Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan

Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Bab. 116. Lamaran Triple Dan Terbongkar Sudah


__ADS_3

"Papa sudah cerai dengan istriku dan anak dari mantan Istriku itu bukan lah darah dagingku tapi anak dari kekasihnya hingga sekarang mereka sudah menikah, kami tidak putus silaturahmi masih terjalin seperti biasanya," jelas nya pak Fuad.


"Mama tolong katakan kepada Jingga jika kami selamanya tidak mungkin bersatu karena dia adalah adikku anaknya mama Livia,mana mungkin adik kakak bisa menikah itu haram hukumnya," ungkap Dastan.


Bu Livia tidak menjawab perkataan dari putranya itu malah memanggil asisten pribadinya itu.


"Justin segera hubungin Guntur dan juga Jingga katakan kepadanya saya meminta mereka harus datang ke sini sekarang juga," pintanya bu Livia.


Bu Livia juga menelpon adiknya Januar dan Rima istrinya untuk segera datang di tempat tersebut. Dastan, Hyuna hanya menautkan kedua alisnya melihat sikap mamanya itu sedangkan Pak Fuad mengerti dengan arti dari pemanggilan tersebut.


Mereka duduk di dalam ruangan privat kafe tersebut sehingga apa yang mereka katakan dan perbincangkan tidak ketahuan dan terekspos keluar.


"Aku yakin Livia punya alasan khusus untuk apa yang sedang dikerjakannya itu,"


"Mama apa tidak ada rencana untuk menikah atau balikan dengan papa mungkin contohnya," Hyuna berspekulasi ingin melihat reaksi kedua orang tuanya itu.


Livia dan Fuad saling bertatapan satu sama lainnya, mereka berpegangan tangan saling menggenggam tangan dan tersipu malu.


"Inilah salah satu alasan saya mengundang yang lainnya hadir di tempat ini," jawabnya Bu Livia.


"Sudahlah ma, tidak perlu dikatakan juga intinya semuanya sudah terjawab mama dan Pak Fuad akan menikah," ketusnya Dastan.


Hyuna segera memukul pundaknya Dastan kakaknya itu," Abang kenapa ngomongnya seperti itu, bagaimana pun ini berita gembira loh, saya senang jika mama dan papa bersatu menjadi pasangan suami istri yang sah seperti orang lain di luar sana," imbuhnya Hyuna.

__ADS_1


Dastan, Jingga, Bu Rima Melati, suaminya Pak Januar sudah datang hampir bersamaan waktu kedatangannya. Mereka melihat ke sekitar dan tersenyum melihat Hyuna. Sedangkan Guntur tidak menyangka jika perempuan yang dicintainya dan rencana akan dinikahinya juga berada di dalam sana.


"Alhamdulillah semuanya sudah lengkap, Nak Guntur bagaimana dengan rencanamu yang ingin menikahi putri bungsuku? Kapan kamu mau melamarnya?" Tanyanya Bu Livia sambil mengaduk-aduk minumannya yang sudah dingin.


"Putri!" Beo mereka serentak yang belum mengetahui kenyataannya.


"Iya putriku Hyuna Almeera Azizah Fuad, ini putriku, Guntur Bumi apa kamu menolak menikahi Hyuna putriku?" Tanyanya Bu Livia.


"Kalau gadis ini aku mau sangat lah Tante bahkan sekarang juga aku pasti mau pakai banget dari dulu aku nunggu dia terima lamaran ku Tante," tuturnya Guntur.


"Jadi kamu sudah menemukan kedua anak kembarmu Mbak?" Tanyanya penuh selidik Bu Rina maminya Jingga dan Guntur.


Bu Livia tersenyum gembira membalas senyumannya Rima adik iparnya itu," Alhamdulillah mereka berdua adalah anak kembarku dan dua-duanya akan menikah dengan anakmu, saya ingin putrimu Jingga menikah dengan putraku Dastan jadi hari saya melamar Jimgga untuk putraku semoga kalian setuju," ujar Bu Livia.


"Apa kalian tidak mau menikah? Dastan dia kan gadis yang kamu kira adalah adikmu yang sering datang menginap di rumah, jelas-jelas dia adalah putri dari adikku bukan anakku tapi sebentar lagi akan menjadi putriku jika dia setuju menikah dengan putra tunggalku," jelas Nyonya Livia.


"Saya Januar papanya Jingga menerima lamaran dari kakakku sendiri yang melamar putriku dan gilirannya saya mewakili putera sulung ku Guntur Bumi untuk Hyuna putrinya saudariku hari ini dan saya maunya kedua pasangan ini artinya ke empatnya akan menikah dua minggu dari sekarang, bagaimana calon besan Pak Fuad?" Pak Januar tersenyum tipis menanggapi perkataannya sendiri.


"Alhamdulillah jadi mulai sekarang saya dan Livia mamanya akan menikahkan keduanya dua minggu lagi dan besok saya dan Livia Almeira Duxton akan menikah di KUA.


"Alhamdulillah kalian bisa bahagia dan menemukan pasangan masing-masing semoga saja saya juga segera menyelesaikan kuliahku dan menemukan pria sejati yang rela, tulus dan ikhlas menerima segala kekurangan pada diriku dan paling penting harus tampan seperti Abang Dastan dan almarhum Papa Marcel," harapnya Vanesaa sambil memeluk tubuh kakak perempuan yaitu Hyuna.


"Apakah kamu tidak ingin menjadi istriku sehingga kamu berbicara seperti itu?" tanyanya Austin Mahone Alfarizi Kamal yang baru saja datang karena harus mengerjakan tugas dari papanya Jingga.

__ADS_1


Semua yang sedang asyik berbincang-bincang sambil menikmati hidangan terkadang tertawa terbahak-bahak mendengar celotehan dari cucu sambungnya Pak Fuad Rahmany Osman yang kebetulan hadir juga atas undangan Bu Liviana sehingga semakin ramai lah suasana di dalam kafe tersebut.


Vanessa refleks berdiri dari duduknya itu,ia tidak menyangka jika pria yang selama ini diam-diam disukainya itu ternyata dengan gagah berani melamarnya di depan hampir empat puluh lebih sore menjelang malam.


"Apakah saya sedang bermimpi, Mbak Hyuna tolong cubit lenganku," pintanya Vanesa.


Hyuna tanpa ragu langsung mencubit adik beda bapaknya itu.


"Auhh sakit! Mbak cubitnya kencang amat neng mentang-mentang mau nikah," keluhnya Vanesa.


"Vanesa Adelia Maheswari Abang bertanya untuk yang terakhir kalinya, apa kah kamu bersedia menerima segala kekuranganku dan..." ucapannya Austin terpotong karena disela oleh Vanesaa.


"Ya Allah lama banget langsung saja masukin cincinnya Abang tidak perlu basa basi segala to the points saja," candanya Vanesaa.


Apa yang dilakukan oleh Vanesa mampu membuat semua tertawa renyah, terpingkal-pingkal dan ada yang terbahak-bahak mendengar candaannya Vanesaa.


Tawa bahagia mereka sungguh alami dan natural tanpa ada beban apapun yang menghimpit kehidupan semuanya.


Mampir baca novel baru aku judulnya "Terpaksa Menjadi Orang ketiga"


give away kecil-kecilan khusus pembaca yang rajin" Caranya hanya baca, Like dan komentar.


...********TAMAT********...

__ADS_1


__ADS_2