Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan

Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Bab. 93. Keputusan Diandra


__ADS_3

"Kapan taubatnya ini Nyi Blorong, kenapa sifatnya semakin menjadi jelek saja," umpatnya Ani yang sudah geram dan jengkel meladeni sikap dari Diandra.


"Sudah galak, kasar, tidak sopan, eehh gaji kami sering dipotong dengan alasan yang tidak jelas, kalau seperti ini sebaiknya aku pindah saja dari sini kalau besok aku terima gaji," Batinnya Ria.


"Ya Allah.. sadarkanlah Nyonya Diandra untuk kembali kejalanmu, aku tidak tega melihat anaknya yang selalu jadi korban jika dia kesal dan marah," gumam Ani dengan wajahnya yang sendu dan sebal dalam waktu yang bersamaan.


"Bastian, ada di mana sih? Kenapa sedari tadi aku menelponnya tapi, gak diangkat sama sekali!!" Geramnya Diandra.


Diandra melempar kembali barang-barang yang ada di dalam kamarnya, bantal, bed cover, buku, vas bunga, serta beberapa pajangan lainnya masuk dalam daftar barang-barang yang dilempar oleh tangannya Diandra.


"Dasar pria brengsek, muncul pada saat butuh uang dan tubuhku, tapi aku sudah putuskan hari ini tidak ada lagi yang namanya Bastian dalam kamus kehidupanku," cercanya.


Diandra kembali menelpon nomor hpnya Bastian. Dengan wajahnya yang bersungut-sungut, ia menekan tombol hpnya dengan sedikit kasar. Ani dan Rina yang masih berada di dalam ruangan yang sama hanya menggeleng kepalanya melihat kelakuan dari Nyonya besarnya itu.


"Ya Allah… kami memang dari keluarga miskin yang tidak berpendidikan tinggi tapi Alhamdulillah kami masih punya harga diri dan hati nurani, Kasihan sekali Tuan Muda Alfian yang sedari tadi kelaparan ingin asi tapi tidak dipedulikan lagi," batinnya Ani yang menatap iba Alfian dalam gendongannya.


Diandra terus mondar-mandir hingga jam 4 subuh, tapi tlpnya tidak diangkat, hpnya Bastian akhirnya tidak aktif dan hanya operator seluler yang menjawabnya.


"Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan tinggalkan pesan setelah nada bit berikut ini," jawaban Mbak operator seluler saja yang menjawab panggilannya Diandra.


"Aaahhhhh!!!" Pekik Diandra.


Bruk!!!! Prank!!!


Suara benturan benda ke arah tembok terdengar begitu jelas. Hpnya yang tidak punya salah apa pun menjadi sasaran amukan kemarahan dan kebenciannya.


"Bastian!!! Bagas!!! Aku akan membalas perlakuan kalian padaku!!" Makinya lalu masuk ke dalam kamar ganti pakaian lalu segera membersihkan tubuhnya lalu memakai pakaian yang sangat cukup seksi di tubuhnya itu.

__ADS_1


Alfian putra tunggalnya baru saja terlelap dalam tidurnya, langsung tersentak kaget sekaligus terkejut karena mendengar suara hantaman keras benda yang mengenai dinding bercat biru muda itu.


"Oek… oek… oek..!!"


Alfian terbangun dari tidurnya kemudian menangis histeris dengan suara tangisannya yang sangat besar, melengking tinggi, dan menggema memenuhi ruangan hingga ur lantai dasar.


"Aku harus tampil cantik, aku pasti bisa mendapatkan pria idaman yang lebih bagus dari Bastian maupun Bagas," gumamnya sambil secepatnya mengganti pakaiannya itu.


"Sayang, Alfian jangan nangis yah, kamu harus tenang," bujuknya Mbak Rina sembari memasukkan dot yang berisi susu kedalam tempat dan wadah khusus untuk minumannya Alfian.


Sedangkan Ani yang tidak ada henti-hentinya membereskan dan merapikan semua perabot serta barang-barang yang telah dipecahkan dan dihancurkan oleh Diandra. Bahkan kapuk dari salah satu bantal yang jadi anggota keluarga dari Vas bunga pun turut menjadi korban keganasan dan kesadisan dari Diandra.


Ani membereskan semuanya tapi, mulutnya sekali-kali mengomel,mendumel serta sudah mengumpat Sang pemilik rumah.


"Mentang-mentang kita ini hanya digaji saja, tapi kami yakin itu membuat kami akan kelelahan jika harus seperti ini terus setiap hari," umpatnya Rina sambil menguap dan sesekali mengucek kedua matanya yang sudah tidak bisa diajak kompromi lagi.


Ani yang melihat hal itu hanya tersenyum simpul menanggapi sikap teman satu kampungnya itu.


Asisten rumah tangga serta baby sitter nya sudah membulatkan tekad mereka untuk pergi dan resign saja.


"Insya Allah… banyak diluar sana yang ingin mempekerjakan kita berdua kok aku yakin itu," batinnya Rina lagi.


Diandra keluar dari kamar ganti pakaian dan sudah rapi dan sangat cantik dan tidak lupa sangat seksi. Dengan gaun malam dengan warna merah menyala yang mampu membuat beberapa pria hidung belang akan tertarik padanya.


"Huss!! Stop ngomongnya, Nyonya Besar datang," ucapnya Rina dengan berbisik dan memberikan kode kepada sahabat baiknya itu agar bisa menghindari amukan dan terhindar dari amarah yang menggebu itu.


Diandra bersolek sedemikian rupa hingga tampak sangat cantik tapi, belum mampu mengalahkan kecantikan alaminya Hyuna.

__ADS_1


"Aku bukan wanita lemah, aku juga bukan Ibu rumah tangga yang harus tetap berdiam diri dalam rumah terus menerus," terangnya Diandra yang didengar oleh kedua artnya yang kembali saling bertatapan satu sama lain.


Dengan langkah kakinya yang pasti menapaki lantai keramik itu, senyuman yang selalu merekah dan lebar menghiasi wajahnya. Diandra dengan penuh kebahagiaan dia buka pintunya dengan memutar handle pintunya pagi buta itu, tetapi mulutnya tiba-tiba menganga lebar hingga membentuk huruf o besar, matanya melotot hingga bola matanya hampir saja keluar dari tempatnya saking tidak percayanya dengan apa yang dilihat oleh kedua matanya itu.


...****************...


Jangan lupa untuk Mampir juga di novelku yang lain Kakak Readers dengan judul yang insya Allah ceritanya tidak kalah keren..



Pesona Perawan


Kau Hanya Milikku


Pelakor Pilihan


Cinta Kedua CEO


Dilema Diantara Dua Pilihan


Cinta CEO Pesakitan


Ketika Kesetiaan Dipertanyakan



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all....

__ADS_1


Mohon Maaf jika terbanyak typo atau kesalahan dalam pengetikan di novelnya Fania….


Tetap Dukung Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan dengan cara Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan, Komen dan Gift Poin/Koinnya seikhlasnya.


__ADS_2