
"Mobilnya kenapa?" suara bariton itu membuat Ara menoleh ke arahnya.
"Gak mungkin," batin Ara saat melihat laki-laki yang ia kenal.
Ara memundurkan satu langkahnya. Kaget pasti sampai berkaca-kaca melihat laki-laki yang ia cintai hidup kembali.
"Hello, mobilnya kenapa mbak?" tanya laki-laki tampan itu sambil melambaikan tangan di depan wajah Ara.
"Mogok Dit," Ara tanpa sengaja menyebut nama panggilan Radith.
"Cewek ini kenal Radith?" batin laki-laki itu dalam hati.
"Boleh saya lihat?" izinnya pada Ara.Ara menjawabnya dengan anggukan kepala.
Ketika laki-laki itu sibuk memperbaiki mobil Ara yang mogok, Ara terus bertanya dalam hatinya. "Ya Allah kalau ini mimpi tolong bangunkan saya,kalau dia benar Radith masak iya pura-pura gak kenal sama saya Ya Allah."
"Mbak mobilnya sudah nyala," kata pemuda yang menolongnya itu.
Di sisi lain Ara masih menata hatinya. Ia mencoba menerima kenyataan bahwa Radith sudah tidak ada. Tiap kali diriya mengingat Radith dadanya terasa sesak hingga ia memukul dada beberapa kali. Kemudian menghembuskan nafas kasar.
"Are you oke?" tanya pemuda itu saat melihat Ara yang bersikap aneh menurutnya.
"Makasih," ucap Ara dengan lesu.
"Kembali kasih," pemuda itu kembali memakai helmnya kemudian pergi meninggalkan Ara.
"Ck, kok pergi sih," wajah Ara berubah sendu.
Setibanya di rumah Ara menghampiri ibunya di ruang tamu yang sedang menonton acara kesukaannya.
"Gak mandi dulu nak?" tanya Ara yang tiba-tiba memeluk dirnya dari samping.
"Bu mungkin gak sih orang yang meninggal hidup lagi?" pertanyaan Ara membuat ibunya mengerutkan dahi.
"Mana ada nak, itu mah cuma di cerita novel atau di pilem-pilem," jawabnya.
"Ada bu," Ara tidak sampai menceritakan pertemuan dirinya dengan seorang pemuda yang wajahnya 99,99 % sama dengan Radith.
"Kamu kebanyakan nonton hape jadinya suka berhalusinasi," ejek ibunya.
"Agh ibu," Ara pun berdiri dan berjalan ke kamarnya.
"Masak iya gue tadi mimpi?" gumamnya sambil mengambil handuk kemudian menggantungnya di leher.
"Gue telpon Lulu deh, eh chat aja agh bikin grub biar bisa ngobrol sama Didu sekalian," Ara pun mengetik nama grub di hpnya.
JONES
__ADS_1
Lulu : "Grub apaan nih Ra anggotanya cuma bertiga, mending lo chatan sama gue aja, gak usah bikin grub kasian yang ketiga ntar jadi setan,"
Didu : "Biarin gue biar jadi setan juga yang gue kejar elu doang,"
Ara : "Eh kalian percaya kalau gue habis ketemu setan?"
Lulu : " Eh kok jadi ngomongin setan sih Ra serem tau gue di rumah sendirian nih,"
Didu : "Kebetulan abang nganggur neng mau abang temenin sekalian abang jemput ntar kita clubing bareng,"
Lulu : "Masih ya lo jadi burung hantu, atau jadi codot sekalian keluyuran malem-malem,"
Ara : "Woy giliran gue kapan? gue mau curhat nih,"
Didu : "Apa sayang?"
Ara : "Gue ketemu Radith,"
Lulu : "Dalam mimpi?"
Ara : "Gak beneran, tadi gue dua kali ketemu Radith, pertama gue ketemu di lampu merah yang kedua dia nolongin gue waktu mobil gue mogok di jalan,"
Didu : "What?"
Ara : "Mungkin gak sih guys orang yang mati hidup kembali? so sad nih gue,"
Didu : "May be yes may be no, mungkin yang elo lihat itu arwahnya doang kali, makanya jangan lupa kirim doa tiap habis shalat,"
Semakin lama semakin gak jelas chatingan mereka membuat Ara meninggalkan hpnya di atas tempat tidur dan menuju ke kamar mandi.
...***...
"Eh Ra beneran gak sih omongan lo semalam?" tanya Lulu penasaran.
"Gue ngomong bener juga elo gak percaya kalau belum lihat sendiri orangnya," ketus Ara.
"Ra ntar malem jangan lupa ya," Lulu mengingatkan kembali janji Ara kemaren.
"Apaan? ngisi panggung di cafe bokap lo?" tanya Ara pura-pura tidak ingat.
"Ck, jangan belagak bloon deh Ra, masa lo gak inget aih sama janji lo kemaren, temenin gue kopi darat," Lulu mencebik kesal.
"Hmm gimana ya kali aja ntar atasan gue mau ngajak ngedate," canda Ara.
"Ara," teriak Lulu.
Kamudian Brian datang untuk menyapa Ara.
__ADS_1
"Ra ntar malam ada acara gak? Ikut aku yuk kita mau ngadain pesta kecil-kecilan," kata Brian.
"Lo gak tahu Ra, Brian dipilh jadi ketua BEM gantiin pacar lo," bisik Lulu.
"Oh ntar malam aku udah ada janji kak sama Lulu mau ngeramein kafenya," ucap Ara beralasan.
"Oh dimana kafenya? gimana kalau nanti acaranya aku pindah ke kafenya Lulu biar kamu bisa gabung sekalian," jawaban Brian jelas tidak diinginkan Ara.
"Ya udah nanti biar Lulu ngabarin kakak, biasanya kalau week end kafenya lumayan rame," Ara kembali membuat alasan agar Brian tidak mengikutinya.
"Oh ya udah aku booking kursi dari sekarang aja bisa kan Lu?" Lulu jadi menepuk jidatnya.
...***...
"Akhirnya elo dateng juga Ra," kata Lulu dengan wajah sumringah saat menyambut kedatangan sahabatnya.
"Gue mau numpang makan," ketus Ara.
"Tenang aja Ra spesial buat Lo asal elo janji ya mau ngaku jadi gue pas kopi darat ntar," Ara jadi menoleh ke arah gadis anak pemilik kafe tersebut.
"Hah apaan ogah, perjanjiannya gak kaya gitu," tolak Ara mentah-mentah.
"Plis Ra sekali ini aja, ini baju yang udah gue siapin buat lo," Lulu memberikan paper bag berisi setelan yang sudah ia persiapkan.
Ara mengintip ke dalam paper bag tersebut.
"Apaan nih? gue mesti make ginian? atasan merah celana putih? gue berasa kaya bendera kerek aja sekalian," sindir Ara.
"Gue janji bakal pake baju yang bisa dia kenali Ra," kata Lulu.
"Jangan gila deh Lu, elo yang mau ketemu sama gebetan lo gue yang ribet," omel Mutiara.
"Habisnya gue takut Ra," wajah Lulu berubah sendu.
"Takut apa lo, takut orangnya botak, brewokan, apa gondrong hah?" cibir Ara membuat Lulu ngeri membayangkan wajah orang yang akan dia temui.
"Sialan lo Ra, gue tambah ngeri jadinya," Lulu memukul bahu Ara.
"Habisnya elo aneh-aneh wae, dengerin gue ya Lu jadi diri sendiri lo aja udah cukup, kalau yang mau lo temui itu nerima lo apa adanya berarti itu jodoh lo, kalau dia gak nerima elo apa adanya, cari yang lain," kata Ara.
"Enteng lo ngomong kaya gitu elo sendiri gak bisa move on," kata-kata Lulu membuat Ara menjadi sedih.
"Eh Ra sorry gue gak ada maksud," Lulu merasa bersalah.
"Gimana gue bisa move on Lu, gue ditinggal pas lagi sayang-sayangnya," Ara mencoba menahan air matanya agar tidak menetes di pipi.
"Sorry Ra gue gak ada maksud," Lulu merasa menyesal.
__ADS_1
...***...
Doain ya dears supaya nih otak bisa dapat banyak ilham buat nulis ceritanya