
"Guntur?" Jingga membeo dan mengarahkan tatapannya tertuju ke arah Pak Hasan tukang kebun di rumahnya itu.
Mimik wajahnya Jingga dan Vanessa sama-sama menimbulkan banyak dugaan dan tanda pertanyaan dari dalam benak dan pikiran mereka masing-masing.
"Apa aku tidak salah dengar Bapak itu menyebut nama abangnya Jingga, Kakak Guntur, ada Apa lagi ini, apa ada cinta segi banyak yang terjadi di antara mereka yang memperebutkan Hyuna yah?" Lirihnya Vanessa.
Pak Hasan dan Bu Rita mengalihkan perhatiannya ke arah Jingga yang membeo. Pak Hasan tersenyum manis ke arah putri tunggal dari pemilik rumah tempat dia bekerja hampir sepuluh tahun lebih lamanya hingga detik itu juga.
"Eehhh Nona Jingga, Bapak pikir siapa kok datang enggak ngomong sebelumnya sih Non kalau mau datang ke sini?" Tanyanya Pak Hasan.
Bukannya menjawab pertanyaan dari Jingga malahan memunculkan pertanyaan baru saja. Jingga jadi jenuh dan menatap jengah ke arahnya Pak Hasan.
"Iiihhs Bapak bukannya menjawab pertanyaan aku malahan bertanya balik lagi, maksud aku apa Guntur kakak nya aku yang Bapak tadi bilang gitu," balasnya Jingga yang sudah dongkol dengan sikapnya Pak Hasan yang kurang gercep.
Jingga mulai kesal dengan sikapnya Pak Hasan Ishaaq yang menurutnya kurang lambat tanggap dengan maksud dari pertanyaan dan perkataannya itu.
"Bapak jawab saja pertanyaan aku, tidak usah panjang kali lebar tapi gak mengenai dengan maksud aku itu Pak," decak Jingga yang sudah mulai tersulut emosinya.
Sifat seperti ini lah yang kurang dan tidak disukai oleh Dastan karena Jingga orangnya mudah terpancing amarahnya dan kadang sikapnya judes dan sedikit kasar kalau sedang marah, tapi sebenarnya dia baik hati.
Pak Hasan cengengesan dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu. Sedangkan Bu Tika sedang berada di dapur sedang membuat minuman dingin dan makanan ringan sebagai hidangan untuk menemani kegiatan mereka saat sore itu.
"Maaf Non, Bapak kurang fokus jadi agak lambat tanggap dan jawabnya ," tukas Pak Hasan yang tersenyum simpul ke arah Jingga.
"Jingga!! Kalau Bapak Hasan ngomongnya gitu berarti seperti itu lah kenyataannya Kenapa sih hal sepele seperti itu saja kamu permasalahkan dan perpanjang," cibir Dastan yang menatap jengah kearahnya Jingga adik kandung dan bungsunya Guntur.
__ADS_1
Jingga refleks terdiam lalu mendudukkan tubuhnya ke atas dipan kayu jati yang bercat cokelat itu.
"Iihh sebel, Abang selalu seperti itu memperlakukan aku bagaikan anak kecil saja," gerutu Jingga yang memonyongkan bibirnya kedepan seperti bibir Donal duck saja.
"Makanya kalau ngomong dengan orang yang lebih tua dari kamu Abang mohon dengan sangat, tolonglah lebih sopan dan merendahkan suaramu, jangan seenaknya saja dek, coba kamu belajar dari adikku Hyuna, insya Allah sifatmu akan berubah jadi lbih baik, bijak dan sopan serta dewasa sedikit dan Abang yakin akan banyak pria yang akan menyayangimu," imbuhnya Dastan yang memberikan nasehat kepada Jingga semoga berhasil dan sukses.
Jingga langsung terdiam saat mendengar penjelasan dari Dastan," apa yang dikatakan Abang ada benarnya juga sih, apa mungkin gara-gara itu sehingga Abang Dastan sama sekali tidak peduli dan perhatian dengan aku yah yang berujung penolakan cintaku padanya?"
"Sebenarnya Abang kamu itu den Guntur adalah teman sekaligus calon suaminya Hyuna putri Ibu," tandas Bu Rita yang berjalan dari arah dalam dapur sederhana tapi rumahnya itu.
Jingga dan Vanessa kembali dibuat tercengang saat mendengar penjelasan dari Bu Rita. Mereka terkejut dan kebingungan dengan kondisi yang terjadi di dalam rumah itu.
Hyuna yang mendengar perkataan dari Ibu angkatnya itu spontan menundukkan kepalanya tanda malu-malu dan wajahnya merah merona.
Vanessa Hudgens dan yang lainnya kembali dibuat melototkan matanya saking kagetnya melihat reaksi dan tanggapan dari Jingga yang menurut mereka luar biasa dan tidak terkendali.
Vanessa yang melihat Jingga berdiri dari duduknya segera menarik Jingga agar duduk segera karena cukup malu dengan respon Jingga yang tidak terkendali.
"Ya elah ini anak kapan ada sikap feminim dan lemah lembutnya, masih saja begini padahal sudah tinggal dan menetap di luar negeri UK Inggris London," ledek Vanesa yang mendapatkan pelototan matanya Jingga sahabatnya sendiri yang seakan-akan matanya ingin melompat saja dari kedua kelopak matanya.
"Biasa saja reaksi gaes, anak gadis tapi gak ada lemah lembutnya, masih seperti dulu lagi tidak ada yang berubah, pantesan cowok yang kamu suka jadi ilfeel melihat tingkahmu dan kelakuan itu!" Ejek Austin.
Austin adalah kakak angkatnya Jingga yang tersenyum meremehkan ke arahnya Jingga yang sudah malu dengan tanggapan dari beberapa orang yang berada di dalam ruangan tersebut.
...----------------...
__ADS_1
Jangan lupa untuk Mampir juga di novelku yang lain Kakak Readers dengan judul yang insya Allah ceritanya tidak kalah keren..
Pesona Perawan
Kau Hanya Milikku
Pelakor Pilihan
Cinta Kedua CEO
Dilema Diantara Dua Pilihan
Cinta CEO Pesakitan
Ketika Kesetiaan Dipertanyakan
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all....
Mohon Maaf jika terbanyak typo atau kesalahan dalam pengetikan di novelnya Fania….
Tetap Dukung Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan dengan cara Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan, Komen dan Gift Poin/Koinnya seikhlasnya.
__ADS_1