Kepincut Cinta Miss Ojol

Kepincut Cinta Miss Ojol
Resmi Pacaran Tapi Backstreet


__ADS_3

Setelah Ara berganti baju Ara kembali ke rumah sakit menunggui ibunya. Ia melewati parkiran motor dan melirik benda itu sekilas.


"Apa gue foto aja kali ya, buat iklan, jualan di medsos kalo gak ngiklan tiap hari mana ada yang beli," gumam Ara.


Baru memotret sebentar tiba-tiba hujan turun dengan deras. Ara berlari ke teras rumah sakit untuk berteduh. Tanpa dia sadari seseorang sudah menunggunya di sana.


"Ngapain lo di sini?" tanya Ara dengan ketus pada laki-laki yang dia kenal.


"Ngapain lo foto-foto motor lo segala? Emangnya motor lo model?" balas Radith tak kalah nyolotnya.


"Kepo lu, motor gue mau gue jual," lirih Ara sambil berjalan kemudian Radith mengekorinya.


"Seriusan?" tanya Radith memastikan.


"Iya gue butuh uang buat biaya operasi gue, tapi sementara gue belum bisa bayar hutang gue ke elo bulan ini soalnya gue mau belum dapat kerjaan lain," kata Ara.


"Lo berhenti ngojek Ra?" tanya Radith.


"Mo gimana lagi, gue mesti cari sisanya, gue mau pinjam uang ke bank aja," kata Ara.


"**** hp gue mati nih gue gak bawa charger lagi,"


"Gue bawa Ra gue ambil dulu ya di mobil," Radith meninggalkan Ara untuk mengambil cahrger miliknya.


"Eh ada kang siomay tuh, anget-anget gini beli buat Ara pasti dia seneng," Radith memanggil tukang siomay yang mangkal di luar pagar rumah sakit.


Ia membeli dua bungkus kemudian membawanya untuk diberikan kepada Ara.


"Ra nih siomay buat lo," Radith menyodorkan bungkusan kepada Ara.


"Beli dimana hujan-hujan gini," tanya Ara yang tampaknya suka dengan pemberian Radith.


"Di depan, emm enak juga ya, gini tho rasanya," Radith tampak menikmati siomay yang dibungkus di plastik bening yang ia pegang.


"Murah ya masak gue minta dua bungkus cuma bayar sepuluh ribu," kata Radith.


"Ya orang kaya lo sih duit sepuluh ribu buat beli ginian dibilang murah kalau gue duit sepuluh ribu mending buat beli nasi di warung lebih kenyang," kata Ara.


"Emang dapet ya?" tanya Radith yang tidak tahu karena tidak pernah jajan di warung.

__ADS_1


"Dapetlah nasinya doang," tawa keduanya pun pecah saat mendengar candaan Ara.


"Gue jadi tambah sayang sama lo," Ara jadi menghentikan tawanya saat Radith untuk kesekian kalinya mengungkapkan perasaannya.


"Apaan si lo, ngrusak suasana tau gak?" kesal Ara. Padahal pipinya merah merona dan jantungnya berdetak tidak beraturan.


Radith langsung menggenggam tangan Ara. Ara mencoba melepasnya namun Radith semakin kuat mencengkeram.


"Lo mau apa Dit?" tanya Ara yang panik.


"Ra pliss jadi pacar gue ya? kata Radith masih dalam posisi duduk dan menggenggam tangan Ara.


"Gue tu suka lo semenjak gue tahu lo jadi tukang ojek, kalau cewek lain mungkin gue ngerasa illfeel tapi gak terjadi kalau itu elo, gue suka elo cara lo mengatasi masalah bukan menghindari masalah meski gue minta lo buat bayar uang ganti rugi elo gak ngelak, gue suka elo yang kuat meski kerja sambil kuliah nyatanya lo bisa, tapi semakin gue deket sama elo gue suka semua dari lo," Radith ngomong panjang lebar tapi Ara tetap saja menolaknya.


"Gue gak suka sama lo," Ara melepaskan tangannya.


"Kenapa Ra?" tanya Radith.


"Elo tu biangnya masalah gara-gara elo gue harus kerja sambil kuliah, capek tau Dit, kerja sampe malem habis itu ngerjain tugas kuliah sampai pagi, pagi kuliah lagi begitu seterusnya, udah gitu gara-gara elo ganteng banyak cewek yang naksir sama lo gue yang jadi korban, gue gak bisa kalau harus menghadapi cewek-cewek brutal kaya Putri," Ara terlihat emosi dengan cepat Radith membawanya ke dalam pelukan.


"Lo tenang dulu Ra, gue minta maaf soal uang yang gue minta dari lo, dan gue juga minta maaf karena Putri udah nyakitin lo," Ara mendorong tubuh Radith hingga melepaskan pelukannya.


"Iya nanti gue suruh Putri minta maaf ke elo, gue juga gak kan nagih uang ganti rugi ke elo sekarang elo mau kan nrima gue jadi pacar lo?" tanya Radith dengan halus.


Tangis Ara malah pecah karena sudah sejak tadi ia menahan emosi. Antara sedih karena semua kejadian yang menimpanya disebabkan oleh Radith. Namun ia tidak menyangkal kalau dia memang suka sama tu cowok. Mau jawab iya takut dibilang manfaatin Radith biar utangnya Ara lunas kalau gak diterima nanti nyesel karena udah sia-siain Radith. Serba salah kan jadinya.


"Dit gue sebenarnya suka sama lo tapi gue gak mau dibilang macarin lo biar gue gak bayar utang lagi sama lo,"


"Ko ngomongin utang mulu sih, lagian aku juga gak bener-bener nagih uang ke kamu, itu semua aku lakuin biar aku bisa deket sama kamu," ko tiba-tiba ngomongnya aku kamu ya Tor.


"Jahat lo," Ara memukul di dada bidang Radith.


"Jadi resmi nih kita pacaran?" tanya Radith yang sudah menantikan jawaban sebenernya dari gadis itu. Ara hanya menjawabnya dengan mengangguk.


"Tapi sementara backstreet dulu ya," kata Ara.


"Yaelah kenapa harus diem-diem sih?" tanya Radith kecewa.


"Gue gak mau ya disiksa sama Putri sama fans-fans lo yang lain juga," ketus Ara.

__ADS_1


"Tapi gue gak mau lo deket-deket sama Brian," eh ngomongnya balik lagi elo gue elo gue END.


Mereka sama-sama tertawa karena ucapan mereka masing-masing. Baru saja jadian lima menit yang lalu udah pada posesif.


Kemudian beberapa menit kemudian perawat berlari ke ruang ICU. Ara dan Radith ikut panik. Ia pun menghentikan langkah dokter yang akan masuk.


"Ada apa ini dok?" tanya Ara cemas.


"Pasien sedang anfal jadi harus kita lakukan tindakan," kata dokter.


"Lakukan yang terbaik Dok tidak usah mempermasalahkan soal biaya nanti semuanya saya yang tanggung," Radith melihat ke arah Ara yang sudah berkaca-kaca.


"Ibu Dit," tangis Ara semakin pecah saat ia melihat ibunya ke luar untuk dioperasi.


Radith tetap mendampingi pacar barunya yang sedang menangis. Tapi seketika berhenti saat seseorang memanggil mereka.


"Radith," Didu berjalan ke arah Radith yang sedang memdegang bahu Mutiara.


"Kalian ko ada di sini?" tanya Didu.


"Ibunya Ara lagi sakit, gue nemenin dia di sini dari kemaren," perkataan Radith membuat Didu berpikir.


"Ow jadi ini yang lo sebut tidur bareng, si alan lo gue pikir lu ML sama doi, kalau gitu masih ada kesempatan dong gue deketin neng Ara yang cantik jelita," kata Didu dengan senyum yang mengembang di wajahnya.


"Berani lo deketin Ara gue pastiin lo nginep lebih lama daripada nyokapnya Mutiara," ancam Radith.


"Aelah gitu doang canda kali, tapi kalau beneran gue mah gak nolak," candaan Didu membuat Ara yang tadinya tegang menjadi tertawa karena melihat raut wajah Radith yang notabene pacarnya sekarang jadi merah padam.


...***...


Readers: Thor kenapa sih up nya lama bingit?


Author : Aelah hari-hari hujan kagak ada sinyal


Readers : Gak usah pake alasan deh Thor.


Author : Gue juga kaya yang lain kerjaannya gak hanya nulis doang.


Readers : Gue gak terima alesan Thor.

__ADS_1


Author : Serah dagh atur aja.


__ADS_2