
"Awas yah, aku akan membalas apa yang kamu lakukan padaku hari ini, dan aku sumpahin kamu untuk selamanya jadi janda!" gertak Diandra yang memutar tubuhnya lalu beranjak dari sana dengan menghentakkan kakinya hingga menimbulkan bunyi yang cukup nyaring.
Diandra yang ingin menarik handle pintu tanpa sengaja melihat kedatangan rombongan Bu Rima dengan yang lainnya. Dia menghentikan laju langkah kakinya sesaat saat dirinya sudah berpapasan dengan rombongan tersebut. Diandra menatap menelisik satu persatu dari mereka.
"Siapakah, Nyonya cantik ini dan kalau diperhatikan dengan seksama sepertinya dia bukan orang dari kalangan rakyat jelata, apa hubungan dia dengan Hyuna yah? Aku harus menyuruhnya untuk mencari tahu siapa Nyonya Rima tersebut," Dyandra terdiam dan membatin tapi tatapannya yang tajam tertuju pada Bu Dewi.
Bu Dewi membalas tatapannya sedikit pun tidak rasa takut dan gentar. Hanya wanita dengan kemampuan secuil kuku saja ingin melawan Bu Dewi. Pintu itu tertutup rapat dengan kerasnya sehingga menimbulkan suara yang cukup nyaring hingga membuat Bu Dewi tersentak ketika mendengar hantaman pintu itu akibat dari ulahnya Diandra.
Bu Dewi hanya tersenyum menanggapi hal tersebut, " Prita cari tahu siapa dia!" Pintanya Bu Dewi dengan berbisik di telinga Prita tanpa sepengetahuan dari Pak Hasan dan Hyuna sendiri.
Setelah berbicara seperti itu Prita tanpa membuang waktu dan menunggu lama dia segera menjalankan titah dari Nyonya besarnya. Bu Dewi pun melangkahkan kembali kakinya menuju Hyuna yang sedari tadi berusaha untuk terlihat tenang saja. Tetapi Bu Dewi sangat mengetahui apa yang sedang dialami oleh Hyuna yang selalu berusaha untuk tenang.
"Aku janji kalau hari ini adalah hari terakhir kamu sedih dan dihina oleh orang lain, aku tidak akan membiarkan siapa pun melakukan hal jelek padamu," batinnya Bu Dewi.
"Ya Allah.. aku harus kuat dan sabar, aku sudah berusaha menjadi istri yang baik tapi dimatanya Mas Bagas aku hanya istri pajangan yang tak pernah dianggap sedikit pun," Hyuna membatin dengan tatapan matanya yang sendu dan sesekali menghadap ke atas langit-langit kamarnya.
"Assalamualaikum," sapanya Bu Dewi.
Pak Hasan Ishaaq dan Hyuna segera memalingkan wajahnya ke arah sumber suara. Pak Hasan sedikit terkejut melihat Nyonya Besar Dewi datang ke dalam kamar perawatan anak angkatnya itu.
Bu Dewi hanya membalas senyuman pandangan matanya Pak Hasan yang tidak percaya dengan kehadirannya di tengah-tengah mereka.
"Nyonya Dewi!" Ujarnya yang masih tidak menduga jika dia bertemu dengan pemilik rumah tempat dia bekerja selama hampir 20 tahun lamanya.
"Assalamualaikum Pak Hasan," Ucap salamnya Bu Dewi karena Pak Hasan hanya terdiam bengong tanpa menjawab salamnya sehingga Bu Dewi mengulangnya.
__ADS_1
"Eh… waalaikum salam Nyonya!" balasnya Pak Hasan yang langsung bangkit dari duduknya dan berjalan tergopoh-gopoh ke arah Bu Dewi.
"Bagaimana kabarmu Nak? Apa kamu sudah baikan?" Tanyanya Bu Dewi saat duduk di sampingnya Hyuna sambil meraih punggung tangannya Hyuna dengan mengelusnya perlahan.
Hyuna tersenyum sebelum menjawab salam dari Bu Dewi dengan dipaksakan," Alhamdulillah aku sudah agak baikan Bu, kalau Ibu bagaimana?" Tanyanya balik Hyuna dengan tatapan matanya yang berembun.
Bu Dewi segera memeluk tubuhnya Hyuna kemudian mengelus punggungnya Hyuna dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.
"Ibu tahu apa yang sedang terjadi padamu, ibu akan bantu kamu untuk balas semua perbuatan mereka hingga apa yang telah mereka lakukan tak bisa mereka lupakan hingga matipun," tuturnya Bu Dewi.
Hyuna sudah sekuat tenaga menahan air matanya tetapi, tetap saja mengalir menetes membasahi pipinya.
"Menangislah, jika itu yang bisa kamu lakukan untuk membuat kamu lega tapi ibu minta jangan sekali-kali meratapi perceraian kamu, Ibu yakin ini semua adalah awal dari kebahagiaanmu," terangnya Bu Dewi dengan penuh keyakinan.
Jika kebaikan dibalas kebaikan maka itu adalah perkara biasa.
Jika kebaikan dibalas kejahatan maka itu adalah zhalim.
Tapi, jika kejahatan dibalas kebaikan itu adalah mulia dan terpuji
****************
Mampir juga di novelku yang lain Kakak Readers dengan judul:
__ADS_1
Pesona Perawan
Cinta dan Dendam
Menggenggam Asa
Kau Hanya Milikku
Pelakor Pilihan
Cinta Kedua CEO
Dilema Diantara Dua Pilihan
Cinta CEO Pesakitan
Ketika Kesetiaan Dipertanyakan
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all....
Mohon Maaf jika terbanyak typo atau kesalahan dalam pengetikan di novelnya Fania….
Tetap Dukung Ketika Kesetianku Dipertanyakan dari cara like setiap Babnya, komentar, Gift, Komentar dan berikan dengan keikhlasan Kakak.
__ADS_1