, ntar malam aku boleh ngisi nyanyi gak di kafenya Lulu?" tanya Ara sambil menyodorkan baju yang sudah disiapkan untuk suaminya.


"Gak boleh,"


"Yagh ko gak boleh si kak, vocalis bandnya kan lagi gak bisa, kasian Lulu kalau kafenya gak ada yang ngisi, kakak boleh ikut kok," Ara menaik turunkan alisnya.


"Kakak gak bisa ikut, ada tugas kuliah yang harus dikumpulkan besok," jawab Rasya dengan ketus.


"Ya udah aku berangkat sendiri juga gak papa," ancam Ara membuat Rasya tidak bisa tinggal diam.


"Jangan malam-malam bahaya, kamu kan lagi hamil,"


"Ayolah kak, plis aku bosen di rumah, ya ya," mohon Ara dengan memasang muka melas pada suaminya.


"Ya udah tapi gak boleh kelewat jam 9 malam, nanti pulang perginya aku antar," ucapan Rasya membuat Ara reflek memeluk suaminya.


"Makasih kak," ucapnya dengan mendaratkan kecupan singkat di bibir.

__ADS_1


"Kurang lama,"


"Apanya?" tanya Ara tidak mengerti.


Rasya mengetuk bibirnya dengan satu jari tangannya.Wajah Ara jadi bersemu merah saat suaminya meminta cium padanya.


"Ambi sendiri," ucapnya dengan malu-malu.


Rasya pun menarik pinggang Ara dan mendekatkan wajahnya. Ia memiringkan kepalanya lalu menempelkan bibirnya ke bibir Ara.Rasya mulai mengeksplore bagian dalam mulut Ara. Namun saat mereka sedang asyik berciuman tiba-tiba perut Ara bunyi.


Kruk Kruk


Ara tertawa meringis, malu karena mendengar suara perutnya. Sedangkan Rasya malah tersenyum."Sepertinya si dedek cemburu kalau mamanya aku cium," candanya seraya memegang perut Ara.


"Iya ya tahu aja caranya menghentikan kelakuan mesum bapaknya," ejek Ara sambil terkekeh.


"Eh kamu juga suka kan kalau kakak cium, ngaku aja," ejek Rasya.


"Gak," bohong Ara.


"Ih ketahuan bohongnya mukanya sampai merah gitu," teriak Rasya sesaat kemudian mengejar Ara yang lebih dulu berlari keluar kamar.


"Sayang kamu jangan lari-lari, ingat kamu sedang hamil nanti kalau jatuh gimana?"


"Ya ampun suamiku tenang aja, gak jatuh ini," ucap Ara sambil mengerucutkan bibirnya.


Malam pun tiba, sekitar pukul 19.00 WIB Rasya mengantarkan Ara ke kafe Lulu menggunakan motor. Semenjak hamil ia tidak suka bau AC mobil jadi ia akan muntah saat mengendarainya. Oleh karena itu kemana-mana Rasya selalu mengantarnya. Bahkan Rasya sengaja membeli motor matic baru untuk mengantar Ara kemana-mana. Karena Ara tidak suka dengan motor sport milik Rasya yang dirasa tidak nyaman saat membonceng.


"Makasih sayang, pulangnya hati-hati ya," kata Ara sebelum berpisah dengan suaminya di halaman kafe milik keluarga Lulu.


Rasya mengangguk. Ia lalu menutup helmnya kemudian pergi meinggalkan wanita yang mengenakan kaos rajut oversize warna pink dengan setelan celana jins selutut. Ara masuk setelah melihat suaminya pergi.


Klunting


Suara pintu kafe yang terbuka membuat Lulu menoleh.Ara melambaikan tangan pada sahabatnya.Setelah itu Lulu menghampiri Ara.


"Ya ampun akhirnya elo sampai juga, langsung cek sound Ra sama bandnya, perform sebentar lagi nih," kata-kata Lulu dipatuhi oleh Ara.


"Rame juga ya kafe lo, padahal bukan week end," Ara mengerdarkan pandangannya ke seluruh penjuru kafe.


"Elo lupa ini hari apa?" Ara menggeleng.


"Ya elah semua orang juga tahu kalau hari ini tu hari valentine, kudet bener bumil," cibir Lulu pqda sahabatnya.


"Alah buat gue semua hari sama aja, gak perlu lah hari valentine-valentinan kasih sayang gue buat suami udah gue tunjukin tiap hari,"


"Nih mic lho,"Lulu memberikan microphone agar Ara bisa mulai menyanyi.

__ADS_1


Di sisi lain seorang laki-laki berusia tiga puluhan membawa anak perempuan berusia enam tahun masuk ke dalam kafe.


"Chloe ayo duduk di sana," ajak laki-laki itu pada anaknya.


"Daddy jangan pegang-pegang, Chloe bisa jalan sendiri," anak itu menepis tangan daddynya.


Ernest hanya menggeleng melihat tingkah laku anaknya yang angkuh. Ia melihat ke arah panggung dan mendapati seseorang yang ia kenal.


"Gadis itu kan yang kemaren aku tolong, ternyata dia kerja di sini," batin Ernest.


"Silahkan menunya," seorang pelayan menyodorkan menu makanan pada Ernest.


Setelah memesan makanan untuknya dan sang putri. Ia kembali mengarahkan pandangannya pada Ara yang mulai bernyanyi.


Tatap matamu bagai busur panah


Tidak sengaja mata Ara bertemu dengan mata Ernest. Namun sedetik kemudian Ara mengarahkan pandangannya ke arah lain.


Yang kau lepaskan ke jantung hatiku


Meski kau simpan cintamu masih


Tetap nafasku wangi hiasi suasana


Saat ku kecup manis bibirmu


Ara mengingat saat-saat Rasya mencium dirinya. Merasakan getaran-getaran yang membuat mereka saling mencintai satu sama lain.


Sedangkan Ernest mengingat pertemuan pertamanya dengan Ara. Di saat ia menangkap tubuh Ara yang terjatuh dengan kedua tangannya. Saat itu ia begitu terpesona melihat kecantikan Ara.


Cintaku tak harus miliki dirimu


Meski perih mengiris di segala janji


Sekelebat bayangan Radith muncul dalam angannya. Kekasih yang dulu meninggalkan dirinya saat sedang sayang-sayangnya.Ara begitu menjiwai setiap lirik lagu yang dia nyanyikan.


Aku berdansa di ujung gelisah


Diiringi syahdu lembut lakumu


Kau sebar benih anggun jiwamu


Namun kau tiada menuai buah cintaku


Yang ada hanya sekuntum rindu


Ernest menikmati suara merdu Ara. Chloe merasa kesal karena daddynya mengabaikan dirinya. Anak itu pun cemberut dan menatap tajam ke arah Ara.

__ADS_1


"Cewek jelek kaya gitu aja dikagumi, suaranya juga fales," batin putri Ernest yang merasa kesal.


__ADS_2