Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan

Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Bab. 60. Kritis


__ADS_3

"Aaaaaahhhhhh!!!" Pekiknya Hyuna yang sudah tersungkur ke atas jalan paving.


Teriakannya cukup besar sehingga mampu membuat beberapa orang yang berada di sekitar sana berlarian mendekati sumber suara. Mereka tersentak kaget melihat kondisi Hyuna yang tengkurap di atas jalan dengan banyaknya darah segar yang mengalir membasahi sekujur paha hingga betisnya.


Mereka yang datang seolah-olah tidak berkutik dan heran untuk melakukan apa pun untuk menolong Hyuna yang sudah merintih kesakitan. Tiba-tiba ada seseorang yang berlarian ke kerumunan dan datang menghampiri mereka lalu segera menolongnya Hyuna untuk dibawa ke dalam rumah sakit tepatnya UGD.


Pria yang gagah berani dan tidak menghiraukan jika hampir keseluruhan pakaiannya sudah terkena noda darah segar yang mengenai pakaian setelan jas yang dipakainya.


Wajahnya menyiratkan kecemasan dan ketakutannya, seolah-olah dia adalah suami dari Hyuna. Pandangan dan tatapan dari orang yang kebetulan melihatnya langsung dan berpapasan dengannya sama sekali tidak dihiraukannya.


Hanya satu hal yang ada di dalam pikirannya adalah perempuan itu harus selamat dan hidup. Dia sudah melupakan pekerjannya hari ini jika tujuannya datang ke salah satu rumah sakit milik kedua orang tuanya adalah untuk meninjau langsung kinerja dari jajarannya itu.


"Ya Allah… selamatkan Hyuna, jangan biarkan terjadi sesuatu hal yang tidak baik padanya, aku tidak sanggup hidup lagi jika Hyuna kenapa-kenapa," lirihnya dengan nafas yang ngos-ngosan serta cucuran keringat membasahi pipinya dan seluruh tubuhnya.


Beberapa orang ikut berlarian di belakang orang tersebut. Mereka mengikuti langkah kakinya pria yang dengan heroik gagah berani menolong Hyuna saat tidak berdaya tersungkur di atas jalan pepin blok yang ada di sekitar apotek rumah sakit.


"Dokter!!!" Teriaknya saat sudah berada di dalam ruangan UGD.


Beberapa perawat yang melihat dan mendengar teriakannya bergerak cepat. Mereka mengetahui dengan pasti siapa orang yang sedang berteriak kencang itu dengan suara yang cukup menggelegar memenuhi ruangan yang bercat putih gading.


"Tolong! Baringkan tubuh pasien di atas sini Tuan Muda," perintah Perawat pria itu.


Orang segera menjalankan perintah dan intrupsi dari perawat tanpa banyak tanya ataupun protes lagi.


"Tolong berikan perawatan yang paling terbaik yang dimiliki oleh rumah sakit kita," perintahnya dengan tegas tapi raut wajahnya masih mengisyaratkan bahwa ada ketakutan dan kecemasan yang menggerogoti hati dan pikirannya.


Dokter dan perawat segera bertindak cepat, mereka memeriksa kondisi dari Hyuna yang sudah tidak sadarkan diri.

__ADS_1


"Suster siapkan secepatnya ruang operasi karena pasien harus secepatnya dioperasi!" Perintah Dokter yang menangani Hyuna.


Perintah dan perkataan dari Dokter tersebut membuat pria itu shock dan refleks mendekati Dokter.


"Aku sebaiknya menghubungi nomor Mamanya agar segera datang ke RS jika, tidak putranya akan mengamuk apabila ada yang tidak sesuai dengan keinginannya," Pak Fuad bergumam lalu segera menelpon adik sepupunya itu.


"Apa sebenarnya yang terjadi dengannya Dokter, kenapa meski harus dioperasi?" Tanyanya yang mulai kebingungan dengan situasi dan kondisi yang terjadi.


Dokter segera menghentikan aktifitasnya lalu menjawab pertanyaan dari pemilik RS," pasien mengalami keguguran akibat benturan keras pada perutnya saat terjatuh tadi."


Pria itu mengelus wajahnya dengan gusar, langkah kakinya mundur selangkah ke belakang dan tidak menduga jika Hyuna sedang dalam keadaan hamil.


"Kondisi pasien dan calon bayinya gimana dokter?" Tanyanya lagi yang sudah mulai semakin penasaran dan khawatir dalam waktu yang bersamaan.


"Kondisi pasien cukup kritis, janinnya sudah tidak bisa terselamatkan dan harus segera dioperasi secepatnya agar tidak berakibat fatal di dalam rahimnya," tutur Dokter kandungan.


"Apa pun caranya tolong selamatkan nyawanya Dokter dan lakukan yang terbaik, jika terjadi sesuatu padanya aku akan pecat kalian dari sini!! Camkan itu baik-baik!" Peringatan itu membuat sebagian dari mereka yang mendengarnya mulai gentar, gemetaran ketakutan sekaligus was-was jika mereka melakukan kesalahan.


"Kamu harus tenang, percayakan semuanya pada dokter ahlinya, insya Allah temanmu akan baik-baik saja," tutur Pamannya yang kebetulan berada di sana saat ia berteriak meminta tolong.


Dokter Fuad Rahmany sebagai dokter kepala di rumah sakit itu sekaligus sepupu dari Papanya segera berusaha untuk meyakinkan dan menenangkannya.


"Paman tahu apa yang sedang terjadi padamu tanpa kamu jelaskan, tapi percayalah sama mereka dan Allah SWT, insya Allah.. dia akan selamat," terang Pak Fuad imbuhnya yang mengingatkan kepadanya untuk bersikap tenang dan sabar.


Berselang beberapa saat kemudian, dia sudah mulai duduk di kursi tunggu pasien tepat di depan pintu ruangan operasi. Lampu kamar operasi masih menyala pertanda proses operasi masih sedang berlangsung.


"Guntur!!" Teriak seseorang dari arah kanan koridor rumah sakit.

__ADS_1


Kedua orang tersebut segera mengalihkan perhatiannya ke arah sumber suara.


Mampir juga dinovelku yang lain Kakak Readers dengan judul:



Pesona Perawan


Cinta dan Dendam


Menggenggam Asa


Kau Hanya Milikku


Pelakor Pilihan


Cinta Kedua CEO


Dilema Diantara Dua Pilihan


Cinta CEO Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all....

__ADS_1


Mohon Maaf jika terbanyak typo atau kesalahan dalam pengetikan di novelnya Fania….


__ADS_2