Kepincut Cinta Miss Ojol

Kepincut Cinta Miss Ojol
Ikat Leher


__ADS_3

Sret


Rasya membuka gorden jendela kamarnya. Matahari yang masuk mengenai wajah cantik Ara membuatnya mengerjakan mata. Ara menutup mata dengan satu lengannya. Kemudian ia bangun bersandar di kepala ranjang. Namun, Ara kaget saat ia menyadari bahwa ia tidak memakai sehelai benang pun.Matanya membola, ia kaget bukan main.Reflek Ara menarik selimut yang ia pakai saat tidur.


Rasya duduk di atas ranjang dekat istrinya. "Selamat pagi," sapa Rasya seraya memberikan kecupan singkat di pipi mulus sang istri.


Wajah Ara bersemu merah menanggapi sikap suaminya yang begitu manis.Tangannya masih mencengkeram selimut untuk menutupi tubuhnya yang polos.Rasya yang melihat reaksi Ara setelah bangun tidur menjadi tidak tahan untuk menggoda istrinya.


"Tadi malam kamu luar biasa," lirih Rasya seraya terkekeh.


"Kak Rasya," teriak Ara karena malu.


Ara pun berlari ke kamar mandi dengan membawa selimut yang membalut tubuhnya. Saat ia membuka selimut itu sudah ada banyak bekas merah yang terdapat di beberapa bagian tubuhnya.


"Ck, kak Rasya nyebelin bisa-bisanya dia perkosa aku semalam," umpat Ara sembari melihat dirinya di cermin yang ada di kamar mandi.


Seusai mandi Ara mengenakan handuk kimono dan mengusap rambutnya yang basah dengan handuk kecil. Ketika ia melihat Rasya sedang rebahan di atas ranjang sambil memainkan ponselnya Ara mendekat.


"Kak Rasya jahat," Ara memukul suaminya dengan handuk kecil yang ada di tangannya.


"Aduh kenapa Ra? sakit tau," Rasya mengelus tangan yang terkena sabetan handuk itu.


"Bisa-bisanya kakak bikin banyak jejak di tubuh aku, nih nih," tunjuk Ara di beberapa bagian tubuhnya yang merah.


"Maaf," jawab Rasya sambil terkekeh.


"Maaf maaf ini gimana nutupinnya Ara mau kuliah hari ini," panik Ara.


Sebelum menjawab pertanyaan istrinya yang sedang mode ngambek Rasya membuka lemari dan mengambil sebuah syal lalu memberikannya pada Ara.


"Pakai ini," tangannya mengulurkan syal.


"Masak iya panas-panas gini pakai syal, saltum lah kak, nanti kalau banyak yang nanya gimana?" kesal Ara.


"Oh ya sudah kalau mau pamer hasil karya aku semalam," Rasya berbalik.


"Eh eh sini syalnya," Ara menyahut syal dari tangan Rasya.


Buru-buru Ara ganti baju dan bersiap ke kampus. Ia menyambar tas dan buku-buku yang ada di meja.


"Kak aku berangkat ya," Ara menyahut tangan Rasya untuk bersalaman.

__ADS_1


"Eh kamu mau naik apa?" Rasya menarik kerah baju Ara hingga ia berhenti.


"Naik motorlah biar cepet," jawab Ara.


"Motor kamu kan udah dijual," Rasy mengingatkan.


"Yaudah naik ojek aja, bye," Ara keluar dari kamar. Ia kemudian memesan ojek online lewat aplikasi di hpnya.


Kini Ara menunggu ojek pesanannya di depan rumah Rasya. Ia berulang kali melihat jam yang melingkar di tangannya.


"Yaelah lama amat kang ojolnya, naik motor apa naik delman perasaan gak nyampe-nyampe," Ara sibuk bermonolog.


Tin tin tin


Rasya berhenti persis di depan Ara menggunakan motornya. Ia membuka penutup helm kemudian tersenyum pada istrinya.


"Mau abang anter gak neng?" goda Rasya.


"Tapi Ara udah pesen ojol kak," bantah Ara.


"Ck, udah naik aja kalau gak mau telat," Rasya memberikan helm agar wanita itu memakainya.


"Untung gue pake celana kalau gak bisa sedekah paha nih," gumam Ara di atas motor.


"Kuy jalan kak," ucapnya pada sang suami.


"Pegangan," perintahnya diikuti Ara namun Ara memegang bahu Rasya. Kemudian Rasya memindahkan tangan istrinya itu agar melingkar di perutnya.


Jantung Ara sudah dapat dipastikan berdegup kencang. Perasaannya campur aduk antara malu dan senang. Setelah memastikan istrinya berpegangan pada bagian tubuhnya yang tepat, Rasya menekan tombol starter lalu menarik gasnya.


Rasya melaju dengan kecepatan tinggi. Ara menjadi takut. Ia semakin mengeratkan pegangan tangannya. Rasya menarik ujung bibirnya saat menyadari sikap sang istri.


Kurang dari tiga puluh menit pasangan suami istri muda itu sampai di parkiran kampus. Saat Rasya sudah menghentikan motornya. Ara masih berpegang erat. "Sayang udah sampai,"ucap Rasya menyadarkan Ara seraya mengelus tangan yang melingkar di perut laki-laki itu.


Ara melonggarkan ikatannya kemudian turun. "Kak Rasya nyebelin, kakak mau bikin Ara mati muda ya," omel wanita itu.


"Kenapa lagi sayang?" tanya Rasya.


"Ya kali naik motor kaya naik jet," Rasya mendengar omelan Ara tapi tangannya melepas helm yang istrinya kenakan.


"Maaf," ucapnya saat berhasil mengambil helm yang dipakai istrinya.

__ADS_1


Sejenak Ara terdiam. Matanya menatap ke dalam mata Rasya yang teduh. Ditambah senyuman yang membuat hati Ara serasa meleleh. Kemarahannya jadi surut. Sikap Rasya yang tenang dan selalu sabar membuat Ara tidak bisa berlama-lama memusuhi suaminya.


"Aku masuk dulu ya, kakak boleh pulang," pamitnya pada sang suami.


"Aku tunggu di sini aja sampai kamu selesai kuliah,"


"Gak kakak pulang aja, di sini banyak cewek gatel, aku gak mau suamiku dicolok eh maksud aku dicolek,"


"Iya iya," kata-kata Ara dituruti suaminya. Rasya mengacak gemas pucuk rambut istrinya. Setelah itu ia pergi meninggalkan parkiran.


"Sial gue telat," ucapnya seusai melihat jam yang melingkar di tangannya.


Wanita yang sudah menikah itu lari menuju ke kelasnya. Ia sudah terlambat lima menit. Dengan nafas terengah-engah Ara sampai di depan pintu kelasnya.


Tanpa melihat lebih dulu ia berkata,"maaf pak saya telat," ucapnya seraya menunduk.


Sontak seisi kelas menertawakan Ara karena orang yang dia maksud belum datang. Ara yang mendengar suara riuh itu lalu mendongak.


"Sial dosen nya juga telat," umpatnya lirih.


Ia menegakkan tubuhnya dan berjalan menuju ke kursi yang kosong. Wanita itu berusaha menutupi rasa malunya dengan berpura-pura cuek. Namun salah seorang mengomentari penampilannya.


"Ngapain lo Ra pakai iket leher segala?" tanya salah seorang mahasiswa yang menggodanya.


"Iket leher lo kira gue kerbau, ini syal ogeb," balas Ara.


"Sakit lo?"


"Eh mau gue sakit kek enggak kek elo juga gak ada jenguk gue," cibir Ara.


"Yaelah Ra gitu aja ngambek, orang cuma nanya," katanya.


"Mending lo diem, mulut lo bau gak usah ngomong sesuatu yang unfaedah, pake bahas penampilan gue sagala lagi yang penting kan gue masih cantik,"


Tak lama kemudian dosen masuk. "Pagi class,"ucapnya saat pertama kali masuk.


"Pagi," jawab seisi kelas dengan serempak.


...❤️❤️❤️❤️...


Dears jangan lupa kasih poinnya ya, sedekah biar rejeki melimpah. Dukung terus karya ku, yang udah bac silahkan tinggalin jejak ya. Aku udah nulis 1000 kata lebih yang semoga bisa menyenangkan kalian para pembaca.

__ADS_1


__ADS_2