
Ingat semua yang aku katakan kepada Kamu jangan sekali-sekali Kamu membuka mulutmu itu, jika saya tidak pernah tidur bersama Kamu bahkan melakukan kewajiban akupun tidak pernah, jika Kamu mengatakan yang sejujurnya kepada mereka Aku tidak akan segan segera mengusir kamu," ancam bagas kepada hyuna untuk tutup mulu.
"Mas sekarang ada di mana?" tanya Hyuna yang ingin mengetahui keberadaan suaminya.
Pertanyaan tanya nih rumah belum selesai tiba-tiba kadang buru-buru mematikan teleponnya.
Sebelum teleponnya mati Hyuna sempat mendengar suara seorang perempuan yang terdengar begitu seksi dan mendayu dayu di telinga Hyuna yang kembali harus meneteskan air matanya akhirnya tidak kuasa juga untuk melawan air mata tersebut.
Hyuna segera bangkit dari duduknya dan tidak ingin terlalu berlama-lama meratapi nasibnya. Dia segera mengambil beberapa pakaian Bagas di tempat jemuran pakaian dan menaruh nya di dalam lemari.
Pakaian Hyuna beserta beberapa barang pribadi milik Bagas yang lain sudah ada sebagian yang terletak dengan rapi di dalam rak lemari pakaian itu.
Ia tergopoh-gopoh membawa pakaian dan barang-barang Bagas. peluh keringat membasahi pipinya, tetapi tidak menyurutkan semangatnya untuk memindahkan barang tersebut, sebelum kedua mertuanya datang.
" Alhamdulillah, akhirnya selesai juga," ucap Hyuna yang duduk di ujung ranjang.
Ranjang yang terbilang sangat kecil itu dan tidak muat untuk dua orang sambil menghapus peluh keringatnya yang bercucuran membasahi wajah ayunya yang cantik tanpa polesan make up sedikit pun.
__ADS_1
"Cinta mungkin saat ini belum untukku, tapi saya yakin Mas Bagas pasti akan segera berubah dan membuka pintu hatinya hanya untukku seorang," harapan dan doa Hyuna.
Hyuna berniat ingin melaksanakan sholat ashar terlebih dahulu, tapi tiba-tiba beli rumahnya berbunyi.
Ting tong ting tong ting tong..
Hingga beberapa saat belnya berbunyi. Hyuna segera berjalan cepat ke depan karena bel tersebut terus berbunyi dengan nyaring jika Hyuna tidak segera membuka pintunya.
Hyuna memperbaiki pakaiannya dan juga penampilannya sebelum membuka pintu rumahnya. Orang yang berada di balik pintu tersenyum melihat Hyuna.
Ibu mertua Hyuna dan Ayah mertuanya datang dari Kota Bandung.
Ibu mertua Hyuna sambil memeluk tubuh menantu kesayangannya itu.
" Alhamdulillah baik kok Bu, Hyuna baik-baik saja kalau mama bagaimana?" tanya balik Hyuna sambil meraih tangan kedua mertuanya untuk dia cium punggung tangannya.
" Alhamdulillah Ibu juga baik-baik saja cuma, Ibu sedih karena Kamu belum memberikan kabar baik kalau Kamu sudah hamil," terang Ibu Sulistyowati.
__ADS_1
Perkataan tersebut membuat Hyuna bersedih dan tidak bisa menjawab perkataan dari ibu mertuanya dan hanya terdiam saja.
Hyuna menutupi kegalauan hatinya dengan meraih tangan Ayah dan Ibu mertuanya dan mengambil alih barang-barang yang ada di dalam pegangan tangan kedua mertuanya.
"Assalamualaikum Ayah," ucap Hyuna sambil mencium tangan Ayah mertuanya.
"Sini Hyuna bantu bawain barang-barangnya," tawar Hyuna di hadapan Ayah mertuanya Pak Pranoto.
Ibu mertuanya tersenyum manis dan tahu jika ada sesuatu yang disembunyikan oleh Hyuna , tapi Ibu Sulistyowati tidak ingin bertanya atau apa pun itu karena menurutnya itu tidak boleh dipertanyakan kecuali Hyuna sendiri yang berterus terang kepadanya.
Hyuna pun membantu ibu mertuanya membawa semua barang-barangnya ke dalam kamar yang sudah disediakan oleh Hyuna.
Orang tua hyuna tinggal di daerah Bandung sedangkan kedua orangtua Bagas tinggal di Kota Surabaya, sedangkan Hyuna dan Bagas memilih tinggal di ibu kota Jakarta, karena mereka bekerja di ibu kota selama ini.
Hyuna adalah anak pertama dari dua bersaudara sedangkan Bagas adalah anak pertama dari tiga bersaudara Hyuna dan Bagas menikah karena dijodohkan oleh kakek dan orang kedua orang tuanya Bagas.
Bagas terlahir dari keluarga ningrat dan kedua orang tuanya adalah pengusaha beberapa perkebunan teh di kotanya, sedangkan Hyuna adalah anak dari ayahnya yang seorang abdi negara sedangkan kakeknya hanya pensiunan TNI.
__ADS_1
Hyuna Putri Prayogo adalah nama lengkapnya gadis yang baru berusia 22 tahun terpaksa harus mengikuti kemauan dari kakeknya dan harus berhenti bekerja.
Sedangkan Bagas Maheswara Pranoto adalah pria yang setia keras kepala sedikit arogan dan tidak mudah terpengaruh oleh perkataan orang lain.