Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan

Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Bab. 58. Rasa Bahagia Bu Tika


__ADS_3

"Kamu tidak perlu sungkan Nak, bapak sangat bersyukur karena selama hampir 30 tahun bapak menikah bapak belum dikaruniai anak jadi sebagai gantinya Bapak suka menolong dan membantu siapa saja yang butuh bantuan dan bapak sebenarnya ingin sekali mengangkat anak hanya saja sepertinya itu sulit kami lakukan karena bapak sama Ibu sama-sama sibuk," ungkap Pak Hasan panjang lebar.


Setelah mereka berbincang-bincang santai dan Pak Hasan menunjukkan letak dapur rumahnya, kamar mandi serta yang lainnya barulah Pak Hasan berpamitan kepada Hyuna untuk segera pergi kerja kebetulan jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi.


Hyuna yang kelelahan segera berjalan masuk ke dalam kamarnya. Dia merebahkan tubuhnya dan mulai berusaha untuk memejamkan matanya. Baru beberapa menit saja matanya terpejam, dia bermimpi melihat anak balita laki-laki yang berlarian ke arahnya tapi, baru hendak meraih tangan imut nan kecil milik anak itu, tiba-tiba dia menghilang di depan matanya tanpa meninggalkan jejak sedikitpun.


"Jangan pergi dari Mama sayang!!" Teriaknya Hyuna.


Nafasnya ngos-ngosan serasa dia habis berlarian padahal matanya masih tertutup rapat. Belum ada tanda-tanda jika dia akan tersadar dari tidurnya.


Hyuna terduduk di atas Padang rumput dengan air matanya yang terus menetes membasahi pipinya. Dia meratapi kepergian anak kecil itu yang dianggap sebagai putranya.


"Putranya Mama!! Kenapa kamu pergi dari sisi hidupnya Mama sayang? Apa kamu tidak sayang sama Mama?" Ratapnya Hyuna.


Berselang beberapa saat kemudian, Hyuna langsung terlonjak dari tidurnya. Dia tidak menyangka jika mimpi yang baru saja melihatnya seolah seperti sangat nyata bahkan sentuhan Hyuna pada tangannya anak kecil itu masih mampu dia rasakan yang sangat halus dan lembut.


Ahahahaha nafasnya masih memburu bagikan dia baru saja berlarian marathon dengan seseorang yang berlomba lari di atas lintasan.


"Ada apa denganku dan siapa anak balita itu? Kenapa aku memanggilnya dengan sebutan anak?" Tanyanya.


Muncul seribu macam pertanyaan dalam benaknya. Ia tidak mengetahui ada maksud apa dan makna dari mimpinya itu.


"Ya Allah… kalau aku perhatikan wajahnya anak itu sepertinya mirip dengan seseorang yang pernah aku kenal, Tapi siapa dan di mana?' ujarnya yang semakin kebingungan saja karena tidak mampu memecahkan misteri dibalik mimpinya itu.


Beberapa saat kemudian, adzan magrib berkumandang. Hyuna segera bangkit dari duduknya lalu berjalan perlahan ke arah kamar mandi. Tidak jauh dari kamar mandi tersebut, terletak satu ruangan khusus yang berukuran sedang tepat di samping kanannya toilet. Di dalam ruangan, sudah tersedia perlengkapan sholat maupun untuk membaca Alqur'an.

__ADS_1


Hyuna shalat magrib, tapi pikirannya masih tertuju pada sosok anak kecil yang hadir di dalam mimpinya itu.


"Ya Allah.. apa maksud dari mimpiku itu, kenapa wajahnya selalu terbayang-bayang?" Lirihnya yang berusaha mengetahui makna dari mimpinya itu.


Hyuna masih terduduk di atas sajadahnya hingga suara seseorang mampu mengalihkan perhatiannya. Kedatangan Pak Hasan dan Bu Tika membuatnya harus mengakhiri lamunannya.


"Assalamualaikum," sapa Pak Hasan bersamaan dengan istrinya saat mendapatkan Hyuna yang masih terduduk tafakur di atas sajadahnya padahal dia sudah selesai mengerjakan shalat magrib.


"Waalaikum salam," jawabnya Hyuna sambil menolehkan kepalanya ke arah sumber suara itu.


Hyuna tersenyum ramah ke arah Bu Tika. Dia segera membuka mukena yang masih menutupi seluruh tubuhnya dengan sempurna. Lalu bergegas ke arah Bu Tika dengan meraih tangan mereka untuk dia cium punggung tangannya dengan khusyuk.


"Ibu baru pulang?" Tanyanya Hyuna setelah selesai mencium punggung tangannya Bu Tika.


"Alhamdulillah kami baru pulang Nak, apa kamu sudah makan kebetulan Kami bawa beberapa macam masakan, ibu yakin kamu pasti menyukai makanan ini," tuturnya Bu Tika sambil menjinjing sebuah kantong kresek yang berisi rantang makanan.


"Insya Allah selama makanan khas Indonesia, aku sangat menyukai semuanya Bu," Jawabnya Hyuna lalu segera berjalan mengikuti langkah kaki Bu Tika ke arah dapur.


Beberapa saat kemudian mereka sudah duduk saling berhadapan untuk bersiap makan malam. Pak Hasan saat menyampaikan perihal kedatangan Hyuna di dalam rumahnya, Bu Tika sangat bahagia karena akhirnya akan ada anak perempuan yang mengisi rumahnya.


Bu Tika bahagia seakan-akan dia baru memiliki Seorang anak perempuan yang sudah sejak lama dia idamkan dan impikan.


"Silahkan makan Nak, tidak usah sungkan kami sengaja tidak makan di rumah majikan kami karena kebetulan bapak ingin makan malam bersama kamu," terang Bu Tika dengan selalu tersenyum manis.


Bu Tika sangat bahagia dan tak henti-hentinya bersyukur saat mendengar perkataan dari Hyuna jika,dia akan selamanya tinggal dengan mereka. Diangkat sebagai anak pun Hyuna rela dan ikhlas karena dia hanya anak yatim piatu saja di dalam keluarganya. Hal itu pun baru diketahuinya saat satu hari sebelum dia menikah dengan Bagas.

__ADS_1


Mampir juga dinovelku yang lain Kakak Readers dengan judul:



Pesona Perawan


Hasrat Daddy Anak Sambungku


Aku Diantara Kalian


Cinta dan Dendam


Cinta yang tulus


Bertahan Dalam Penantian


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


__ADS_1


Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all....


Mohon Maaf jika terbanyak typo atau kesalahan dalam pengetikan di novelnya Fania....


__ADS_2